NovelToon NovelToon
Rotinya Manis, Rin!

Rotinya Manis, Rin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Renjana

Rin-pertemuannya dengan Al adalah kebetulan. Tapi Al bisa memberikan rasa manis dan asem di hari-harinya.

Al-kaku dan dingin. Tapi dinginnya bisa meleleh. Pertemuannya dengan Rin seperti roti. hangat di luar empuk di dalam.

Kisah semanis roti buatan Rin, penuh proses, harus dibentuk dengan bahan takaran yang pas. Baru bisa dinikmati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Roemah Roti buka seperti biasa. Yang tak biasa adalah suasana di dalamnya. Jam 8 lewat 10 biasanya etalase sudah setengah kosong. Sekarang masih penuh dan masih berjejer rapi.

Nenek sedang memasukkan roti untuk dipanggang.

"Nek... Hari ini sepi, kenapa tetap buka?" tanya Rin.

"Roti itu kalau nggak dibikin, bisa kangen ovennya," ucap nenek sambil tersenyum. "Tuh pasti udah kecium aromanya, mereka pasti mau mampir!" ucap nenek penuh semangat.

Tapi yang mereka lihat hanya orang yang lewat, saling berbicara dan kadang mereka menunjuk Roemah Roti terang-terangan. Seolah membicarakan berita kemarin.

Rin duduk di meja kasir. Belum ada pembeli sama sekali padahal sebagian roti sudah terpajang di etalase, cookies yang sempat viral itu juga masih tersusun rapi. Roemah Roti yang biasa penuh antrian sekarang tidak ada satu orang pun yang membeli. Nenek tersenyum dari balik meja.

"Hal biasa namanya berdagang itu kadang sepi kadang ramai," ucap nenek. Nenek bisa semudah itu bicara, tapi Rin tetap merasa tidak enak.

Tring!

Pintu Roemah Roti terbuka. Rin melihat ada seseorang yang masuk.

"Zayn?" ucap Rin tak percaya.

"Oh hai! Rotinya sudah matang? Aromanya sampai ke jalan,"

"Oh... Udah! Lo mau beli roti apa?" tanya Rin.

"Bisa bantu rekomendasiin roti manis selain cokelat dan roti asin? Gue bingung ini titipan kakak gue," ucap Zayn.

"Boleh, roti manis selain cokelat varian hari ini cuma ada aneka selai buah. Mau yang mana?" tanya Rin menunjuk ke etalase.

"Yang rekomen, yang biasa lo suka. Bungkusin 6 ya," ucap Zayn.

Rin mengangguk dan memilih 6 roti dengan tiga rasa yang berbeda. Rin membungkusnya di meja kasir dan menghitung.

"Tambah roti tawar satu," Zayn menambahkan. Rin berjalan ke etalase dan meraih 1 bungkus roti tawar dan kembali menghitung di meja kasir.

"Totalnya enam puluh tiga ribu," Zayn menyerahkan uang enam puluh lima ribu.

"Ambil aja kembaliannya, dan boleh duduk sebentar? Sebelum gue ke kampus," ucap Zayn. Rin mengangguk.

"Jadi hari ini lo libur dulu?" Zayn membuka percakapan, Rin mengangguk.

"Yakin nggak mau ke kampus? Lo bisa pergi bareng gue. Nggak usah takut dengan omongan orang, gue bakal lindungi lo," ucap Zayn mengunyah rotinya.

"Tapi... Gue udah diizinin. Kayaknya gue bakal istirahat dulu sehari atau dua hari ini," ucap Rin.

"Nenek lo yang izinin?"

"Nggak! Tapi temen," ucap Rin. Zayn terlihat kecewa tapi dia tetap mengangguk.

"Nanti gue kesini lagi, lo harus tetap semangat. Kalau ada apa-apa lo cerita aja, siapa tau gue bisa bantu. Dan untuk temen-temen kampus, lo tenang aja. Nanti gue redain gosipnya,"

"Gimana caranya? nama gue udah terlanjur jelek," Rin menunduk memainkan tisu di atas meja.

"Tenang! Anak-anak panitia pasti ngerti. Setidaknya kita mulai dari mereka," Zayn menggenggam tangan Rin, genggamannya kencang dan sedikit memaksa. Rin menarik tangannya.

Tring!

Pintu terbuka lagi.

"Rin!"

"Hai kak Rin!"

Al, Jonas dan Arza masuk ke Roemah Roti. Zayn terlihat tidak suka sedangkan Rin sedikit gugup.

"Kak! Cookies yang biasa masih ada nggak? Gue mau beli buat stok!" ucap Jonas. Sementara itu Arza sudah berkeliling etalase untuk memilih roti. Dan Al... Dengan wajah dingin duduk di samping Rin.

"Al... Lo mau roti apa? Biar gue ambilin," ucap Rin.

"Yang manis! Kayak yang di depan lo!"

Rin menurunkan bahunya lemas, Al sudah kembali memanggil dengan sebutan lo-gue. Itu tandanya dia kesal. Suasana kembali canggung. Bibir Zayn sedikit terangkat tapi tatapan matanya dan Al seolah saling mengancam.

Rin mengangguk dan bergabung bersama Arza. Memilih tiga roti manis yang biasa dimakan Al.

"Kak, itu siapa?" bisik Arza.

"Itu ketua panitia waktu pagelaran. Waktu kalian tampil. Inget?" bisik Rin. Entah kenapa dia ikutan berbisik. Ada perasaan tidak enak menatap dua orang yang sedang duduk berhadapan itu.

"Oooh..." Arza ke meja kasir sedangkan Rin kembali ke meja yang atmosfirnya terasa dingin dan tegang.

Rin menyerahkan roti untuk Al

"Sekalian kopinya?" tanya Rin canggung.

"Tentu! Yang kayak biasa, yang kopinya..." Al berbicara sambil tersenyum lembut.

"Iyaaaa... Tau. Sebentar yah!" Rin pergi ke belakang lagi dan menyiapkan kopi. Dia juga membuatkan untuk yang lain. Rin kembali dengan empat gelas kopi panas.

"Silakan, hati-hati panas!" ucap Rin, berusaha senyum normal.

Jonas langsung menyeruput, Arza sibuk fotoin rotinya buat story. Cuma meja Rin yang diem. Dingin dan suasananya tegang. Seolah gerakan sedikit aja bisa memicu ledakan emosi. Rin duduk dengan canggung.

Zayn nggak minum kopinya, dia melirik Al. Seolah menilai. Sedangkan Al masih duduk santai.

"Lo sering kesini, Al?" tanya Zayn, nadanya ringan tapi matanya nggak.

Al nyender, ngaduk kopinya pelan "Sering, tiap Rin butuh bantuan. Lo?"

"Gue panitia, wajar kalau gue ngecek anggota gue," jawab Zayn cepat.

Rin ngerasa nggak enak duduk diantar mereka berdua.

"Kak Rin, rotinya enak banget. Besok ada lagi nggak?" Arza memotong mencoba mencairkan suasana.

"Ada. Kalau masih ada... yang beli!" ucap Rin lemah. Semua terdiam.

"Besok gue mampir lagi, keluarga gue suka roti bikinan lo!" ucap Zayn.

Al meminum kopinya dan meletakkannya dengan sedikit kasar.

Kletek!

"Gue lupa bilang, roti hari ini dan besok mau gue borong. Ada rapat juga besok. Mau gue sajikan untuk rapat,"

"Oh iya ya bang?" tanya Arza. Jonas menjitak kepala Arza. Karena setahu Arza tidak ada lagi rapat. Diam-diam mereka juga sudah mencari tahu keadaan kampus Rin.

"Bikinin gue roti kayak gini 6 lagi ya Rin," pinta Al.

"Ngg..."

"Kalo ada sisa adonan!" jawab Al ketus. Rin melihat Al yang sikapnya super nyebelin pagi itu.

"Gue pamit, kapanpun lo mau ke kampus. Gue pastikan lo aman," ucap Zayn yang tak memedulikan Al. Dia menyesap kopinya sampai tinggal setengah.

"Jam tangan lo bagus! G-Shock ya? Langka yang masih pake tali ori sampe pudar gitu,"

Zayn reflek menutup jamnya dengan lengan kemejanya.

"Oh ini... Udah lama. Hadiah!" Zayn menjawab dengan gugup.

"Mirip dengan yang dipake seseorang buat bikin cerita heboh. Menurut gue itu kekanakan," Al menampilkan senyum smirk-nya. Rin semakin takut melihat Al.

"Gue ke kampus dulu. Makasih kopinya. Nanti gue kirimin testimoninya di grup," ucap Zayn tersenyum dan buru-buru keluar.

"Dia kenapa sih?" tanya Jonas.

"Lo kenapa sih? Pelanggan roti gue jadi nggak nyaman. Lo kayak interogasi maling tau gak!" protes Rin.

"Jadi, dia nggak nyaman. Lo juga nggak nyaman? Karena gue nyinggung pelanggan lo yang baru itu?" tanya Al.

"Kok jadi gue sih?"

"Bungkusin semua roti. Gue ke kantor lagi. Dan besok, gue nggak mau ada sisa roti. Semua roti gue borong!" ucap Al.

Rin beranjak dan menyiapkan roti. Sementara itu Jonas dan Arza bengong. Saling lirik dan melanjutkan makan roti. Rin menatap pintu yang baru aja dibanting Zayn. Kepalanya sedang memikirkan sesuatu. Soal jam tangan itu... talinya pudar. Bukannya itu yang sekilas terekam di CCTV kemarin?

Ah, masa iya. Rin menggeleng cepat, tak berani berpikir lebih jauh.

1
renjana biru
wooo hadirr dg boom like kakk, smangat💪
renjana biru
ga cm km kok rin, aku pun gregetan ama si al😊
Renjana: hai kak @renjana biru Renjana Biru, aku notice banget soalnya nama kita mirip.🥰
makasih banyak udah mampir + boom like. sumpah komen kakak yang gregetan sama Al itu bikin aku ngakak.
aku uda gregetan duluan pas nulis itu😄
makasih ya udah nemenin AlRin dari episode awal.
jangan pernah bosen baca ceritaku

salam manis semanis Roti Rin🥰
total 1 replies
falea sezi
nyimak moga bagus klo bagus q kirim hadiah🤭
Renjana: semoga suka ya kak,
😊
total 1 replies
Erin Dwi Andini
karya yang keren
Renjana: sekeren kk,
makasih ya udah mampir😊
total 1 replies
justice
wahh bagusss, semangat ya kak
Renjana: terimakasih, semangat nulis juga yah😊
total 1 replies
renjana biru
btw lucuuu bgt mereka ihhh🤭🤭
Renjana: bikin gemes kan...🤭
total 1 replies
renjana biru
done mmpir ya kakaa💪
Renjana: makasih🥰
total 1 replies
oding's
halo kaa aku mampir jugaa nihh xixi
Renjana: makasih banyak🥰
total 1 replies
R
😍
Renjana: 🥰🥰
makasih yaaaaa
total 1 replies
Seraphina
saling support kak
Akao Rion
aku mampir kak, meskipun setiap baca Rin selalu ingat nama bapakku 🫣
Renjana: makasih, aku tunggu tulisan kamu juga😊
total 3 replies
Renjana
cinta manis diawali dari salah tingkah, berakhir manis. Tapi namanya hidup tak selalu manis.
kisah Al dan Rin tak melulu soal cinta, ada sedih, bahagia, lucu dan kadang sedikit kaku🤭
kisahnya nggak berat kok
aefpe fp
💪🤣
Mustika Nusantara
semangat ka bikin karyanya
Renjana: makasih😊
total 1 replies
Lisye Aisyah Hematang
Hadir juga kak 😍🙏
Renjana: terimakasih😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!