NovelToon NovelToon
Dia Pemegang Kendali Hidupku

Dia Pemegang Kendali Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Sistem
Popularitas:713
Nilai: 5
Nama Author: MegaHerdian

Cerita ini menceritakan seorang gadis yang mengalami peristiwa yang sangat tragis, karena kecelakaan yang dialami nya, dia harus duduk di kursi roda sebagai penyangga hidupnya, entah lelaki mana yang masih mau menerima nya sekarang, dokter mengatakan semuanya sementara, namun ini sudah hampir lima tahun da dirinya masih duduk di kursi roda. Entahlah, hidupnya mungkin akan berakhir seperti itu selamanya, namun di saat detik detik terakhir dalam hal terpuruk nya. Dia datang, seolah membawa harapan yang selama ini dia inginkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MegaHerdian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Di sore hari yang tidak pernah tenang itu, Layla duduk melamun dia sebuah perbukitan kecil yang menebarkan luasnya pesona sawah yang masih hijau. Tempatnya dekat dengan desa dan berada di samping jalan.

Dari jauh Layla melihat Laras yang sedang kesusahan dan dia mendekati nya dan menolong nya untuk membantu mendorongnya sampai ke depan rumahnya, saat sampai di depan rumah Laras, Layla melamun lagi membuat Laras yang sedang sibuk berpura-pura itu mendekat ke arahnya dan menanyakan keadaan Layla yang tampak kurang baik.

Lisa meraih tangan Layla yang sedang gemetar, lalu dengan suara parau yang di atur sedemikian rupa, dia mulai memancing informasi lagi.

“Layla… maaf jika aku lancang” bisik Lisa. Matanya yang bulat besar menatap lurus ke arah dalam manik mata Layla yang frustrasi.

“Sebenarnya, apa hubungan mu dengan pria tampan yang terus mengganggumu setiap hari itu? Aku sering melihat nya mengikutimu, bahkan kemarin dia hampir mengunci jalan mu. Siapa dia sebenarnya Layla? Kenapa dia begitu terobsesi padamu” cecar Lisa dengan pertanyaan nya.

Layla hanya bisa menarik nafas kasar, dia tidak ingin membicarakan lelaki berengsek itu, namun gosip kian meradang di desa karena ulahnya.

Dengan helaan nafas yang panjang, rasa cemas dan gusar kian hinggap di dalam dirinya. Layla sama sekali tidak menaruh curiga bahwa gadis lumpuh yang terlihat rapuh sepertinya dulu yang kini ada di hadapannya sedang merekam dan menganalisis setiap jengkal emosinya untuk dilaporkan pada Grace maupun Teo.

Layla hanya bisa menatap jalanan desa yang begitu sepi, lalu suara yang bergetar menahan amarah dan trauma dari masa lalu, Layla mencoba bersikap untuk menceritakan sosok Teo di dalam hidupnya.

Layla menatap lekat mata Lisa yang masih di kenal nya sebagai laras, lalu Layla menghembuskan lagi nafasnya yang berat. Rasanya begitu sesak yang sangat membuncah di dalam dadanya selama berhari-hari akibat teror Teo akhir nya kini tumpah.

“Pria itu… dia adalah monster laras..” bisik Layla dengan suara yang bergetar, menahan air mata yang mendadak menggenang di pelupuk matanya.

“Namanya Teo. Sepuluh tahun yang lalu, dialah yang menabrak ku hingga aku koma dan lumpuh. Dia merebut masa muda, menghancurkan hidupku, dan melarikan diri dari hukum menggunakan kekuasaan keluarga nya. Dan sekarang, setelah aku tau kebenarannya dan berhasil sembuh, dia datang lagi. Dia menguntit ku, mengganggu ku, seolah olah dia berhak atas hidupku setelah apa yang dia lakukan selama ini”

“Dia tidak pernah merasa bersalah sedikitpun, dia hanya ingin mendapatkan apa yang dia inginkan, egonya tinggi, dia merasa terbebani karena penolakan dari wanita biasa seperti ku yang mungkin menyentuh egonya yang tinggi, dia mungkin tidak terima dengan hal itu” Layla mencoba menerangkan secara rinci namun masih sederhana.

Lisa hanya bisa mendengarkan, wajah polosnya berakting menutup mulut dengan telapak tangan, matanya membelalak memperlihatkan ekspresi syok yang sangat amat meyakinkan.

“Ya Tuhan… Layla.. itu mengerikan sekali..bagaimana bisa ada manusia semengerikan itu?!” Ucap Lisa parau, meski di dalam hatinya dia sedang tersenyum puas karena Layla ternyata orang nya begitu mudah di taklukkan.

Namun di tengah luapan amarah dan trauma tentang Teo, raut wajah Layla mendadak melembut saat memikirkan hal lain. Ada binar harapan yang tersisa di matanya yang lelah.

“Sebenarnya..” Layla menjeda kalimatnya, meremas ujung gaun katunnya dengan malu-malu “Sebelum teo datang dan mengacaukan ketenangan ku di desa ini, aku sedang dekat dengan seorang lelaki bernama Jaka. Dia pemuda asli desa ini” ucap Layla lagi dengan sedikit senyuman di bibirnya.

Lisa menajamkan pendengarannya, hal ini tidak termasuk di dalam skenario nya maupun informasi yang dia miliki dari Grace maupun kakaknya, bisa di pastikan mereka juga tidak tau tentang hal ini.

“Jaka itu orang nya sangat baik” Lanjut Layla lagi.

Sebuah senyuman tipis terukir di bibirnya saat menyebut namanya “ Dia yang menemani ku saat aku mulai belajar berjalan lagi di desa ini. Dia selalu mendukungku tanpa tau masa lalu kelamku. Hanya saja, saat ini Jaka sedang pergi luar kota bersama keluarga untuk urusan yang katanya penting, aku tidak ingin membebani pikiran nya dengan adanya Teo, jadi aku belum menceritakan apapun padanya”

Layla tidak menyadari bahwa informasi tentang jaka adalah peluru baru yang mungkin semakin merugikan baginya, tapi Lisa tidak mau menceritakan tentang jaka kepada Grace maupun Teo kaka, sepertinya Lisa juga butuh sebuah panggung pertunjukan untuk menghibur nya.

Lisa cukup menikmati yang Layla berikan, apalagi saat Layla bercerita lebih jauh, Jaka bukanlah pemuda desa biasa yang bisa di tindas begitu saja apalagi dengan uang. Jaka adalah anak dari kepala desa, sosok yang sangat di hormati di wilayah ini.

Tidak hanya itu, kakak kandung Jaka juga bekerja di pemerintahan, posisi strategis yang membuat keluarga jaka cukup punya kuasa di daerah ini. Jika Teo tau apa yang mungkin akan dia lakukan, kakaknya itu cukup nekat orang nya dan tidak peduli kepada orang di sekitarnya.’

“Oh… begitu” ucap Lisa dengan nada parau yang di buat buat. Sambil mengusap pundak Layla dengan lembut.

“Kalau begitu, kamu harus berhati-hati Layla. Jangan sampai pria gila itu tau tentang jaka sebelum dia kembali “

“Iya, Laras. Terima kasih sudah mau mendengarkan cerita burukku” jawab Layla. Merasa lega karena dia mengira dia telah menemukan sahabat senasib yang bisa di percayai nya tanpa tau bahwa gadis yang tidak berdaya di sampingnya ini adalah racun yang sama yang siap menghancurkan hidup nya.

Keesokan harinya, Teo seperti biasa datang dan terus mengganggunya. Pria brengsek itu muncul lagi di dekat ladang, menghadang jalur pulang Layla dengan keangkuhannya yang seperti biasa. Teo masih terus mendesak, menyodorkan dan menjanjikan berbagai kemewahan yang akan dia berikan kepada Layla.

Teo seakan lupa atau berpura-pura lupa, penolakan yang Lalya berikan setiap harinya bukan semata karena tidak mau, melainkan harga hidupnya selama sepuluh tahun terakhir ini hanya menjadi mainan lelaki berengsek yang tidak tau malu ini.

Tri terus melangkah maju, mencoba mengunci pergerakan Layla seperti biasa dengan tatapan memujanya yang gila “ Layla, sampai kapan kau akan berada di sini..ikutlah dengan ku ke kota, aku akan memperlakukan mu dengan baik kali ini”

“Minggir TEO! Kau tidak tau dengan siapa kau berurusan di desa ini!” Bentak Layla kemudian.

Layla merasa tidak punya pilihan dan merasa terpojok. Saat mendapatkan kabar jaka akan segera kembali, entah mengapa Layla begitu yakin bahwa jaka akan melindunginya dari manusia monster yang terus mengganggunya.

Namun berbeda dengan Teo yang berada di hadapannya, mendengarkan ucapan Layla, Teo hanya tertawa remeh.

“Ohhh jadi kau punya pelindung di sini” ucapnya meremehkan.

1
Dadan Herdy
ceritanya seruu
Paw_chan🐾
keren nih
writternim: Aww maaacih… jangan lupa selalu komen ya karena ceritanya luar biasa bikin pusing😂😂
total 1 replies
Wulansari MU
keren banget cerita nya.. lanjutkan
Wulansari MU
ini tanggung banget lagi marah malah salah nulis jadi akua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!