NovelToon NovelToon
Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Bad Boy
Popularitas:547
Nilai: 5
Nama Author: YirumaNitya

Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jawaban dari Pertanyaan Sederhana

Satu Minggu Cherry merasa seperti Zombie, ternyata yang sakit bukan karena putus cinta dan kenyataan bahwa ia di selingkuhi, yang menyakitkan adalah melepaskan ekspektasi dan mengubur kenangan bersama orang yang pernah kita kasihi itu sungguh membuat frustasi.

Beberapa hari ini Cherry menyibukan diri dengan merajut, ia merajut tiga buah Syal yang niatnya akan dia berikan pada Kevin, Ayah dan Ibu kebetulan bulan depan sudah masuk bulan september, musim hujan akan segera datang, dan cuaca pasti mulai dingin.

Karena galau dan terus menerus berada di kamarnya, Syal yang ia rajut rampung dengan sangat cepat, dalam 3 hari saja semua syal sudah jadi dan tinggal dia rapikan bagian ujung ujungnya saja.

Disela sela waktu sendirinya Cherry banyak termenung, kenapa ia tak melepaskan Dion sejak kejadian perselingkuhan yang Pertama, mungkin rasanya tidak akan sesakit sekarang, saat cintanya mulai dalam.

Riana bilang, kalau kita siap pacaran maka kita juga harus siap sakit hati, jadi gak perlu terlalu dibawa perasaan, kata kata Riana memang realistis, namun bagi Cherry ia butuh waktu untuk mengubur kesedihannya.

Di Sekolah ia bersikap biasa aja pada Dion semata mata agar tak ada yang curiga bahwa mereka pernah berpacaran selama itu kemarin kemarin, Cherry sangat takut dan tidak suka di gosipkan dalam bentuk apapun.

"Cherry..." Panggil Dion di sela sela piket kelas.

Semua mata anak anak sekelas yang tersisa di ruangan itu menatap ke arah Cherry dan Dion.

Cherry menjawab pelan "Iya kenapa Dion" nada bicaranya dibuat setenang mungkin.

Dion menarik lengan Cherry membawanya ke samping kelas mereka, dimana sudah sepi dan tidak ada orang yang melihat.

"Lepasin tanganku sakit" Teriak Cherry sambil menepis genggaman tangan mantan kekasihnya itu. Sebenarnya Dion tak menyakitinya hanya saja Cherry malas berurusan dengan lelaki itu.

"Maaf, kamu kesakitan ya?" Tanya Dion khawatir.

"Cherry aku bener bener tau salah, tolong kasih aku satu kesempatan lagi Cher, aku mohon." Bujuk Dion dengan raut wajah sangat memelas.

Cherry menatap wajah pria tampan itu, ia terseyum, setidaknya cowok yang pernah ia pacari setampan dan sekeren dia, hanya itu saja yg masih ia syukuri.

Cherry tersenyum kecut "Kamu berharap apa dari orang yang udah kamu sakiti berkali kali Dion, gak semua perempuan bakal selalu berputar di sekeliling kamu."

Mendengar perkataan Cherry Dion terhenyak, kata kata itu menusuk di dadanya.

"Aku bener bener sayang sama kamu Cherry" Ucapnya tulus.

"Aku terima perasaan kamu Dion, tapi untuk kembali pacaran dengan kamu aku gak layak nerima lagi semua perlakuan buruk yang kamu lakuin ke aku".

Gadis itu pergi meninggalkan Dion yang membeku dan terhanyut dalam penyesalan.

* * *

Cherry berjalan pelan menunduk tanpa memperhatikan jalanan di depannya.

Koridor sangat sepi, di sekolahnya anak anak cendrung akan buru buru pulang saat jam pelajaran usai, jarang sekali yang masih ada disekolah, kecuali ada eskul dan piket kelas.

Tiba Tiba dahinya menghantam Dada seseorang "Aw..." Katanya meringis sambil menggosok gosokan dahi.

Ia melangkah mundur berniat meminta maaf pada sosok yang di tabraknya.

Tapi ia tak menyadari bahwa dibelakannya ada sebuah batu bata, kakinya tergelincir, dengan sigap sebuah lengan panjang kekar menangkapnya.

"Awas" Ucap lelaki itu seraya melindungi Cherry yang masuk ke dekapannya.

"Huffffft" Cherry menghembuskan nafas lega. Syukurlah ia tak jadi terjatuh.

"Cherry Lo gak apa apa?" Langit terdengar panik.

Buru buru Cherry melepaskan dekapan Langit, namun lelaki tengil itu malah sengaja tak mau melepaskannya.

"Langit lepasin" Pinta Cherry sambil berusaha melepaskan lengan Langit dari pinggangnya.

"Janji gak, mulai hari kalau jalan harus liat liat." Kata Langit tegas sambil masih melingkarkan lengannya di pinggang Cherry, ia tak mau melepaskan gadis ceroboh itu begitu saja.

"Iya iya, tapi lepasin gue Langit lepasin, malu diliat orang tau" Pinta Cherry frustasi

Langit tersenyum licik "Bagus malah kalau ada yang liat."

Cherry melotot tajam sambil memukul mukul Dada lelaki manis itu "Ih apaan sih, Cherry gak mau di gosipin aneh aneh, ini sekolah tau Langit, lepasin"

Dengan badan mungilnya ia sama sekali tak bertenaga untuk bisa melepaskan cowok tengil itu, akhirnya dia pasrah lalu dengan penuh pertimbangan ia menggelitik perut six pack pria berusia 17 tahun itu.

Langit tertawa sambil menahan geli "Ampun ampun, iya dilepasin, ini dilepas, ampun udah jangan gelitik lagi" Langit melepas dekapan iseng yang tadi mati matian dipertahankannya itu.

Walopun sedikit kesal tapi melihat cowok itu kegelian Cherry ikut tertawa sambil masih menggelitiknya Cherry berkata "Rasain lo rasain dasar cowok jail, cowok tengil, cowok nyebelin"

Langit berlari menghindari Cherry, kearah bukit belakang sekolah, entah apa yang merasuki Cherry ia pun ikut berlari bersamanya.

Lari lari di siang hari saat matahari cukup terik membuat keduanya lelah, Cherry menyimpan tasnya dengan aman.

Sementara Langit merebahkan badannya di rerumputan hijau, Cherry duduk di sebelahnya mengatur nafas yang tak karuan, pandangannya lurus kedepan menatap pepohonan yang rindang dibawah, dari ketinggian.

Pria itu memejamkan mata, pohon mangga yang rindang itu menaungi mereka dari teriknya, mentari.

"Kenapa lo takut banget di gosipin Cherry?" Tanya Langit memecah keheningan.

"Gak tau, mungkin karena terbiasa menghindari gosip, jadi belum aja pernah ngalamin udah takut duluan." Jawabnya sejujurnya.

Langit terdiam lalu berkata "Kadang perasaan suka, cinta dan sayang itu gak selalu harus dirahasiakan Cher, ada kalanya justru kalau aja semua orang tau cinta itu akan terlindungi"

Cherry tak begitu mengerti perkataan Langit saat itu.

"Maksudnya?"

Langit membuka matanya, ia bangun dan duduk di sebelah Cherry.

Cherry refleks menatap kearahnya Lalu Langit berkata "Karena kalau gue yang jatuh cinta, gue akan bikin semua orang tau, kalau saat ini dan selamanya gue cinta wanita itu, gue gak peduli dengan gosipnya, selama perasaan gue ini nyata."

Angin bertiup diantara keduanya, beberapa helai dedaunan jatuh di tanah, Langit membelai rambut hitam Cherry dengan penuh kasih sayang "Gue suka sama lo Cherry, dan gue gak akan pernah bosen mengatakan dan menunjukannya sampai lo akhirnya mau terima gue, bahkan setelah cinta itu muncul di hati lo, dan mungkin untuk selamanya."

Cup!!! Bibir lembut pria bermata sayu itu mendarat tepat di Dahi Cherry. "Biar sakitnya ilang" Ucapnya sambil malu malu.

Cherry memegang dahinya yang memang agak sedikit sakit karena terbentur. Ia memanyunkan bibirnya cemberut tanda tak terima dengan ciuman itu.

Cup!!! Bibir lembut itu malah mendarat lagi di punggung tangan Cherry yang sedang memegang dahi.

"Langit ih dasar mesum" Teriak Cherry marah.

Namun pria itu tampak tak menyesal dia malah berkata singkat "Latihan"

"Ya latihannya sama boneka kek, emangnya Cherry cewek murahan, kalau di cium cium gitu Cherry ngerasa jadi cabe cabean" Hardik Cherry kesal, ia merasa kondisi ini sangat aneh, mengingat bahkan Dion pun tak pernah berani melewati batas dengannya.

Langit terkekeh geli melihat wanita pujaannya merajuk "Iya deh maaf ya, nanti lagi Langit bakal nahan diri."

"Ya haruslah, gimana kalau gue baper, jangan jangan gue cuma target gombalan iseng Lo doang lagi, gue udah males banget sama playboy."

Air muka Langit berubah serius "Percaya gak kalau gue bilang, cuma sama Lo gue bisa ngomong dan interaksi senormal dan sebanyak ini."

Cherry menggeleng "Gue yakin Lo playboy kelas kakap." Pungkas Cherry.

"Lo fikir gue bakal sembarangan milih cewek yang pantes gue sayang dan gue cium, gak sesimpel itu." Katanya tenang.

"Ja jadi lo juga baru kali ini bersikap gitu ke perempuan."

Langit mengangguk dan terseyum "Butuh bukti?"

Cherry menggeleng "Enggak enggak" ia takut sekali pria tengil itu akan melakukan gebrakan yang aneh aneh.

Melihat Cherry yang ketakutan Langit menggeser duduknya "Maafin gue, kalau bikin lo gak nyaman, tapi gue sama sekali gak bisa nahan diri, soalnya elo terlalu cantik dan terlalu gemesin, lain kali gue bakal hati hati, sampe Lo siap."

Cherry tersadar bahwa pria itu bukan pria kurang ajar, pria itu hanya bertindak tanpa kepura puran.

Fikiran Cherry terbang teringat akan hal memuakan yang di lakukan Dion bersama Lulu, berciuman di tempat umum, berciuman saat Dion bahkan belum putus dengannya.

Langit berbeda, Langit hanya terlalu jujur dihadapannya.

"Lo yakin beneran suka sama gue Langit? Gue takut banget perasaan suka Lo nanti gak lebih banyak dari perasaan suka gue ke lo, lagian gue takut buat buka hati dan terluka lagi."

"Selama gue yang cinta sama lo itu aja udah cukup Cherry, gue gak akan maksa lo untuk buru buru cinta sama gue, tapi gue yakin lo bahkan udah suka sama gue sekarang"

"Sok tau lo, pede banget." sangkal Cherry.

Langit tertawa lepas "Omongan itu doa, makanya gue bakal bilang gitu terus sampe jadi kenyataan.

Cherry tersenyum hangat "Yaudah kasih Cherry banyak waktu dulu untuk memulai hal yang baru, gak apa apa kan?"

Langit mengangguk penuh arti lalu berkata "Gak akan lama lagi Lo bakal cinta sama gue Cher." kemudian ia cengengesan.

Cherry mencubit perut Langit "Tuh kan gitu lagi, kesel tau ih"

Secepat kilat Lelaki itu melingkarkan lengannya ke pinggang Cherry memeluk dengan sebelah tangannya dari belakang, tanpa sadar Cherry merebahkan kepalanya ke bahu pria itu.

Mereka menatap lurus kedepan, tanpa berkata kata, tanpa berdebat seperti biasanya, cukup lama, hanya menikmati kebersamaan aneh yang tiba tiba mereka miliki berdua.

1
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wkwkwk... Kalo saya jadi Cherry, bakalan nyahutin: "Ya elah Bang, ngalah napa sama cewek!" 🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Semangat terus Kak nulisnya... 💪💪💪
Yurmanitya Fadilah: Thanks kak supportnya 😍
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Oooh... Lagi dicomblangin ceritanya... 🤭
Yurmanitya Fadilah: Hahaha iya kak 😃🤣
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Waduuuh... Setahun 12 kali diselingkuhin?
Itu tiap satu bulan, gonta-ganti terus dong?!

Ya Salaam... 🗿🗿🗿
Yurmanitya Fadilah: Iya kaka privilege orang ganteng 😃🫢
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!