NovelToon NovelToon
Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Fantasi Isekai / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku yang menciptakan penderitaanmu... maka aku juga yang akan jadi takdir bahagiamu."

Lili tidak pernah menyangka akan bertransmigrasi ke dalam novel buatannya sendiri—menjadi Lilian, seorang pelayan biasa. Mengerikannya, ia datang saat Damian, sang tokoh utama pria, berada di titik terendah.

Dibuang keluarga, posisinya dijarah, dan tunangannya direbut anak angkat yang licik.

Tahu betul penderitaan ciptaannya, Lilian pasang badan. Berbekal 'pengetahuan masa depan', ia membongkar kejahatan anak angkat itu dan menuntun Damian merebut kembali segalanya.

Namun, saat dendam terbalaskan dan Lilian berniat pergi, Damian justru menguncinya erat.

"Kamu yang mengajarkanku cara bangkit, Lilian. Jangan harap bisa pergi setelah merebut hatiku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.9 -Perhatian seorang Ibu

Pagi-pagi sekali, Lilian sudah berada di gudang belakang. Bau obat langsung menyengat hidungnya. Ia meringis pelan saat melihat bekas darah mengering di baju Damian. Merekam betapa hancurnya punggung pria itu semalam, tidak mungkin Lilian membiarkan Damian memaksakan diri pergi ke Kampus Lunaria hari ini.

"Kamu di sini aja, tiduran. Punggungmu bisa robek lagi kalau banyak gerak," kata Lilian tegas sambil menahan bahu Damian yang hendak bangun.

Damian menatap Lilian dengan mata sayu. "Tapi hari ini ada pengumpulan tugas proyek akhir. Kalau aku tak datang, Gavin akan..."

"Biar aku yang urus," potong Lilian mantap. "Aku yang bakal anterin berkas tugasmu ke kampus. Sekalian mau ngeliat mukanya Gavin yang sok ganteng itu."

Si peri kecil yang melayang di samping kepala Lilian tertawa kecil. *"Host, ingat ya, misi kita hari ini bikin Gavin malu, bukan bikin dia meninggal kena serangan jantung."*

"Diem kamu, Peri. Lihat aja nanti," balas Lilian dalam hati.

"Aku keluar dulu," kata Lilian.

"Tunggu." Damian menahan ujung baju Lilian. Namun, sebelum Lilian sempat bersuara, pintu gudang yang lapuk itu mendadak terdorong lebar.

Beberapa pelayan senior masuk mengekor di belakang seorang dokter pribadi keluarga Laurent. Di paling belakang, Nyonya Eleanor berdiri dengan wajah pucat dan mata yang masih sembap.

"Nyonya..." Lilian spontan berdiri tegak, pasang badan di depan Damian.

Eleanor tidak memarahi Lilian. Matanya berganti menatap kondisi Damian, lalu menyapu sekeliling gudang yang lembap dan tak layak itu dengan tatapan penuh rasa bersalah yang mendalam.

"Dokter, tolong obati luka di punggungnya dengan benar," perintah Eleanor dengan suara bergetar. Ia lalu menatap Lilian. "Setelah selesai diobati... bantu Damian pindah ke Paviliun Barat. Mulai hari ini, dia akan tinggal di sana."

Eleanor menarik napas panjang, menahan getar di dadanya. "Dan kamu, jadilah pelayan pribadinya di sana. Jika ada yang berani berbuat macam-macam pada Damian, langsung laporkan pada saya."

Lilian dan Damian sama-sama tertegun. Paviliun Barat adalah bangunan terpisah yang sangat layak, bersih, dan biasanya hanya difasilitasi untuk anggota keluarga utama!

Si peri kecil melayang gembira tepat di dekat telinga Lilian. "Host! Misi tidak langsung berhasil! Perasaan bersalah Eleanor makin tebal gara-gara gertakan mu semalam!"

Lilian tersenyum tipis dalam hati, sementara Damian hanya bisa menatap punggung ibunya yang berjalan pergi dengan perasaan campur aduk. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Damian tidak lagi merasa dibuang. Dan semua ini terjadi berkat Lilian.

Para pekerja lain yang menyaksikan kejadian itu ikut terkejut dengan perintah sang Nyonya. Tanpa membuang waktu, mereka bergegas memesan perabotan baru dan menyiapkan bahan makanan segar untuk Paviliun Barat.

"Nyonya Elea berubah, ya?" bisik seorang pekerja kebun pada temannya.

"Iya, syukurlah. Aku kasihan sama Tuan Damian. Dia anak kandung, tapi selama ini malah diperlakukan kayak anak tiri."

Eleanor yang berjalan menuju mansion sempat mendengar samar-samar bisikan tersebut. Tiap kata menusuk ulu hatinya, membuatnya mempercepat langkah dengan dada sesak oleh penyesalan.

Sementara itu di dalam gudang, Lilian berseru heboh. Tanpa sadar, ia refleks menghambur dan memeluk Damian erat-erat.

Tubuh Damian langsung kaku seketika. Jantungnya berdegup kencang secara tidak beraturan. Ini pertama kalinya dalam hidup ada seorang wanita yang memeluknya hangat seperti ini.

"Damian, kamu dengar itu, kan? Kamu bakal pindah!" seru Lilian penuh kemenangan. Rasanya tidak sia-sia ia terlempar ke dalam novelnya sendiri jika bisa melihat takdir tragis ini berbelok arah.

Mendadak, layar hologram berwarna emas kebiruan muncul mengapung di udara, menampilkan notifikasi Sistem:

[Selamat Host, takdir sang Tuan Muda perlahan-lahan mulai berubah!]

Setelah Damian resmi dipindahkan ke Paviliun Barat, Lilian tersenyum puas menatap bangunan terpisah yang bersih, rapi, dan terasa jauh lebih mewah dibanding gudang belakang.

"Beruntung banget kamu, Li. Aku jadi pengin pindah ke sini juga," lirih Maya sambil menatap sekeliling dengan mata berbinar.

Lilian menepuk-nepuk pelan pundak temannya itu seraya terkekeh. "Sabar, ya. Nanti aku coba bujuk Nyonya biar kamu dipindah ke sini juga buat nemenin aku."

Maya memutar bola matanya malas, namun bibirnya tak bisa menahan senyum. Ada rasa lega yang membuncah di dadanya melihat Tuan Muda Damian akhirnya mendapatkan tempat tinggal yang sangat layak.

"Oke, aku pegang janjimu! Kalau begitu, aku balik ke mansion utama dulu, ya." Maya merengkuh Lilian ke dalam pelukan hangat yang langsung dibalas tak kalah erat oleh Lilian.

Kini, hanya ada Damian dan Lilian di dalam ruang tengah paviliun yang tenang itu.

"Tuan..."

"Panggil aku Damian, Li," potong Damian cepat. Matanya menatap Lilian dengan pendar lembut yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Lilian mengangguk paham. "Baiklah. Kalau begitu, Damian... kamu mau sarapan apa? Biar aku masakkan."

"Aku belum lapar," sahut Damian lirih. Ia lalu meraih sebuah flashdisk dan folder dokumen cetak di atas meja, lalu menyodorkannya pada Lilian dengan tatapan memelas. "Tapi... tolong antarkan ini ke kampus, ya? Hari ini ada pengumpulan tugas proyek penting."

Lilian membelalakkan mata. "Kamu masih mikirin tugas kampus dengan kondisi punggung kayak gini?"

"Ini proyek penting, Li. Gavin pasti akan..."

"Baiklah, aku yang bakal antarkan," potong Lilian mantap sambil mengambil flashdisk dan dokumen tersebut. "Tapi ingat janji kamu: kamu harus istirahat total. Jangan aneh-aneh!"

"Iya," janji Damian patuh.

Lilian mengangguk puas, lalu bergegas mengganti pakaian pelayannya dengan pakaian biasa yang sederhana. Saat menatap pantulan dirinya di cermin, Lilian menghela napas pendek. Ia membatin bahwa nanti—jika punya poin Sistem lebih—ia harus membeli beberapa potong pakaian baru yang lebih layak.

Setelah memastikan Damian tertidur pulas di ranjangnya yang empuk, Lilian segera melangkah mantap menuju Kampus Lunaria.

Suasana koridor utama Kampus Lunaria pagi itu sedang ramai-ramainya. Lilian berjalan santai sambil menggenggam flashdisk dan map dokumen di tangannya. Dari kejauhan, ia sudah bisa melihat kerumunan mahasiswa yang berkumpul di dekat papan pengumuman.

Di tengah kerumunan itu, Gavin berdiri jumawa dengan gaya sok berkuasa, dikelilingi oleh geng anak-anak kaya. Di sampingnya, Clara bersandar manja di lengan Gavin sambil menyesap kopi mahalnya.

"Kalian tahu enggak kenapa si Damian bolos hari ini?" suara Clara sengaja dikencangkan, membuat perhatian mahasiswa di sekitar koridor langsung teralih padanya. "Dia ketahuan mencuri uang mansion semalam! Dasar anak yang enggak tahu diri, udah ditampung keluarga Laurent, malah bikin malu!"

Seketika, gelak tawa dan bisik-bisik merendahkan meledak di antara teman-teman Gavin. Gavin menyunggingkan senyum penuh kemenangan, merasa posisinya sebagai 'pangeran Laurent' kini makin tak tergoyahkan.

"Lagipula, mana mungkin dia sanggup menyelesaikan proyek besar dari Profesor Henry," tambah Gavin dengan nada menyindir. "Otaknya enggak bakal sampai ke sana."

"Oh ya? Masa, sih?"

Sebuah suara renyah nan dingin memotong gelak tawa mereka. Gavin dan Clara kompak menoleh, mendapati Lilian berdiri anggun beberapa langkah di depan mereka sambil melipat kedua tangan di dada.

Bersambung ...

1
Jannah R
yaaa thor minimal buar 2 prat lh ini mah author ny yg ragu bwt nambah🤭...neeext thor semangat
jumirah slavina
hadohhhh periiii kepooooo
jumirah slavina
dengerin tuh baik²
buat apa bertahan demi laki² yang tidak mau menikahi'mu

balik wwooii... balikk...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kang bakso'y yang ganteng ya Kak., buat vitamin mata

🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
wow....
wow....
kejutan....
ada apa ini Li...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
neeext thor,dh gc sabar nunggu jeluanjutan cerita ny
jumirah slavina
tenang Li.. tar d'dunia nyata kita nyari berondong tampan rupawan yang kaya raya royal baik serta setia
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah 3th aja...
Emak Bapak'mu gak nyariin Kamu Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
hilihhhhhhhhhh... akal²n Cla biar d'samperin Kamu...
jumirah slavina
kumpul dugong ya mereka
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
jumirah slavina
udah lh Li... ngak apa... ganti pacar baru
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
seru,tdk bertele² dn konflik gc terlalu berat semoga cerita ny makin seru,dn gc ngantung
Jannah R
cerita ny seru gc bertele² dn jika ad konflik cepat terselesai kn gc kepanjangan,cerita seperti ini yg ku cari semoga cerita ny mangkin seru ke depan ny
jumirah slavina: wajib seru ya🤲🤲
total 1 replies
jumirah slavina
tenang... tenang....
tarik nafas lewat mulut...
buang lwt bawah...

bbrrooootttt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
jomblo lagi deh pas balik dunia nyata

tapi Kamu jadi kaya raya Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
hheehh Cicak... jurus nemplok'mu udah gak. ampuh lagi., minggir Kamu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
maklumin Peri., Host pikun🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
minggir lh wwooii.,
mengganggu aja
jumirah slavina
brisik banget wwooii
dia kau Gagav
jumirah slavina
walaupun perempuan tinggal Kamu satu²y d'dunia., Dami. lebih memilih jomblo abadi
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
dasar parasit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!