Dibuang oleh keluarga, dikhianati oleh orang yang dicintai, dan merasa tidak memiliki siapa-siapa.
Laura mengira hidupnya telah berakhir.
Sampai seorang pria asing datang dan berkata.“Kamu adalah mempelai ku.”
Laura tidak tahu siapa pria itu.
Yang dia tahu, sejak pertemuan malam itu, hidupnya tak akan pernah sama lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 : SIAPA SEBENARNYA HERO VALDREN
Pagi itu, Laura sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Setelah sarapan, dia mengambil tasnya dan berjalan menuju ruang utama. Hero sudah menunggunya di sana.
“Sudah siap?” tanya Hero sambil berdiri dari sofa.
Laura mengangguk. “Sudah, Aku bisa pergi sendiri kalau kamu sedang sibuk.”
Hero menggeleng. “Aku akan mengantarmu.”
Laura hanya bisa menghela napas, sejak tadi Hero memang tidak memberinya kesempatan untuk pergi sendirian.
Mereka kemudian berjalan menuju mobil. Begitu Laura masuk, Hero ikut duduk di sampingnya. Mobil mulai meninggalkan rumah singgah menuju kampus.
Laura duduk dengan tenang, tetapi beberapa saat kemudian Hero menariknya lebih dekat dan memeluknya membuat Laura sedikit kaget dan canggung karena tiba tiba di peluk begitu saja tanpa aba aba.
Laura langsung menoleh. “Kenapa kamu selalu memelukku?”
“Karena aku ingin,” jawab Hero santai.
Laura terdiam dia masih merasa aneh dengan perhatian yang diberikan pria itu, bahkan selama perjalanan, Hero beberapa kali memastikan apakah wajahnya masih sakit atau tidak.
“Kamu tidak perlu terlalu mengkhawatirkanku, aku sudah terbiasa mengurus diriku sendiri.”ujar Laura dengan suara pelan.
Hero menatapnya. “Justru karena kamu sudah terlalu lama mengurus semuanya sendiri, sekarang biarkan ada seseorang yang menjagamu.”
Laura tidak langsung menjawab, kalimat itu sederhana, tetapi terasa asing baginya.
Selama hidupnya, Laura memang selalu berusaha menjaga dirinya sendiri. dia terbiasa mengalah, bekerja, menyelesaikan masalah tanpa meminta bantuan, bahkan menyembunyikan kesedihannya agar tidak dianggap merepotkan.
Kini tiba-tiba ada seseorang yang peduli kepadanya dan Laura masih belum terbiasa dengan hal itu.
“Aku masih tidak percaya ada orang yang benar-benar peduli kepadaku,” ucap Laura lirih.
Hero mempererat pelukannya. “Biasakan dirimu karena aku tidak akan berhenti peduli kepadamu.”
Laura hanya menundukkan kepalanya beberapa saat kemudian, mobil berhenti di depan gerbang kampus.
Laura melihat ke luar jendela dan menyadari beberapa mahasiswa mulai memperhatikan mobil yang mereka tumpangi.
“Aku turun di sini saja,” ujar Laura.
Hero ikut turun dari mobil dan berdiri di samping Laura sambil memegang tangan Laura dengan erat seakan dia tidak ingin berpisah dengan Laura.
Laura langsung menoleh dan menyadari tangan nya di genggam hero“Kamu kenapa ikutan turun dan kenapa tangan ku tidak di lepasin?”
“Aku ingin memastikan kamu masuk dengan aman dan tidak ada yang menggangu mu atau niat jahat padamu" kata Hero tegas sambil melihat ke arah kampus Laura.
Laura tersenyum tipis mendengar perkataan yang keluar dari mulut Hero seolah olah dia baru saja masuk ke TK “Aku bukan anak kecil.”
“Aku tahu,” jawab Hero sambil tersenyum. “Tapi tetap saja aku ingin memastikanmu.”
Laura menggeleng kecil melihat tingkah Hero yang memperlakukan nya seperti anak kecil yang seolah olah baru mengenal dunia luar dan takut dia kenapa Napa.
Sebelum Laura masuk, Hero berkata, “Sore nanti Valen yang akan menjemputmu.”
“Valen?” tanya Laura bingung.
“Ya. Aku ada urusan setelah ini, jadi Valen yang akan menjemputmu.” jawab hero sambil tersenyum ke arah Laura.
Laura mengangguk. “Baik. Aku akan menunggunya.”
Hero menatap Laura beberapa saat sebelum berkata, “Jangan pulang sendirian.”
“Aku mengerti.” jawab Laura ke arah Hero.
Laura kemudian berjalan menuju gedung kampus, namun belum jauh dari gerbang, dia mendengar suara beberapa teman memanggilnya.
“Laura!” panggil teman teman nya sambil berlari ke arah Laura.
Laura menoleh dan melihat teman teman nya telah berkumpul dan langsung mengelilingi Laura membuat Laura sedikit bingung.
Beberapa teman kampusnya langsung bertanya tanya ke Laura, namun perhatian mereka justru tertuju kepada Hero yang masih berdiri di dekat mobil.
Salah satu temannya terlihat terkejut.“Itu bukannya Hero Valdren?”
Laura mengerutkan kening. “Hero Valdren?”
Temannya menatap Laura tidak percaya. “Kamu tidak tahu siapa dia?”
Laura menggelengkan kepala nya dia tahu itu Hero tetapi dia tidak tahu siapa itu Hero valdren.
Temannya kemudian menunjuk ke arah Hero. “Dia itu Hero Valdren, salah satu pengusaha muda paling berpengaruh dan Namanya dikenal di banyak perusahaan besar Valdren International juga punya banyak bisnis.”
Laura membeku seketika Matanya kembali melihat ke arah Hero, pria yang semalam mengatakan dirinya hanya orang biasa tetapi kenyataannya bukan orang biasa.
“Jadi... dia orang penting?” tanya Laura pelan.
“Bukan cuma penting,” jawab temannya. “Dia sangat berpengaruh, banyak orang yang mengenal nya dan lagi dia masih muda ganteng lagi.”
Teman Laura yang lain ikut mendekat. “Tapi kenapa dia mengantarmu? Jangan bilang kalian punya hubungan?”
Laura semakin bingung dan dia tidak harus kata apa ke teman teman nya dan menjelaskan nya harus kata gimana " akuu...
Hubungan mereka sendiri bahkan belum jelas baginya.Namun perkataan Hero semalam kembali terngiang di kepalanya.
"Kamu adalah mempelai ku"
Laura menelan ludah.“Dia membantuku,” jawab Laura akhirnya.
Temannya langsung bertanya, “Membantu? Sampai mengantarmu ke kampus?”
Laura tidak menjawab dia hanya kembali menatap ke arah Hero dan masih belum percaya dengan semua ini yang di mana Hero kata dia hanya orang biasa tetapi berbeda dengan perkataan teman temannya.
Hero yang menyadari Laura sedang melihatnya hanya mengangkat tangan sedikit sebelum masuk kembali ke mobil.
Mobil itu kemudian meninggalkan gerbang kampus, Laura masih berdiri di tempatnya.
Kini dia mulai menyadari bahwa pria yang ditemuinya di taman bukanlah pria biasa seperti yang dikatakannya.
Dan semakin banyak yang dia ketahui tentang Hero Valdren, semakin besar pula pertanyaan yang muncul di dalam pikirannya.
Siapa sebenarnya pria yang tiba-tiba mengatakan bahwa dirinya adalah mempelai Laura?
sedih kan ya...
kaki emak melyang terbang menghantam kepala richard.
DUAK
"emm.. puas emak, RASAIN! set ... an!" 🤯🤯🤯