NovelToon NovelToon
The Goblin

The Goblin

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:146
Nilai: 5
Nama Author: Nash

Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 03.

Setelah merasakan sedikit perbedaan pada dirinya, pikirannya terlintas untuk kembali berlatih, tapi rasa ragu dan frustasi masih menempel dan menghantuinya.

Meskipun begitu ia tetap mencoba sedikit latihan mengangkat beban, batu yang biasa ia angkat kini terasa agak ringan dan tidak terasa berat seperti sebelumnya "Batu ini masih sama, tapi terasa ringan!" lalu ia mengganti dengan batu yang lebih besar dari sebelumnya.

Kalau hanya dilihat sekilas mungkin tidak akan ada yang menyadarinya namun dia merasakannya, tubuhnya merespon lebih cepat dari sebelumnya.

Ia kemudian mengambil pedang karat yang tergeletak tidak jauh darinya lalu menggenggamnya dengan kedua tangan, ia langsung menebas sebuah dahan pohon yang cukup besar.

Sraakh!

Dahan pohon itu terpotong dengan mudahnya, goblin terdiam karena sebelumnya dia membutuhkan tenaga lebih besar untuk melakukan hal yang sama "...Lebih kuat" melihat pedangnya.

Tidak hanya bertambah cepat, tapi juga kuat, kemudian tanpa sadar ia menyentuh dadanya dan mengingat sesuatu tentang parasit aneh yang memasuki tubuhnya "Mahluk apa itu sebenarnya?..." dalam hatinya lalu ia menghela nafas "Entahlah..." kembali latihan.

Untuk pertama kalinya sejak berhari-hari, langkahnya tidak lagi terasa berat, dirinya merasa kembali bersemangat dan tidak lagi frustasi.

Latihan kerasnya kembali berjalan dan metode latihannya terus meningkat lebih berat dan lebih keras.

Beberapa minggu kemudian saat ia sedang makan daging rusa, tiba-tiba mendengar suara di sekitarnya Krrssk... Krrssk... telinganya fokus kepada suara tadi, tangannya meraih pedang dan bersiaga.

Satu serigala keluar dari semak, kemudian satu lagi, dua, tiga dan terus keluar, goblin mundur sedikit dan menatap tajam mereka "...Tujuh?" tujuh pasang mata kuning menatapnya dari segala arah.

Grrrrr!...

Mereka semua mulai mengelilinginya, goblin menggenggam pedangnya lebih erat, keringat dingin muncul, rasa takut juga sedikit muncul, karena sebelumnya empat serigala saja sudah membuat tubuhnya terluka parah, bahkan setelah menang pun dia hampir tidak mampu berdiri.

Ia menarik nafas "Haaah..." kemudian memberanikan diri dan mencoba fokus untuk tidak takut lagi, salah satu serigala menerjang cepat ke arahnya "Graah!..." goblin menundukkan kepalanya karena cakar itu hampir menggores kepalanya, goblin berputar dan akan menyerang balik.

Tebas!

Sraak!

Pedangnya mengenai sisi tubuh serigala dan membuatnya terlempar ke tanah, belum sempat berfikir, serigala kedua dan ketiga menyerang bersamaan.

Graah!

Sraak!

Goblin melompat mundur, cakar-cakar serigala itu melewati tubuhnya, beruntung ia tidak kehilangan keseimbangan dan kakinya mendarat dengan sempurna "....." dulu gerakan itu mustahil baginya, tapi sekarang ia berhasil.

Beberapa serigala lain dari samping menyerang, goblin langsung mengangkat pedang 'Trang' cakar dan pedang beradu, tubuh goblin terdorong beberapa langkah namun dia tidak terjatuh, justru menahan serigala itu dengan kedua tangannya "...A-aku bisa menahannya?" matanya membesar kemudian mendorong balik "GRRAAAH!"

Bruukh!

Serigala itu terlempar dan membuat si goblin terdiam beberapa detik "A-aku benar-benar lebih kuat!" serigala lain kembali menerjang dari belakang dan dari depan, namun kali ini ia merasa sangat percaya diri, dia bergerak satu atau dua langkah lalu berputar menghindari mereka sambil menebas.

Sraakh!

Satu dari serigala telah tumbang dan jatuh, para serigala itu tidak memberikan satu detik pun dan terus menyerang dari segala arah.

Tebas!

Sraak!

Tebas!

Satu-persatu serigala itu terjatuh, pertarungan tidak sampai memakan waktu lama, ketika semuanya berakhir tujuh serigala tergeletak di tanah, goblin berdiri di tengah-tengah mereka dengan nafas berat, namun tidak seperti sebelumnya, kini ia tanpa luka dan masih bisa berdiri.

Tidak lagi gemetar, tidak lagi cemas atau takut, ia menatap tangannya "Aku berhasil mengalahkan tujuh serigala..." senyumnya perlahan melebar.

Ia kembali mengingat sesuatu tentang mahluk aneh misterius terlihat seperti parasit yang memasuki tubuhnya "Apakah karena mahluk itu aku bisa jadi lebih kuat?" ia teridam beberapa saat mencoba memikirkan mahluk parasit itu, tidak tahu apa yang telah dilakukan oleh parasit aneh itu pada tubuhnya.

Namun satu hal yang dia tahu, sebelum mahluk itu masuk kedalam tubuhnya, dia mempunyai batas.

Tapi sekarang batas itu telah berhasil ia lewati dan sudah ia hancurkan, ia mengambil pedangnya menatap hutan yang luas di depannya "...Kalau begitu" senyumnya berubah jadi penuh percaya diri "Berarti aku masih punya kesempatan!"

...

Hari-hari berlalu.

Goblin terus berlatih tanpa henti dan terus berburu, serigala yang sebelumnya merupakan lawan berat kini bukan lagi ancaman.

Bahkan ia bertemu dengan sekelompok serigala dengan jumlah yang jauh lebih banyak sekitar belasan serigala telah ia taklukan tanpa sedikitpun luka di tubuhnya, mengalahkan mereka semua dengan cepat dan cukup mudah.

Hutan yang dulu terasa penuh bahaya kini perlahan menjadi wilayahnya, bahkan serigala tidak berani lagi mendekatinya, hewan-hewan buas lainnya mulai menjauh ketika mencium bau nya.

...

Hingga suatu hari takdir mempertemukan goblin dengan manusia yang pernah mengalahkannya.

Krrssk...

Tap.. Tap.. Tap

Ia berhenti menyipitkan matanya karena mencium bau manusia "...Manusia" tangannya langsung menggenggam pedangnya, kemudian seseorang keluar dari balik pepohonan, seorang pria dengan pakaian petualang yang sama dan pedang yang sama.

Goblin itu langsung mengenalinya, mata mereka bertemu, manusia itu juga berhenti tapi wajahnya terlihat bingung "...Goblin?" beberapa detik kemudian matanya melebar "Kau..." goblin tidak menjawab ia hanya berjalan maju mendekati manusia itu.

Manusia itu langsung memegang gagang pedangnya "Jangan bilang..." goblin juga memegang pedangnya "...Kali ini aku tidak akan membiarkanmu melarikan diri!" dengan senyuman yang masih merendahkan si goblin.

Goblin tidak berkata apapun dan langsung berlari "GRAAAH!" manusia itu menarik pedangnya namun kali ini ia terkejut "Apa?!" goblin mendorong pedangnya.

Klang!

Manusia itu mundur beberapa langkah karena terdorong oleh tenaga goblin "Apa-apaan dengan kekuatan ini?!" goblin tidak memberinya kesempatan sedikitpun.

Tebas!

Manusia itu menangkisnya tapi itu terasa begitu berat bagi si manusia, goblin kembali menyerangnya, manusia kembali menangkisnya, lagi dan lagi.

Klang!

Gerakannya jauh lebih cepat dari sebelumnya dan membuat manusia itu mulai panik "Mustahil!" goblin memutar tubuhnya dan menghantam perut manusia itu dengan gagang pedang.

Buk!

"Ugh!" tubuh manusia itu terhuyung dan goblin langsung menyapu kakinya yang membuat manusia itu jatuh, pedangnya terlepas dari tangannya, goblin menodongkan pedangnya tepat di leher manusia itu.

Manusia itu membeku ketakutan, keringatnya mengalir dari dahinya "...Apa??" matanya bergetar ketika goblin di hadapannya "Ba-bagaimana mungkin...?" lalu goblin menatapnya dengan tajam, dulu dia yang berbaring di tanah, dulu dialah yang ketakutan, tapi sekarang keadaannya berbalik.

Manusia itu bahkan tidak mampu berdiri karena ketakutan, saat goblin mengangkat pedangnya lebih tinggi dan akan mengeksekusinya tiba-tiba manusia ia melemparkan pasir dan tanah tepat ke mata goblin.

Sraakh!

Goblin tidak bisa melihat dengan jelas dan membuat serangan nya meleset, tebasannya tadi hanya menggores bahu manusia itu dan tidak berhasil mengeksekusinya.

Situasi itu dimanfaatkan oleh manusia itu untuk melarikan diri, goblin mencoba mengejarnya tapi ia terganggu karena matanya terkena pasir dan membuat pengejarannya terhenti.

Dari kejauhan terdengar suara manusia itu "Aku akan membalasmu! Akau akan kembali! Aku akan membawa teman-temanku!" suara itu semakin menjauh kemudian menghilang.

Setelah matanya kembali normal dan bisa melihat dengan jelas lagi ia terdiam beberapa saat lalu perlahan tersenyum "...Bawa saja!" sambil mengangkat pedangnya ke pundak "Kali ini kau tidak akan takut!"

Goblin terlihat sangat berani dan percaya diri karena sekarang ia telah berubah dan sadar kalau dirinya sudah menembus batas dan bisa terus bertambah kuat tanpa ada batasan lagi berkat parasit misterius yang sudah merubahnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!