NovelToon NovelToon
PENGEMBARA DARI DESA

PENGEMBARA DARI DESA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Djafar S

Setelah kejadian Raka menyelamatkan warga desa Ciherang dari para korporat di kota, Raka Ardian mencoba peruntungan ke kota mencari kerjaan sambil menyelidiki perusahaan yang mengambil tanah warga Ciherang.
Berbagai kejadian suka dan duka dia hadapi.
Mampukan Raka bertahan di kota yang sering kali mengabaikan rasa kemanusiaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Djafar S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 MURKA WELINGAN SEJATI

Kekalahan telak Jaka di tangan Raka Ardian ternyata belum sepenuhnya meredam ancaman di sarang preman tersebut. Suara dentuman hantaman gelombang kejut tenaga dalam di dalam gudang utama ternyata memecah kesunyian malam, memicu alarm darurat manual yang tersembunyi di luar bangunan. Seketika, suara sirine berderit memekakkan telinga, disusul oleh derap puluhan pasang kaki yang berlari cepat dari arah barak belakang.

Brakkk!

Pintu samping gudang didobrak kasar dari luar. Dua puluh orang preman bayaran kelas kakap pilihan Pak Prabowo—dipersenjatai dengan parang panjang, tombak kelewang, dan pentungan berlapis duri besi—menerobos masuk secara beringas di bawah komando wakil pimpinan mereka, seorang petarung bayaran berdarah dingin berjuluk Bara Hitam, yang terkenal kejam dan kebal terhadap senjata tajam biasa.

Bara Hitam melangkah masuk dengan tubuh dipenuhi tato ritual mistis di dada dan lengannya. Matanya menatap tajam ke arah Raka dan Arga yang berdiri tenang di samping puing-puing meja kerja. Di tangannya terselip sebilah golok bermata dua yang memancarkan kilau kebiruan beracun.

"Keparat sialan! Berani-aninya kalian menginjak sarang kami dan merobohkan anak buah Jaka!" geram Bara Hitam dengan suara menggelegar, meludah ke lantai.

"Habisi mereka berdua! Cincang sampai lumat, jangan biarkan ada yang bernyawa keluar dari gudang ini!"

Tanpa aba-aba kedua, puluhan preman itu menerjang serentak bagaikan air bah yang tumpah, menciptakan gelombang tekanan serangan fisik yang sangat mematikan dari segala penjuru arah.

Arga menyeringai lebar, buku-buku jarinya berkerotok keras. "Wah, sepertinya mereka kurang piknik, Raka. Mari kita beri sambutan hangat!"

Pertarungan epic yang sesungguhnya meledak dalam skala penuh di dalam ruangan yang sempit itu.

Arga bergerak lebih dulu. Menggunakan teknik dasar amukan Welingan Sejati, ia melompat memutar di udara, melayangkan Tendangan Pusaran Bayangan yang menghantam telak rahang tiga preman sekaligus hingga mereka terpental menembus dinding papan kayu. Gerakan Arga begitu cepat, bertenaga, dan agresif, memukul mundur barisan depan musuh dalam hitungan detik.

Namun, rintangan sebenarnya ada pada Bara Hitam. Melihat anak buahnya berjatuhan, petarung kebal itu melesat kilat dengan kecepatan luar biasa, mengayunkan golok bermata dua langsung ke arah leher Arga dengan niat membunuh.

"Arga, awas! Itu ilmu kebal bayangan!" seru Raka memperingatkan.

Sebelum tebasan golok itu mencapai sasaran, Raka melangkah memotong jalur serangan menggunakan Jurus Langkah Angin Sembilan Penjuru. Tubuhnya bergeser tanpa jejak, muncul tepat di samping Bara Hitam, lalu melayangkan telapak tangan terbuka yang diresapi tingkat tertinggi inti tenaga dalam Welingan Sejati.

Bum!

Hantaman telak itu menghantam dada Bara Hitam. Namun, bukannya terpental, Bara Hitam hanya mundur dua langkah sambil tertawa menyeringai mengerikan. "Ha-ha-ha! Ilmu pukulanmu tidak mempan terhadap tubuhku yang sudah dilindungi ritual hitam, anak muda!"

Raka tidak gentar. Ia tahu ilmu kebal preman itu bersumber dari pusaran energi negatif yang mengalir di pembuluh darah mereka. Dengan mata batin yang terbuka tajam, Raka mengubah pola jurusnya. Ia menarik napas dalam-dalam, memusatkan seluruh energi murni alam ke ujung-ujung jarinya, lalu mengeluarkan jurus pamungkas warisan leluhurnya: Jurus Jarum Perak Pemutus Urat Bumiayu.

Sret....sret... sret...!

Tiga batang jarum perak berenergi keperakan meluncur sangat cepat menembus udara, menotok tepat di titik-titik meridian utama di sekujur tubuh Bara Hitam—titik yang bertindak sebagai gerbang sirkulasi ilmu kebal tersebut.

Seketika, tawa Bara Hitam terhenti. Tubuhnya kaku seketika. Pembuluh darahnya bergolak hebat membakar kulitnya dari dalam, memancarkan pijar cahaya putih terang yang menyilaukan mata seluruh isi ruangan.

"Arghhhh!"

jerit Bara Hitam tertahan saat pertahanan gaibnya hancur berkeping-keping dalam sekejap.

Sebelum petarung kebal itu sempat jatuh, Raka melompat ringan dan melepaskan hantaman penutup: Telapak Guntur Mandalagiri.

"Duarr!!

Gelombang kejut sonik berenergi murni meledak di dada Bara Hitam, mengirimkan tubuh besar petarung bayaran itu terbang membentur pilar beton utama gudang hingga runtuh terkubur tumpukan kayu. Bara Hitam pingsan seketika, tak berdaya di atas lantai berdebu.

Melihat pemimpin mereka tumbang dengan cara yang begitu mengerikan dalam waktu singkat, sisa-sisa preman bayaran yang tadinya beringas mendadak kehilangan seluruh nyali mereka. Senjata di tangan mereka gemetar, menjatuhkan parang dan pentungan ke atas lantai. Dalam hitungan detik, mereka berbalik arah dan berlari tunggang-langgang keluar gudang, kocar-kacir menyelamatkan nyawa masing-masing ke dalam gelapnya hutan rimba.

Suasana di dalam gudang kembali sunyi, menyisakan kepulan asap tipis dari sisa benturan tenaga dalam. Arga menarik napas panjang, menyeka peluh di keningnya sambil tersenyum lebar menatap sepupunya.

"Pamer jurus tingkat tinggi rupanya, Raka. Pertunjukan yang luar biasa," puji Arga sambil tertawa renyah.

Raka merapikan kemejanya yang sedikit kusut, menatap buku catatan hitam di tangan Arga dengan pandangan tenang. "Misi pembersihan selesai, Arga. Sekarang saatnya kita bawa bukti ini ke hadapan hukum, dan biarkan keadilan menuntaskan sisanya."

1
indah Mayaddah f
Jadi penasaran, apa isi catatan rahasia di buku harian kakek Wirya itu 🤔
Myz Pena
kebiasaan orang2 di kampung kalau ada orang yang udah naik mobil mewah lalu di bawa ke kampunh pasti jadi tontonan warga kampung 🤭
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: Betul😄
total 1 replies
Myz Pena
keuarganya raka sangat sederhana apalagi penggambaran sosok ibundanya 🥹
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: iya, memang tokoh pendamping kadang kurang kita perhatikan
total 1 replies
CNNTAYY
utusan juga itu ngeremehin+songong banget untung ada raka/Proud//Proud/
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: Terima kasih CNNTAY ku😍
total 1 replies
iorlif
sepertinya mirip kejadian di suatu tempat
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: Mungkin juga sih, tapi murni kok dari imaginasi ku👍
total 1 replies
Siti Aisyah
Kalau ngomongin tentang gabah dan dijemur dihalaman jadi teringat ibu waktu dikampung 🥹
𝔇𝔧𝔞𝔣𝔞𝔯 𝔖𝔲𝔴𝔦𝔱𝔬: Terima kasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!