NovelToon NovelToon
My Cold Guardian Husband

My Cold Guardian Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Dosen / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Liana hamil anak pria lain, tapi Morgan—suami kontrak yang selalu ia maki—justru yang menggagalkan aborsinya dan mengaku sebagai ayahnya. 'Hiduplah untuk anak itu,' ucap Morgan dingin, meski hatinya hancur melihat istrinya merindukan pria yang telah membuangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inspeksi Dadakan Liam

Lampu koridor apartemen yang remang mendadak benderang saat sensor gerak mendeteksi kehadiran seseorang. Morgan baru saja hendak meletakkan ponselnya setelah mengirim pesan pada Liam, namun suara bel pintu yang ditekan secara agresif—tiga kali berturut-turut dengan jeda pendek—membuat jantungnya mencelos.

Itu bukan cara bertamu seorang kurir. Itu adalah ketukan otoritas.

Morgan melirik jam dinding; pukul 23.45 WIB. Ia menoleh ke arah pintu kamar Liana yang tertutup rapat, lalu beralih menatap pantulan dirinya di cermin besar ruang tamu. Wajahnya adalah sebuah peta kehancuran: pelipis yang membiru dan bengkak, luka sobek yang masih kemerahan, dan sudut bibir yang pecah. Kemejanya yang robek sudah ia ganti dengan kaos rumah, namun ia tidak bisa menyembunyikan memar di buku-bukunya tangannya.

Morgan menarik napas dalam, mencoba memanggil kembali ketenangan robotiknya yang sempat runtuh tadi. Ia membuka pintu perlahan.

Liam Shine berdiri di sana. Kakak Liana itu masih mengenakan setelan jas bisnis lengkap, lengkap dengan koper kecil di tangan kirinya. Wajahnya yang tegas tampak kaku oleh kelelahan, namun matanya yang tajam langsung menusuk ke arah Morgan.

"Liam?" Morgan berusaha menjaga suaranya tetap stabil, meski rasa sakit di rahangnya membuat setiap kata terasa seperti tusukan jarum. "Aku baru saja mengirimimu pesan. Kupikir kau masih di Singapura."

"Perjalanan bisnisku terasa tidak benar. Aku tidak bisa berhenti memikirkan Liana, jadi aku mengambil penerbangan paling awal," jawab Liam dingin. Ia melangkah masuk tanpa menunggu undangan, namun langkahnya terhenti seketika saat lampu ruang tamu menyinari wajah Morgan sepenuhnya.

Liam menjatuhkan kopernya ke lantai. Bunyi dentum koper itu seolah menandai dimulainya persidangan. Liam menyipitkan mata, melangkah maju hingga ia berdiri hanya beberapa sentimeter di depan Morgan, menatap setiap inci luka di wajah sahabatnya itu.

"Apa-apaan ini, Morgan?" suara Liam berubah menjadi bariton yang rendah dan berbahaya. "Wajahmu hancur. Kau bilang di telepon kemarin semuanya terkendali. Jelaskan padaku kenapa adik iparku tampak seperti baru saja keluar dari ring tinju ilegal?"

Morgan menelan ludah, rasa perih di tenggorokannya semakin nyata. Ia harus berbohong. Ia harus menutupi kenyataan pahit tentang Derby, terutama tentang pengakuan Liana yang baru saja menghancurkan hatinya. Jika Liam tahu Liana telah 'dihancurkan' oleh Derby sebelum kontrak ini dimulai, Liam akan meledak, dan Liana akan menanggung rasa malu yang tidak akan pernah hilang.

"Ini ... hanya kecelakaan kecil di kampus, Liam," ucap Morgan datar. Ia memalingkan wajah, berpura-pura merapikan letak kursi yang tadi ia tendang saat mengamuk. "Ada keributan di area parkir antara beberapa mahasiswa. Sebagai dosen, aku mencoba melerai, dan sayangnya, aku terkena beberapa pukulan nyasar."

Liam tertawa getir, suara yang mengandung ketidakpercayaan mutlak. Ia berjalan mengelilingi ruang tamu, matanya yang seperti elang menyisir setiap sudut. Ia melihat vas bunga yang baru saja diganti, sedikit goresan di dinding bekas lukisan yang dibanting Morgan, dan kotak obat yang masih terbuka di atas meja.

"Kecelakaan mahasiswa tidak akan membuat seorang Morgan Bruggman yang gila kontrol kehilangan ketenangannya seperti ini," Liam berbalik, menunjuk memar di tangan Morgan. "Itu bukan luka melerai. Itu luka menyerang. Kau menghajar seseorang, Morgan. Siapa? Apakah si berandalan Derby itu?"

Morgan terdiam. Menyangkal keterlibatan Derby akan terlihat sangat tidak logis.

"Ya," jawab Morgan akhirnya, memilih untuk memberikan sebagian kebenaran. "Derby datang ke apartemen malam ini. Dia membuntuti kami dan mencoba membuat keributan di lobi. Aku harus mengusirnya secara fisik karena dia mulai bersikap mengancam."

Rahang Liam mengeras. Ia mencengkeram bahu Morgan dengan kuat. "Lalu Liana? Apa yang dia lakukan pada adikku? Jika dia menyentuh satu ujung rambut Liana saja, aku akan memastikan pria itu tidak akan pernah melihat matahari lagi."

Inilah saat yang paling krusial. Morgan teringat isak tangis Liana di lututnya tadi. Ia teringat bagaimana Liana merasa seperti sampah. Morgan bersumpah dalam hati, biarlah ia yang menanggung beban rahasia ini. Ia tidak akan membiarkan Liam melihat adiknya sebagai 'wanita yang sudah rusak' di tangan seorang penipu.

"Liana baik-baik saja, Liam," ucap Morgan dengan nada yang sangat meyakinkan, matanya mengunci mata Liam tanpa berkedip. "Aku mencegahnya sebelum Derby bisa mendekatinya. Liana hanya terkejut melihat perkelahian itu. Dia sedang tidur di kamarnya sekarang, sudah tenang setelah kuberi pengertian."

"Kau yakin?" Liam menatap pintu kamar adiknya dengan penuh keraguan. "Dia tidak disakiti secara fisik? Tidak ada ... hal lain yang perlu aku ketahui tentang hubungan mereka selama ini?"

"Tidak ada," potong Morgan cepat. Ia menahan napasnya, menekan rasa hancur yang berkecamuk di dalam dadanya. "Mereka hanya pacaran biasa seperti yang kau tahu. Kenakalan remaja yang sedikit kebablasan dalam hal emosi, tapi tidak lebih dari itu. Aku menjaminnya dengan reputasiku."

Morgan merasa lidahnya pahit saat mengucapkan kebohongan itu. Ia sedang melindungi harga diri Liana dengan cara mengubur kebenaran yang paling menyakitkan.

Liam menghela napas panjang, sedikit melonggarkan cengkeramannya di bahu Morgan. "Syukurlah. Aku selalu takut Liana melakukan hal yang bodoh karena egonya. Terima kasih telah menjaganya, Morgan. Aku tahu ini sulit bagimu."

"Aku melakukan apa yang seharusnya kulakukan, Liam," bisik Morgan.

Tepat saat itu, pintu kamar Liana terbuka sedikit. Liana berdiri di sana dengan mata sembab dan rambut berantakan. Ia membeku saat melihat kakaknya ada di sana.

"Kak Liam?" suara Liana bergetar.

Liam segera menghampiri adiknya dan memeluknya erat. "Liana ... maafkan kakak baru datang sekarang. Morgan sudah menceritakan semuanya. Kau tidak apa-apa, kan?"

Liana melirik ke arah Morgan melewati bahu kakaknya. Ia melihat Morgan memberikan isyarat halus dengan gelengan kepala dan tatapan yang memohon—sebuah pesan tanpa kata agar Liana tetap diam. Liana menyadari bahwa Morgan telah menyembunyikan pengakuannya tadi dari Liam. Pria kaku itu baru saja mempertaruhkan integritasnya demi melindungi kehormatan Liana.

"Aku ... aku baik-baik saja, Kak," ucap Liana terbata-bata, membalas pelukan Liam sambil terus menatap Morgan. "Morgan ... dia menjagaku dengan sangat baik."

Liam melepaskan pelukannya, menatap Liana dengan penuh kasih sayang. "Baguslah. Aku akan menginap di sini malam ini. Aku ingin memastikan kalian berdua benar-benar aman. Besok pagi, kita akan bahas bagaimana cara menyingkirkan Derby selamanya dari kota ini."

Morgan mengangguk kaku. "Tentu. Aku akan menyiapkan kamar tamu untukmu."

Namun, saat Liam berjalan menuju dapur untuk mengambil minum, Morgan dan Liana saling bertatapan dalam keheningan yang menyesakkan. Morgan memberikan tatapan yang seolah berkata: 'Rahasiamu aman bersamaku', sementara Liana menatapnya dengan rasa syukur yang mendalam bercampur rasa bersalah yang semakin besar.

Morgan berdiri di tengah ruangan, merasakan denyut nyeri di wajahnya yang kini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan beban rahasia yang ia pikul. Ia telah berhasil melewati inspeksi Liam, namun ia tahu bahwa ia baru saja membangun sebuah benteng kebohongan yang sangat besar.

Dan di luar sana, Derby masih memiliki foto-foto itu—bukti masa lalu yang bisa meledakkan semua kebohongan Morgan kapan saja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!