NovelToon NovelToon
SUAMIKU AYAH TUNANGANKU

SUAMIKU AYAH TUNANGANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cinta Terlarang / Duda
Popularitas:96.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vaelisse

Liora dipaksa menikah dengan Kaedric Volther, pria yang dikenal kejam dan berbahaya. Namun sebelum pernikahan itu terjadi, Kaedric meninggal dunia. Liora mengira rencana pernikahan itu akan dibatalkan dan ia bisa kembali menjalani hidupnya seperti biasa.

Namun keputusan keluarga Volther berubah. Untuk menjaga kepentingan keluarga, Liora justru harus menikah dengan ayah Kaedric, Maelric Volther, seorang pria berkuasa yang jauh lebih tua darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaelisse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

Seluruh kegembiraan yang Liora rasakan menguap seketika.

Baru beberapa jam ia menikmati kebebasannya, dan ayahnya sudah menemukan pembeli baru untuknya. Seolah sang ayah memang sangat ingin segera melepasnya dari tangan.

"Setahuku Liora sudah tidak punya tunangan. Dan syukurlah," ujar Ronan, hanya dia yang selalu berani mengucapkan apa yang sesungguhnya ada di pikirannya. Liora dan Zevran memilih diam.

"Memang sudah tidak. Seandainya kamu pulang lebih cepat dan ikut dalam pembicaraan, kamu sudah tahu dari tadi. Kalau mau terlibat dalam urusan keluarga, tunjukkan dulu bahwa kamu peduli," balas ayahnya dingin.

"Siapa orangnya?" tanya Liora, karena mereka sudah beralih topik sementara ia masih belum mendapat jawaban. Ia perlu tahu nasib apa yang kini sedang menantinya. Tidak mungkin ia seberuntung itu sampai tunangan keduanya pun ikut mati.

Ayahnya menatapnya dengan pandangan kosong dan dari tatapan itu saja Liora sudah bisa merasakan bahwa ini tidak akan baik-baik saja. Kemungkinan besar orang itu sama bobroknya dengan Kaedric.

Kenapa nasibku seburuk ini?

"Maelric Volther."

Untung Liora sedang duduk, karena kalau tidak, kakinya pasti sudah tidak mampu menopang tubuhnya. Maelric adalah ayah dari tunangannya yang belum sempat menjadi suaminya itu. Sulit dipercaya, tapi Liora pernah mendengar bahwa lelaki itu bahkan jauh lebih mengerikan dari anaknya sendiri.

Dan usianya hampir dua puluh tahun lebih tua darinya.

"Ini pasti lelucon!" seru Ronan.

Liora tidak berkata apa-apa. Suaranya tercekat di tenggorokan. Ia tidak bisa mempercayai bahwa ini nyata. Rasanya seperti mimpi buruk yang ia harap segera berakhir.

"Jaga bicaramu," tegur ayahnya, memotong kemarahan Ronan. Di bawah meja, Zevran menggenggam tangan Liora, mencoba menguatkannya, meski itu tidak banyak membantu.

"Dia terlalu tua untukku. Aku tidak mau," kata Liora dengan suara lemah, hampir tidak sanggup menahan tangis. Perasaan ini jauh lebih menyiksa dibanding saat pertama kali ia tahu harus menikah dengan Kaedric. Zevran mempererat genggamannya, memberi tahu bahwa ia ada di sisinya.

"Dia bisa jadi ayahnya Liora. Aku tidak akan membiarkan tangannya menyentuh Liora!" Ronan bangkit dari kursinya.

"Duduk," geram ayahnya. Ronan sempat bertahan sejenak, tapi akhirnya menyerah dan kembali ke kursinya. "Kalian semua berlebihan. Ini justru perubahan yang lebih baik untuk Liora."

Lebih baik?

Liora menahan tawa pahit dalam hatinya. Sekarang yang ada ia akan diperlakukan buruk oleh lelaki tua itu setiap malam. Masa depan yang sempurna.

Ayahnya berdiri dan meletakkan tangannya di bahu Liora.

"Aku tidak akan menyerahkanmu kalau aku tidak yakin kamu aman di sana. Sekarang memang terasa mustahil, tapi kamu akan baik-baik saja."

"Ayah tahu itu tidak benar." Liora mendongak dan menatap mata ayahnya langsung. "Aku takut pada Kaedric. Dan ayah Kaedric jauh lebih menakutkan bagiku. Jangan paksa aku."

"Keputusan sudah dibuat dan tidak bisa diubah."

"Omong kosong. Semua bisa dibatalkan, apalagi mengingat dia sudah pernah membunuh istri pertamanya. Aku tidak akan membiarkan Liora diberikan padanya," Ronan masih ngotot.

Membunuh istri pertamanya.

Kata-kata itu menghantam Liora keras. Kalau lelaki itu sudah pernah melakukan hal seperti itu, maka Liora pun akan bernasib sama. Semakin lama semakin buruk saja.

"Berhenti menakut-nakutinya!" bentak ayahnya.

Apakah ayahnya benar-benar percaya bahwa dengan tidak mengetahui kebenarannya, segalanya akan baik-baik saja? Liora tetap akan dipaksa tinggal dan berbagi hidup dengan seseorang yang sewaktu-waktu bisa membunuhnya.

Liora berdiri. Ia menatap ayahnya sekali lagi.

"Aku tidak mau," katanya dengan suara yang lebih tegas kali ini.

Lalu ia keluar dari ruang makan. Begitu jauh dari pandangan keluarganya, ia tidak lagi mampu menahan diri, ia berlari ke atas, menuju kamarnya, melempar tubuhnya ke atas kasur, dan menangis pelan ke dalam bantal.

Kenapa hidupnya tidak adil seperti ini?

Baru saja ia lepas dari satu masalah besar, dan langsung ada masalah berikutnya yang sudah menunggu. Apa salahnya? Pada siapa ia telah berbuat salah?

Ia selalu menuruti kata-kata ayahnya. Tidak pernah membuat ulah seperti kakak-kakaknya. Dan inilah balasannya, ia dijual seperti barang di pasar. Dalam skenario terbaik pun, beberapa minggu setelah pernikahannya, yang perlu diselenggarakan bukan pesta, melainkan pemakamannya.

**

Pintu kamarnya terbuka.

Liora mengira itu Ronan, hanya dia yang masuk ke kamarnya tanpa permisi. Tapi ketika ia mengangkat kepala, ia melihat Zevran yang berdiri di sana.

Ternyata mereka berdua datang.

"Jangan menangis, adikku," kata Zevran lembut. "Kamu tahu aku tidak suka melihatmu seperti ini."

"Dan aku bisa menjamin, aku akan lakukan apa saja supaya pernikahan ini tidak terjadi," tambah Ronan. "Kalau anaknya saja sudah pergi duluan, tidak menutup kemungkinan ayahnya pun segera menyusul."

Kecurigaan Liora semakin kuat, semakin ia yakin Ronan ada di balik kematian Kaedric. Dan ia berharap, kalau itu benar, Ronan juga bisa membantunya menghadapi Maelric.

Ia tidak percaya dirinya berpikir seperti ini. Tapi lelaki itu bahkan lebih layak mati daripada anaknya sendiri.

Zevran mendekat dan berbaring di sebelahnya, memeluknya dari belakang. Meski Liora sudah sembilan belas tahun, ia masih sangat menyukai rasa aman seperti ini.

"Bersamaku dan Zevran, kamu sepenuhnya aman," kata Ronan, lalu ikut berbaring di sisi lain, menghadap wajah Liora.

Ini hal yang tidak biasa bagi Ronan. Ia memang suka menggoda dan melarang Liora melakukan hampir semua hal yang ia inginkan, tapi jarang sekali ia menunjukkan kasih sayang seperti ini secara terang-terangan.

"Kalian tahu, kalau ayah sudah memutuskan, tidak ada pilihan lain. Dia menjualku seperti ternak di pasar."

Zevran meletakkan lengannya di pinggang Liora, sementara Ronan mengusap lembut pipinya.

"Kami tidak akan membiarkannya mengambilmu. Kamu terlalu berharga untuk lelaki setua Maelric" kata Ronan.

"Kamu tidak sedang menghiburnya dengan begitu," tegur Zevran pada Ronan, lalu berpaling ke Liora. "Kamu selalu menjadi anak kesayangan ayah, jadi kita harus percaya bahwa dia tidak akan membahayakanmu. Mungkin ini hanya bagian dari strategi dan nantinya dia akan mundur sendiri."

"Aku tidak bisa percaya itu."

"Siapa yang selalu bilang bahwa ayah paling tahu yang terbaik dan kita harus mempercayainya?" Zevran mengingatkannya dengan halus.

Liora mendesah. Ia benci ketika kata-katanya sendiri dipakai untuk melawannya.

"Waktu itu aku tidak pernah membayangkan dalam mimpi terburuk sekalipun bahwa ayah bisa punya ide seperti ini." Ia terdiam sejenak. "Kalian kenal dia? Seperti apa orangnya?"

Keduanya diam.

Dan dari keheningan itu saja, Liora sudah tahu jawabannya lebih buruk dari yang ia bayangkan.

"Dari yang aku dengar," Zevran akhirnya bicara, "banyak perempuan yang menganggapnya cukup menarik. Pasti tidak sedikit yang ingin berada di posisimu."

"Biarkan saja mereka yang mengambilnya," gumam Liora.

Ronan menjentikkan jarinya pelan di ujung hidung Liora.

"Jangan berpikir aku akan membiarkanmu pergi begitu saja. Aku sudah terlalu terbiasa punya adik sepertimu, dan aku tidak akan menyerahkanmu pada siapa pun" kata Ronan.

Kata-katanya terdengar meyakinkan. Tapi jauh di dalam hatinya, Liora tidak bisa sepenuhnya yakin bahwa kali ini pun janjinya akan bisa ditepati.

1
Resiana dewi
next kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!