NovelToon NovelToon
Sang Sopir Penakluk

Sang Sopir Penakluk

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Bad Boy
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Bima Sakti hanyalah seorang sopir di Garuda Group yang dikenal malas, sering terlambat, dan suka menggoda perempuan cantik. Namun, di balik sikapnya yang sembrono, Bima menyimpan identitas dan kemampuan luar biasa yang tidak diketahui siapa pun.
​Kehidupan santainya berubah ketika ia harus berurusan langsung dengan Sari Lingga, Presiden Direktur Garuda Group yang dijuluki "Si Cantik Gunung Es". Di tengah persaingan bisnis yang kejam dan kejaran pria-pria berkuasa, Bima hadir bukan hanya sebagai sopir, melainkan sebagai pelindung rahasia bagi Sari.
​Dari ruang kantor yang kaku hingga konflik dunia bawah Jakarta, Bima menunjukkan bahwa ia jauh lebih berbahaya daripada sekadar sopir armada biasa. Akankah si "Gunung Es" Sari Lingga akhirnya luluh oleh pesona sang sopir misterius ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Sari sekali lagi merasa ingin mati bersama bajingan ini.

“Bima, kau harus berhati-hati. Mereka mungkin tidak berani menyentuhku, tapi belum tentu mereka akan membiarkanmu hidup tenang,” kata Sari ragu-ragu ketika mereka tiba di depan rumah.

Bima menjentikkan jarinya dan tersenyum. “Terima kasih atas perhatiannya, Bos. Ternyata kau perhatian juga. Karena itu aku harus bekerja lebih keras untuk merebut hatimu.”

Setelah berkata begitu, ia langsung tancap gas, meninggalkan Sari yang berteriak kesal di belakang.

Keesokan paginya, setelah mengantar Sari ke kantor Garuda Group, Bima datang ke markas tim sopir seperti biasa. Ia duduk mengobrol santai dengan Bang Jaka dan Agus, membahas berbagai hal.

Sekelompok sopir itu langsung menagih traktiran lagi. Setelah berpikir sejenak, Bima merasa hari ini memang santai. Akhirnya ia setuju untuk memesan meja makan malam di Restoran Sari Rasa yang berada tepat di seberang kantor.

“Bos muda, aku sudah hitung-hitung. Malam ini kita harus makan besar!” kata Agus yang berwajah licik sambil cengengesan. Ia kemudian berbisik hati-hati, “Bang Bima… selama ini kami jarang sekali melihat Ibu Sari di kantor. Bisakah abang mengundangnya makan malam bersama kita nanti?”

Semua orang langsung mengangguk setuju dan menatap Bima penuh harap. Bagi karyawan kelas bawah seperti mereka, sosok Sari adalah dewi yang hanya bisa dilihat dari jauh.

“Aku tidak janji. Tapi aku coba, ya,” kata Bima, tidak ingin mengecewakan kawan-kawannya.

“Mantap! Memang Bang Bima paling jagoan!” seru Agus genit, yang langsung disambut geplakan ramai-ramai dari teman-temannya.

Melihat mereka bercanda seperti itu, Bima tersenyum tulus. Ia menyukai suasana ini—hangat dan jujur. Sangat berbeda dari masa lalunya yang penuh darah dan kekerasan. Bima lalu mengirim pesan singkat ke Sari:

“Bos, malam ini jam tujuh kami makan di Sari Rasa. Anak-anak kantor ingin ketemu Ibu. Kalau sempat, datang ya. Oh ya, kalau datang... pakai baju yang agak seksi ya, biar mata buaya-buaya di sini pada melek.”

Ia menunggu lama, tapi tidak ada balasan. Bima hanya mengangkat bahu. Sudah diduga.

Pukul tujuh malam, di ruang VIP Restoran Sari Rasa.

Kelima anggota tim sopir sudah duduk tegak dengan wajah tegang. Hanya Bima yang tampak santai sambil main ponsel.

“Bang Bima, kira-kira Bu Sari beneran datang nggak ya? Sial, jantungku kayak mau copot!” kata Agus gugup.

“Iya, Bim. Mana aku sudah pakai batik yang kupakai waktu nikahan dulu!” kata Bang Jaka sambil mengusap keringat.

Krek! Pintu ruangan tiba-tiba terbuka.

“Berdiri tegak!” Seseorang berteriak. Seketika, kelima orang itu meloncat berdiri seperti sedang disidak atasan.

“Apa-apaan sih? Perlu banget sambutan kayak gini?” Orang yang berdiri di pintu justru terheran-heran.

Ternyata Yeni.

“Yah, ternyata si Yeni. Bilang dong kalau mau masuk! Jantungku hampir copot!” keluh Bang Jaka.

“Kenapa? Mau makan bareng aja harus lapor? Besok aku kirim kalian semua antar barang ke pinggiran Bogor ya!” kata Yeni sambil bertolak pinggang.

“Jangan dong! Capek di jalan, Neng!” ratap Bang Jaka.

Yeni mendengus, lalu dengan santai duduk di sebelah Bima. Wajahnya yang semula galak langsung berubah manis.

“Yeni sama Bima ini beneran cocok ya. Lihat aja, duduk bareng gini kayak pengantin baru!” seloroh Bang Jaka mencoba mencairkan suasana.

“Setuju!” yang lain ikut bersorak.

“Ah, kalian ini bisa aja! Bang Bima, mereka ngeledek aku terus nih!” Yeni memerah malu sambil memeluk lengan Bima dan bermanja.

Tubuh Yeni yang berisi langsung menempel ke arah Bima. Dari kerah bajunya yang agak longgar, terlihat pemandangan yang membuat Bima tersentak. Sial… gadis ini sepertinya sengaja tidak memakai "pengaman" di dalam!

“Aduh, gerah ya! Pelayan! Air dingin mana air dingin!” teriak Bang Jaka sambil menelan ludah. Para pria lain bahkan tidak berani menoleh.

Pintu ruang VIP kembali terbuka. Agus mengira itu pelayan. Namun ketika ia menoleh, tubuhnya langsung membatu.

“Gus, kenapa kau?” tanya Bang Jaka heran. Ketika ia ikut menoleh… ia juga mendadak jadi patung.

Di ambang pintu berdiri seorang wanita dengan rambut disanggul rapi dan gaun putih elegan. Aura ningrat yang terpancar dari pembawaannya membuat seluruh ruangan mendadak sunyi.

Bunga Kota Jakarta.

Si Cantik Gunung Es.

Presdir Garuda Group.

Sari Lingga.

Wanita yang konon para konglomerat pun sulit mengajaknya makan malam… kini benar-benar berdiri di depan mereka.

“Bang Bima… aku sudah hitung… ini Bu… Bu… Bu Sari!” Agus begitu gugup sampai lidahnya kelu. Yang lain tidak jauh lebih baik.

“Halo semuanya. Saya Sari.”

Sari tersenyum tipis. Tatapannya menyapu ruangan, lalu berhenti sejenak pada Bima dan Yeni yang duduk sangat mepet. Ekspresinya sedikit terkejut. Senyumnya menghilang, dan tangannya tanpa sadar mengepal. Namun sebagai pimpinan, ia segera kembali tenang.

“Maaf, karena kesibukan pekerjaan saya jarang bertemu kalian. Terima kasih atas kontribusi kalian untuk Garuda Group. Kebetulan di jalan saya bertemu Manajer HRD Dewi, jadi saya mengajaknya mampir. Sekalian saling mengenal sebagai rekan kerja.”

Sari melangkah masuk. Di belakangnya, Dewi juga ikut memasuki ruangan.

“Halo semuanya, saya Dewi dari Departemen SDM.”

Ia masih mengenakan setelan kerja hitam seperti biasa. Ekspresinya tetap dingin. Namun Bima memperhatikan satu detail kecil—kancing ketiga dari atas pada kemejanya tidak lagi dikancing rapat seperti biasanya. Dewi melirik cepat ke arah Bima, yang dibalas dengan tatapan nakal dan senyum penuh arti. Dewi langsung terlihat sedikit panik dan buru-buru memalingkan wajah.

“Sepertinya gadis ini mulai 'tercerahkan' setelah pelatihanku. Aku harus kerja lebih keras lagi… siapa tahu bisa menikmati bakat alaminya secara langsung,” pikir Bima nakal.

Yeni dan Sari duduk di kiri dan kanan Bima. Dewi duduk di sebelah Sari. Makan malam pun berlangsung meriah, meski kehadiran dua atasan cantik ini membuat sekelompok sopir itu langsung kikuk. Bang Jaka bahkan sampai grogi saat memegang sendok, sementara yang lain hanya berani menunduk menatap piring.

Yeni juga mendadak jadi kalem. Ia tidak lagi berani terang-terangan menggoda Bima, tapi diam-diam ia memperhatikan gelagat Sari dan Dewi.

“Di mana-mana ada bunga dan rumput liar… lihat saja nanti bagaimana aku membereskanmu!” gumam Yeni dalam hati. Di bawah meja, ia diam-diam mencubit paha Bima enam kali dengan wajah kesal. Bima sendiri pura-pura tidak sadar.

“Asisten Bima masih muda dan sangat berbakat. Pasti banyak gadis yang menyukainya, kan?” kata Sari sambil makan dengan anggun, seolah bertanya santai.

1
Sastra Aksara
Terimakasih kak 😍🙏
Rio Armi Candra
kopi dah meluncur Thor 👍👍👍💪
Rio Armi Candra
jiahahaha 🤣🤣🤣🤣.. kereeeen bima👍👍👍
Jack Strom
Ihhh... Seram!!! 😁
Jack Strom
Mantap. 😁
Jack Strom
Hadeh, jadi kacau... 😔
Jack Strom
MC nya konyol namun asik!!! 😁
Jack Strom
Eh... Chapternya dah habis... 😭😭😭
Jack Strom
Hmmm??? 🤔
Jack Strom
Hahaha... sudah 5 orang... 👍👍👍👍😁
Jack Strom
Eh, muncul satu lagi!!! 😁
Jack Strom
Ayo, hajar premannya!!! 😁
Jack Strom
Hahaha... Mantap!!!
Jack Strom
Hahaha... Nyosor masuk parit loe, mampooos!!! 😁
Jack Strom
Ia ia, makan teruuus!!! 😁
Jack Strom
Keren!!! 😁
Jack Strom
Hahaha... 😁
Jack Strom
Hahaha... Sangat konyol!!!
Jack Strom
Mantap!!! 😁
Jack Strom
Hahaha... Dasar tukang onar!!! 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!