NovelToon NovelToon
SELAMATKAN AKU

SELAMATKAN AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Selingkuh / Cintamanis / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

Sazi melihat nomernya sekilas yang ditunjukkan oleh Sadewa tanpa memperlihatkan isi pesan tersebut. Sazi hanya menggeleng tidak tahu.

"Zi seriusan elu enggak kenal nomer ini?." tanya Dewa lagi untuk memastikan agar Sazi bisa mengingat ingat kembali. Tapi tetap jawaban Sazi tidak berubah. Namun wajah Sazi seperti orang sedang berpikir saat itu.

Sadewa masih menatap layar ponselnya cukup lama, namun tiba tiba saja ia mengerutkan dahinya seolah mencoba memahami maksud dari pesan yang baru masuk itu.

Kemudian rasa penasaran itu pun muncul lagu, meskipun Sazi sendiri selalu saja mengalihkan pembicaraan dan kadang juga hanya diam tidak ingin menjawab. Namun terlihat pada ekspresi wajah Sazi, Dewa sudah bisa membacanya.

Sejatinya Sazi bukanlah seorang gadis yang sesupel itu terhadap pria apalagi yang baru kenal, bahkan yang sudah kenal lama pun acapkali menyapa Sazi lebih sering menjawab dengan anggukan atau gelengan kepala setelahnya pergi begitu saja ke dalam kamar.

Karena. Sazi tipikal cewek rumahan alias kelewat introvert tidak seperti keluarganya yang lain. Tidak pernah bergaul dengan siapapun dia area tempat tinggalnya. Hanya teman sekolah hanya itu saja itupun tidak banyak.

Akan tetapi ketika berkumpul dengan teman dekatnya ia bisa paling heboh sendiri. Sama seperti halnya saat ia sedang bersama keluarganya ia bisa cerewet dan super aktif. lain hal ketika ada orang orang baru berdatangan ke kediamannya ia sudah otomatis mengurung diri dikamar.

Sambil matanya menatap ke area halaman bawah dan matanya tertuju ke arah kolam renang yang begitu menyegarkan sesekali sambil melirik ke arah Sazi memperhatikan raut wajahnya saat itu. Seperti menyimpan sesuatu yang begitu dalam.

"Zi,.."

"Hmm, apa?." Sazi sedikit menoleh kedua netranya sambil menatap buku catatan yang dibacanya berulang sambil mulutnya tak berhenti ngemil.

"Elo tau kan gue paling hafal kalo menilai seseorang yang lagi pura pura kuat padahal aslinya lagi rapuh, apalagi liat wajah yang ditekuk kayak buntelan kentut kayak gitu, jelek tau."

Sazi mendengus kesal, matanya seketika melotot dan melempar cangkang kuaci ke arah Sadewa dan Sadewa malah tertawa begitu puasnya.

Namun tak lama keheningan pun terjadi, keduanya sama sama terdiam dan memandang ke arah pemandangan diluar sana.

"Pemandangannya bagus ya Zi disini."

"Hmm, btw Wa, kadang hidup tuh lucu bin aneh ya." ucap Sazi tiba tiba.

"Kenapa elo ngomong kayak gitu tiba tiba banget?." tanya Dewa heran.

Elo tau kan dari jaman dulu, boro borolah gue kepikiran sama pacaran apalagi usia masih ingusan lah ya masih SMP pula. Dulu gue suka ngehalu alias ngayal gitu tentang masa depan gue maunya kaya apa, taoi sekarang tiba tiba Weh, gue udah jadi bini orang aja."

Saat itu Sazi tertawa kecil namun tawanya sangatlah hambar, tak memiliki semangat sama sekali. Bagaikan masakan yang tak terasa bumbu dan garamnya sama sekali. Benar benar tiada rasa. Seperti hidup Sazi yang dialaminya saat ini.

Sadewa pun mendengar Sazi mengatakan hal itu langsung saja terdiam tidak banyak bicara maupun ikut tertawa seperti Sazi lakukan.

Ia hanya menatap Sazi lama saat itu. Elo sayang sama Fadli?." tanya Sadewa yang berhasil membuat Sazi lagsung terdiam.membeku. Tangannya yang memegang camilannya itu seketika langsung berhenti diudara begitu saja.

Kenapa nanya kayak gitu?."

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!