NovelToon NovelToon
ISTRIKU TERNYATA SULTAN

ISTRIKU TERNYATA SULTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Kata orang, cinta itu buta. Buat Kara Anindita, cinta itu bukan cuma buta, tapi juga bikin miskin mendadak.
​Demi menikah dengan Rio Pratama—cowok biasa yang dia pikir tulus mencintainya apa adanya—Kara rela melakukan "prank" terbesar dalam hidupnya. Dia menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal Anindita Group, raksasa properti nomor satu di negeri ini. Kara menukar kartu kredit unlimited-nya dengan uang belanja recehan, menukar penthouse mewahnya dengan kontrakan petak yang atapnya bocor, dan menukar gaun desainernya dengan daster diskonan di pasar kaget.
​Kara pikir, hidup sederhana asal penuh cinta itu indah.
​Tapi ternyata, "tulus" itu ada masa kedaluwarsanya.
​Tiga tahun menikah, setelah karier Rio menanjak (yang Rio nggak tahu, itu berkat koneksi "orang dalam" Kara), sikap suaminya berubah 180 derajat. Rio mulai sombong, gila hormat, dan menganggap pengorbanan Kara sebagai kewajiban istri yang tidak berpenghasilan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16: Habis Manis Sepah Dibuang (Versi Siska)

​"Haa-syim!"

​Rio bersin keras sampai kepalanya terasa mau pecah. Hidungnya meler, matanya berair, dan badannya menggigil hebat. Efek disiram air sprinkler bertekanan tinggi kemarin sore, ditambah kehujanan saat jalan kaki mencari ojek, sukses membuatnya demam tinggi pagi ini.

​Rio menarik selimut tipisnya yang bau apek, mencoba mencari kehangatan.

​"Masih molor?!"

​Suara cempreng Bu Ratna membuyarkan harapan Rio untuk istirahat. Ibunya masuk ke kamar sambil membawa segelas air putih (bukan obat, karena mereka tidak punya uang beli obat paten).

​"Bu... Rio demam, Bu. Kepala Rio pusing banget..." rengek Rio serak.

​"Halah, demam dikit doang manja!" Bu Ratna menarik selimut Rio kasar. "Bangun! Mandi! Berangkat kerja! Kamu lupa kamu udah dapet SP1? Kalau hari ini kamu bolos terus dipecat, kita mau bayar kontrakan pake apa? Pake daun?"

​Rio menatap ibunya dengan pandangan nanar. Dulu saat ada Kara, kalau Rio sakit sedikit saja, Kara akan izin tidak masak demi mengompres Rio, memijat kakinya, dan membelikan bubur ayam.

​Sekarang? Ibunya sendiri bahkan lebih peduli pada slip gaji daripada nyawa anaknya.

​"Iya, Bu... Iya..." Rio memaksakan diri bangun dengan sempoyongan. Dunia terasa berputar.

​Sesampainya di kantor, penderitaan Rio berlanjut.

​Dia berjalan menuju kubikelnya sambil menahan ingus. Setiap kali dia lewat, rekan kerjanya langsung diam atau pura-pura batuk.

​"Eh, itu tuh... yang istrinya ternyata miliarder tapi disia-siain..." bisik salah satu staf admin yang suaranya "bocor".

"Syukur deh ditinggal. Lagian belagu banget sih."

​Rio pura-pura tuli. Dia duduk di kursinya, menyalakan komputer. Baru lima menit, telepon di mejanya berdering. Dari HRD.

​Rio mengangkatnya dengan tangan gemetar. "Halo?"

​"Rio, ke ruangan saya sebentar," suara Bu Citra, manajer HRD, terdengar dingin.

​Di ruangan HRD, Rio kembali disidang. Bukan soal proyek kali ini, tapi soal hal yang lebih memalukan.

​"Pagi ini resepsionis kantor terima lima telepon," kata Bu Citra sambil menatap Rio tajam. "Dari debt collector aplikasi pinjaman online. Mereka teriak-teriak nagih utang kamu dan mengancam mau kirim bunga papan tagihan ke lobi."

​Wajah Rio yang pucat jadi makin pucat. Dia memang sempat pinjam uang di aplikasi ilegal minggu lalu untuk menutupi gaya hidupnya sama Siska, karena mengira bonus proyek akan cair. Ternyata bonus hangus.

​"Rio, ini peringatan keras. Kalau sampai ada debt collector datang ke kantor dan bikin ribut, hari itu juga kamu saya cut. Paham?"

​"Pa-paham, Bu. Saya akan urus..."

​Rio keluar dari ruangan HRD dengan lutut lemas. Dia butuh sandaran. Dia butuh Siska.

​Jam istirahat makan siang. Kantin kantor sedang ramai-ramainya.

​Rio melihat Siska duduk sendirian di meja pojok, sedang makan salad. Dengan sisa tenaganya, Rio menghampiri wanita itu.

​"Sis..." panggil Rio lirih. Dia duduk di kursi depan Siska.

​Siska mendongak. Wajahnya masam melihat Rio yang kucel, hidung merah, dan mata sayu.

​"Ngapain duduk sini? Sana ah, nanti aku ketularan flu," usir Siska sambil menutup hidungnya dengan tisu.

​"Sis, kok kamu gitu? Aku lagi butuh support kamu..." Rio mencoba meraih tangan Siska, tapi Siska menarik tangannya cepat-cepat. "Aku lagi banyak masalah, Sis. HRD negur aku, proyek batal, badan aku sakit..."

​"Terus urusannya sama aku apa?" potong Siska ketus.

​Rio kaget. "Loh? Kita kan pacaran? Harusnya saling bantu dong. Oh iya, Sis... kamu ada pegangan uang nggak? Pinjem sejuta dulu buat bayar pinjol. Nanti gajian aku ganti."

​PRANG.

​Siska membanting garpunya ke piring. Suaranya nyaring membuat satu kantin menoleh.

​"Pinjem duit?" Siska tertawa sinis, matanya menatap Rio dengan jijik. "Rio, Rio... Sadar diri dong."

​Siska berdiri, membuat semua mata tertuju pada mereka. Ini panggung yang sempurna bagi Siska untuk menyelamatkan reputasinya sendiri.

​"Denger ya, Rio. Mulai detik ini, KITA PUTUS."

​"Apa?!" Rio ternganga. "Ta-tapi kenapa? Kemarin kita masih mesra..."

​"Itu kemarin! Pas aku kira kamu manajer sukses yang punya masa depan!" seru Siska lantang. "Ternyata apa? Kamu cuma penipu! Kamu ngaku kaya, padahal aslinya numpang hidup sama istri kamu yang ternyata crazy rich itu kan?"

​"A-aku bisa jelasin..."

​"Nggak perlu!" Siska melipat tangannya. "Satu kantor udah tau, Rio. Istri kamu yang punya Anindita Group gugat cerai kamu. Proyek kamu batal. Kamu dikejar pinjol. Kamu itu kapal karam, Rio. Dan aku nggak bodoh buat ikut tenggelam sama kamu."

​Kata-kata Siska menusuk jantung Rio lebih sakit daripada saat disemprot air oleh Kara.

​"Jadi... kamu cuma mau uang aku?" tanya Rio lirih, air mata (kali ini asli) menggenang.

​"Munafik kalau cewek nggak butuh uang!" balas Siska kejam. "Lagian kamu juga sama kan? Kamu manfaatin istri kamu dulu? Sekarang rasain tuh karmanya."

​"Mending kamu balik sana ke kontrakan bau kamu. Jangan mimpi aku mau sama cowok yang buat beli obat flu aja mesti ngutang."

​Siska mengambil tasnya, mengibaskan rambutnya, dan berjalan pergi meninggalkan Rio.

​"Oh iya," Siska berhenti sebentar dan menoleh. "Tas Coach yang kamu kasih bulan lalu? Ternyata KW ya? Malu-maluin banget. Udah aku buang ke tong sampah."

​Siska berlalu.

Hening.

Satu kantin menatap Rio. Ada yang menahan tawa, ada yang menggeleng kasihan.

​Rio duduk mematung di kursi plastik kantin.

Sendirian.

Sakit.

Bangkrut.

Dibuang.

​Di kepalanya berputar bayangan Kara yang dulu selalu membawakannya bekal makan siang sehat dengan catatan kecil bertuliskan: "Semangat kerjanya ya, Mas Suami ❤️".

​Bekal itu gratis. Tulus.

Dan Rio membuangnya demi "Salad Mahal" bernama Siska yang ternyata beracun.

​Rio menundukkan kepalanya ke meja dan mulai menangis sesenggukan. Bukan tangisan drama. Tapi tangisan pecundang yang baru sadar dia sudah kalah telak.

...****************...

...Bersambung......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share ❣️...

...****************...

1
Night Watcher
terasa loncat ya thor.. tau2 mamanya kabur krn malu (kenapa?), tau2 nikah gak rencana & berunding..🤭🤭💪👌
kanjooot..
Night Watcher
loo clarisa blm ketangkep polisi too?
Arieee
mantap🤣
stela aza
lanjut thor
Night Watcher
😆😆😆🤭
Night Watcher
lah.. selama ini, ibunya rio gak punya rumah thor?
terus kemaren2 sblm kara pergi, ibunya tinggal dimana?
nanya lho thor, bkn menghujad.. 🤭🙏
Night Watcher
asyik keknya.. satset gak byk meleber.. 👌
Night Watcher
ngintip dulu...
Ma Em
Makanya Rio jadi orang jgn banyak tingkah , baru merasa senang sedikit sdh belagu selingkuh sekarang menyesal saja kamu sampai mati tapi Kara tdk akan pernah kembali lagi pada lelaki mokondo .
Ma Em
Kara kalau Rio datang langsung usir saja jgn dikasih kesempatan untuk bilang apapun .
Ma Em
Rio baru jadi menejer saja sdh sombong ga ingat waktu hdp susah bersama Kara setelah hdp nya baru senang sedikit sdh lupa sama istri yg nemenin dari nol dan malah selingkuh , Rio kamu pasti akan menyesal setelah tau siapa Kara Anindita yg selalu kamu hina itu .
tanty rahayu: emang gak tau diri tuh cowok 😔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!