NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 Di Balik Pintu yang Tertutup

Tuan Hendrawan dan Sarah berlalu dengan tawa kemenangan yang menggantung di udara. Ancaman tentang "darah murni" dan skandal "anak haram" itu berdenyut di telinga Shena bagaikan racun. Tubuhnya sedikit limbung, namun sebelum ia sempat terjatuh, lengan kokoh Devan sudah melingkar di pinggangnya, menahan bebannya dengan protektif.

"Abaikan mereka, Shena. Aku tidak akan membiarkan satu inci pun martabatmu disentuh oleh mereka," desis Devan, matanya menatap tajam ke arah mobil Sarah yang menjauh.

Shena melepaskan diri dari pegangan Devan dengan lembut namun tegas. "Dunia luar tidak akan sepertimu, Mas. Mereka haus akan skandal. Dan jika Sarah benar tentang wasiat itu, pengalihan aset tadi pagi hanya akan menjadi kertas tak berguna."

"Kita akan cari jalan keluarnya bersama para ahli hukum terbaik, tapi bukan sekarang," Devan menatap wajah istrinya yang pucat. "Sekarang, kau harus istirahat."

Kembali ke rumah, atmosfernya berbeda. Devan tidak lagi pergi ke ruang kerjanya untuk mengunci diri. Ia justru mengikuti Shena sampai ke depan kamar.

"Aku bisa sendiri, Mas," ucap Shena saat tangannya menyentuh gagang pintu.

"Aku tahu kau bisa. Tapi aku ingin ada di sana saat kau butuh teman bicara," Devan berkata pelan. "Shena, aku tahu kata-kata maaf tidak akan pernah cukup. Jadi, izinkan aku mulai dari hal yang paling sederhana."

Malam itu, Shena terkejut saat ia baru saja selesai mandi. Di atas meja riasnya, tidak ada lagi kalung berlian yang dingin atau perhiasan mahal yang mengintimidasi. Yang ada hanyalah sebuah vas kecil berisi bunga melati segar—bunga favorit ibunya yang sering Shena ceritakan sebagai aroma kedamaian—dan segelas susu cokelat hangat dengan taburan kayu manis di atasnya.

Persis seperti cara Shena dulu melayaninya, kini Devan mencoba memutar balik peran tersebut.

Devan masuk membawa baki berisi handuk hangat. Ia tidak meminta Shena melakukan apa-apa, ia hanya duduk di kursi kecil di dekat tempat tidur.

"Shena, aku tahu tanganmu kasar karena bekerja di warung tempo hari. Sini, biar aku bersihkan sisa-sisa lukanya," ujar Devan dengan nada yang sangat lembut, hampir memohon.

Shena ragu sejenak, namun akhirnya ia menjulurkan tangannya. Devan mengambil tangan Shena, meletakkannya di atas pangkuannya, dan mulai mengoleskan salep dengan gerakan yang sangat hati-hati, seolah tangan itu adalah porselen yang bisa pecah kapan saja.

"Dulu, aku hanya melihat tangan ini sebagai alat untuk melayaniku," bisik Devan tanpa mendongak. "Sekarang aku sadar, tangan inilah yang menjaga rumah ini tetap hangat saat aku menjadi manusia paling dingin. Maafkan aku karena baru menyadarinya saat tanganmu terluka."

Shena terdiam. Ada getaran aneh di dadanya. Kelembutan Devan terasa lebih berbahaya daripada kemarahannya, karena kelembutan ini mampu meruntuhkan benteng pertahanan yang sudah susah payah ia bangun.

"Mas... kenapa kau melakukan ini? Ancaman Sarah itu nyata. Reputasimu sebagai CEO akan hancur jika media tahu kau membela seseorang dengan status sepertiku."

Devan berhenti mengoleskan salep. Ia mendongak, menatap langsung ke dalam mata Shena dengan binar yang jujur.

"Maka biarlah hancur," jawab Devan tenang.

"Selama ini aku hidup untuk reputasi dan untuk memuja bayangan Sarah. Hasilnya? Aku kesepian dan menjadi monster. Jika untuk memilikimu aku harus kehilangan tahtaku di Adiguna, aku rela. Aku lebih baik menjadi rakyat jelata bersamamu daripada menjadi raja di istana yang kosong."

Shena menarik tangannya pelan. "Jangan bicara semudah itu. Kau tidak tahu rasanya menjadi sampah di mata masyarakat."

"Aku tahu rasanya kehilanganmu, dan itu jauh lebih menakutkan daripada menjadi sampah," Devan berdiri. "Mulai besok, aku tidak akan membiarkanmu menghadapi pengacara itu sendirian. Dan satu hal lagi..."

Devan berjalan menuju lemari, ia mengeluarkan sebuah kotak kayu tua yang tampak sangat pribadi.

"Ini adalah saham pribadiku, bukan atas nama Adiguna Group. Aku sudah mengalihkan semuanya atas namamu sore tadi melalui notaris yang berbeda. Jadi, meskipun Sarah berhasil membatalkan wasiat tanah itu, kau tetap akan menjadi wanita terkaya secara mandiri. Kau tidak akan pernah perlu bergantung pada ayahmu, pada Adiguna, atau bahkan padaku lagi."

Shena tertegun. "Kenapa? Kau memberiku kekuatan untuk meninggalkamu kapan saja?"

"Ya," Devan tersenyum tipis, sebuah senyuman yang mengandung rasa sakit sekaligus cinta yang tulus. "Karena aku ingin kau tinggal bersamaku bukan karena kau butuh perlindunganku atau uangku, tapi karena kau memang ingin bersamaku. Aku ingin memenangkan hatimu kembali sebagai Devan, bukan sebagai tuan tanahmu."

Malam itu, Devan benar-benar tidur di sofa tanpa mengeluh. Namun, sebelum tidur, ia menyempatkan diri mengecek suhu ruangan agar Shena tidak kedinginan dan memastikan pintu balkon terkunci rapat.

Hal-hal kecil itu—perhatian yang tulus, aroma melati, dan pelepasan kendali atas harta—mulai membuat retakan di hati Shena yang beku. Namun, di luar sana, Hendrawan dan Sarah mulai bergerak. Mereka telah menyiapkan konferensi pers yang akan mengguncang publik esok pagi, sebuah serangan yang bertujuan untuk melabeli Shena sebagai "Penipu Warisan".

Akankah cinta baru Devan cukup kuat untuk membentengi Shena dari hinaan satu negara?

...****************...

1
Kostum Unik
🤭🤭🤭...
Kostum Unik
🤣🤣🤣
MayAyunda
keren 👍👍
😍
Marine
semangat author! ceritanya bagus
Veline: makasih 🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!