NovelToon NovelToon
Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Enemy to Lovers / Idola sekolah
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Di sekolah, Kella hanyalah gadis yatim piatu yang miskin, pendiam, dan jadi sasaran bullying, Gala si mirid baru yang angkuh juga ikut membulinya. Kella tidak pernah melawan, meski Gala menghinanya setiap hari.

Namun, dunia Gala berputar balik saat ia tak sengaja datang ke sebuah Maid Cafe. Di sana, tidak ada Kella yang suram. Yang ada hanyalah seorang pelayan cantik dengan kostum seksi yang menggoda iman.

Kella melakukan ini demi bertahan hidup. Kini, rahasia besarnya ada ditangan Gala, cowo yang wajahnya sangat mirip dengan mendiang kekasihnya.

Akankah Gala menghancurkan reputasi Kella, atau justru terjebak obsesi untuk memilikinya sendirian?

#areakhususdewasa ⚠️



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 (Part 2)

Pukul 13.00 WIB – Area Kolam Renang

Kembali ke sekolah, Kella sudah hampir pingsan. Tubuhnya terasa gemetar karena panas yang luar biasa. Lantai di sekeliling kolam sudah bersih mengkilap, tapi Reno belum puas.

"Kel, gue haus nih. Ambilin minum di kantin, tapi lo harus lari. Gue kasih waktu tiga menit. Kalau telat satu detik, lo harus nyebur ke kolam pakai baju lengkap," perintah Reno sambil duduk santai di bawah payung.

Kella berdiri dengan kaki yang goyah. "Reno, aku belum makan dan..."

"Nggak ada tapi-tapi! Satu... dua..."

Kella mulai berlari. Namun, baru beberapa langkah, ia tersandung kaki salah satu teman Reno dan terjatuh dengan keras di atas lantai pualam. Lututnya berdarah, menambah deretan luka yang sudah ia miliki.

"Hahaha! Liat tuh, peliharaan Gala jatuh!"

Tepat saat itu, Gala muncul kembali di area kolam. Ia baru saja kembali dari kantor ayahnya. Wajahnya terlihat sangat tegang dan penuh amarah yang tertahan. Melihat Kella tersungkur dan ditertawakan, sesuatu di dalam diri Gala seolah meledak.

Ia berjalan cepat ke arah kerumunan itu. Reno mengira Gala akan ikut tertawa.

"Gal, liat nih asisten lo, baru lari dikit aja udah tumbang—"

Brak!

Gala menendang kursi yang diduduki Reno hingga pria itu terjungkal ke belakang. Suasana mendadak hening. Tawa semua orang terhenti seketika.

"Gala? Apa-apaan lo?" tanya Reno sambil meringis kesakitan, memegangi punggungnya yang menghantam lantai.

Gala menatap Reno dengan tatapan yang sangat menyeramkan, tipe tatapan yang membuat orang berpikir bahwa Gala bisa membunuh seseorang saat itu juga.

"Lo berisik, Ren. Gue lagi pusing habis dari kantor bokap, dan suara ketawa lo bikin kuping gue panas," ujar Gala dengan suara rendah yang mengancam.

Gala kemudian menoleh ke arah Kella yang masih terduduk di lantai. Ia tidak membantunya berdiri.

Sebaliknya, ia menyambar kerah baju Kella dan menariknya berdiri dengan kasar—tapi Kella bisa merasakan bahwa tarikan itu sebenarnya menopang berat badannya agar ia tidak terjatuh lagi.

"Masuk ke gudang. Bersihin baju lo. Lo bikin gue malu dilihatin orang karena penampilan lo yang kayak gembel begini," bentak Gala di depan semua orang.

Kella menunduk, pura-pura ketakutan. "Maaf, Tuan..."

Gala mendorong Kella ke arah gudang peralatan olahraga yang berada di sudut area kolam. Begitu pintu gudang tertutup dan mereka berada di dalam, Gala langsung melepaskan cengkeramannya.

Ia segera mengambil botol air mineral yang ia sembunyikan semalam di balik pelampung dan memberikannya pada Kella.

"Minum," perintahnya, kali ini tanpa nada kasar.

Kella meminum air itu dengan rakus. Napasnya mulai teratur kembali. "Terima kasih... Tadi kamu hampir kelepasan, Gala. Reno bisa curiga."

Gala bersandar di pintu gudang, dadanya naik turun dengan cepat. "Gue nggak tahan liat dia ngetawain lo kayak gitu setelah apa yang gue denger di kantor bokap gue tadi. Mereka itu sampah, Kella. Semuanya."

Gala menatap tangan Kella yang gemetar. "Gue nemuin sesuatu di kantor. Ayah gue berencana menghancurkan sisa-sisa bangunan panti asuhan itu minggu depan. Dia mau ngilangin semua bukti fisik kalau tempat itu pernah ada."

Kella terbelalak. "Tapi... bukannya masih ada beberapa anak di sana yang direlokasi?"

"Dia nggak peduli. Dia mau semuanya rata dengan tanah. Kita harus bergerak lebih cepat dari yang gue bayangin," Gala mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih. "Kartu memori itu... lo masih simpan?"

"Ada di tas sekolahku. Aman."

"Bagus. Malam ini, jangan ke kafe. Gue bakal jemput lo di kontrakan jam dua pagi. Kita bakal ke panti asuhan itu."

Kella menatap Gala dengan ragu. "Jam dua pagi? Itu berbahaya, Gala. Kalau ada penjaga atau orang suruhan ayahmu..."

"Itulah gunanya gue jadi anak Alangkara," Gala menyeringai pahit. "Gue tahu celah keamanannya. Dan gue tahu di mana mereka biasanya naruh dokumen fisik yang belum sempat didigitalisasi."

Gala menatap pintu gudang, memastikan tidak ada yang menguping.

"Sekarang, dengerin gue. Setelah ini, keluar dari sini dan pura-puralah nangis. Bilang kalau gue habis bentak-bentak lo di dalem. Jangan kasih mereka alasan buat mikir kalau kita lagi ngerencanain sesuatu."

Kella mengangguk. Ia mengusap matanya hingga terlihat sembab, lalu perlahan membuka pintu gudang. Ia keluar dengan bahu bergetar, melewati Reno yang masih menatap Gala dengan bingung.

Gala keluar tak lama setelahnya, memasang kembali kacamata hitamnya dan berjalan pergi tanpa kata-kata, seolah-olah ia baru saja melakukan sesuatu yang sangat menjijikkan di dalam sana.

...

Sore Harinya – Rumah Kontrakan Kella

Kella duduk di lantai kamarnya yang sempit. Di depannya, ada beberapa foto Gabriel yang ia simpan di bawah kasur. Ia menatap wajah Gabriel yang tersenyum di foto itu—sebuah senyum yang kini ia sadari sangat mirip dengan senyum Gala yang jarang terlihat.

"Kita akan melakukannya, Biel," bisik Kella.

Ia mulai mempersiapkan diri. Ia memakai jaket hitam gelap dan celana kargo yang memudahkan pergerakan. Di dalam hatinya, ada ketakutan yang luar biasa, namun ada juga tekad yang lebih besar. Ia sadar bahwa perjalanannya dengan Gala baru saja memasuki babak yang sangat krusial.

Jika di sekolah Gala adalah perundungnya, maka di kegelapan malam nanti, mereka akan menjadi pencuri kebenaran di tanah mereka sendiri.

Kella tahu, setiap luka yang ia terima di sekolah adalah harga yang harus ia bayar untuk sebuah pembalasan yang manis.

.....

1
𝐈𝐬𝐭𝐲
menarik...
𝐈𝐬𝐭𝐲
hadir thor semoga ceritanya gak putus di tengah jalan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!