Menceritakan tentang 2 gadis bersaudara dimana dia adalah seorang anak yang di hidupi oleh pengusaha yang sangat kaya raya dan setiap pesaing kalah bisnis dari orang tua nya selalu saja mereka ingin selalu menjatuh kan orang tua Cahya dan Megy....
" Cahya kamu janji ya, akan membalaskan kedua orang tua kita" kata Megy sembari mengelap air mata adik nya yang menetes di pipi.
"Oke, gue janji kak, lu juga janji ya, kak? Ucap Cahya sembari berhenti menangis.
Cahya sekarang usiamu muda, kamu bisa ikut ke medan perang! Di sana kamu bisa mempelajari ahli beladiri apa saja? Kata Megy dengan serius.
Baiklah kak, gue akan pergi dulu! Titip ayah ya? Ucap Cahya.
Apakah orang tua nya akan jatuh atas segala yang dilakukan penjahat..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebit S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Kombinasi Cahya dan Megy
Cahya yang baru saja selesai memiting leher Andre hingga tewas kemudian langsung menyeret Andre untuk menyembunyikan jasad Andre yang tidak jauh dari jasad Pramono.
Lalu Cahya segera melepas baju Andre yang badannya sama dengan Cahya kemudian memasang baju yang dikenakan oleh Andre kemudian cahya membuka tas yang ada pada Andre lalu mencukur rambut Andre dan digunakan Cahya untuk di jadikan kumis dan jenggot tipis-tipis.
Lalu Cahya dengan mengendap-endap melihat disekitar aman.
Cahya langsung berjalan ke halaman Markas tapi tiba-tiba saja Cahya di teriaki oleh salah satu brandal yang lain berjaga dia bernama Allei.
Allei pun, berkata."Eeeh Bro! Lu habis dari mana aja sih gue cari tadi nggak ada?"
Cahya, lalu menjawab dengan suara diberatkan lalu, berkata.''emmmm. ini tadi gue habis dari toilet, ya.. bener dari toilet bro?"
"Oh gitu, ya udah kita langsung jaga aja bro nanti ada penyusup masuk, bisa kita langsung hajar dan kita panggil teman-teman kita yang lain?" Ucap Allei yang seger berjalan ke arah gerbang ingin menuju ke gerbang.
Sementara ditempat lain segera muncul rombongan pengintai Megy, Tono dan Toni yang sedang berjalan mengendap-endap kemudian berkumpul dan berhenti.
"Tono, gimana nih? Lu udah ketemu dimana jejak Megy lewat menuju arah markas kita?" Kata Toni yang segera mendekati sebuah gang tempat Tono berada.
Lalu Tono pun menjawab."ya, nggak tahu nih belum ngelihat sama sekali jejak Megy, Ton!"
Sementara ditempat jalanan gang lain Megy yang banyak darah ditubuhnya kemudian segera berjalan mencari tempat untuk berganti baju dan mengobati semua luka-lukanya yang habis berkelahi dengan Lukas dan Joni.
Lalu Megy berkata."permisi, bang?"
"Aaaaahh setan!" Jawab Paijo seorang pedagang baju di pinggir jalan sembari ingin lari ketika melihat penampilan Megy.
"Ssst... Bang! Saya bukan setan bang? Saya sebenarnya pengen beli baju bang?" Ucap Megy sembari melihat baju-baju yang terpajang digantungan.
"Mbak? Maaf saya pikir hantu yang dibunuh tragis tadi? Habis berdarah-darah gitu? Emang kenapa sih mbak, kok bisa luka-luka gitu?" Tanya Paijo sih pedagang baju.
"Tadi itu saya pengen jalan, eh tiba-tiba aja ada yang mencoba merampok saya, untung aja saya dibantuin oleh orang yang baik jadi selamat, walaupun saya terluka bang?" Kata Megy menjelaskan dengan cerita palsu untuk tidak mengatakan yang sebenarnya.
"Wah kasihan banget, untung mbaknya nggak dibunuh? Sebelah sini mbak, baju yang casual siapa tau mbak suka dengan baju yang keluaran baru nih?" Kata Paijo sembari menunjukkan baju yang motif dan gaya terbaru.
"Oh yang mana bang? Boleh tuh kebetulan banget saya pengen baju salinan sekalian untuk ganti juga?" Kata Megy sembari mengikuti Paijo yang berjalan kearah baju-baju wanita.
"Bang disini bisa bayar dengan tf gak? Saya nggak ada uang cash nih bang? Belum sempat ambil uang di ATM tadi, mana udah sore lagi?" Kata Megy sembari menjelaskan kepada Paijo karena tidak memegang uang yang cash.
"Bisa mbak, tapi di tf lewat akun DANA? Tapi kalau di Atm saya nggak bisa karena saya belum urus di bank mbak?" Ucap Paijo sembari mendekati gantungan baju yang model terbaru.
"Oh ya nggak apa-apa bang? Di akun DANA aja, saya tf sekarang ya! Berapa harga baju dan celana yang pendek gini?" Kata Megy sembari menunjuk model baju yang feminim mirip dengan baju ala celana pendek dan atasan sangat menonjolkan dada dan punggung indah Megy ketika dipakai oleh Megy.
"Saya beli yang ini, yang ini dan yang ini ya bang, berapa harga semua nya bang?" Kata Megy sembari memberikan celana dan baju menjadi tiga style dan bermacam-macam model baju dan celananya.
"Yang ini harga nya 75000 untuk celananya, kalau bajunya cukup 45000 aja mbak? Jadi 120000 dikalikan tiga mbak jadi total 360000 ribu mbak?" Kata Paijo penjual baju sembari mengembalikan kalkulator untuk menjumlahkan harga totalnya.
"Oh ya berapa nomor DANA nya, bang?" Kata Megy sembari mengeluarkan Hp yang ada disakunya.
"0856XXXXXXXX udah dicatatkan mbak?" Ucap Paijo lalu memasukkan kembali Hp nya disaku.
"Tunggu bang, saya Tf dulu? Tuh bang udah masuk belum, coba di periksa?" Kata Megy sembari memberikan layar ponsel menunjukkan bukti kirim.
"Oh ya bener, udah masuk mbak! Makasih ya mbak! Kalau mau langsung di ganti nanti bajunya, ada disana ruangan ganti nya mbak?" Kata Paijo sembari menunjuk kesebuah ruangan yang masih tertutup oleh gorden.
Lalu paijo kembali ke tempat Ia berjaga menunggu pembeli.
"Ya bang, makasih!" Jawab Megy lalu segera berjalan keruang ganti.
Tidak lama kemudian Megy yang sudah berganti pakaian menunjukkan keindahan badannya yang cantik serta kemolekan tubuhnya bagaikan seperti pemain film resident evil.
Megy terlihat sangat enerjik dan sangat terlihat semakin menawan dengan postur tubuhnya proporsional.
Tidak lama setelah itu Megy segera masuk kembali keruangan ganti baju Ia pun segera berdandan sebentar memasak lipstik tipis dan bedak tipis.
Tidak lama kemudian setelah itu Megy segera berjalan keluar dari toko pakaian.
Megy kemudian, berkata."Bang, makasih ya?"
"Ya, sama-sama mbak, makasih ya?" Jawab Paijo sih Penjual Baju sembari melenggang pergi dari tokoh.
Lalu tidak lama di pinggiran jalan ada Tono dan Toni yang sedang berjalan celingukan melihat kejalanan gang sekitar saat Megy pergi dari tokoh tetapi tidak mengenali Megy yang sudah berdandan dan berganti baju.
Saat Megy melintas menatap rombongan Tono dan Toni yang sedang celingukan melihat dijalanan tetapi Megy merasakan kalau mereka pasti komplotan Lukas dan Joni.
Megy kemudian bergumam didalam hati,"gue yakin, orang yang celingukan itu pasti sama dengan pria yang waktu itu gue bunuh?"
Lalu Megy melenggang pergi di gang. Sementara Tono dan Toni melanjutkan perjalanan menuju kearah keramaian lalu berjalan menuju kesebuah gang.
Mereka tidak menyadari kalau Megy sedang mengawasi gerak gerik mereka.
Tidak berapa lama setelah itu Megy memutuskan untuk langsung berjalan meninggalkan tempat itu.
Megy lalu, berkata."dari pada gue berurusan dengan mereka, mending gue langsung aja ke markas tempat ayah disekap?"
Setelah beberapa menit lamanya Megy berjalan akhirnya Ia tiba di sebuah gedung tua yang ada di pinggiran jalanan Kota.
Dengan mengendap-endap Megy berjalan menuju ke arah gedung tetapi baru saja Megy ingin berjalan memasuki gedung kemudian Megy melihat ada seorang penjaga yang sedang lalu lalang melihat ke area sekitar.
Dengan pelan-pelan Megy segera bersembunyi disemak-semak pojokan.
Begitu Megy berada disemak-semak langsung melihat jasad yang tersembunyi disana.
Kemudian Megy berkata."loh, ini kok ada mayat, apa ini ulah Cahya yang udah membunuh mereka, tapi kemana Cahya kok nggak liat sembunyi disini? Apa dia sedang nyamar ya, karena jasadnya tanpa baju ini?
ini seperti isi teks yang langsung up tapi mungkin lupa di edit lagi tanpa di kroscek
padahal isi ceritanya cukup oke