Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.
Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16 - Cerita Dita
Kini Dita dalam perjalanan pulang. Ia duduk di sebelah Kemal yang sedang menyetir. Sedangkan Safea duduk di kursi belakang mobil dan asyik bermain boneka.
Tatapan Dita tertuju keluar jendela. Dia jadi teringat dengan segala hal yang terjadi. Terutama saat dirinya memutuskan pergi dari hidup Rangga.
Kala itu Dita pergi meninggalkan desa secara diam-diam. Ia berhutang melalui pinjaman online untuk membayar hutang pada Pak Tejo, sehingga Dita tak perlu menjadi istri ke empat lelaki tersebut.
Dita membayar hutang pada Pak Tejo langsung dengan bunganya tanpa bertatap muka. Sehingga lelaki itu tidak bisa mengancam atau memaksanya untuk menikah.
Setelah itu Dita sengaja memutus kontak dari Rangga. Ia meninggalkan desa dan pergi ke kota. Dita hidup dalam bayang-bayang hutang setiap hari. Dia bekerja keras dengan cara menjadi penyanyi. Dita bahkan tak selalu menyanyi dangdut. Dia kadang juga bernyanyi di cafe.
Sampai suatu hari saat job menyanyi sedang sepi, Dita terpaksa mencari kerjaan baru. Dia akhirnya menemukan kerjaan dengan gaji besar. Yaitu menjadi pengasuh seorang bayi yang baru berusia lima bulan. Gajinya begitu fantastis bagi Dita sehingga dirinya tak perlu berpikir dua kali.
Namun tentu orang yang ingin mendapat kerjaan jadi pengasuh itu ada banyak. Jadi Dita punya banyak saingan.
Untungnya keberuntungan memihak Dita kala itu. Karena dari puluhan pelamar, dia yang dipilih oleh Safea. Bayi itu terus tersenyum saat bersama Dita dan selalu menangis saat dengan yang lain.
Akibat terlalu dekat dengan Safea, dia pun dipanggil mama oleh anak tersebut. Banyak orang yang sebenarnya ingin menjodohkan Dita dan ayahnya Safea, Kemal. Akan tetapi sepertinya keduanya sama-sama tidak tertarik. Kemal sendiri masih belum move on dengan mendiang istrinya. Tak jarang dia menangis sendirian di kamar.
Sama halnya seperti Kemal, Dita juga sering menangis meratapi kehidupannya. Dia bahkan selalu memandangi foto orang yang dirinya rindukan. Sampai pernah beberapa kali Kemal memergokinya. Sehingga lelaki itu tahu tentang foto orang yang dipandangi Dita.
"Apa kau memikirkannya? Harusnya tadi kau minta nomor teleponnya," celetuk Kemal.
"Nggak perlu. Dia sepertinya sudah punya seseorang," sahut Dita. Ingatan saat Rangga bicara pada seorang gadis cantik, terus terulang dalam benak. Ia menyimpulkan kalau gadis itu adalah pacarnya Rangga.
"Beruntungnya..." gumam Dita.
"Hah? Siapa yang beruntung?" tanya Kemal yang tak sengaja mendengar.
"Tidak. Bukan apa-apa," jawab Dita cepat.
...***...
Air mata Clarisa tumpah saat mendengar apa yang terjadi pada Pak Alun. Ia tak menyangka lelaki yang sudah dianggapnya seperti ayah sendiri itu telah tiada.
"Apa kau tahu? Ada gosip yang beredar dan mengatakan kalau kau selingkuhan Pak Alun. Gara-gara itu juga sepertinya istrinya Pak Alun sedang menyiapkan surat cerai," ungkap Rangga.
Clarisa menggeleng sambil terus terisak. "Justru istrinyalah yang selingkuh, Mas... Pak Alun yang cerita sendiri sama aku. Katanya istrinya selingkuh sama atasannya. Aku sebenarnya sudah menyuruhnya untuk bercerai, tapi Pak Alun tidak melakukannya karena anak..."
Rangga terkejut saat mendengarnya. Dia menemukan plot twist dibalik plot twist. Meski tak tahu apakah yang dikatakan Clarisa benar atau tidak, namun jika itu dari Pak Alun, Rangga yakin cerita itu benar.
Mata Rangga berkaca-kaca. Ia terdiam seribu bahasa. Dirinya semakin marah atas apa yang telah terjadi pada Pak Alun. Kecurigaan lantas timbul dalam benaknya kalau kemungkinan istrinya terlibat dengan orang yang membunuh Pak Alun.
udahlah gk mau aku jodoh"in lg,kumaha km we lah rangga rek dua" na ge teu nanaon,kesel
Untuk Dita & Astrid harus nyadar diri bahwa cinta tak harus memiliki & harus merelakan bahwa mereka berdua adalah masa lalu bukan masa depan Rangga & mereka berdua harus nyadar diri mereka gak bersih kelakuanya = Rangga 😄