NovelToon NovelToon
Rahasia Prajurit Li

Rahasia Prajurit Li

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Kehidupan Tentara / Romansa / Fantasi Wanita
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

Dikorbankan kepada dewa di kehidupan sebelumnya, Yun Lan kembali hidup sebelum semuanya hancur. Kali ini, ia punya kekuatan setara sepuluh pria dan satu tujuan: melindungi ayahnya dan menolak takdir.
Untuk mencegah ayahnya kembali ke medan perang, ia menyamar menjadi pria dan mengambil identitas ayahnya sebagai jenderal. Namun di tengah kamp prajurit, ia harus menghadapi panglima Hong Lin—tunangannya sendiri—yang selalu curiga karena ayah Yun Lan tak pernah memiliki putra.
Rebirth. Disguise. Kekuatan misterius. Tunangan yang berbahaya.
Takdir menunggu untuk dibalik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16.Kamp perbatasan timur.

Gerbang Timur Kamp Perbatasan berdiri seperti dinding batu yang menelan cakrawala.

Tinggi.

Kokoh.

Dingin.

Kayu tebal berlapis besi itu dipenuhi bekas goresan waktu dan perang. Bendera kekaisaran berkibar pelan di atasnya, terdorong angin kering dari padang terbuka di luar hutan.

Yun Lan menghentikan Paman Hitam beberapa langkah sebelum pos jaga.

Ia menatap gerbang itu lama.

Tempat ini…

Dalam kehidupan sebelumnya, adalah alasan ayahnya pergi meninggalkan keluarga untuk selamanya.

Tempat di mana ayahnya menerima perintah.

Tempat di mana semuanya mulai berjalan menuju kematian yang tidak bisa ia hentikan.

Yun berdiri di sampingnya, kini tampak jauh lebih “manusia” dengan pakaian sederhana dan sikap yang sengaja dibuat tunduk.

“Ini tempatnya?” tanyanya pelan.

Yun Lan mengangguk.

Tatapannya tidak goyah.

“Apa pun yang terjadi di dalam, jangan banyak bicara.”

Yun mengangguk cepat.

“Sebagai pelayan, aku akan diam seperti bayangan.”

Yun Lan turun dari kuda.

Ia merapikan pakaiannya.

Pakaian pria sederhana yang sengaja ia kenakan sejak meninggalkan desa. Rambutnya diikat tinggi hanya di hias tusuk konde perak berbentuk unik dari ibunya sebelum pergi. Wajahnya tembem. Posturnya tegap.

Ia terlihat seperti pemuda desa bertubuh gemuk yang berniat menjadi prajurit.

Tidak ada yang akan mengira…

Ia memiliki kekuatan yang bisa merobohkan lima pria sekaligus.

Dua prajurit jaga di gerbang menatap mereka curiga.

“Berhenti!”

Yun Lan berhenti.

Ia mengeluarkan gulungan titah kekaisaran dan plakat kayu berukir lambang Jenderal Li dari dalam tasnya.

“Aku datang membawa titah kaisar. Dan plakat Jenderal Li.”

Salah satu prajurit jaga terkejut melihat plakat itu.

Mereka saling pandang.

“Tujuan kedatanganmu?”

“Aku ingin bertemu dengan komandan yang bertugas.”

Tatapan prajurit itu turun naik menilai Yun Lan.

Lalu menoleh pada Yun yang berdiri sedikit membungkuk di belakang.

“Dan dia?”

“Pelayan.”

Prajurit itu mendengus pelan.

Tapi melihat plakat jenderal, ia tidak berani banyak bicara.

“Tunggu di sini.”

Gerbang kecil di samping dibuka.

Yun Lan dan Yun dipersilakan masuk ke halaman luar pos jaga.

Suasana di dalam kamp berbeda.

Bau besi.

Bau keringat.

Bau kuda.

Dan suara latihan prajurit di kejauhan.

Yun Lan merasakan sesuatu di dadanya mengencang.

Pertama kali dia berdiri di kamp tersebut.

Sebagai anak jenderal yang bertekad mengantikan ayahnya.

Yun berdiri di sampingnya, memperhatikan semuanya dengan mata yang terlalu penasaran.“Apa kamu bisa hidup di kelilingi para pria,” bisiknya.

“Diam,” jawab Yun Lan pelan.

Beberapa saat kemudian—

Langkah berat terdengar mendekat.

Seorang pria bertubuh gemuk, tinggi, dengan lengan kiri terbungkus perban tebal, berjalan keluar dari bangunan utama.

Wajahnya keras.

Sorot matanya tajam.

“Siapa yang membawa plakat Jenderal Li?”

Yun Lan melangkah maju.

“Aku.”

Komandan itu berhenti di depannya.

Ia adalah Komandan Zhou.

Dan Yun Lan langsung mengenalinya.

Salah satu prajurit suplai yang ia selamatkan dari perampokan di jalan.

Tapi jelas…

Komandan Zhou tidak mengenalinya.

Bagaimana mungkin?

Saat itu wajah Yun Lan tertutup kain. Gerakannya terlalu cepat untuk dilihat jelas.

“Jenderal Li di mana?” tanya Zhou tegas.

“Sakit. Tidak bisa melakukan perjalanan kemari.”

Zhou mengerutkan alis.

“Titah kaisar jelas. Jenderal Li diminta memimpin langsung pasukan di perbatasan.”

Yun Lan menyerahkan gulungan titah.

Zhou membukanya.

Membaca cepat.

Lalu menatap Yun Lan lagi.

“Lalu kau datang ke sini untuk apa?”

“Aku datang sebagai penggantinya. Sebagai prajurit baru.”

Hening.

Zhou menatapnya dari kepala sampai kaki.

Yun lan terlihat dimatanya seperti anak manja, dengan perut buncit yang menandakan suka makan.

Yang itu bisa merepotkan semua anggotanya, dalam penilaian sekilas komandan Zhou. Yun lan pria lambat, hanya tahu membesarkan perutnya saja.

Lalu tertawa pendek.

“Kau?”

Tatapannya merendah.

“Kau bahkan terlihat seperti babi hitam,yang belum tentu pria cekatan.”

“Tapi aku kuat dan berusaha untuk belajar menjadi tangguh,” jawab Yun Lan tenang. “Aku datang untuk mengantikan ayahku,walaupun bukan seorang jenderal tapi aku akan belajar untuk menjadi jenderal besar seperti ayah .”

Zhou menggeleng.

“Kami tidak membutuhkan prajurit baru. Apalagi tampang seperti mu, pasti menyusahkan kami.”

“Aku tidak mengaku menggantikan posisinya. Hanya menggantikan kehadirannya.”

Kalimat itu membuat Zhou semakin kesal.

“Ini pembangkangan terhadap titah kaisar. Jenderal Li menolak datang, lalu mengirim anak ingusan sebagai pengganti?.Memangnya dia pikir ini kita disini main perang-perangan seperti di tempat kalian.”

Yun Lan tidak menjawab.

Zhou menoleh pada prajurit jaga.

“Siapkan kuda. Aku akan mengirim laporan langsung ke istana. Jenderal Li akan dianggap menolak perintah kaisar,dan pastinya akan mendapatkan hukuman.”

Yun Lan menggenggam tangannya pelan.

Tapi wajahnya tetap tenang.

Yun di belakangnya menatap situasi itu dengan mata menyipit.

Zhou menoleh kembali.

“Kau. Pergi dari kamp ini. Kami tidak menerima orang seperti—”

Kalimatnya terhenti.

Tatapannya membeku di satu titik.

Di rambut Yun Lan.

Tepatnya…

Tusuk rambut perak kecil yang menahan ikatan rambutnya.

Benda itu sangat sederhana.

Tapi bentuk ukirannya unik.

Lengkungan kecil seperti sayap burung.

Zhou menatapnya lama.

Alisnya perlahan mengerut.

Yun Lan menyadari tatapan itu.

Tapi tidak bergerak.

Zhou melangkah mendekat.

Lebih dekat.

Matanya menyipit.

“Tusuk rambut itu…”

Yun Lan tidak menjawab.

Ingatan Zhou berputar cepat.

Jalan tanah.

Kereta suplai.

Perampok.

Sosok bertopeng.

Dan kilatan perak kecil di rambut orang itu saat ia bergerak cepat seperti bayangan.

Jantung Zhou berdetak lebih keras.

Ia menatap Yun Lan lagi.

Postur tegap, gemuk.

Mustahil.

Tapi…

Tusuk rambut itu.

Ia tidak mungkin salah.

“Aku pernah melihat itu,” gumamnya pelan.

Yun Lan tetap diam.

Zhou menatapnya dalam.

“Di jalan suplai… beberapa hari lalu.”

Sunyi.

Prajurit jaga saling pandang bingung.

Yun menahan napas tanpa sadar.

Zhou melangkah lebih dekat.

Sangat dekat.

“Di rambut orang yang menyelamatkan kereta suplai kami.”

Jantung Yun Lan berdetak satu kali lebih keras.

Tapi wajahnya tidak berubah.

Zhou menatap matanya.

Mencoba membaca sesuatu.

“Kau…”

Nada suaranya berubah.

Tidak lagi meremehkan.

Lebih hati-hati.

“Siapa kau sebenarnya?”

Yun Lan menjawab tenang.

“Calon prajurit. Anak Jenderal Li.”

Zhou terdiam lama.

Lalu menoleh pada prajurit jaga.

“Batalkan laporan itu dulu.”

Prajurit itu terkejut.

“Komandan?”

“Batalkan.”

Zhou kembali menatap Yun Lan.

Tatapannya kini berbeda.

Lebih tajam.

Lebih waspada.

“Masuk.”

Yun Lan tidak bergerak.

Zhou berkata lagi, lebih pelan.

“Bukannya kamu ingin seperti jenderal Li, ayahmu.”

Yun Lan hanya berkata singkat.

“Benar.”

Zhou menatapnya beberapa detik.

Lalu berbalik.

“Ikut aku.”

Yun Lan berjalan mengikutinya.

Yun di belakang, masih berusaha terlihat seperti pelayan yang tidak tahu apa-apa.

Di sepanjang jalan menuju bangunan komando, para prajurit melirik mereka.

Beberapa berbisik.

Beberapa menatap heran pada Yun yang berpakaian aneh.

Zhou berhenti di depan ruangan kayu besar.

Beberapa detik dirinya diam, mengamati Yun lan.

Sepertinya dia tidak suka menyombongkan diri dengan kemampuannya, untuk sementara aku akan menilainya. pikirnya.

Ia menoleh pada Yun Lan.

“Kalau begitu siapa nama mu?.”

Yun Lan menatapnya.

“Li yun lan, komandan!.”

“Baik, prajurit Li. tapi dia—.”ucap komandan Zhou sambil menatap Yun.

“Dia adalah pelayan ku, dia juga bisa menjadi prajurit seperti ku. ”

“Sayang sekali, wajah tampan seperti itu jadi prajurit.kamu yakin dia pelayan?. ”

“Sebenarnya Yun orang yang saya tolong saat perjalanan kemari, dan dia tidak memiliki keluarga, rumah. jadi aku membawanya bersamaku sebagai pelayan. ”

“Disini tidak boleh ada pelayan, biarkan Yun menjadi prajurit seperti mu atau pembantu prajurit yang lain. ”

“Terimakasih.”ucap Yun sambil menunduk hormat.

Zhou mengantarkan Yun dan Yun lan berkeliling kamp, memberitahu tempat tinggal mereka yang baru.

1
Nurhasanah
suka bangett cerita mu thor .... rajin2 up ya thor semangattt 🥰🥰🥰💪💪💪💪
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
kau bukan tidak berguna tapi kau terlalu berharga untuk anak yang sudah kau besarkan Jendral Li
Nurhasanah
makin seru .. semangatt thor 🥰🥰🥰
Nurhasanah
lanjut thor ... semangattt 💪💪💪🥰🥰🥰🥰
Nurhasanah
karya bagus gini semoga banyak yg baca ya thorr semangatt ... suka bangett ceritanya 🥰🥰🥰🥰🥰
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir dulu aku
azka aldric Pratama
hadir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!