NovelToon NovelToon
Dua Kesayangan CEO Dingin

Dua Kesayangan CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ra za

Zivara Amaira adalah gadis yatim piatu yang tinggal bersama paman dan bibinya. Tempat yang seharusnya menjadi perlindungan justru berubah menjadi luka. Sebuah fitnah yang direncanakan oleh sepupunya membuat Zivara harus pergi. Tanpa diberi kesempatan membela diri, Zivara diusir dan dipaksa menelan hinaan atas kesalahan yang tak pernah ia lakukan.

Di sisi lain, Arga Aksara Wisesa adalah pria dingin dan misterius, yang tak memikirkan cinta. Ia hanya fokus pada pekerjaan dan keponakan kecilnya yang harus kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan setahun yang lalu.
Dua jiwa yang berbeda dipertemukan oleh takdir. Namun masa lalu, ambisi orang-orang di sekitar mereka, dan rahasia yang perlahan terkuak mengancam kebahagiaan yang baru saja tumbuh.
Akankah cinta mampu menyembuhkan luka yang terlalu dalam, atau justru membuka pintu bagi pengkhianatan yang lebih menyakitkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra za, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Sudah Punya Pilihan

Kabar kepulangan kedua orang tua Arga ke tanah air rupanya cepat menyebar. Steven adalah salah satu orang yang langsung mengetahuinya. Mendengar hal itu, niat lama yang sempat tertunda kembali menguat di benaknya.

Di ruang kerja rumahnya, Steven menutup map di hadapannya, lalu menoleh pada sang istri.

“Ma, bagaimana kalau malam ini kita berkunjung ke rumah Arga?” ucap Steven pelan namun penuh perhitungan.

“Papa dengar orang tuanya baru tiba siang tadi.”

Diana tersenyum tipis, jelas sudah menangkap maksud suaminya.

“Itu ide bagus, Pa. Kita bisa minta bantuan Nicholas untuk membujuk Arga kembali menanam saham di perusahaan kita.”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada semakin yakin.

“Sekalian saja kita sampaikan niat menjodohkan Arga dengan Julia. Kita semua berteman dekat. Papa dan Mama Arga pasti setuju kalau Arga menikah dengan Julia.”

Steven mengangguk pelan.

“Kamu benar, Ma. Sudah waktunya kita turun tangan sendiri.”

“Baik,” sahut Diana antusias.

“Setelah makan malam, kita langsung ke sana.”

Malam itu, di kediaman Arga, suasana terasa hangat. Setelah makan malam, Arga, kedua orang tuanya, dan Luna berkumpul di ruang keluarga. Luna duduk di antara kakek dan neneknya, sesekali tertawa kecil mendengar cerita lama.

“Arga,” panggil Melani tiba-tiba.

“Besok siang, Mama ingin kamu menjemput Vara. Ajak dia ke sini.”

Luna langsung menoleh cepat.

“Luna ikut, Om!” katanya tanpa menunggu jawaban.

“Luna ikut ke mana?” tanya Arga, meski sebenarnya ia sudah tahu.

“Ya ikut Om jemput Kak Vara,” jawab Luna dengan mata berbinar.

Arga menghela napas pelan.

“Iya, iya. Besok pagi kita jemput dia,” ucap Arga akhirnya.

Ia tahu percuma menolak, permintaan ibunya sudah cukup sulit ditolak, ditambah Luna yang selalu antusias jika menyangkut Vara.

Melani dan Luna saling berpandangan, lalu tersenyum kecil seolah memiliki rahasia bersama.

Nicholas memecah keheningan.

“Arga, bagaimana hubunganmu dengan Julia sekarang? Apa kalian masih berteman baik?”

Arga terdiam sejenak sebelum menjawab.

“Tidak, Pa. Ternyata kebaikannya selama ini hanya topeng.”

“Iya, Kek,” sahut Luna tiba-tiba.

“Tante Julia cuma baik kalau ada Om. Kalau Om tidak ada, Tante Ju jahat sama Luna.”

Ia lalu menambahkan dengan nada polos,

“Beda sama Kak Vara. Ada atau tidak ada Om, Kak Vara selalu baik sama Luna.”

Melani menoleh tajam ke arah Arga.

“Benar begitu, Arga?”

“Benar, Ma,” jawab Arga mantap.

Melani dan Nicholas saling bertukar pandang. Mereka benar-benar tidak menyangka perempuan yang selama ini terlihat lemah lembut itu ternyata perempuan licik.

“Lalu apa yang kamu lakukan?” tanya Nicholas lagi.

“Tidak mungkin kamu hanya memutuskan pertemanan, bukan?”

Arga pun menceritakan semuanya, tentang sikap Julia pada Luna dan keputusan tegas yang ia ambil terhadap keluarga Julia.

Nicholas mengangguk pelan setelah mendengar penjelasan itu.

“Papa setuju dengan tindakanmu.”

Percakapan mereka terhenti ketika Bi Wina masuk dengan wajah hati-hati.

“Maaf, Tuan,” ucapnya sopan.

“Di luar ada tamu. Tuan Steven dan istrinya.”

Suasana mendadak berubah hening.

Nicholas bangkit sedikit dari duduknya.

“Suruh mereka masuk,” ucapnya singkat.

“Baik, Tuan,” jawab Bi Wina sebelum keluar dari ruangan.

Melani segera menoleh ke Luna.

“Luna, sayang, kamu masuk ke kamar dulu, ya. Nanti Nenek menyusul.”

Melani tak ingin Luna mendengar pembicaraan selanjutnya. Ia tahu betul apa maksud kedatangan kedua orang tua Julia.

Tanpa banyak bertanya, Luna mengangguk patuh.

“Iya, Nek.”

Ia pun berjalan menuju kamar, ditemani Bi Rina, meninggalkan ruang keluarga yang kini dipenuhi ketegangan yang tak terucap.

Dan di balik pintu yang tertutup, sebuah rencana lama siap kembali dijalankan—meski kali ini, segalanya tak lagi sesederhana yang Steven dan Diana bayangkan.

---

Tak berapa lama kemudian, terdengar suara yang begitu familiar di telinga Nicholas.

“Nicho! Sudah lama sekali kita tidak bertemu.”

Suara itu terdengar bersemangat, seolah tak pernah ada jarak di antara mereka. Nicholas tersenyum tipis, lalu bangkit dari duduknya untuk menyambut kedatangan teman lamanya.

“Steven,” sapanya singkat namun tetap sopan.

Bukan hanya Steven, Diana pun tak kalah antusias menyapa Melani.

“Melani, kamu semakin cantik saja,” ucap Diana sambil tersenyum lebar.

“Bagaimana kabarmu?”

“Terima kasih atas pujiannya, Diana,” jawab Melani tenang.

“Aku baik-baik saja, seperti yang kamu lihat.”

Obrolan ringan tentang kabar masing-masing sempat mengisi ruangan. Namun Arga yang sejak tadi berdiri di dekat sofa tampak tak berminat ikut serta.

Ia melangkah maju dan berkata singkat,

“Ma, Pa, aku permisi ke atas dulu.”

Tanpa sedikit pun menyapa Steven maupun Diana, Arga langsung berbalik dan melangkah pergi. Ia sama sekali tidak tertarik mendengar maksud kedatangan orang tua Julia. Ia percaya penuh pada kedua orang tuanya.

Nicholas hanya membalas dengan anggukan kecil, mengiringi kepergian Arga dengan tatapan tenang.

Steven yang menerima sikap dingin itu merasa tersinggung. Namun mengingat niat yang telah ia rencanakan sejak dari rumah, ia berusaha keras menahan emosinya dan tetap menjaga sikap.

“Silahkan duduk,” ucap Nicholas datar.

Steven dan Diana pun duduk berhadapan dengan Nicholas dan Melani di sofa besar ruang keluarga.

Tak lama kemudian, pelayan datang menyuguhkan minuman dan kue kering, lalu pergi meninggalkan ruangan.

“Nicho,” Steven membuka pembicaraan.

“Selain ingin bertemu denganmu, aku juga ingin menyampaikan sesuatu. Aku butuh bantuanmu.”

“Bantuan apa?” tanya Nicholas, pura-pura tak tahu, meski sebenarnya ia sudah bisa menebak tujuan Steven.

Steven menarik napas sejenak.

“Beberapa waktu lalu, Arga memutuskan hubungan kerja dan menarik seluruh sahamnya dari perusahaanku.”

Nicholas mengangkat alisnya tipis.

“Kalau begitu, pasti ada alasan kuat di balik keputusan itu. Arga tidak mungkin bertindak tanpa sebab.”

“Itu hanya salah paham,” jawab Steven cepat.

“Arga mengira Julia memarahi Luna, padahal kenyataannya tidak seperti itu.”

Nicholas dan Melani saling berpandangan, lalu tersenyum tipis, senyum yang sama sekali tidak menunjukkan simpati.

“Aku berharap kamu bisa membujuk Arga agar kembali bekerja sama dan menanamkan sahamnya lagi di perusahaan,” lanjut Steven.

“Seharusnya urusan pribadi tidak perlu disangkutkan dengan bisnis.”

“Ia hanya salah paham,” tambah Steven buru-buru.

“Kamu kan tahu, Nico. Julia itu anak tunggal. Dia tidak paham bagaimana menghadapi anak kecil.”

Steven lalu tersenyum penuh perhitungan.

“Lagipula, bagaimana kalau kita menyatukan Arga dan Julia? Pasti Arga bisa membimbing Julia.”

Kali ini Nicholas tak lagi diam. Wajahnya mengeras, suaranya tegas.

“Hanya salah paham, katamu?”

“Kamu bilang Julia tidak paham menghadapi anak kecil karena ia anak tunggal.”

Nicholas menatap Steven tajam.

“Lalu bagaimana dengan cucuku, Steven? Anak kecil yang sudah kehilangan kedua orang tuanya?”

Steven terdiam. Kata-katanya seakan tersangkut di tenggorokan.

“Dan soal menyatukan mereka,” lanjut Nicholas tanpa melembutkan nada.

“Aku tidak yakin Julia bisa dibimbing seperti yang kamu katakan.”

Ia bersandar ke sofa, lalu berkata dengan jelas,

“Maaf, Steven. Aku tidak bisa membantumu. Arga tahu apa yang ia lakukan. Dan satu lagi, Arga sudah memiliki pilihannya sendiri.”

Ucapan itu membuat Steven dan Diana terkejut.

“Pilihan sendiri?” Diana menyela cepat.

“Siapa dia? Dari kalangan apa? Apakah dari kelas atas seperti kita? Kalian sudah mengenal baik keluarganya?”

“Kami belum tahu,” jawab Melani dengan tenang dan santai.“Tapi kami percaya pada pilihan Arga. Dia tidak mungkin memilih sembarang orang.”

Melani berhenti sejenak, lalu melanjutkan,

“Lagipula, bukan hanya Arga yang harus dipikirkan. Ada Luna yang menjadi prioritasnya. Soal latar belakang, kami tidak mempermasalahkannya.”

Tatapannya menajam.

“Yang terpenting, perempuan itu bisa menerima Luna dengan sepenuh hati. Bukan karena ada maksud lain.”

Sindiran itu jelas terasa. Steven dan Diana sadar harga diri mereka seperti direndahkan, namun mereka tak berani membantah lebih jauh.

Tak lama kemudian, keduanya pamit pulang dengan perasaan kecewa dan malu.

Saat mereka hendak melangkah keluar, Nicholas memanggil mereka.

“Steven,”

“Aku ingatkan satu hal, jangan pernah berpikir melakukan sesuatu yang justru akan merugikan kalian sendiri.”

Nicholas berpesan seolah ia tahu apa yang akan terjadi.

1
merry
ia pgl om ikutan pglnn Luna 😄😄😄 biasa knn bgtuu ibu iktinn ank ya pgl om kcuali dblkng ank br pgl nama 😄😄😄
Ranasela
seruu banget kakm😍
erviana erastus
pasti si julia
erviana erastus
batas cinta ya om 🤭
erviana erastus
maksud bertopeng kan persahabatan 🤣 satu keluarga matre
Rian Moontero
lanjoooott👍👍😍
erviana erastus
habis kau jalang
erviana erastus
giliran ada yg tulus sama luna dicurigai lah yg kek julia dipercaya ... kekx kecelakaan kakax arga ulah bapakx julia 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!