NovelToon NovelToon
Black

Black

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Mengubah Takdir / Romansa / Menyembunyikan Identitas / Penyelamat
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Black--- Seorang pria misterius yang menjadi pelindung bumi. Di balik pakaian hitam dan topeng hitam nya, tidak ada yang tau wajah nya. Kecuali satu--- Sang kekasih hati-- Evelyn Savana Alexa.

Sampai sebuah kasus tiba - tiba muncul yang memaksa Black harus turun tangan untuk menyelesaikan nya.. Kasus tentang kematian misterius yang tidak bisa di pecahkan oleh pihak detektif kepolisian terpaksa harus melibatkan Black.

Namun.. Apa yang terjadi jika pelaku dari kasus tersebut tiba - tiba memanggilnya. " Ayah!"

Rahasia apakah yang ada di balik kasus kematian para korban. Dan Siapakah sosok pelaku misterius itu? Apakah dia kawan atau lawan?

----------

Update Senin & Kamis... Setiap Update 3 Bab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelamatan

TAHUN 2047

Seorang gadis berparas menawan duduk anggun di kursi tunggu bandara, memancarkan aura ketenangan di tengah hiruk-pikuk penumpang yang berlalu-lalang. Rambut panjangnya terurai rapi, membingkai wajah ayu yang tampak fokus menatap layar gawai, sesekali tersenyum tipis yang menambah pesona alaminya. Gaya busananya yang modis namun santai, dipadukan dengan tatapan mata teduh, menciptakan siluet keanggunan yang kontras dengan suasana terminal yang sibuk dan dinamis.

Keheningan batinnya baru terusik ketika suara statis dari pengeras suara menggema ke seluruh penjuru ruangan, mengumumkan dengan nada formal yang dingin bahwa pesawatnya akan segera lepas landas dalam waktu lima belas menit. Mendengar itu, ia menarik napas panjang, sebuah senyum tipis—hampir tak terlihat—terukir di bibirnya seolah menyambut babak baru perjalanan yang menanti.

Dengan gerakan yang luwes dan penuh percaya diri, ia bangkit dari duduknya, merapikan sedikit pakaiannya yang tak sempat kusut, lalu mulai melangkah pergi. Di genggamannya, sebuah koper kecil terseret di belakangnya dengan suara roda yang ritmis, mengikuti langkah kakinya yang mantap namun santai menuju gerbang keberangkatan, meninggalkan jejak pesona yang masih tertinggal di kursi kosong yang baru saja ia tinggalkan.

My Love📩

Aku akan segera berangkat.

My Love✉️

Aku akan menjagamu.

Wanita itu tersenyum. Sebelum dia masuk ke dalam pesawat nya, dia mengirim pesan pada sangat kekasih.

Evelyn Savana Alexa--- duduk bersandar dengan anggun di kursi kabin, membiarkan jemarinya yang lentik beristirahat di atas pangkuannya sementara dunia di bawah sana perlahan mengecil menjadi mozaik awan yang memukau. Di balik balutan penyuara telinga yang melingkar, ia tampak tenggelam dalam simfoni pribadinya, menciptakan sebuah oase ketenangan di tengah dengung mesin pesawat yang konstan.

Sinar matahari yang menerobos masuk melalui jendela kecil di sampingnya membasuh wajahnya dengan cahaya keemasan, menonjolkan garis rahang yang halus dan bulu mata lentik yang sesekali bergetar saat ia memejamkan mata menikmati melodi. Ada aura misterius sekaligus menenangkan dari caranya menyesap kedamaian di ketinggian ribuan kaki, seolah-olah musik yang ia dengarkan adalah jembatan yang menghubungkan jiwanya dengan cakrawala luas yang membentang tanpa batas di luar sana.

Namun, ketenangan itu pecah secara halus ketika tiga puluh menit berselang ia beranjak dari kursinya menuju kamar mandi di bagian belakang kabin. Saat jemarinya menyentuh pintu lipat yang dingin, langkahnya terhenti seketika; di balik celah sempit dan pantulan cermin remang-remang koridor pesawat, matanya menangkap sesuatu yang tidak seharusnya ada di sana—sebuah detail ganjil yang merobek seluruh rasa amannya dan membisikkan bahwa ada rahasia gelap yang sedang ikut terbang bersamanya di dalam burung besi itu.

Pria misterius----- Kau yakin waktunya tepat? Sekali timer nya menyala, semua akan hancur!"

Suara seorang wanita berpakaian pramugari tampak gemetar tapi dia menyembunyikan itu di balik auranya. " Tuan, tolong pelankan suara Anda. Penumpang lain sudah tidur. Bom itu aman di bawah kursi 12F? Saya sudah memastikannya tidak terlihat."

"Kalo begitu, " Suara misterius. " Kita harus bersiap."

Di sana, seorang pramugari dan seorang pria asing berbicara dengan nada rendah yang dipenuhi ketegangan tentang bom yang telah terpasang rapi di bawah salah satu kursi penumpang. Mereka tidak sadar akan kehadirannya yang mencuri dengar. Evelyn--- tetap mematung dengan ekspresi wajah yang datar sempurna, seolah hanya sedang menikmati sisa perjalanan.

Tanpa sedikit pun kepanikan yang terlukis di matanya, jemarinya bergerak tenang merogoh tas tangan, lalu mengeluarkan sebuah alat kecil dengan satu tombol hitam yang dingin. Sambil tetap menatap lurus ke jendela, ia menyentuh permukaan tombol itu—sebuah alat komunikasi tersembunyi yang menghubungkannya langsung dengan seseorang di luar sana.

"Bodoh!!" Umpat Evelyn, dia kembali ke kursi nya dan memejamkan mata dengan tenang seolah bom itu hanyalah sebuah permainan anak kecil baginya.

Di tengah keheningan laboratorium yang hanya diisi oleh dengung rendah mesin sentrifugasi, Profesor Sky masih terpaku pada mikroskopnya. Jemarinya yang terampil baru saja hendak menggeser preparat ketika keheningan itu terobek oleh pekikan tajam dari ponselnya—sebuah nada khusus yang seharusnya tak pernah berbunyi.

Jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat layar; itu adalah sinyal darurat satelit dari pesawat yang ditumpangi kekasihnya. Seketika, dinding-dinding ruang penelitian yang biasanya menjadi tempat paling aman baginya, kini terasa seperti penjara yang memisahkan dirinya dari badai yang sedang dihadapi sang belahan jiwa di angkasa.

Tanpa membuang waktu untuk melepas jas putihnya, ia melangkah lebar menuju sebuah dinding rak buku yang tersembunyi. Di balik pintu baja yang terbuka perlahan, sebuah setelan berwarna hitam pekat berdiri tegak di balik kaca kedap udara, lengkap dengan topeng yang seolah menatap balik ke arahnya, siap untuk mengubah sang akademisi menjadi sosok yang paling ditakuti para penjahat.

Itu adalah ciri khas nya untuk menyembunyikan identitas yang sebenarnya. Dia bukan lagi seorang cendekiawan di menara gading. Langit-langit laboratorium terbuka, angin kencang bertiup masuk, dan ia, berubah menjadi kilatan hitam, melesat dengan eksplosif menuju langit tempat kekasihnya terperangkap.

Suasana tenang di dalam kabin seketika pecah menjadi kegaduhan yang luar biasa saat sesosok bayangan melesat sejajar dengan jendela pesawat, membelah awan dengan kecepatan luar biasa. Para penumpang mulai berteriak histeris, beberapa menempelkan wajah ke kaca dengan mata terbelalak menyaksikan pahlawan super itu terbang tepat di samping mereka.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika sosok tersebut melompat dan menghantam dinding pesawat; suara logam yang terkoyak menggelegar layaknya ledakan kecil, memicu kepanikan massal dan tangis ketakutan.

Namun, di tengah keriuhan itu, sang pahlawan beraksi dengan presisi yang menakjubkan. Alih-alih membiarkan dekompresi udara menyedot apa pun keluar, ia menggunakan kekuatannya untuk secara instan menyegel area yang rusak, memastikan tekanan kabin tetap stabil dan tidak ada satu pun penumpang yang terancam bahaya fisik. Saat ia mendarat dengan mantap di lorong kabin, aura ketenangan terpancar dari gerakannya, mengubah teriakan ketakutan menjadi gumaman haru dan takjub karena mereka tahu bahwa keselamatan telah tiba.

"Black?!"

"Apa yang Black lakukan disini?"

"Tidak mungkin dia datang ke sini hanya untuk merusak pesawat!"

"Pasti ada sesuatu!"

"Apa kita dalam bahaya?!"

Di bagian tengah pesawat, guncangan itu menjadi lonceng kematian bagi rencana busuk yang sedang berjalan. Seorang teroris yang tadinya bersiap memicu peledak dan seorang pramugari yang menjadi kaki tangannya langsung pucat pasi.

Ketegangan yang mereka bangun dengan dingin seketika hancur oleh kehadiran yang tak terduga; jemari sang teroris bergetar hebat di atas pemicu, sementara sang pramugari yang tadinya tampak sigap melayani, kini hanya bisa terpaku dengan mata terbelalak ketakutan. Mereka yang tadinya merasa memegang kendali penuh atas maut, kini tercekik oleh kepanikan luar biasa saat melihat sosok penyelamat berdiri tegak di hadapan mereka.

Tanpa memberi jeda sedetik pun, Black melesat dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, langsung menerjang sang teroris dengan serangan yang presisi dan mematikan. Dengan kekuatan fisik yang luar biasa, Black mengunci setiap pergerakan lawan, memastikan pria itu sama sekali tidak memiliki celah untuk melarikan diri apalagi meraih pemicu bomnya.

Jerit histeris para penumpang pecah memenuhi ruangan, menciptakan kepanikan massal saat mereka menyaksikan pertarungan hidup dan mati di antara kursi-kursi pesawat yang kini menjadi saksi bisu.

Suasana  tegang di dalam pesawat mencapai puncaknya saat Black berhasil melumpuhkan sang teroris. Tiba-tiba, sosok wanita yang sangat ia kenali muncul—kekasihnya, berjalan anggun menembus kepanikan sambil menjinjing sebuah koper berisi bom. Tanpa keraguan, ia melemparkan beban mematikan itu kepada Black, sebuah isyarat kepercayaan bahwa hanya pahlawannya yang mampu menghentikan bencana ini.

Black menangkap koper tersebut, berbalik, dan melemparkannya keluar melalui kaca jendela yang retak akibat hantamannya. Detik berikutnya, bola api raksasa meletus di angkasa. Meski ledakan itu berada sangat dekat, aura magis Black menyelimuti seluruh badan pesawat, menciptakan perisai tak kasatmata yang menjaga setiap penumpang tetap aman di kursi mereka.

Mata semua penumpang terbelalak, ada yang menutup mulut mereka dengan tangan saking syok nya. Kini mereka tau bahwa nyawa mereka yang hampir melayang telah di selamatkan oleh sosok pahlawan di balik topeng hitam itu.

BERSAMBUNG

1
gaby
Ntar kalo Elvira pny anak jgn dikasih nama Elvis y thor, makin puyeng
gaby
Namanya agak bikin bingung, beberapa mirip, Elmira, elvira, Eveleyn. Ga ada nama lain apa, bikin puyeng
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gaby
Mantap crazyup nya thor. Smangat👍👍
gaby
Bukannya anak Rodrigo dah mati di bunuh Elvira di toilet mall. Tp ko Vania msh hdp?? Kan vania anak Rodrigo
ROGUES POINEX: Yang di bunuh Elvira anak dan Istri dari Menteri Pertahanan
total 2 replies
gaby
Msh misteri, kebahagiaan siapa yg akan mreka hancurkan?? Karena yg kliatan lg bahagia cm Sky & Evelyn. Apa mreka mau menghancurkan kebahagiaan ortu mreka sendiri??
gaby
Kayanya critanya lbh seru dr kisah Angel & Langit di Judul sebelumnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!