NovelToon NovelToon
Lelaki Manipulatif

Lelaki Manipulatif

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Duda / Berbaikan
Popularitas:32
Nilai: 5
Nama Author: Silviriani

Guno adalah seorang pria yang hidupnya berubah drastis dalam semalam. Istri tercintanya meninggal dunia akibat ledakan gas tragis di rumah mereka. Kejadian itu mengubah status Guno dari seorang suami menjadi duda dalam sekejap.

Sebagai seorang guru yang dikenal berdedikasi tinggi, Guno dikelilingi oleh siswa-siswi berprestasi yang baik dan simpatik. Saat kabar duka itu tersebar, seluruh penghuni sekolah memberikan simpati dan empati yang mendalam. Namun, di tengah masa berkabung itulah, muncul sebuah perasaan yang tidak biasa. Rasa peduli Guno yang semula hanya sebatas guru kepada murid, perlahan berubah menjadi obsesi terhadap seorang siswi bernama Tamara.

Awalnya, Tamara menganggap perhatian Guno hanyalah bentuk kasih sayang seorang guru kepada anak didiknya yang ingin menghibur. Namun, lama-kelamaan, sikap Guno mulai membuatnya risih. Teman-teman Tamara pun mulai menyadari gelagat aneh sang guru yang terus berusaha mendekati gadis itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silviriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Razia

Guno kesal karena Tama meninggalkan nya seorang diri di restaurant nasi goreng Simpang. Akhirnya mau tak mau Guno pulang sendirian dengan mobilnya yang tidak memiliki penumpang.

" Padahal kurang baik apa coba gue traktir dia, kok bisa-bisanya dia sia-siakan kebaikan gue? Ya emang sih berbagi itu harus tapi kan gue bisa pesan yang baru buat dua bocah itu, ah! " Guno memukul setir yang sedang dipegangnya.

Brugh!

Di tengah kemarahannya tiba-tiba handphone Guno berbunyi.

Tring!!!!

" Siapa lagi?! "

Pun tangan Guno merayap ke handphone-nya yang tersimpan di dashboard, setelah handphone itu dipegangnya, dia melihat ke layar bahwa ternyata yang menelpon Guno, Bu Etik.

" Ngapain, tumben nelpon gue? "

Dan Guno mengangkat telepon itu.

" Ya, kenapa? "

" Pak Guno di mana, kata teman saya bapak tadi makan sama Tama di nasi goreng Simpang? Saya on the way ke sana nih mau gabung "

" Halah! Telat Bu, saya sudah di jalan mau pulang "

" Loh cepat sekali, saya balik lagi dong! "

" Ya masa saya yang balik lagi ke sana Bu? "

" Nggak apa-apa sekalian kencan kan saya janda "

Guno hanya bisa tersenyum ketika Bu Etik bilang begitu, mungkin karena Guno masih kesal dia jadi kepikiran Tama. Tiba-tiba Guno memberitahu Bu Etik soal grup yang diikuti Tama yaitu grup yang membahas Bu Etik! Dia ceritakan dari a sampai z, tidak satu kata pun dia lewatkan. Bu Etik yang mendengar itu marah, cacian makian terlontar dari mulutnya.

" Dasar anak kurang ajar sudah di didik tidak tahu malu, besok saya akan menghukumnya! " Ujar Bu Etik.

" Jangan langsung dihukum Bu! Tanya dulu baik-baik anaknya, lihat dulu handphone-nya kalau langsung main hukum nanti saya ketahuan dong kalau saya yang bocorin semuanya, nanti saya nggak akan dipercaya lagi sama mereka dan rahasia nggak akan kebongkar! "

" Saya tuh kesel pak, kurang apa sih saya dalam mendidik mereka?! Kunci jawaban untuk try out siapa yang ngasih? Saya! Supaya nilai mereka pada bagus! "

" Kesel marah boleh Bu, tapi ibu tanya baik-baik dulu, lihat dulu handphone-nya "

" Baik, saya nanti akan coba! "

" Kalau mau menghukum mereka kasih tahu saya ya Bu, biar saya tambahin supaya mereka jera! "

" Ya! "

Kemudian telepon itu dimatikan oleh Bu Etik, Guno yang mendengar Bu Etik marah dan akan menghukum mereka salah satunya Tama, tentu hati Guno tak sabar ingin melihat keesokan harinya. Senyum merekah kembali terlukis di wajah Guno " Dan bersiaplah sayang, kemarahan menantimu! " Ucap Guno sembari fokus melihat jalanan.

**************************

Di ruang kelas yang sinarnya dimasuki cahaya matahari baik dari sisi kanan kiri, membuat pembelajaran Bu Etik hawanya sedikit panas, gerah, berkeringat. Selain karena materinya yang susah Bu Etik juga agak sedikit sensi ketika siswa bertanya atau tidak mengerti dengan pelajarannya.

Dan secara tiba - tiba beliau mengumumkan razia handphone dikelas itu, tepatnya kelas Tama! Semua siswa saling pandang dan ini dijadikan momen terpenting untuk Guno yang ternyata sedari tadi sudah mengintip dari balik jendela kelas.

" Ada apa Bu, tiba - tiba razia handphone? " Tanya ketua kelas.

" Tidak ada apa - apa saya hanya ingin memeriksa pergaulan kalian! Ketua kelas kumpulkan, ambil dari yang paling belakang! "

Tama terkejut, kenapa harus dari belakang? Tidak biasanya Bu Etik seperti itu, dia ingin menghapus beberapa pesan yang kurang mengenakan jika terbaca oleh beliau di whatsappnya tapi... Ketua kelas sudah berdiri disampingnya sembari mengadahkan tangan untuk menerima handphonenya.

Sedikit berbisik Tama bilang " sebentar, aku mau hapus beberapa pesan... tak akan lama " namun ternyata Bu Etik memperhatikannya " Tidak ada hapus pesan, cepat kumpulkan! " Bu Etik membentak Tama didepan seluruh siswa kelas. Mau tak mau Tama menekan tombol power lalu diberikan ke ketua kelas.

Dengan jantung yang sudah berdegup kencang Tama berdo'a agar privasinya tidak terbuka, mata Tama melihat ke siswa - siswa yang memberikan handphonenya ke ketua kelas. Sampai akhirnya semua handphone berhasil terkumpul dan disimpan dimeja Bu Etik!

" Katanya ada anak yang membuat grup untuk membicarakan saya, apakah itu benar? " Bu Etik pandangannya menyebar ke seluruh siswa.

Beliau melihat ekspresi siswa satu persatu,

" Sebenarnya saya tidak perduli kalian mau bilang apapun soal saya, toh tidak membuat saya kaya. Saya makan juga hasil kerja keras sendiri tidak minta kepada kalian, hanya saja saya ingin tahu sampai mana kalian berani mencela saya " Bu Etik menatap Tama.

Tangan Bu Etik meyusuri handphone yang sudah dijajarkan diatas meja guru. Sekali, dua kali, tangan itu ke kiri ke kanan seperti sedang mencari titik penyebab Bu Etik bisa semarah ini.

Sampai akhirnya tangan Bu Etik mendarat di handphone berwarna abu gelap.

" Milik siapa ini? " Tanya Bu Etik mengacungkan handphone itu.

Pun salah satu siswa mengacungkan tangannya, ternyata itu milik Iqbal.

" Saya Bu! "

" Kedepan kamu! "

Iqbalpun menurut, dia maju kedepan

" Buka passwordnya! "

Ditekannya kata sandi hingga terbuka akses menuju percakapan pribadi milik Iqbal. Handphone itu dikasihnya oleh Iqbal kepada Bu Etik dan beliau langsung meluncur mencari sesuatu yang diinginkannya.

Dan hasilnya tidak ada apa - apa,

" Nih, selamat kamu! "

" Iya Bu " ucap Iqbal.

Kemudian tangan Bu Etik kembali meraih satu handphone, diacungkan lagi seperti tadi.

" Punya siapa ini? "

" Punya saya bu! "

Itu handphone milik Tama dan dia pun maju ke depan.

" Buka passwordnya! "

Tama bersedia membuka kata sandi handphone miliknya dan ini menjadi momen greget untuk Guno.

Setelah terbuka handphone itu diberikan kepada bu Etik.

" Ini Bu "

Wajah Bu Etik sudah merah padam, tangannya pun sudah tidak sabar ingin mengetahui kebenaran yang selama ini membuatnya menjadi marah besar.

Namun sepertinya....

Bu Etik tidak menemukan apa - apa, keningnya mengerenyit jari jemarinya juga seperti memastikan tapi, hasilnya nihil!.

Nafas Bu Etik bergemuruh kemudian secara perlahan matanya menatap wajah Guno yang beberapa kali mengangguk pada bu Etik.

Sadar tidak ada apapun didalamnya, Bu Etik memberikan handphone itu kepada Tama.

" Nih! "

Tama yang dibuat dag dig dug sedari tadi langsung bernafas lega sembari mengusap dadanya lalu dia menerima handphone-nya.

Tama duduk kembali ke bangkunya, Guno melihat Tama beberapa kali mengecek pesan whatsappnya lalu setelahnya handphone Tama disimpan kedalam saku roknya.

Guno membalikkan badan membelakangi kelas Tama " kok bisa tidak terjadi apa - apa? Padahal kemarin jelas banget grupnya ada disana! " Guno menggaruk - garuk kepalanya lalu pergi ke kantor guru.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!