Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.
Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.
Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.
Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lorong
Nathan menatap langit yang seolah mulai meredup. Terlihat Raja Kala Gemet sudah berkeliling untuk melihat semua yang akan dikerjakan.
Saat bersamaan, tanpa sengaja ia melihat Sena yang sibuk membawa sayur-mayur dengan gerobak besar menuju dapur umum.
Ia terdiam, lalu menatap dengan intens, dan memindai tubuh sang gadis.
"Dia masih gadis. Mengapa bisa terlewat?" ucapnya dengan nada penekanan, lalu menoleh ke arah Kael.
Kael yang ditatap oleh sang Raja terdiam, lalu menundukkan kepalanya.
"Tangkap dia untukku! Aku melihatnya memikiki lekuk tubuh yang jauh lebih indah dari gadis lainnya. Mengapa ia ada disini, bukan diruang tahanan dan menjadi salah satu selirku!"
"Maaf, Paduka Raja, saya akan menangkapnya dan membawanya kepada Raja."Kael menjawab dengan patuh.
"Cepat bawa ia kepadaku. Aku melihatnya memilik aura kasih yang sangat manis dan penuh pesona." Raja Kala Gemet sangat licik, dan ia merasa kesal mengapa gadis seperti Sena bisa terlewat begitu saja.
"Baik Paduka Raja," Kael menoleh ke arah Sena, lalu bergerak mendatangi gadis yang terlihat kumal pada pakaian dan penampilannya.
Raja Kala Gemet tersenyum smirk, ia tak dapat menahan rasa penasarannya, dan ingin segera mendapatkan sang gadis.
Langkah Kael begitu sangat tegap, sebab ia bukan lagi manusia, tetapi mutasi Siluman Kerbau.
Saat bersamaan, Nathan melihat Kael yang sedang berjalan dengan langkah cukup cepat menghampiri Sena. Seolah ia tak ingin kehilangan jejak sang gadis "Apa yang akan dilakukannya pada Sena?" pemuda itu semakin khawatir, dan ia merasa was-was.
Ketika perasaannya tak menentu, Axel dengan perutnya yang masih terburai datang menghampirinya.
"Apa yang kau lihat? Gadis itu? Ya, dia sangat menarik, dan sulit didekati. Bahkan aku sudah lama ingin mencicipinya, tetapi ia sangat keras kepala."
Nathan merasa sangat panas telinganya. Ia tidak menduga, jika Axel adalah orang yang licik.
Selama mereka berteman, ternyata ia sangat manipulatif sekali.
Bahkan dalam kondisi mutasi, ia mengeluarkan sifat aslinya, memperlihatkan bagaimana buruknya hati dan sikap yang ia miliki.
Nathan masih menahan segala emosinya. Ia tak ingin mengambil tindakan gegabah, sebab ada banyak orang yang akan ia selamatkan.
Setelah puas mengejeknya, Axel mengulas senyum seringai. "Kau kerjakan saja pekerjaanmu, atau aku akan mencambukmu! Dan nikmatilah kesengsaraanmu, gadismu yang cantik akan segera diacak-acak oleh sang Raja. Ia akan mende-sah untuk pertama kalinya."
Hati Nathan terasa sangat sakit, tentu saja terbakar api cemburu, tetapi ia berharap jika Sena dapat menjaga dirinya, sebab gadis itu bukan lemah.
Saat bersamaan, ia melihat Karl yang mencengkram pundak Sena, dan membuat gadis itu terkejut.
"Ikutlah, Raja menginginkanmu!" Kael menatap Sena dengan tatapan yang berbeda.
"Aku tak mau! Mengapa memaksa!" Sena menepis cengkraman pada pundaknya, dan bergerak mundur.
"Aku tak punya pilihan!" Kael menangkap pundak sang gadis lalu dengan gerakan yang cepat mengangkat tubuh sang gadis dan membekapnya.
"Hem, Hem, Hem," pekik Sena dengan suara tertahan saat Axel mencoba membawanya pergi. Ia berusaha memberontak, tetapi Jhony justru membantu membawa gadis malang itu.
*****
Braaaaaak
Tubuh Sena dilemparkan di sebuah ruangan yang kosong. Tidak ada tawanan disana, hanya ada dirinya saja.
Kael dan Jhony pergi meninggalkannya, setelah membawanya ke dalam tahanan.
"Aaaaargh," Sena meringis kesakitan. Ia tak mengira harus kembali lagi ke tempat ini, tempat yang sangat ia takutkan.
Saat bersamaan, Raja Kala Gemet datang menghampirinya. Tatapannya sangat liar, dan ia melangkah dengan lamban ke arah Sena.
"Aku melihatmu sangat berbeda diantara yang lainnya, mengapa kau bisa berada didapur umum?" tanya sang Raja dengan langkah yang semakin mendekat.
Sena merasa sangat bergidik, ia sangat tak suka jika sosok harus menjamahnya.
"Kau terlalu cantik untuk diabaikan," ungkapnya dengan tatapan yamg semakin berbinar.
Ketika jarak mereka semakin dekat, sosok itu berjongkok dihadapan sang gadis, menatapnya dengan sangat dalam.
Ia meraih dagu sang gadis, lalu berusaha untuk menyesap bibirnya.
"Heh!" Sena memalingkan wajahnya, dan berusaha menolak cumbuan dari Sang Raja.
"Berani sekali kau menolakku? Aku akan membuat semua rekan-rekanmu musnah, jika kau mengabaikanku!" ucapnya dengan nada ancaman.
Deeeegh
Sena merasa takut. Sebab bagaimanapun, ia dan seluruh rekannya harus kembali pulang dengan selamat.
Ia memutar otaknya, mencari cara agar dapat mengulur waktu.
"Ijinkan aku untuk membersihkan diri. Tubuhku terlalu berdebu dan bau bawang," Sena mencari alasan.
Sosok Raja tersebut terdiam sesaat, mencoba memikirkan apa yang dikatakan oleh Sena.
Ia beranjak bangkit, lalu berdiri, sembari mengibaskan kain jarik yang dipasang dipinggangnya dengan lipatan menyerupai janur.
"Baiklah, ku tunggu kau malam ini, dan kau akan ditemani oleh para dayang, jangan mencoba untuk kabur, karena aku sudah mengenali aroma tubuhmu, kau tak kan lepas dariku," ancamnya pada Sena, dan ia berjalan keluar dari ruangan.
"Aku menunggumu diruang kamar, dan jangan sampai terlambat!" ia kembali menegaskan ucapannya, lalu pergi dengan langkah penuh harapan, dan saat bersaman, para dayang dalam wujud Siluman Kijang datang menghampirinya, dan menatapnya dengan datar.
"Cepatlah. Tidak semua gadis mendapatkan ke istimewaan dari Raja. Biasanya Paduka Raja akan membantah apa yang menjadi permintaan dari para gundiknya!" ucapan para dayang terdengar sangat datar, sepertinya ada unsur iri dalam setiap katanya.
Sena terdiam. Setidaknya ada hal yang harus ia pertimbangkan, dan semua itu demi agar bisa keluar dari tempat yang sangat misterius tersebut.
Gadis itu beranjak bangkit, dan ia bergerak pergi menuju tempat pemandian. "Dimana aku harus mandi?" tanya Sena dengan nada penuh selidik.
"Di Sendang Bidadari," jawab salah satu Dayang yang mengirinya dari arah belakang.
Sena terlihat berfikir. Bukankah Sendang Bidadari berada diluar Goa Istana? Bagaimana caranya ia agar bertemu Nathan? Tetapi sepertinya sang Raja sedang mengintainya dari arah yang lain.
"Dia harus mandi di Sendang Srengenge," tiba-tiba sang Raja meralat tempat mandi untuk Sena.
Saat bersamaan, sang selir yang datang dari arah depan menatap tak senang.
"Paduka Raja. Sendang Srengenge adalah tempat suci, tidak semua orang dapat mandi disana, mengapa kau mengijinkannya?" sang Selir merasa tak senang, sebab lebih men-spesialkan Sena dibanding dirinya dan orang lain.
Bahkan Sendang itu tidak sembarangan orang boleh mandi didalamnya, karena dijaga kesuciannya.
"Kamu jangan ikut campur, ini urusanku!" jawab Sang Raja, yang ternyata sudah tergoda dengan kecantikan Sena.
Melihat hal tersebut, ini adalah kesempatan bagi Sena untuk mencari celah dan menjadi sosok yang dapat memperdaya sang Raja.
Mendengar ucapan Raja Kala Gemet, Selir bertubuh Ular itu merasa kesal, dan pergi dengan amarah yang sangat besar.
kasihan yaa para keluarga nya yg kebingungan mencari keberadaan mereka semuanya 😔
Semoga Naura dan Kael serta Nathan bisa menemukan kitab kuno itu, sehingga mereka bisa bebas dari hutan Alas Purwo.. 🙏