Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.20
Elly sedang berada di ruangan ajaib nya itu, dan mengecek barang bagus disana yang bisa digunakan nya. Setelah itu, dia pun kembali keluar dan melihat kondisi di kediaman sang jendral. Elly juga tak lupa menukarkan penawar racun yang membuat nya tertarik. penawar itu juga, ampun menyembuhkan segala macam racun yang tersebar di bagian tertentu.
Elly hanya bisa melihat para pelayan mondar mandir saat ini, dan gadis itu pun langsung melangkah menuju ke sana. Dia memilih tempat yang sedikit sepi di lalui oleh orang orang disana.
"Nyonya jendral pasti sangat sedih sekarang." bisik bisik para pelayan itu.
Elly hanya diam, dan melihat kejadian apa yang membuat para pelayan sibuk mondar mandir saat ini. Dia tak melihat keberadaan bibi sare. Jadi dia tak tau harus bertanya kepada siapa. Kejadian apa yang terjadi sekarang.
Tak lama kemudian, beberapa iringan Kereta kuda berhenti tepat di gerbang kediaman sang jendral. bahkan beberapa penjaga langsung bersiap menuju ke gerbang kediaman dan langsung mengarah ke kereta kuda itu. Elly hanya melihat hal itu dari kejauhan. Dia juga melihat saudara kembar nya yaitu Ella yang tampak terlihat sedih.
Tatapan nya mulai bertanya tanya, tapi tak mungkin bertanya kepada para pelayan disana. Sebab mereka pasti tak akan perduli dengan keberadaan lady Elly. Perlakuan mereka juga seenaknya saja. terkadang Elly juga sering dihina oleh para pelayan rendahan itu, dan itu semua karena ibu dan juga Ella yang selalu menyiksa nya.
"Ada apa ini, kenapa mereka tampak nya sangat sedih. Apakah ada kejadian?" tanya nya dalam hati yang menerka nerka.
"ayah, aku tak percaya ayah akan terluka seperti ini." ucap lady Ella yang langsung memeluk ayah nya itu.
Benar saja, kepulangan jendral besar Wiliam yang mendadak membuat mereka kaget. apalagi kondisi jendral Wiliam yang cukup parah, bahkan banyak luka di sekitar tubuh nya. bahkan saat ini jendral Wiliam tak sadarkan diri nya. Seperti nya beliau memang mengalami hal yang buruk selama menjaga di perbatasan kota. Apakah terjadi sesuatu dengan ayah nya, Elly masih belum tau pasti.
"Hiks..ayah, bangun lah." ucap Ella yang menangisi ayah nya, yang saat ini langsung di bawa ke kamar kediaman sang jendral. Bahkan beliau juga belum sadarkan diri nya.
Di sana terlihat ibunya juga tak sadarkan diri nya. wajah nya terlihat lesu, dan langsung di bopong masuk ke dalam oleh para pelayan setia nya. Seperti nya dia tampak shock dan membuat Elly memutar bola matanya dengan malas.
"Oh, jadi jendral Wiliam saat ini terluka parah." gumam Elly yang tampak santai. Dia juga tak memanggil jendral besar Wiliam dengan sebutan ayah.
"Panggil tabib kerajaan!" teriak salah satu tangan kepercayaan sang jendral.
"Baik tuan."
Orang orang di sana tampak sibuk, dan Elly hanya diam sambil mengamati saja dari kejauhan. Bahkan dia mengeluarkan makanan ringan yang baru saja dia tukar dari ruangan penyimpanan nya. Menonton mereka yang terlihat sibuk, lebih seru menurut nya.
Ella yang melihat siluet Elly yang tampak santai, langsung menghampiri nya. tatapan nya benar benar murka, dan merasa semua ini pasti karena kesialan saudara kembar nya itu. Dia malah melimpahkan Masalah yang terjadi kepada Elly.
"Kau!" teriak Ella dengan penuh kemarahan.
"Kau berbicara dengan ku?" tanya Elly yang masih tetap diam dengan santai nya.
"Memang nya aku berbicara dengan tembok. Kau memang sangat bodoh. Pantas saja ibu selalu memarahi mu. Aku tak yakin kau saudara kembar ku." ucap gadis itu dengan penuh emosi.
"Hahahah, dulu aku memang terlalu bodoh. Hingga kalian terus saja menyiksa ku. Tapi itu dulu, dan sekarang aku bisa membalas kalian dua kali lipat." ucap nya sambil tersenyum smirk.
"Ini semua karena mu! Ini semua karena kau ayah tak sadarkan diri." ucap nya yang langsung menyalahkan Elly
Elly yang menangkap maksud dari kembaran nya itu, langsung tersenyum smirk. Dia tau, gadis itu pasti sengaja menyalahkan nya saat ini. Agar ibunya menghukum Elly.
"Apakah kau pikun, ah aku rasa ingatan mu mulai terganggu." ucap Elly dengan santai nya.
"Apa maksudmu!" bentak nya yang tak menerima ucapan dari saudara kembarnya itu.
"Ya maksud ku, kau sudah pelupa mungkin. perlu aku jelaskan, agar ingatan mu tajam kembali. ayah itu, ah maksud ku ayah mu itu tak sadarkan diri karena terluka. Dan tak ada hubungannya dengan ku. kenapa kau menyalahkan ku. Salahkan saja ayah mu, yang terlalu ceroboh itu!" ucap Elly dengan menahan emosi nya itu.
"Berani nya kau menghina ayah. Aku akan mengatakan kepada ayah tentang keburukan mu nanti!" ancam Ella yang berharap Elly akan mengemis kepada nya. Tapi sepertinya Ella terlalu berekspektasi tinggi, dia malah kaget melihat respon Elly yang tampak biasa dan tak takut dengan ancaman nya itu. biasanya gadis itu, akan memohon mohon dan mengatakan akan menuruti keinginan nya. Tapi sekarang dia malah terlihat santai, dan seolah tak perduli dengan ancaman nya itu.
"Silahkan! Aku tak takut. Kalau perlu beri tahu ibu mu juga. Jadi buat lah drama yang baru, untuk mengusir ku dari sini. Karena aku juga sudah tak sabar untuk pergi dari kediaman neraka ini!" ucap Elly yang langsung pergi tanpa memperdulikan Ella yang terlihat kesal kepada nya
"Sial! Kenapa dia semakin berani saja!" gumam nya dengan tatapan kesal. karena Elly biasanya akan menjadi bodoh, dan menuruti semua kemauan nya. Tapi sekarang, gadis itu tampak tak perduli. Dan acuh kepadanya. Bahkan berani melawan nya juga.
Elly Kembali ke paviliun nya, dan wajah nya terlihat di tekuk. Akibat rasa kesal nya itu. setelah berdebat dengan Ella, mood nya benar benar turun drastis. Dia juga butuh menjernihkan pikiran nya, agar tak sama dengan sifat Ella.
"Dia pikir dia siapa. gadis aneh, bisa bisa nya dia menyalahkan ku. memang semua yang ada di kediaman ini, sudah tidak waras. huft... aku benar benar tak betah tinggal di tempat terkutuk ini. karena laki laki itu pulang lebih awal dari rencana ku, maka aku harus menyelesaikan nya sekarang. agar bisa bebas dari jeratan mereka." gumam nya sambil memikirkan cara untuk keluar dengan tenang.
Sedangkan di kediaman sang jendral, paman Han tampak bingung dan juga cemas. Siapa yang telah menyakiti tuan nya itu, rasanya sangat aneh, tiba tiba tuan nya itu tak sadarkan diri. Pasti ada orang yang merencanakan ini semua.
"Tuan, bangun lah, aku berharap kau segera pulih. Dan aku berjanji akan menangkap pelaku nya nanti!" gumam nya dengan tekad yang kuat.
lanjut up yg banyak thor