NovelToon NovelToon
Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Identitas Tersembunyi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Jenar Karana harus mengejar para pembunuh yang telah mencelakai guru nya, Resi Mpu Tagwas dan membawa lari Mustika Naga Api milik Padepokan Pesisir Selatan. Menurut Resi Mpu Tidu, di kotak kayu yang menjadi tempat Mustika Naga Api ini tersimpan mengenai rahasia tentang dirinya.



Berbekal sepasang pedang pemberian eyang gurunya Maharesi Siwanata yang disebut sebagai Pedang Taring Naga dan Pedang Awan Merah serta ilmu kanuragan yang tinggi, Jenar Karana memburu gerombolan pembunuh itu yang konon katanya berasal dari Kerajaan Pajajaran.



Berhasilkah Jenar Karana melakukan tugasnya untuk merebut kembali Mustika Naga Api yang juga menyimpan rahasia jati diri nya? Temukan jawabannya dalam kisah RAJAWALI SAKTI DARI PESISIR SELATAN, tetap di Noveltoon kesayangan kita semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siluman Buaya Kali Gentan

Bunyi ranting kering yang patah semakin mendekat setelah teriakan Rakryan Pu Tungu diucapkan. Tak lama kemudian dari balik rimbun pepohonan, muncul empat orang perempuan cantik berpakaian minim. Saking minim nya pakaian mereka, payudara montok mereka nyaris tak bisa ditutup dengan kemben yang mereka kenakan. Apalagi jarit yang mereka kenakan diatas lutut, seolah-olah sedang memamerkan paha mulus mereka.

Melihat pemandangan indah ini, air liur Si Kundu dan Rakryan Pu Tungu hampir saja menetes saking menahan birahi yang tak tertahankan.

"Maafkan kami mengganggu ketenangan istirahat kalian Kisanak..

Tapi kami tidak punya pilihan lain selain mendatangi tempat ini. Kami sedang tersesat di hutan ini, tidak tahu arah jalan pulang", ucap salah seorang yang mengenakan kain kuning. Sepertinya ia adalah pimpinan dari keempat perempuan cantik itu.

Mata Jenar Karana menelisik keempatnya dengan hati-hati. Dia merasakan sesuatu yang tidak beres pada keempat perempuan cantik yang kini sedang menjadi pusat perhatian semua orang.

'Aku yakin keempat perempuan ini bukan perempuan yang sedang tersesat di hutan ini. Dimana letak keanehannya ya? ', batin Jenar Karana.

"Oh ru-rupanya se-se-eh sedang tersesat...

Sil-silahkan duduk d-d-disini N-n-nisanak. Tempat eh i-ini masih M-m-mampu untuk menampung k-kalian beristirahat kok.. ", jawab Rakryan Pu Tungu dengan ramah. Kecantikan dan pesona empat orang wanita cantik itu benar-benar membutakan matanya.

Keempat perempuan cantik itu segera duduk di dekat Jenar Karana yang masih tetap diam dan mengamati mereka dengan caranya sendiri. Ketampanan Jenar Karana yang tak kalah dari Dyah Rangga pun langsung menarik perhatian salah satu dari keempat perempuan cantik ini.

"Kisanak, aku perhatikan dari tadi kau hanya diam saja. Apa kau sedang sakit??

Aku Cempaka, sedikit mengerti tentang ilmu pengobatan. Bagaimana kalau aku memeriksa tubuh mu? ", rayu perempuan cantik berbaju kuning itu sambil mencolek dagu Jenar Karana.

Tentu saja hal ini membuat Bahula yang sedari awal sudah terpesona dengan perempuan cantik berbaju kuning itu langsung naik pitam. Dia mengepalkan tangannya erat-erat melihat perempuan cantik itu berusaha mendekati Jenar Karana.

'Brengsek! Kenapa Si keparat Jenar itu yang didekati dewi pujaan hati ku?! Sial! Ini tidak boleh dibiarkan terjadi', rutuk Bahula dalam hati.

"Eh Nisanak untuk apa mendekati pengawal rendahan seperti dia?

Lebih baik Nisanak memeriksa kesehatan Gusti Rakryan Pu Tungu. Ia pimpinan kami, Nisanak tidak akan rugi jika dekat-dekat dengan beliau", ujar Bahula yang membuat Rakryan Pu Tungu langsung memberikan jempol pada Bahula.

"Dia?!

Kecuali pangkat nya, tidak ada yang bisa menarik perhatian ku. Tampangnya saja pas-pasan begitu, sudah begitu bicaranya gagap. Dimana menariknya coba? Lebih baik aku dekat-dekat dengan si ganteng ini, lebih mempesona dan menantang hihihihi", jawab Cempaka yang langsung membuat Rakryan Pu Tungu tersinggung.

"K-k-kau.... !!!

"Apa k-k-kau hah?! Kalau jelek seharusnya sadar diri, tidak perlu sok-sokan berkuasa. Tampang jelek mu membuat ku mual.. ", kembali Cempaka menghina Rakryan Pu Tungu.

Si Kundu dan Gelarsena hampir saja tertawa terbahak bahak mendengar hinaan Si Cempaka. Mereka sekuat tenaga menahan tawa sampai harus membungkukkan badan.

Rakryan Pu Tungu yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa amarah, langsung mencabut keris pusaka di pinggangnya hendak membunuh Cempaka. Tapi tangan Dyah Rangga dengan cepat mencekal nya. Rakryan Pu Tungu hendak protes tapi tatapan mata tajam Dyah Rangga langsung membuatnya tak berani berkutik.

Dyah Rangga yang sedari tadi memperhatikan setiap gerak gerik Jenar Karana, melihat pemuda tampan ini sedang mengamati keempat perempuan cantik itu. Dia ingin tahu apa yang sebenarnya sedang dilakukan oleh murid Padepokan Pesisir Selatan itu.

Mata Jenar Karana tertuju pada sebuah tusuk konde di rambut Cempaka. Itu sama dengan keempat perempuan lainnya. Sebuah motif ular nampak terukir pada tusuk konde perak ini. Jelas ini adalah sebuah tanda penting. Maka iapun segera meraih tusuk konde perak itu dan sebuah hal diluar nalar pun terjadi.

Hooooaaaaaarrrrrrggggghhh!!!

Cempaka menjerit kesakitan dengan suara aneh. Kejap berikutnya, tubuh mulusnya pun berubah menjadi kasar mirip dengan sisik buaya. Melihat hal ini, Jenar Karana melesat cepat mencabut semua tusuk konde perak di ketiga perempuan cantik lainnya dan hal serupa dengan yang dialami oleh Cempaka pun langsung terjadi.

Mereka berempat berubah menjadi sesosok manusia setengah buaya dengan kulit berwarna hijau tua dan bersisik kasar. Hal ini membuat rombongan pengawal pribadi Dyah Rangga pun langsung menjauh dari mereka dengan bersiaga.

"Bajingan kau anak muda!!

Kau berani melepas penghalang kutukan yang kami alami. Hoarrrhh, aku pasti akan memangsa mu hidup hidup!!! ", teriak Cempaka yang kini sudah berubah sepenuhnya menjadi manusia setengah buaya.

" Rupa-rupanya kalian adalah para siluman buaya penghuni Kali Gentan yang ingin mencari mangsa dengan menyaru sebagai wanita cantik.

Semuanya, Hati-hati! Jangan lengah.. ", peringat Jenar Karana segera.

" Hooooaaaaaarrrrrrggggghhh..!!!

Hari ini kalian semua akan menjadi mangsa kami. Kantil, Mawar dan Kenanga!! Bunuh mereka semua!! ", teriak Cempaka memberikan perintah.

Ketiga manusia setengah buaya itu langsung menyerang para pengawal pribadi Dyah Rangga. Pertarungan antara mereka pun segera berlangsung.

Kulit keempat perempuan setengah buaya itu sangat keras. Pedang dan tombak para pengawal pribadi Dyah Rangga tak sanggup menggores ny. Jadi meskipun gerakan mereka kaku dan lambat, tetapi mereka berempat mampu membuat 18 orang pengawal Dyah Rangga termasuk Bahula dan Limbu Jati harus mati-matian mempertahankan nyawa mereka.

Chhrrraaaaaannnggg chhrrraaaaaannnggg!!

Dhhaaassss....!

Gelarsena terhuyung-huyung mundur setelah sabetan ekor Cempaka menghajarnya. Meskipun sempat menyilangkan gagang tombak pendek nya, pengikut setia Wanapati itu masih juga terlempar sejauh 2 tombak.

Melihat lawannya jatuh, Cempaka langsung melompat sambil membuka mulutnya lebar-lebar hendak menerkam Gelarsena hidup-hidup. Saat itulah, Jenar Karana menghadang dengan Pedang Taring Naga nya.

Chhrrraaaaaannnggg...!!!

Kekuatan Pedang Taring Naga mampu menahan terkaman Cempaka. Perempuan setengah buaya itu semakin murka dengan kemunculan Jenar Karana dan terus mendorong mulutnya hingga Jenar Karana tersurut ke belakang.

Begitu menemukan pijakan pada tonggak kayu, Jenar Karana dengan sekuat tenaga melayangkan tendangan keras ke arah perut si perempuan setengah buaya.

Dhhiiiiiieeeeeeeeeessssss....

Hooooaaaaaarrrrrrggggghhh!!!

Tubuh Cempaka langsung terpental ke belakang dan menghantam tanah dengan keras. Sedangkan Jenar Karana tiba-tiba teringat sebuah petuah Maharesi Siwanata tentang siluman.

'Para siluman tak akan mudah untuk dihadapi. Tapi jika bertemu dengan mereka, gunakan air suci petirtaan untuk mengusir mereka. Para siluman takut pada air suci karena itu bisa melukai mereka'

Segera Jenar Karana berlari cepat ke arah kereta kuda dan segera mencari kantong berisi air suci yang dia simpan di kereta kuda. Begitu menemukan, ia langsung melumuri Pedang Taring Naga dengan air suci sambil keluar.

"Pakaikan pada ujung senjata mu, Kakang Limbu!!", teriak Jenar Karana sambil melemparkan kendi air suci ke arah Limbu Jati yang ngos-ngosan menghadapi Kantil. Limbu Jati dengan cepat menyambar kendi air suci itu dan sambil melihat Jenar Karana menerjang ke arah Cempaka, ia membaluri pedang nya dengannya.

Chhrrraaaaaaaaaassssss!!

Hooooaaaaaarrrrrrggggghhh..!!!

Cempaka langsung meraung-raung kesakitan setelah pedang Jenar Karana merobek kulit perutnya. Meskipun tidak terlalu dalam, tetapi itu cukup membuat darahnya mengalir keluar.

Melihat Jenar Karana berhasil melukai Cempaka, Limbu Jati pun ikut-ikutan menyerbu ke arah Kantil yang sedang bertarung sengit melawan Si Kundu, Wanapati dan Gelarsena. Dan hal yang sama pun segera terjadi.

Angin pertarungan malam itu pun berubah arah. Jika sebelumnya kelompok manusia setengah buaya Kali Gentan ini unggul, kini keadaan berbalik arah. Jenar Karana dan Limbu Jati berhasil mendesak mereka berempat hingga tubuhnya penuh luka.

Jenar Karana yang tak ingin mereka berempat terus menjadi momok di kawasan Alas Prapag dan sekitar nya, langsung melesat cepat ke arah Kenanga yang sudah sedemikian parah menderita luka. Dengan sekuat tenaga ia membabatkan Pedang Taring Naga nya ke arah leher Kenanga.

Chhrrraaaaaaaaaassssss...!!!

Kepala Kenanga langsung menggelinding ke tanah. Kontan saja Cempaka menjerit histeris sambil memanggil nama nya tapi Mawar dan Kantil mencegahnya.

"Jangan gegabah Kangmbok...

Orang itu tahu kelemahan kita. Sebaiknya kita pergi dulu dari tempat ini. Lain waktu kita balaskan dendam Kenanga", ucap Kantil segera. Mawar dengan cepat menganggukan kepala tanda setuju.

Sambil menghentakkan kakinya ke tanah, Cempaka menunjuk ke arah Jenar Karana sambil mengancam,

"Bajingan! Urusan kita belum selesai...!!

Suatu saat, aku pasti akan membunuh mu! "

1
Idrus Salam
Kebaikan akan mendatangkan kebajikan dan ketulusan hati adalah kunci yang tak mudah ditundukkan.

lam
🗣️🏡s⃝ᴿ GueJoe🦅
Blondo wong jowo iki 🤭 klo Belanda negara di Eropa 😄
Mujib
/Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅
Mujib
👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!