Di Jepang modern yang tampak damai, monster tiba-tiba mulai bermunculan tanpa sebab yang jelas. Pemerintah menyebutnya bencana, masyarakat menyebutnya kutukan, dan sebuah organisasi bernama Justice tampil sebagai pahlawan—pelindung umat manusia dari ancaman tak dikenal.
Bagi Shunsuke, atau Shun, dunia itu awalnya sederhana. Ia hanyalah pemuda desa yang hidup tenang bersama orang tuanya. Sampai suatu hari, semua kedamaian itu runtuh. Orang tuanya ditemukan tewas, dan Shun dituduh sebagai pelakunya. Desa yang ia cintai berbalik memusuhinya. Berita menyebar, dan Shun dicap sebagai “Anak Iblis.”
Di ambang kematian, Shun diselamatkan oleh organisasi misterius bernama Nightshade—kelompok yang dianggap pemberontak dan ancaman oleh Justice. Perjalanan Shun bersama Nightshade baru saja dimulai.
PENTING : Cerita ini akan memiliki cukup banyak misteri, jadi bersabarlah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisquit D Kairifz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota Entertainia
CHAPTER 16
Dua hari telah berlalu. Shun telah melewati latihan yang suka datang tiba-tiba itu selama dua hari. Kini ia sudah sembuh total. Tangannya sudah tidak patah lagi. Proses penyembuhan yang begitu cepat itu berkat cairan suntikan dari Dr. Wero yang mempercepat pemulihan dan juga menyembuhkan.
Di pagi hari yang cerah, Shun yang baru saja selesai mandi dan tidur sedang bersiap untuk menemui Riot yang sedang menunggunya di ruang gelap tempat ia bertemu dengan Shinji saat latihan tiba-tiba.
Sesampainya di sana, Shun membuka pintu. Di sana sudah ada Riot dan Yuzuriha.
"E-eh... Yuzu, kenapa kau di sini?" Shun masuk perlahan.
"Aku? Diajak oleh Riot," jawab Yuzuriha.
Dengan cepat, Shun mendekat ke Riot dan berbisik, "Kenapa Master mengajak Yuzu!"
"Biar seru saja," jawab Riot sambil tersenyum.
Setelah itu, Shun duduk di kursi yang sudah disediakan. Mereka mulai membicarakan ke mana mereka akan pergi saat di kota.
Riot memutuskan untuk menyuruh mereka memberikan usulan, ke mana mereka akan pergi saat di kota.
Shun mengusulkan untuk pergi ke kolam renang karena niatnya ingin melihat cewek cantik memakai pakaian renang, termasuk Yuzuriha.
Yuzuriha mengusulkan untuk pergi ke mal.
Riot berpikir sejenak. "Shun, apa-apaan usulanmu itu," Riot melihat ke Shun. "Lagi pula, laki-laki dan perempuan dipisah. Jadi, ditolak," Ia membentuk tanda silang dengan tangannya.
"A-a-apa... D-d-dipisah?" Shun menidurkan kepalanya di meja.
"Memangnya buat apa ke kolam renang?" tanya Yuzuriha kepada Shun.
Dengan spontan, Shun mengatakan, "Tentu saja untuk berenang!" Shun berbohong.
Usulan Yuzuriha pun ditolak oleh Riot karena di sana ramai. Ia takut penyamaran mereka akan diketahui oleh petugas CCTV.
Dan akhirnya, Riot memutuskan ke mana mereka akan pergi. Riot memutuskan mereka akan pergi ke kota hiburan, yaitu "Kota Entertainia".
Shun yang sejak kecil hiburannya hanya memancing langsung menyetujuinya karena ia ingin mencoba berbagai macam hiburan.
Yuzuriha pun setuju karena ia ingin membantu Shun mencoba banyak hiburan.
Dan telah diputuskan bahwa mereka akan pergi ke Kota Entertainia.
Saat mereka ingin pergi memilih pakaian untuk digunakan, Shun bertanya kepada Riot, misi apa yang akan Riot lakukan nantinya.
Ternyata, Riot memilih Kota Entertainia bukan tanpa alasan, melainkan misi terbarunya kali ini ada di Entertainia.
Setelah mengetahui itu, mereka berpisah untuk memakai pakaian penyamaran nantinya. Mereka akan berkumpul di garasi tempat mobil Juichi.
Shun pergi ke kamarnya dan membuka lemari baju. Ia mencari baju yang bagus untuk menyempurnakan penyamaran.
Setelah Shun memilih pakaian, penampilannya kini sangat berubah dan mungkin sulit untuk dikenali. Shun memakai kaus putih oversized (diberikan oleh Paman Jiro saat diam-diam pulang ke desa), celana jeans longgar.
Dengan sepatu seperti biasa, yaitu sepatu sneakers hitam merah kesayangannya dan aksesoris tambahan dari Neir yang kebetulan mengintip saat Shun memilih pakaian, aksesoris itu adalah kalung rantai berwarna emas dan topi hitam.
"Se-sepertinya cocok..." Tersenyum kaku sambil melihat ke kaca.
"Itu cocok, Shun," saut Neir yang masih ada di kamar Shun.
Setelah itu, Shun pergi ke garasi tempat mobil Juichi. Tidak lupa, Shun mengambil benda yang dibutuhkan saat misi berlangsung nanti.
Sesampainya di garasi tempat mobil Juichi, Shun terkejut melihat pakaian Riot dan Yuzuriha.
Riot memakai jaket 90-an dan celana hitam panjang dengan aksesoris topi yang memiliki simbol malaikat maut.
Dan yang paling membuat Shun terkejut adalah Yuzuriha.
Yuzuriha mengenakan atasan crop top hitam dan celana pendek denim dan mengenakan jaket berbulu yang terbuka. Yuzuriha juga mengenakan aksesoris seperti kacamata hitam.
Tubuhnya yang ramping dan rambut panjangnya yang diikat dengan jarum membuat Yuzuriha seperti model.
"Oi! Shun, kenapa bengong?" Suara Riot terdengar.
"E-eh, aahh, tidak apa-apa," Ia melangkah mendekat ke mobil.
Dan kembali terkejut melihat Juichi ikut dan mengenakan pakaian kemeja hitam dan celana hitam, menggunakan kacamata hitam dan rokok di mulut.
"Yo, Shun," Juichi menyapa Shun dengan percaya diri.
"Juichi, kau tahu... Kalau kau seperti om-om," kata Shun datar.
"Berisik... Om memang sudah tua," Juichi sadar diri.
Mereka semua masuk ke dalam mobil Juichi. Ternyata, Juichi tidak hanya mengantar, tapi ia ikut ke Kota Entertainia.
Juichi menghidupkan mesin mobil tuanya, pintu garasi terbuka dan mobil bergerak keluar.
Juichi mengaktifkan Ten, energi hijau menyelimuti mobilnya dan mengubah mobilnya menjadi futuristik. Mobil Juichi berubah lagi untuk berkamuflase menjadi mobil biasa.
Juichi yang menyetir, di sampingnya ada Riot dan kursi belakang ada Yuzuriha dan Shun. Shun bergumam sendirian.
Shun sangat antusias untuk mencoba hiburan yang ingin ia coba. Tidak lama, Yuzuriha mendekat ke arah Shun.
"Hei, hei... Shuchan, nantinya mau coba apa?" tanya Yuzuriha dengan senyuman.
Wajah Shun memerah karena Yuzuriha sangat dekat dengannya.
"A-apa saja boleh," jawab Shun gugup.
Yuzuriha menjauh sedikit, hanya sedikit. "Oh iya, bagaimana pakaianku hari ini? Apa cocok?"
"Eh, kenapa bilang begitu?" Shun bingung. "Tentu saja cocok," jawabnya dengan semangat.
Entah kenapa, Yuzuriha sedikit memerah setelah mendengar ucapan Shun itu. Mungkin saja karena malu.
Setelah perjalanan yang cukup lama, mereka sampai di Kota Entertainia. Saat masuk ke Kota Entertainia, jawaban Shun untuk menjelaskan kota itu hanya satu, yaitu "Menakjubkan". Hiburan ada di mana-mana. Semua orang yang di kota itu tertawa dan tersenyum.
Tidak ada yang terlihat sedih. Karena melihat itu, Shun tanpa sadar tersenyum lebar dan berlarian ke sana kemari seperti anak kecil.
"Punya murid gini amat," Riot melihat Shun dengan heran.
"Shuchan, tunggu aku!" Yuzuriha ikut berlarian.
Tidak lama, Juichi muncul mendekat ke Riot.
"Riot, jangan bilang kalau kau ingin bersenang-senang juga," Menghembuskan asap rokok.
Riot tertawa kecil. "Untuk apa malaikat maut bersenang-senang?" Riot menoleh ke arah Juichi. "Ayo, Juichi... Kita cari persembunyian mereka," Riot dan Juichi berjalan ke arah yang tidak diketahui.
Di sisi lain, Shun dan Yuzuriha bersenang-senang, memainkan semua hiburan yang ada. Dengan memakai uang Riot yang entah kenapa sangat sulit untuk habis, mereka akan bersenang-senang sampai puas.
Bermain tembak-tembakan, masuk rumah hantu. Sesuatu yang belum pernah Shun rasakan saat masih ada di desa. Akhirnya, Shun merasakan betapa serunya bermain.
Tentu saja, Shun tidak melewati hobi lamanya, yaitu memancing. Mengikuti lomba lari, lomba makan, semuanya sampai lelah.
Dan hari pun sudah mendekat ke malam hari. Kota Entertainia hanya mengurangi sedikit pengunjung.
"Shuchan, bagaimana hari ini?" Yuzuriha bertanya.
Shun tersenyum. "Sangat seru!"
Shun juga terpikir, "Andai aku bisa mengajak ayah dan ibu ke kota ini," ia ingin menangis, tapi tidak jadi karena Shun telah menerima kenyataan.
Dan akan mencari pembunuh sebenarnya sebagai tujuan utamanya.
Di sisi lain...
Di tempat yang lorongnya gelap, lantainya berair, dan tikus di mana-mana, di sana ada tiga pria yang berjalan, yang terlihat seperti dua pria mengawal dan satu pria seorang bos.
Di atas atap, terlihat Riot dan Juichi. Sepertinya mereka sedang mengikuti tiga orang itu secara diam-diam.
Tidak lama, tiga orang itu sampai di tujuan mereka, lebih tepatnya tempat persembunyian.
Riot dan Juichi juga masuk diam-diam. Di dalam persembunyian itu, ada banyak anggota yang sekitar 25 orang.
Riot dan Juichi memasang telinga untuk mendapatkan informasi yang akan dilakukan oleh orang-orang itu.
"Bos, bagaimana rencananya?" tanya seseorang di dalam persembunyian itu.
Orang itu menjawab sambil tersenyum. "Malam ini, kita lepaskan tiga monster itu dan menghancurkan kota yang tidak disukai oleh beliau ini!" Ia mengangkat tangan dan tertawa kejam.
"Dan aku akan menjadi nomor 10 di Sepuluh Jari Voda," lanjutnya sambil tertawa kecil. "Sepertinya aku akan berterima kasih kepada Deset karena sudah mati."
Riot dan Juichi pun pergi secara diam-diam dari persembunyian itu.
"Oi! Kau tidak memberitahu kalau misi ini lawannya Justice!" ucap Juichi protes. "Terus, bagaimana juga kau bisa tahu kalau mereka di sini!"
Riot menoleh. "Saat aku akan kembali ke kediaman Nightshade, aku melihat mereka," Riot berjalan untuk menemui Shun, begitu juga dengan Juichi.
"Emangnya kenapa kalau lawannya Justice? Kau takut?" lanjut Riot.
"Ya, tentu saja! Tenku bahkan tidak cocok untuk bertarung melawan 25 orang. Jangan samakan aku sama kalian!" Juichi protes dengan cepat.
"Memangnya ada aku menyuruhmu ikut bertarung?"
"Iya juga, ya."
Mereka melanjutkan perjalanan menemui Shun dan Yuzuriha.
Setelah bertemu di tempat yang telah dijanjikan sebelumnya, Riot mengatakan misi yang akan dilaksanakan malam ini.
Sebentar lagi, pertempuran pertama Shun akan segera dimulai.