NovelToon NovelToon
Terlahir Lemah, Tapi Otakku Dewa

Terlahir Lemah, Tapi Otakku Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: YeJian

Terlahir dengan bakat rendah dan tubuh lemah, Ren Tao hanya dianggap sebagai murid sampah di Sekte Awan Hitam. Ia dihina, dimanfaatkan, dan diperas tanpa henti. Di dunia kultivasi yang kejam, orang sepertinya seharusnya mati tanpa meninggalkan nama.

Namun tak ada yang tahu Ren Tao tidak pernah berniat melawan dengan kekuatan semata.

Berbekal kecerdasan dingin, ingatan teknik kuno, dan perhitungan yang jauh melampaui usianya, Ren Tao mulai melangkah pelan dari dasar. Ia menelan hinaan sambil menyusun rencana, membiarkan musuh tertawa… sebelum satu per satu jatuh ke dalam jebakannya.

Di dunia tempat yang kuat memangsa yang lemah, Ren Tao membuktikan satu hal
jika bakat bisa dihancurkan, maka otak adalah senjata paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YeJian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 – Saat Aturan Berbelok

Perubahan itu datang tanpa peringatan.

Pagi hari, lonceng sekte berbunyi satu kali pendek, dalam, dan berat. Bukan tanda bahaya, tapi panggilan resmi. Seluruh murid dalam diperintahkan berkumpul di Aula Tengah.

Ren Tao berdiri di antara barisan, wajahnya tenang. Namun sejak langkah pertama memasuki aula, ia sudah merasakannya.

Tekanan qi di sini… diatur ulang.

Di atas panggung batu, beberapa tetua duduk berjajar. Wei Kang berdiri di sisi kanan, tangannya terlipat di belakang punggung. Tatapannya menyapu aula dengan santai, lalu berhenti sesaat di arah Ren Tao.

Tidak lama.

Tapi cukup.

Salah satu tetua berdiri. “Mulai hari ini,” katanya datar, “sekte akan menerapkan penyesuaian sistem evaluasi murid dalam.”

Bisik-bisik kecil terdengar.

Ren Tao menajamkan pendengaran.

“Evaluasi tidak lagi hanya berbasis tugas individu,” lanjut tetua itu. “Mulai sekarang, sebagian kemajuan murid akan dinilai melalui kontribusi kelompok dan hasil misi bersama.”

Beberapa murid menghela napas lega.

Sebagian lain justru tegang.

Ren Tao tidak bergerak.

Penilaian kelompok berarti satu hal sederhana

kesalahan orang lain bisa menjadi bebanmu.

Wei Kang melangkah maju. “Untuk mendukung kebijakan ini, sekte akan membentuk unit sementara. Setiap unit terdiri dari lima murid dalam dengan tingkat berbeda.”

Nama-nama mulai dibacakan.

Ren Tao mendengarnya dengan fokus.

Dan saat namanya disebut—

“Unit Ketujuh: Pengawas lapangan Li Shen. Anggota: Zhou Min, Han Yue, Sun Qiao… dan Ren Tao.”

Beberapa murid menoleh.

Li Shen.

Nama itu dikenal. Murid dalam senior, loyal pada sistem lama, dan lebih penting dekat dengan Wei Kang.

Ren Tao memahami permainan ini seketika.

Ia tidak dikeluarkan.

Ia tidak dihukum.

Ia ditempatkan.

Setelah pembubaran, Unit Ketujuh berkumpul di halaman samping. Li Shen berdiri di depan, sikapnya tenang tapi dingin.

“Aku tidak suka kejutan,” katanya. “Dan aku tidak suka variabel.”

Tatapan itu jatuh ke Ren Tao.

“Kalau kau membawa masalah, kita tenggelam bersama.”

Ren Tao mengangguk ringan. “Aku tidak berniat tenggelam.”

“Bagus,” jawab Li Shen. “Karena misi pertama kita besok.”

Misi itu diumumkan malam harinya.

Penyelidikan gangguan qi di jalur perdagangan sekte.

Secara resmi: tugas ringan.

Secara praktik: wilayah abu-abu dengan banyak kepentingan.

Ren Tao membaca detail misi dengan seksama.

Nama lokasi familiar.

Polanya… mirip dengan lembah utara.

Ia menutup gulungan itu perlahan.

Wei Kang tidak menyerangnya langsung.

Ia memindahkan papan permainan.

Keesokan harinya, Unit Ketujuh berangkat. Di perjalanan, Ren Tao lebih banyak diam, mengamati dinamika kelompok. Zhou Min terlalu agresif. Sun Qiao terlalu patuh. Han Yue… berhati-hati.

Li Shen memperhatikan semuanya.

Saat mereka tiba di lokasi, gangguan qi memang ada. Tapi tidak berbahaya.

Terlalu bersih.

Ren Tao berjalan ke tepi jalur, berlutut, dan menyentuh tanah.

Formasi sisa.

Lagi.

Ia berdiri. “Ada sesuatu yang disembunyikan di bawah lapisan qi ini.”

Li Shen menatapnya tajam. “Kau yakin?”

Ren Tao mengangguk. “Kalau kita laporkan ini sebagai gangguan biasa, masalahnya akan muncul lagi. Tapi kali ini… nama unit kita yang tercatat.”

Sun Qiao menelan ludah. “Maksudmu jebakan?”

Li Shen terdiam beberapa detik.

Lalu ia berkata pelan, “Kalau kau salah?”

“Unit ini jatuh bersamaku,” jawab Ren Tao jujur.

Hening.

Akhirnya, Li Shen mengangguk. “Baik. Kita gali.”

Beberapa saat kemudian, formasi tersembunyi terungkap. Bukti manipulasi jelas.

Laporan misi berubah total.

Di aula evaluasi, laporan Unit Ketujuh dibacakan. Gangguan qi diklasifikasikan ulang sebagai intervensi ilegal pihak luar.

Unit Ketujuh mendapat pujian.

Bukan besar.

Tapi cukup untuk tercatat.

Wei Kang membaca laporan itu malamnya.

Unit Ketujuh: berhasil.

Ren Tao: analisis kunci.

Wei Kang tersenyum tipis.

“Jadi,” gumamnya, “kau bisa bermain tim juga.”

Di kamarnya, Ren Tao menutup mata.

Aturan sudah berbelok.

Dan ia tidak terlempar keluar.

Sebaliknya—

Ia mulai belajar

bagaimana mengemudikannya.

1
Zan Apexion
salam sesama penulis novel Kultivasi.☺️👍

semangat terus ya...
YeJian: siap terimakasih bro atas dukungan nya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!