Zahra Aulia, putri Lili Kirana, tumbuh dengan dendam setelah ibunya meninggalkannya di hari ulang tahunnya yang ke-5. Lili dipaksa menikah dengan Bara Hendra, tapi akhirnya ditinggalkan. Zahra diusir keluarga Hendra dan berjanji membalas dendam. Dia mendekati tuan muda Henderson, orang terkaya dan kejam, untuk perlindungan dan balas dendam. Tapi, apakah dia bisa menaklukkan hati Henderson dan mencapai tujuannya?"
mendekati tuan muda Henderson bukan lah sesuatu yang gampang, selain kejam dia juga tidak suka wanita yang sengaja datang karena tujuan tertentu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengembalikan nya padamu
" mas ini semua file file penting keluarga Luther. Di dalamnya tertera nama nama rekan bisnis yang menjalin kerjasama dengan perusahaan kita. Jika ada yang berani macam macam , mas bisa langsung mencabut kerja sama dengan mereka. " ujar Jesica memberikan sebuah flashdisk mahal dengan penyimpanan terbesar kepada Nevi yang sedang duduk di kursi putar yang ada di ruangan CEO keluarga Luther.
Keluarga Luther telah mengangkat Nevi menjadi CEO perusahaan yang memimpin langsung perusahaan itu. Semua aset keluarga Luther juga Telah diganti atas namanya.
Nevi tersenyum sambil memandangi perempuan cantik yang kini menjadi istri nya itu. " Jesica , makasih sudah memberikan kepercayaan ini. Tapi , saya tidak pantas menerima semuanya. Ini adalah hal mu Sebagai putri keluarga Luther. "
" mas , gapapa kok. Saya dan nenek percaya sama kamu. hak ku , adalah hak mu juga. nah ini kopi untuk mu, saya khusus buatin untuk kamu. " Jesica memberikan meletakkan kopi buatan nya di meja pas di depan Nevi.
" makasih Jesica.."
" um . Coba lihat file file kerjasama ini. Siapa tau ada yang menurut mas di ubah atau bagaimana..? "
Nevi mengambil flashdisk itu dan melihat siapa saja grup dan perusahaan yang bekerja sama dengan mereka.
" grup Hendra..? "
" iya ,grup Hendra adalah salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan kita. Mereka bahkan bergantung dan tidak mau perusahaan kita menolak kerjasama. ada apa..? Kenapa mas seperti nya tertarik dengan perusahaan keluarga Hendra..? " tanya Jesica.
" gapapa kok. Saya cuman menanyakan itu saja. kamu sudah makan belum..? Bagaimana kalau kita makan di luar. "
Jesica menatap Nevi dengan wajah berbinar, dia sangat senang sekali karena Nevi mengajak nya makan siang di luar.
" ayo.. " jawab Jesica yang langsung menggandeng tangan Nevi yang melihat nya sambil mengerutkan keningnya.
Jesica berpikir Nevi tidak mau digandeng oleh nya.
" maaf mas, saking sangat senangnya saya langsung menggandeng tangan mu. " ujar Jessica yang langsung melepaskan genggaman nya.
Nevi tersenyum lalu mengambil tangan Jesica untuk menggandeng nya kembali. " gapapa kok, ayo..." ujar Nevi .
Betapa bahagia nya Jesica waktu itu. Di sepanjang perjalanan menuju restoran dia tersenyum sambil mencuri pandang kepada Nevi.
Nevi yang menyadari diperhatikan oleh Jesica tersenyum dan bertanya.
" kenapa senyum manyun begitu..? Ada apa..? "
" nggak kok, saya cuman lagi bagus mood saja hari ini. Tau gak karena apa..? " tanya Jesica tersenyum.
" nggak tau. Karena apa..? "
" karena putri akhirnya di respon oleh pangeran. " ujar Jesica membuat lelucon padahal putri yang dikatakan nya itu adalah dirinya sendiri.
" maksudnya..? " pura pura tidak mengerti apa yang dikatakan Jesica.
" akh , itu alur cerita novel yang saya baca. Gak usah di pikiran. restoran nya sudah mau dekat tuh.. " ujar Jesica mengalihkan pembicaraan.
Nevi mengerti siapa yang dikatakan oleh Jesica tadi, itu adalah dirinya sendiri. Nevi tersenyum.
" lili , ternyata ada gadis yang tulus seperti mu dan itu adalah Jesica wanita cantik yang menjadi istri saya sekarang. Bagaimana respon mu jika saya benar benar membuka hati pada nya..? Apakah kamu akan marah..? " gumam Nevi dalam hati.
Nevi memarkir mobil dan segera turun dari mobil untuk membukakan pintu untuk Jesica.
" silahkan sayang " Ujar Nevi membuat Jesica melongo.
" mas , kamu baru saja manggil saya apa..? " tanya Jesica tidak percaya dengan pendengaran nya.
" sayang.." ujar Nevi . Jesica langsung sontak memeluknya karena senang. Nevi membiarkan wanita itu memeluknya bahkan membalas pelukan itu sambil mengelus lembut rambut Jesica.
" Jesica , saya akan berusaha melupakan masa lalu itu , semoga saja dengan kehadiran mu saya bisa move on. " ujar Nevi.
" makasih mas. Maaf jika nanti saya tidak sesempurna mantan kekasih mu. " Jesica menatap wajah Nevi sambil tersenyum.
" yasudah ,ayo masuk. Sudah lapar nih.." ujar Nevi.
" um "
Jesica dan Nevi langsung duduk di ruangan VIP.
" nona , tuan muda silahkan dinikmati . "
" terimakasih.."
Jesica menyendoki nasi di piring Nevi memberikan lauk diatas nya dan menuangkan nya anggur.
" terimakasih sayang.."
" sama sama."
Nevi mengambil sesendok nasi yang dikasi lauk dan menyuapi Jesica.
" terimakasih mas. " tak terasa air mata Jesica malah berair saat Nevi menyuapi nya.
" Kenapa kamu malah nangis..? " tanya nevi.
" saya pernah di perlakukan seperti ini sebelumnya, tapi orang itu malah pergi dan selingkuh. Mas , please aku tidak mau kamu meninggalkan saya seperti orang yang sama." ujar Jesica sambil menatap penuh harap kepada Nevi .
Nevi menarik napas panjang lalu tersenyum " sayang, saya akan berusaha untuk tidak mengecewakan kamu. Tapi ,maaf jika waktu itu agak lama.."
" gapapa kok mas , saya akan menunggu.." ujar Jesica.
Suasana makan siang itu di penuhi dengan keharuan. Nevi menyadari cinta Jesica tidak main main , bahkan berharap cinta tulus darinya.
Begitu juga dengan Jesica, dia meyakini dirinya kalau Nevi adalah orang terakhir dan orang yang tepat untuk dirinya. Dia rela menunggu Nevi hingga akhirnya benar-benar mencintainya.
" mas , kenapa bisa tiba-tiba putus dengan mantan kekasih mu" tanya Jesica mencoba mengetahui masa lalu dari laki laki tampan yang ada di depannya itu.
Bara berhenti makan.
" maaf mas karena lancang..." ujar Jesica.
" gapapa. Kamu juga mesti tau tentang masa lalu ku. Begitu juga dengan ku, supaya kita bisa memahami satu sama lain. "
" iya mas.. "
" dulu saya punya pacar , namanya lili. Kami berdua saling mencintai. Tapi dia adalah putri keluarga mapan sedangkan saya miskin, yang bahkan tinggal di gubuk bersama dengan ibu. Ayahnya tidak menyetujui kita Bersama, bahkan sangat benci saya karena miskin. Ayahnya berulang kali menghina saya dan ibu."
Nevi meminum segelas anggur lalu melanjutkan menjelaskan.
" ayahnya menjodohkan dia kepada orang lain , mungkin saja sekarang mereka sudah menikah. Waktu itu, lili sempat kabur dari rumah dan mengajak saya untuk kawin lari menghindari perjodohan dari ayahnya. Tapi saya tidak sanggup membawa nya begitu saja dan akan dicap buruk selama nya oleh orang orang jika hal itu terjadi. Saya meyakinkan dia untuk meminta persetujuan dari ayahnya. Ternyata Ayah nya tidak mendengar saya, bahkan menghina dan mengancam lili untuk menjauh dari saya. Lili tidak mau jika Ayah nya menyakiti saya dan ibu , akhirnya melepaskan saya dan memutuskan hubungan. " Nevi tidak bisa menahan airmata nya yang terbendung sejak lama. Nevi beberapa kali mengambil tisu yang ada di atas meja untuk melap air mata nya.
mendengar penjelasan suaminya Jesica mengerti kalau Nevi sangat mencintai lili.
" mas , siapa yang dijodohkan dengan nona lili..? " tanya Jesica.
" keluarga Hendra, makanya waktu itu saya menanyakan grup Hendra padamu.."
" mas , ini belum terlambat. Saya akan bantu kamu untuk mengancam Keluarga Hendra agar nona lili kembali padamu. perintah Keluarga Luther di ibu kota siapa yang bisa membantah..? Hanya satu kata saja, saya bisa membuat keluarga Hendra mengembalikan nona lili padamu.saya mengerti perasaan mu. "
" benarkah..? Terimakasih Jesica.." ujar Nevi dengan wajah berbinar sangat senang.
" um " jawab Jesica datar, padahal hatinya terluka karena kehilangan orang yang dicintainya.
Masa lalu nya terulang kedua kalinya.