"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"
~~Ares Reindart Darmaji~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16.
“Akhirnya datang juga orang satu ini,” ucap seorang pria muda berjas hitam menyambut Flo yang berjalan di koridor perusahaannya.
“Datanglah, gue kan Pemegang saham terbesar kedua setelah papa lu” ucap Flo sambil membalas pelukan pria itu.
Ares yang berdiri di belakang merasa risih dengan yang ia lihat saat ini, entah kenapa ada rasa tak senang saja melihat dua orang yang pelukan di depannya.
“nggak usah sombong deh, ya tahu sih si pemegang saham terbesar kedua disini” ucap pria itu sambil tersenyum dan melepaskan pelukan Flo.
“Bukannya sombong, tapi kenyataan kan” kekeh Flo.
“Iya, iya..”
“ya sudah ayok, papa sudah nunggu dari tadi” ucap pria itu dan akan mengajak Flo.
“tunggu dulu, kenalin ini pacar gue” ucap Flo menarik Ares agar berdiri di sebelahnya, dia lalu memeluk lengan Ares.
Jelas Ares terkejut, dia melihat Flo yang tersenyum sambil memeluk lengannya.
“Wow, wow gokil..serius pantes gue kenalin sama teman gue nggak mau ternyata udah ada yang punya. Gue kira siapa” ucap pria itu sambil bertepuk tangan.
“makanya jangan mengenalkan pria lain lagi pada gue, nanti dia marah. Marahnya menyeramkan” ucap Flo sambil sesekali menatap Ares yang menatapnya penuh penjelasan. Tapi Flo mengabaikannya saja.
“Oke, nggak akan gue kenali ke lo nanti.”
“Oh iya salam kenal, gue Jordy sepupu Flo” ucap pria Bernama Jordy itu sambil mengulurkan tangannya pada Ares.
“Ares” jawab Ares singkat sambil membalas uluran tangan tersebut.
“ya sudah ayok, papa butuh tanda tangan lo. Pacar lo ajak aja” ucap Jordy dan segera mengajak Flo.
“Oke”
“Ayo sayang” ucap Flo lagi dengan berjalan sambil masih memeluk lengan Ares. Ares melangkah dengan berat mengikuti Flo.
………….
“kau yakin ingin investasi di Perusahaan Om, kau sendiri tidak melakukan di Perusahaan papamu” Ucap Jonas, menatap keponakannya yang duduk di depannya.
“terserah diriku Om, ini uang-uangku meskipun uang peninggalan kakek.”
“Bagaimana kalau papamu marah mendengar kamu investasi keperusahaan Om?”
“Sejak kapan sih Om Jonas jadi penakut, takut dengan papa. Kalau dia tahu ya biarkan aja kenapa sih” tukas Flo menatap Om nya yang seperti banyak pertimbangan.
“Bukan begitu Flo tapi tanggapan media nanti bagaimana, mereka akan semakin menjadikan bola liar kalau kau dan papamu tidak akur”
“Ya memang nggak akur, udah sih biarin. Pokoknya aku tetap mau membeli saham Perusahaan Om. Aku investasi disini”
“benar kata Flo pa, biarin aja. Kakek juga pasti setuju kalau Flo lebih memilih Perusahaan kita,”
“bukannya begitu Jordy, papa hanya nggak ingin keluarga ADINATA terlihat tidak akur”
“Ya memang nggak akur kan” sahut Flo sambil memutar kursinya dan menatap Ares yang hanya diam duduk di sofa seolah tak perduli dengan pembicaraan mereka.
“kalau akur, nggak mungkin tante jarang kerumah lihat kakaknya, iya kan tante kecewa dengan Victor” ucap Flo lagi sambil menatap Om nya yang merupakan suami dari tantenya. Istri Jonas memang adik dari Victor.
“Udah om, mana yang harus aku tanda tangani. Kasihan pacarku kelamaan nunggu” ucap Flo.
Jonas menatap kearah Jordy, dan Jordy mengangguk pada ayahnya. Akhirnya Jonas memberikan dokumen yang harus di tanda tangani oleh Flo. Flo dengan cepat menandatangi berkas tersebut.
Setelah itu dia langsung berdiri,
“Bereskan, hanya itu saja. Kalau sudah aku pergi dulu” pamit Flo.
“Iya terimakasih Flo”
“Sama-sama” Flo lalu berjalan kearah Ares.
“Ayo saying” panggil Flo, Ares langsung melihat kearag Flo yang mendekat padanya.
Ares berdiri dari duduknya,
“Mari..” ucapnya sambil menunduk singkat pada Jordy dan juga Jonas.
……………..
“Kenapa kau malah mengajak saya kesini?” kesal Ares karena Flo malah mengajaknya ke Mall.
“udahlah nggak usah banyak ngomong, ayo” Flo mengaitkan tangannya ke lengan Ares.
Ares terpaksa berjalan Bersama dengan Flo, mereka masuk kedalam mall.
Saat mereka berjalan ada tiga orang yang melewati mereka dan saling berbisik. Flo melihat itu, dia terlihat tak suka.
“kenapa? Ngomongin gue? Kenal gue?” tukas Flo sinis pada tiga Perempuan yang berbisik itu.
Mereka diam, buru-buru pergi dari hadapan Flo.
“Gue bukan artis aja terkenal, apalagi kalau gue jadi artis ya” ucapnya percaya diri.
“bisa tidak, tidak usah dekat-dekat dengan saya terus” Ares melepaskan tangan Flo.
“bisa sih, tapi aku pengennya meleuk terus kenapa?’ jawab Flo dan dengan erat memeluk lengan Ares kembali. Ia lalu mengajak berjalan.
Flo mengajak Ares ke took Baju, dia akan masuk tapi langkahnya terhenti saat ia melihat seorang yang tidak asing baginya.
Seorang Perempuan dengan rambut sebahu Tengah memilihkan baju untuk remaja Perempuan. Flo diam saja di tempatnya memperhatikan itu.
Ares merasa bingung karena Flo tidak jalan juga,
“Ayo jadi masuk atau tidak? Kalau tidak ayo pergi” pungkas Ares. Tapi Flo hanya diam dan terus menatap kearah dua orang itu, Ares akhirnya mengikuti arah pandang Flo.
“Sebegitu perdulinya dia, cihh..” sinis Flo, lalu ia berbalik tak jadi masuk. Bahkan pelukannya di lengan Ares ia lepas.
“Ayo pergi, moodku rusak” ucapnya dingin, dia berjalan pergi lebih dulu.
Ares terlihat semakin tak mengerti, lalu dia menatap kearah dua prempuan berbeda usia tadi dan dia langsung melihat Flo yang sudah agak jauh berjalan di depannya. Dengan cepat Ares langsung menyusul Flo yang sudah pergi.
“kenapa pergi?” tangan Ares menahan tangan Flo sehingga Perempuan itu berhenti berjalan.
“Nggak mood, ayo pulang” ucap Flo melepaskan tangan Ares. Lalu dia berjalan kembali.
…………………
Kini mereka sudah berada di depan sebuah hotel. Flo langsung turun dari mobil sedangkan Ares masih di dalam mobil menatap hotel yang menjulang di depannya.
“mau apa kau disini, masuk lagi” peritahnya dari dalam mobil.
“Kau pulang saja, kau ada urusan kan. Jemput aku besok” ucap Flo dengan wajah datarnya, Ares menatap Flo yang tak terlihat seperti biasanya. Perempuan itu seperti menyimpan masalah di wajahnya.
Ares akan turun menyusul tapi mobilnya sudah di klakson mobil lain yang ada di belakangnya. Ares melihat sekilas kebelakang.
“Aisshh,” geramnya, lalu ia segera menjalankan mobilnya pergi menuju tempat parkir. Dia tak bisa meninggalkan Flo begitu saja, Perempuan itu cukup gila. Ia takut kalau Perempuan itu melakukan sesuatu.
……………..
Ares yang sudah memarkirkan mobilnya saat ini kebingungan karena ia takt ahu Flo ke kamar mana.
“Aish kemana Perempuan itu, kenapa dia selalu membuatku susah” kesalnya, lalu ia berlari kebagian resepsionis hotel.
“tahu Perempuan ini? Dia memesan kamar nomor berapa?” Ares menunjukkan pada petugas yang ada di situ.
“Oh mbak Flo, dia kekamar 400” Ares sedikit terkejut karena petugas itu tahu Flo.
“terimakasih” ia tak banyak tanya langsung pergi ke kamar yang di maksud petugas itu. Dia berlari menuju lift yang tak jauh dari lobby.
“Sebenarnya kenapa dia pergi hotel, apa dia..nggak mungkin. Walaupun sifatnya gila begitu nggak mungkin dia melakukan itu..” batin Ares, dan ia berusaha menepis hal tersebut. Ia menatap gelisah nomor lift yang tak segera sampai di tujuannya.
***
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
😄😄😄
hehehehhe...
lanjut ya
hahhahaha
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
lanjut lagi donk....
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔