NovelToon NovelToon
Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: JihanAnjani

Kisah Cinta Zahra dan Si Dosen tampan Arsyad yang berusaha membuat Zahra melupakan cinta Pertamanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JihanAnjani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

BAB 16 : PERHATIAN DAN KEJAHILAN ZAHRA!

**************

Saat ini Arsyad duduk di sofa kamarnya sambil menatap Zahra yang mencari sesuatu di laci meja riasnya. “Mencari apa?” tanya Arsyad akhirnya karena dia penasaran melihat Zahra yang kebingungan.

“Sudah ketemu, kok!”potong Zahra. Dia berjalan kembali ke arah Arsyad.

Kedua sudut kening Arsyad mengerut mencoba mempertajam pengelihatannya.

Ya, ternyata dia tidak salah melihat bahwa Zahra membawa tas obat di tangannya. Tiba-tiba Zahra sudah duduk di samping Arsyad dan mengengam tangannya.

“Maaf, karena aku mas jadi terluka.”tuturZahra sedih membuat Arsyad menggelengkan kepalanya.

“Bukan salahmu. Salahku yang tidak bisa mengontrol emosi dan malah menyakitimu.”Zahra terdiam dengan perasaan bersalah yang terus menguasai hatinya.

Bagaimana pria ini tetap mengkhawatirkannya. Pikirnya.

Dengan penuh kelembutan Zahra membuka perban Arsyad, mencuci bersih lukanya, memberikan antiseptik dan kembali membalutnya dengan sangat teliti.

Semua perhatian dan kelembutan yang Zahra berikan membuat Arsyad terharu hingga tanpa sadar air matanya jatuh mengenai tangan Zahra yang membalut perbannya.

Zahra mendongakan kepalanya dan hatinya sangat sedih karena lagi-lagi dia membuat Arsyad menangis, “Apa itu sangat sakit? Apa aku kembali menyakitimu, mas?”lirih Zahra menatap sendu Arsyad.

Arsyad menggeleng sambil tersenyum lembut pada Zahra, “Tidak. Aku tidak sakit, hanya terharu. Aku sangat beruntung memilikimu sebagai istriku.”hati Zahra meringis mendengar ungkapan Arsyad. Dia menyadari betapa bodohnya iya menyakiti hati pria sebaik Arsyad.

Mata Zahra berkaca-kaca dengan air mata yang mengenang. Dia menangkup kedua tangan Arsyad di dadanya. “Mas, izinkan aku memulai semuanya dari awal. Izinkan aku memperbaiki diriku untuk menjadi istri yang baik untuk mu.”mohon Zahra menangis terisak menciumi kedua tangan Arsyad.

Perasaan syukur yang sangat dalam dengan rasa bahagia yang membuncah dalam hati Arsyad membuatnya tak bisa berkata apapun selain menarik Zahra kedalam dekapan hangatnya. “Aku izinkan. Kita mulai semuanya dari awal, aku akan berusaha untuk membuatmu selalu bahagia. Walau aku tahu jalan hidup tak akan selalu berjalan mulus. Tapi aku akan berusaha, menjadi imam yang baik untukmu dan bersama kita mencapai ridho Allah.”

****************

Sore menjelang hingga saat ini Arsyad tak membuang waktu untuk menikmati waktu bersama Zahra. Bahkan dia mengikuti Zahra kemanapun Zahra melangkah, seperti anak ayam yang tak mau lepas dari induknya.

Zahra menghela napas berat, "Mas, mending mas duduk aja deh. Zahra bisa masak sendiri enggak perlu di bantuin," kesal Zahra dengan nada gemas. Karena Arsyad tetap bersikukuh untuk membantunya memasak makan malam.

"Tapi aku mau bantu kamu," gumam Arsyad pelan tapi masih di dengar Zahra.

"Yakin, mau bantu Zahra?"

Mata Arsyad langsung berbinar, "Yakin!" jawabnya mengangguk semangat.

Zahra menyerahkan potongan ayam yang sudah ada di baskom, "Nah, mas tolong cucikan ya. Zahra mau bikin sop ayam aja," Zahra menyerahkan baskom itu pada Arsyad.

"Okeyy!" serunya girang dan langsung menuju wastafeel cuci piring.

Zahra tersenyum geli melihat tingkah suaminya. "Aku tak menyangka bisa punya suami semenggemaskan mas Arsyad!" batin Zahra menggemas masih tak percaya. Zahra melanjutkan memotong sayuran untuk pelengkap, seperti kentang, wortel dan sebagainya.

"Sa--" ucapan Arsayd terhenti dan langsung meralatnya, "Ehmm... Zahra ini sudah selesai." kata Arsyad salah tingkah sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Hampir saja aku keceplosan memanggilnya, sayang. Bodoh!" rutuk Arsyad.

Zahra menggigit bibir bawahnya gemas pasalnya dia tahu apa yang akan di katakan Arsyad tadi, tapi sayang sekali Arsyad malah meralatnya. Padahal Zahra sudah senang setengah tegang menanti panggilan itu.

Seperti sebuah ungkapan,

Malu-malu

Tapi mau....

Akhirnya proses acara masak memasak di ambil alih oleh Zahra karena Arsyad malah membuat makin rusuh. Berakhir dengan Arsyad yang duduk di kursi meja makan. Tapi matanya tak lepas untuk mengikuti setiap gerak-gerik istrinya itu.

Makan malam terjadi dengan begitu khidmat dan nikmat. Bahkan Arsyad tampak menikmati masakan perdana dan pertama Zahra setelah mereka menjadi suami istri. Dan jangan lupakan bekal yang Zahra antarkan siang itu.

Arsyad meminta sekertarisnya untuk mengantarkan bekal itu kerumahnya dan Arsyad langsung melahap habis makanan itu. Zahra yang memang dasarnya wanita mandiri dan sangat pintar memasak tentu tak mengecewakan perut Arsyad.

Bisa di bilang dia mendapat paket komplit, sudah cantik, baik, sholeha, mandiri, pinter masak, dan juga menyebalkan. Dan ya, memang butuh perjuangan yang berat bagi seorang Arsyad Malik Al-Mubarak mendapatkan wanita seperti Zahra. Hingga saat ini pun dia harus tetap berjuang untuk meluluhkan hari Zahra agar bisa mencintainya.

Sore berganti malam saat ini angin membawa suasana kamar Arsyad dan Zahra menjadi canggung. Dengan Zahra yang pura-pura sibuk membaca novelnya di ranjang. Sedang Arsyad yang salah tingkah karena beberapa kali terciduk melirik istrinya itu membuatnya malu setengah mati.

"Aku mandi dulu!" seru Arsyad mencoba menutupi rasa gugupnya.

"Mas!"panggil Zahra saat Arsyad ingin masuk ke kamar mandi.

Arsyad menoleh, "Iya, kenapa?" Zahra menutup bukunya, bangkit dari ranjang. Zahra tampak bingung, kemudian dia mengambil sesuatu dari lemari. "Handuknya jangan lupa!" ucap Zahra sambil menyerahkan handuk pada Arsyad.

"Ya ampun, maaf ya!" kata Arsyad salah tingkah. “Bodohnya aku! Bagaimana bisa aku melupakan handukku.”batin Arsyad merutuki kebodohannya. Arsyad tersenyum kikuk, "Te-Terima kasih!" ucapnya terbata gugup plus malu.

Tapi ntah mengapa hal itu justru membuat sebuah ide jahil terlintas di pikiran Zahra.Sesaat Zahra mengangguk tapi dia menyiratkan senyum anehnya seperti menahan tawa.

Kembali Arsyad ingin memasuki kamar mandi. Tapi lagi-lagi....,"Mas, bajunya jangan lupa!" kata Zahra tiba-tiba sudah membawa sepasang baju.

"I-iya, terima kasih," kembali Arsyad ingin melangkah.

"Mas, shamponya. Mas sikat giginya, Mas sabunnya jangan lupa. Mas jangan lupa handuk kecil untuk rambut!" kata Zahra yang sudah meletakan semua barang-barang itu ketangan Arsyad. Bahkan Arsyad kerepotan di buatnya dan hampir membuat semua itu jatuh karena sudah memenuhi tangannya.

Bukannya marah, Arsayd malah tersenyum kikuk, menutupi rasa malunya.

"A-apa ada lagi?" tanya Arsayd.

Zahra menggeleng dengan mulut yang terkatup rapat menahan tawa yang ingin pecah. "Maafkan aku Ya Allah karena sudah menjahili suamiku! Astaga, suamiku ini benar-benar polos!" batin Zahra terkikik geli.

"Sekarang, boleh aku mandi?" tanya Arsyad seolah meminta izin Zahra.

Zahra hanya mengangguk dengan senyum polos tanpa rasa bersalahnya. Arsyad pun masuk ke kamar mandi dengan perasaan campur aduk. "Sepertinya ada yang aneh?"gumam Arsayd saat sudah berada di kamar mandi.

Dan benar saja, Arsyad melihat semua barang-barang yang di butuhkanya sudah ada di dalam kamar mandi. Bersama dengan pakaiannya yang sudah tertata rapih di sebuah nakas. “Lalu apa gunanya barang-barang yang Zahra berikan ini?”tanya Arsyad pada dirinya sendiri. Merasa bodoh melihat dia membawa begitu banyak barang di tangannya.

Belum selesai dengan kebingungannya. Tiba-tiba terdengar suara Zahra berteriak. "ZAHRA HANYA BERCANDA MAS! MAAF YA! HAHAHAH!" teriak Zahra dari luar dengan tawanya yang menggema.

Zahra bisa membayangkan bagaimana wajah kesal Arsyad saat ini. Dan bukan lagi kesal wajah Arsayd kini sudah semerah tomat!

"Astaga! Dia itu!" erang Arsyad sangkin gemasnya dengan tingkah Zahra.

“Benar-benar. Bagaimana aku bisa tergila-gila dengan wanita yang menyebalkan.”

**************

1
A&R
/Smile/
Intan Ummi Ihsan
Kecewa
arfan
up
Limo Enam
mengapa ceritanya lebih seru yg S2
Rinjani
Zara kisah nya gimana nasib nya lanjut
Rinjani
lo Ayla sakit apa kan aduhh Yusuf kenapa pingin kawin apa u sumsu ya kan Zara bisa hamil lg
Rinjani
Ummi ma Haikal.kemana yaa kok gak ada ceritanya malah Ani anak bibi nya yg nemani Zahra
Rinjani
aduh Arsyad dah marah mana bisa dak bogem
Rinjani
buka topeng ya Zahra tahu deh Rey dulu padahal benci Zahra tau kenapa hanya Jefri yg baik
Rinjani
Rey semoga cepat sadar
Rinjani
Zara ma Jefri nikah deh biar tinggal Yusuf yg nikah ma adik nya edan
Rinjani
Rey sinting krn Zahra kok bisa yaaa
Rinjani
Rey kenapa gila jd suka ma Zahra seh dan nyulik waah Thor ada aja seh
Rinjani
perdarahan aduh 🙈🙈🙈😢
Rinjani
Zara minggat krn suaminya Poligami dan anaknya mengizinkan anak kecil kok bisa yaaa
Rinjani
aduh jeahh ketemu suami Zara
Rinjani
anak sahabatnya yg suaminya tau aah
Rinjani
aduh Dr Zara kok nasib mu ngini😢🤲
Rinjani
aduh jahat sekali Suami dan anak Zara nikah lg eee gila lo
Rinjani
ops Zara Anjani aduh ibunya buka tabir nih ..loo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!