NovelToon NovelToon
Si Buntung Dan Lengan Bionik Nya

Si Buntung Dan Lengan Bionik Nya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir / Anak Lelaki/Pria Miskin / Dokter Ajaib / Pendamping Sakti
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mobs Jinsei

Remake dari karya berjudul Emas yang belum lama di rilis dan karya teman penguasa berlengan satu yang sudah di drop.

Kisah seorang pria yang selalu di hina akibat dia hanya memiliki satu lengan. Dia di khianati istri yang sewaktu smp di tolongnya sampai mengorbankan lengannya. Mertua dan iparnya menganggap dia sampah karena dia sering di pecat karena kondisi nya.

Dia sempat berpikir mengakhiri hidupnya dan di tolong, dia mendapat lengan bionik karena kebetulan dan sempat mau di bunuh oleh selingkuhan istrinya, namun di saat kondisinya sudah kritis, lengan bionik nya malah menolongnya dan memberinya kekuatan untuk mengubah nasib. Bagaimanakah kisah perjalanan hidup baru nya ?

Genre : Fiksi, fantasi, drama, komedi, supranatural, psikologi, menantu terhina, urban.

100 % fiksi, murni karangan author. mohon like dan komen nya ya kalau berkenan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mobs Jinsei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16

Mark sedikit kaget mendengar ucapan Suriwati, namun dia mengerti, dia tidak pernah berkumpul dengan keluarganya selama mengasuh dan membesarkan anak anak nya di kota ini. Mark tersenyum,

“Kita bicarakan sama sama bu,” ujar Mark sambil menunjuk ke pintu.

Suriwati menoleh, dia melihat Amanda dan Andika sedang mengintip mereka dari balik tirai kamarnya. Amanda keluar menarik Andika, kemudian keduanya duduk di seberang Suriwati dan Mark,

“Emak mau pulang kampung ?” tanya Andika sedih.

Suriwati termenung, kemudian dia menoleh melihat ke arah Mark dan Amanda, dia kembali menoleh melihat Andika.

“Dika, kamu ikut emak ya, kita ke kampung emak,” ujar Suriwati.

“Kakak juga ?” tanya Andika.

“Enggak dong, kakak kan menikah, dia harus sama suaminya,” ujar Suriwati.

“Hah....aku apa mak ?” tanya Amanda kaget.

Mark tersenyum mendengar pertanyaan Amanda dan melihat wajah Amanda yang nampak kaget.

“Loh kamu gimana sih Manda, kamu kan menikah dengan nak Mark,” ujar Suriwati mempertegas.

“Eh...be...beneran ?” tanya Amanda bingung sambil menoleh melihat Mark.

“Yah tadi aku sudah bilang ibu dan dia merestui kita,” jawab Mark santai.

“Oh....gitu....bu...bukannya kerja ya kak ?” tanya Amanda.

“Bukan bukan, udah jangan tanya lagi ya,” jawab Mark.

Amanda langsung diam dan menunduk, namun terlihat wajahnya memerah dan senyum lebar menghiasi wajahnya.

“Eh tapi Dika mau sama kakak mak,” ujar Andika menghancurkan suasana.

“Tidak boleh dong Dika, jangan ganggu kakak mu dan suaminya,” ujar Suriwati sedikit kencang.

“Enggak mau....Dika mau sama kakak,” teriak Andika.

“Tidak apa apa bu, biarkan dia ikut saya,” ujar Mark.

“Tidak nak Mark, jangan manjakan Dika, dia harus bisa melepaskan kakak nya, dia selalu nempel sama Amanda, itu tidak bagus,” ujar Suriwati kepada Mark.

“Ga mau tau....Dika mau ikut kakak,” teriak Dika merengek.

“Jangan gitu Dika, kamu harus mengerti dong,” balas Suriwati sedikit kencang.

“Tapi mak, dia sekolah disini dan dia punya banyak temen di sini, biarkan saja dia disini sama Manda, mak, kak Mark juga setuju kan,” ujar Amanda merangkul Andika.

“Tapi....Dika mau sama emak juga, Dika sayang emak...hik....hik,” Andika mulai menangis dan menunduk.

“Nah, gimana bu, ibu ikut saja sama saya, nanti kalau ibu mau pulang kampung, saya, Amanda dan Andika mengantar ibu pulang,” ujar Mark.

Suriwati berpikir, dia merenung, kedua tangannya mengepal, dia ingin sekali pulang dan bertemu dengan ayah, ibu, kakak dan saudara saudaranya karena dia sudah lama sekali tidak mengontak mereka, namun dia juga tidak bisa berpisah dengan Amanda dan Andika. Akhirnya dia menoleh melihat Mark,

“Gini nak Mark, boleh tidak ibu mikir dulu ?” tanya Suriwati.

“Boleh bu, tapi jangan tinggal di sini ya, tinggal di rumah ku saja,” jawab Mark.

“Baiklah, ibu mengerti (menoleh melihat Amanda dan Andika) kalian sudah beberes ?” tanya Suriwati.

“Sudah bu, Manda juga sudah membereskan baju baju ibu,” jawab Amanda.

“Ya udah, ibu masuk dulu buat cek dulu sebentar ya, kalian tunggu di sini,” ujar Suriwati berdiri.

Dia berjalan ke dalam kamar, namun ketika dia membuka tirai, dia menoleh melihat ke arah Mark, Amanda dan Andika.

“Dika, sini, bantuin emak,” ujar Suriwati.

“Iya mak,” balas Andika melompat dari kursi.

Dia langsung menyusul Suriwati masuk ke dalam kamar, setelah tirai tertutup, Mark pindah duduk lagi ke sebelah Amanda.

“Kakak, kenapa jadinya menikah dengan ku ? aku perempuan dari tempat seperti ini kak, apa tidak masalah ?” tanya Amanda.

“Tidak masalah, aku juga bukan laki laki kaya dari tempat terpandang, aku juga sama seperti kamu,” jawab Mark.

“Gitu...ya kak,” ujar Amanda.

“Um...sori, bisa panggil nama ku saja, kayaknya rasanya gimana gitu kalau panggil kak,” ujar Mark.

“Um...i...iya, Ma...Mark,” balas Amanda malu malu.

Mark merangkul Amanda yang langsung merebahkan kepalanya di pundaknya, dia mengecup kepala Amanda dan menoleh melihat lurus ke depan.

“Lupakan masa lalu, aku sudah punya calon istri baru, walau dia adik tiri Vania, aku tidak perduli, kita pasti akan bahagia, aku janji,” ujar Mark dalam hati.

[Plok....plok....plok.]

Terdengar suara Aisha bertepuk tangan di kepala Mark, langsung saja dia tersenyum dan berinteraksi dengan Aisha.

“Terima kasih Aisha,” ujar Mark.

[Sama sama tuan, sekali lagi saya ucapkan selamat.]

“Kamu sudah tahu sebelumnya ya kalau dia adik tiri mantan istri ku ?” tanya Mark.

[Tuan bicara apa ya ? saya tidak mengerti.]

“Haaa...kamu tidak mau mengatakannya ya ?” tanya Mark.

[Saya tidak mengerti pertanyaan tuan, mohon maaf.]

“Ya sudah lah,” balas Mark kesal.

Setelah itu, Suriwati dan Andika keluar membawa koper besar sebanyak tiga buah, Amanda masuk ke kamarnya dan mengeluarkan sebuah koper besar lagi. Mark menarik keluar smartphone nya dan memesan taksi online. Setelah itu, dia membuka histori teleponnya, ada beberapa kali miscall dari Vania seminggu lalu yang dia acuhkan.

Lalu dia membuka aplikasi pesannya dan ada pesan juga dari Vania seminggu lalu ketika dia bertanya pada dirinya sudah mendapat pekerjaan atau belum dan tentunya dia acuhkan walau di baca. Mark tersenyum, dia mematikan layar smartphone nya dan dengan tenang menunggu taksi online datang.

******

Sementara itu, di saat yang sama, di ibukota, di sebuah rumah mewah seperti mansion bergaya eropa dengan halaman yang luas, sebuah mobil sedan mewah berhenti di depan rumah. Vania yang duduk di belakang turun dan melangkah masuk ke dalam rumah, dia langsung menoleh melihat seorang pelayan laki laki,

“Papa, mama mana ?” tanya Vania dengan angkuh.

“Di ruang tengah non,” jawab sang pelayan.

“Ok,” balas Vania.

Dia masuk ke dalam ruang tengah dan melihat seorang pria paruh baya duduk di sofa bersama seorang wanita paruh baya, keduanya menoleh melihat Vania.

“Sudah datang ?” tanya sang pria.

“Sudah papa,” jawab Vania duduk di depan keduanya.

Sang pria mengambil remote di meja dan mematikan televisi nya, kemudian beberapa pelayan masuk menghidangkan kue kue dan minuman untuk Vania.

“Kamu tahu kan kenapa kamu di panggil kemari ?” tanya sang wanita paruh baya.

“Mau di jodohin lagi kan ?” tanya Vania ketus.

“Kamu tuh ya, ngomong sama orang tua jangan kayak gitu, mustinya kamu bersyukur, papa dan mama mau susah payah mencarikan kamu suami yang pantas, tidak seperti si buntung pilihan mu itu,” jawab mama.

“Lalu, kamu sudah menemukan dia ?” tanya sang ayah.

“Belum, semingguan ini aku sibuk, aku belum telepon dia lagi, dia juga belom pulang ke kontrakan,” jawab Vania ketus.

“Kamu itu gimana sih, cepat cari dia dan urus perceraian kalian, teman papa punya anak laki laki, katanya dia kenal kamu sejak kuliah,” ujar sang ayah.

“Hah....siapa ?” tanya Vania kaget.

“Nama teman papa, Yudi Rusli, anaknya bernama Ditto Rusli, kenal ?” tanya sang ayah.

“Haaah...bukan kenal lagi pa, aku malah udah tidur sama dia,” jawab Vania santai.

“A..apa, kamu itu ya,” teriak sang mama.

“Udah ma (menoleh melihat Vania) papa udah bilang iya sama dia, pernikahan kalian di jadwalkan bulan depan, buat laporan ke polisi dan cari suami buntung mu itu, kalau tidak langsung aja gugat cerai karena sudah tidak pulang selama lebih dari seminggu,” ujar sang ayah.

“Ok ok pah, udah kan, Vania ke kamar dulu,” ujar Vania berdiri.

Langsung saja Vania keluar dari ruang tengah, kemudian dia menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya. Sementara di ruang tengah,

“Sifatnya sama kayak kamu, Jeff, keras kepala,” ujar sang mama.

“Sama kayak kita, kamu kira kamu tidak keras kepala, Sinta ?” tanya Jeffrey.

“Kalau dia masih tidak mau melapor, biar kita yang urus,” ujar Sinta mengalihkan pembicaraan.

“Ya, Teddy udah jalan ke kota itu buat mengurusnya,” ujar Jeffrey.

Keduanya kembali menikmati minum teh mereka dan Jeffrey kembali menyalakan televisinya untuk menonton berita terkini. Sementara di kamar, Vania merebahkan diri di ranjangnya, dia mengambil smartphone nya dan memeriksanya, wajahnya sedikit berubah menjadi sedih, ketika melihat tidak ada apa apa di smartphone nya.

“Kemana sih kamu, buntung,” ujarnya dalam hati.

1
Syari Andrian
double2 up donh
TUAN AMIR
next
Syari Andrian
Next
Syari Andrian
Nyesal gak kamu vania? Hufh keqnya enggak😑😑😑
Syari Andrian
Keren banget idenya bikin cerita thor…
Syari Andrian: Sama2
Mobs Jinsei: makasih dan makasih support nya kak/Pray/
total 2 replies
Syari Andrian
Next seru
Syari Andrian
Astaga…😬😬😬
Syari Andrian
Akhhhh knapa jadi aku yang nge bayangin….
Syari Andrian
Waaah identitas baru.. berarti lajang dong awokawoak
Syari Andrian
Jangan sulit2 ancamannya ya kasian MC nya
Syari Andrian
Banka kamu akan menyesal di kemudian hari 😪😪
WHITE FIRE
lanjut author aku tunggu updatenya
Mobs Jinsei: Siap kak
total 1 replies
WHITE FIRE
lanjut author aku tunggu
allowble_ranger
lanjut jadi penasaran
Mobs Jinsei: Siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!