NovelToon NovelToon
Penyesalan

Penyesalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Lari Saat Hamil / Berbaikan / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Faijha.asr

Syok, begitu tau dia hamil, itulah yang Dinda rasakan saat ini. Apa lagi mengetahui kalau Nicko, ayah dari anak yang Dinda kandung telah pergi begitu saja tampa pamit.
Dinda, harus kuat meskipun harus menanggung malu, hinaan dan juga ejekan dari teman-temannya.
Dinda, juga berharap tidak mau lagi bertemu dengan Nicko Raharja, pria yang sudah membuat hatinya terluka, tapi takdir berkata lain. Dinda dan Nicko kembali di pertemukan lagi dengan Nicko yang sudah memiliki tunangan.
apakah Nicko akan kembali bersama Dinda lagi, karena mereka sudah memiliki anak.

* * *

Penasaran dengan kisah Dinda dan Nicko, langsung baca yuk👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faijha.asr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Emosi Nicko

Wanita yang tadi sempat membuat masalah dengan Dinda, langsung di panggil oleh Raffi, ke ruangan kerjanya di lantai dua.

Sebelum meninggalkan dapur, wanita itu melihat penampilannya terlebih dahulu, di rasa sudah pas, wanita itu lalu pergi menemui atasan mereka di lantai dua.

Saat melewati tempat istirahat, wanita itu menatap sinis ke arah Dinda dan Nando, yang sedang duduk di sana bersama beberapa pelayan lain.

"Eh, penampilan gue udah oke belum, soalnya gue di panggil sama pak Raffi, ke ruangannya ni," ucap sinis wanita itu.

"Udah kok, lu udah cantik."

"Oke," wanita itu dengan pedenya pergi dari sana, dengan tersenyum manis naik kelantai dua, di mana ruang kerja Raffi berada.

"Gue jadi penasaran, pak Raffi, kok manggil gue ya," ucap wanita itu dalam hati, lalu mengetuk pintu dengan pelan.

Setelah mendapat sahutan dari dalam sana, wanita itu pun membuka pintu dengan perlahan, dan melihat Raffi yang sedang fokus melihat layar laptop.

"Permisi pak, apa benar pak Raffi, manggil saya?"

"Iya, silahkan duduk."

"Terimakasih pak," wanita itu duduk di kursi yang ada di depan Raffi, menatap pria itu dengan kagum, karena Raffi juga memiliki paras yang tampan seperti Nicko.

"Ada apa pak Raffi, manggil saya?"

Raffi menatap wanita itu dengan tajam, membuat wanita itu menelan ludah dengan susa paya, baru kali ini wanita itu melihat wajah dingin tak bersahabat atasannya itu.

"Kamu di pecat, mulai hari ini kamu gak bisa lagi bekerja di kafe ini."

"Apa, di pecat? Tapi apa salah saya pak, saya kan tidak melakukan kesalahan apapun, kenapa saya bisa di pecat?"

"Kamu sudah melakukan kesalahan yang sangat besar, dan kesalahan kamu itu tak bisa di maafkan," ucap Raffi, tegas.

"Saya belum paham apa maksud pak Raffi, saya tidak tau kesalahan apa yang sudah saya lakukan, tolong beritahu saya pak?"

"Kau sudah lancang menghina Dinda dan putranya, jadi di kafe ini tidak memperkerjakan orang yang berhati busuk seperti kamu."

"Sial, jadi gue di pecat cuma gara-gara Dinda dan anak haramnya itu, liat aja apa yang akan gue lakuin," ucap wanita itu dalam hati.

"Sekarang juga kamu keluar dari ruangan saya."

Dengan menahan rasa kesal, wanita itu keluar dari ruangan itu dan turun ke lantai bawa, membuat teman-temannya penasaran kenapa wanita sampai di panggil oleh atasan mereka.

"Gimana, pak Raffi, ngomong apa sama kamu?"

"Minggir," kesal wanita itu, mengambil barang-barangnya lalu keluar dari sana, membuat Dinda dan yang lain bertanya-tanya dalam hati.

"Eh, kenapa kok dia pergi, bukannya tadi semangat banget dandan sebelum pergi ke ruangan kerja pak Raffi.

"Aku juga gak tau, tapi sepertinya terjadi sesuatu de."

"Udah biarin aja, nanti kita dengar aja beritanya."

"Ma, Nando mau main lagi ya," ucap bocah laki-laki itu, mendongak melihat sang mama.

"Iya sayang, mama juga mau lanjut kerja lagi, ingat jangan nakal ya."

"Siap mama."

Dinda, tersenyum melihat putranya yang begitu semangat, bermain mobil yang di berikan oleh om baik, sampai saat ini pun Dinda masih sangat penasaran, siapa om baik yang di maksud oleh putranya itu.

* * *

Di lain tempat, Nicko baru saja tiba di rumah, setelah mengantar Alika ke rumah tadi sepulang dari bandara, Nicko langsung ikut bersama Raffi ke kafe.

Nicko memasuki rumah besar itu, dan di sambut hormat oleh para pelayan yang sudah berjejer rapi di depan pintu masuk, di dalam sana ada tuan Nigel, nyonya Amelia dan Alika, sedang mengobrol dengan santai sambil menikmati siaran tv.

"Sayang, kamu udah balik ya, kok lama banget," Alika, langsung menghampiri Nicko, yang terlihat menahan kesal saat ini.

"Aku mau ke kamar dulu, mau mandi gerah," ucap Nicko, lalu pergi begitu saja, membuat senyum manis Alika, tiba-tiba jadi masem melihat tunangannya yang tiba-tiba cuek padanya.

"Alika sayang, kamu jangan sedih ya, mungkin saja Nicko lagi ada masalah di kafe, ya wajar saja sudah lama Nicko, mempercayakan kafe itu pada teman baiknya Raffi," ucap nyonya Amelia, berusaha untuk menghibur calon menantunya itu.

"Iya Tante," Alika mengangguk pelan, lalu kembali duduk bersama kedua orang tuanya Nicko.

"Anak itu pasti bertemu wanita itu," ucap tuan Nigel, dalam hati.

Sampai di kamar, Nicko membanting pintu guna untuk meredakan emosinya yang memuncak saat ini, hinaan dari pekerjanya tadi, benar-benar membuat Nicko naik darah, kalau saja dia tidak sedang menyelidiki sesuatu tentang masa lalu Dinda, Nicko pasti sudah membela putra kesayangannya tadi.

"Akan aku pastikan, siapapun yang berani menghina putraku, dia akan berurusan dengan ku," ucap Nicko, dengan sebelah tangannya terkepal kuat, membuat urat-uratnya sampai kelihatan bermunculan.

Ceklek....

Nicko berbalik, melihat pintu yang baru saja terbuka dan masuklah Alika, sambil tersenyum manis, dan langsung memeluk Nicko.

"Sayang, kok kamu belum mandi si, aku siapkan baju kamu ya."

"Alika, tolong kalau masuk ke kamar aku ketuk pintu dulu," kesal Nicko, melepaskan pelukan wanita itu dengan paksa.

"Kok kamu kaya gak suka gitu, kenapa sampai Indonesia kamu tiba-tiba cuek sama aku, waktu di Italia kamu gak gini sama aku Nick," wanita itu menatap Nicko dengan kedua mata memerah, membuat Nicko mengusap wajah dengan kasar, saat ini pikiran Nicko benar-benar sedang kelut, memikirkan Dinda dan Nando.

"Aku minta maaf, tolong kamu keluar dari kamar aku sekarang," ucap Nicko, semakin membuat Alika tak dapat menahan air matanya.

Alika pun pergi dari kamar itu, dengan perasaan kecewa karena sang tunangan yang tiba-tiba berubah cuek padanya.

"Maafkan aku Alika, tapi aku benar-benar gak bisa bersama kamu, aku hanya mencintai Dinda, dan sampai kapanpun hanya Dinda yang ada di hatiku," ucap Nicko dalam hati, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

* * *

"Papa yakin banget ma, pasti Nicko jadi seperti ini pada Alika, karena sudah bertemu dengan wanita itu," ucap tuan Nigel, sambil memegang dadanya yang terasa sakit.

"Pa, udah dong, jangan berpikiran yang enggak-enggak, sekarang ini papa lagi sakit, nanti kalau penyakit papa kambuh lagi gimana."

"Tapi Nicko gak bisa bersama wanita itu ma, Nicko harus menikah sama Alika," tegas tuan Nigel, meskipun dalam kondisi sakit-sakitan.

Nyonya Amelia menghela nafas berat, lalu duduk di dekat sang suami dan mengusap lengan pria itu dengan lembut.

"Apa papa gak pengen liat, cucu papa yang sekarang sudah tumbuh besar," ucap nyonya Amelia, membuat tuan Nigel menatap istrinya itu dengan tajam.

Sedangkan tak jauh dari sana, Alika mendengar semua obrolan tuan Nigel dan nyonya Amelia, Alika menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

"Cucu, jadi Nicko sudah punya anak dari wanita lain," ucap Alika, dalam hati dengan menatap tak percaya pada kedua orang tuanya Nicko.

Bersambung...

1
A R
cepatlahh bawa nando berobat 😭😭😭
A R
akhirnya ada titik terang
A R
cpt lah nicko bawa nando dan dinda ke jerman utk berobat
A R
hedehhh ulet bulu ganggu aja.
A R
cptlah bw nando berobat 😭😭
A R
moga nando bisa segera diobatin ya 😢😭
A R
cucu mu lagi sakit wahai bapak tua jahat 😭😭😭 nenek ga mau ktm cucu ganteng mu kah?? sapa tau abis ktm nando trs kamu cerita ke kakek tua trs jd luluh hatinya.
A R
sukurinnnn 😡😡😡
A R
semoga nicko tau nando sakit 😭😭😭😭 biar bisa diobati cepat
A R
kasian nando 😭😭😭
A R
jahat sih kamu sama cucu sendiri
A R
wahh nicko ga nikah2. kyknya nando sakit parah deh 😭😭😭😭😭
A R
dinda semangatt
A R
pecat aja. sebel bgt liat mrk.
A R
akhirnya tau jg kamu nick 🥺🥺🥺
A R
mksh pak rt 😭😭😭
A R
pasti diusir. nicko walo kamu ga bisa sama dinda setdknya bantu dong lewat teman mu. nangis darah kamu dan keluargamu nanti, apalgi bpk mu itu.
A R
kasian dinda 😭😭
A R
ksh tau nicko nya dong
A R
kasian dinda. mending dinda dan ibu pindah saja 😢😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!