Aleksander Smith seorang pria berusia 35 tahun,
Ia merupakan seorang bos mafia yang ditakuti dinegara Indonesia. Kekejian dan kekejamannya membuat ia paling ditakuti di dunia Mafia.
____
Agatha Leonor wanita cantik yang selalu terlihat ceria dan periang, namun keceriaan itu seketika hilang ketika tanpa sengaja dia harus berurusan dengan Aleksander Smith dan berakhir menjadi tawanannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Bia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Leonor dalam keadaan mata tertutup, merasakan nafas hangat dari hidung Alex menerpa wajahnya, ia bisa merasakan bahwa lelaki sangar itu tengah menatap wajahnya, merasakan Jari-jari Alex tengah menyentuh luka dikepala dan di pelipis, Alex dengan sangat pelan dan hati-hati mengoleskan salep kebagian yang terluka diwajah gadis itu.
"Astaga! Ada apa dengannya? Kenapa dia mengobati lukaku, apakah dia bertobat? batin Leonor dalam hatinya.
Ia merasakan tangan berotot itu merangkul tubuh mungilnya.
"Buat aku tidur lagi, aku masih mengantuk,"Alex mendekap tubuh mungil itu.
Leonor merasa ia seperti boneka tidur untuk Alex.
Sebelum Alex tertidur Leonor tidak berani bergerak, walaupun tubuhnya benar-benar terhimpit dirangkul kuat oleh Alex, ia menarik nafas kuat menahan tegangan didada.
'Dasar sejalan..kenapa harus memeluk tubuhku baru bisa membuat nya tertidur,
Memangnya aku boneka kelinci? Atau boneka panda? Kenapa tubuhku yang kamu lukai ini yang bisa membuat tertidur? Dadar pria aneh'
Bahkan dalam tidurnya saja ia seperti orang yang punya banyak beban hidup, punya banyak kerutan di kening nya.
Mata Leonor penasaran dengan kerutan-kerutan di kening Alex, kerutan itu mengingatkan dengan seseorang.
'Brian...apa kabarnya kamu?' bisik Leonor pelan.
Leonor perlahan-lahan menyentuh dan meretakkan kerutan itu, Alex dapat merasakan apa yang dilakukan Leonor di kening nya, gerakan dan sentuhan sekecil apapun dapat membangunkan nya, sikap dan kewaspadaan itulah yang membuat ada sampai dengan sekarang ini, resiko pekerjaan membuat nyawanya selalu dalam bahaya.
Maka saat Leonor meraba dan meratakan keningnya ia sudah bangun.
Ia tahu apa yang dilakukan wanita yang didekapnya.
Saat kerutan itu hilang ia tersenyum manis, tapi Alex dengan sengaja membuat kerutan lagi di kening nya.
"Ckkkk"
Ia terdengar berdecak kesal dan kembali meratakan Kerutan kulit itu lagi, ia merasakan tangan mungil Leonor menyentuh pipinya, hal itu membuat jantung berdetak lebih kencang.
Tidak pernah seorang pun yang berani menyentuh pipinya, terakhir yang menyentuh pipinya ada ibu dan ayahnya, itupun waktu ia habis menyelesaikan pendidikan diluar negeri, ibu akan selalu memegang dan mengecup pipi putra semata wayang nya itu.
Tapi itu sudah sangat lama, ia sangat ingin merasakan disayang dan diberi perhatian seperti itu lagi.
Terbayang oleh ayah dan ibunya tiba-tiba dadanya menjadi panas, mengingat jika Leonor terlibat dalam hilangnya ayah dan ibunya.
Ia marah ingin menghentikan tangan itu dari wajahnya, namun ia merasakan tangan itu perlahan-lahan pelan dan berhenti, ia tertidur juga dengan tangan yang masih ada diwajah Alex.
'Bukannya dia sangat membenci ku dengan semua yang kulakukan padanya, lalu kenapa dia musti menyentuh pipi ini?'
Alex menatap wajah polos Leonor cukup lama.
Alex kembali memeluk tubuh itu erat, ia merasakan ada damai ketika memeluk tubuh gadis itu, ia bisa tidur lagu bahkan terbawa mimpi, bermimpi indah bertemu ayah dan ibunya, ayah dan ibunya tersenyum indah menatap wajahnya.
Ayah ibu panggil Alex dalam mimpi, mereka berdua berpegangan tangan sambil tertawa ceria, Alex meneteskan air mata melihat ayah dan ibunya melambaikan tangan kepadanya.
Ayah dan ibunya semakin menjauh, Alex terus memanggil namun tidak dihiraukan.
Tiba-tiba muncul seorang perempuan cantik yang datang menghampiri ayah dan ibu Alex,
"Pulang lah tugas kalian disana belum selesai, belum sampai saat aku memanggil kalian" kata gadis itu, menyuruh ayah dan ibunya kembali kepada Alex.
Ayah dan ibunya kembali lagi memeluk Alex erat, seakan tidak ingin terpisahkan lagi, Alex sangat bahagia dan terharu melihat mereka kembali lagi padanya, ia menangis sampai tersedu-sedu dalam mimpinya.
Alex tersadar dari tidurnya, ia menoleh kesamping dan melihat Leonor tertidur dengan pulas, ternyata hanya mimpi.
Alex menyentuh pipi Leonor dengan Jari-jari nya, wanita ini benar-benar akan jadi jimat tidur untuknya, karena baru ini ia tidur dengan Leonor ia tidak mimpi buruk, atau didatangi oleh mimpi buruk lagi sejak ada Leonor, bahkan ia sangat senang melihat wajah ayah dan ibunya dalam mimpi, ia tidak mengerti menyapa ayah dan ibunya balik lagi memeluk nya hingga ia tersadar?
'Baiklah, aku putuskan mulai sekarang kamu akan menjadi bantal tidurku,' ucap Alex dalam hati menatap Leonor, kembali memeluk Leonor dan melanjutkan tidurnya kembali.
Alex terbangun lagi setelah ia tertidur untuk beberapa jam, ia merasa tubuhnya sangat segar.
Ia menoleh kesamping dan melihat hal lucu yang dilakukan oleh Leonor, ia memasukkan jari jempol kedalam mulutnya.
"Ckkkk,...dasar, memangnya kamu masih anak bayi apa, ngemut jemput," ucap Alex dengan senyum tanpa sadar, gara-gara melihat kelakuan Leonor seperti bayi, ia menarik tangannya dari bahwa kepala Leonor.
Ia merenggangkan otot-otot dan tubuhnya, meraih ponsel menekan nomor Jose.
"Bawakan makan siang ke kamar ku," Ia memberi perintah pada Jose.
Mata Jose menyengit bingung disuruh antar makana kedalam kamar bosnya, ini pertama kali ia membawa makanan, biasanya ia bertugas mengurus hal-hal besar dan proyek-proyek besar, tapi kenapa ia harus mengantarkan makanan.
"Biar bibi saja den, takut nanti tumpah" Bu ina khawatir melihat Jose mengangkat nampan berisi makanan.
"Sudah saja buk, mungkin dia merasa bisa," ujar bu atin, ia tersenyum mengelengkan kepalanya melihat kekukuhan Jose mengangkat nampan.
Tok....tok...!
"Masuk...!"
"Saya datang membawa makanan nya bos,"
"Letakkan saja disana,"
Alex masih dengan posisi duduk disamping Leonor yang sengaja ditutupi pakai selimut dan hanya menyisakan kepala, penampilan Alex dengan atasan yang terbuka, siapapun yang melihat pasti menebak apa yang sudah terjadi diantara mereka.
Seperti nya Alex sengaja ingin memperlihatkan kepada Jose bahwa Leonor hanyalah miliknya, dan mereka habis melakukan aktivasi panas.
Jose bersikap biasa saja, ia meletakkan makanan diatas nakas dan melangkah keluar dari kamar.
"Heiii...bangun! Temani aku makan,"
Alex membangunkan nya.
Leonor bangun duduk, kesadarannya belum terkumpul semua, ia duduk dengan ujung Jari-jari masih menempel di mulut nya, Alex berdiri melihat nya dengan Jari-jari masih di mulut nya, tapi saat sadar alex menatap nya, ia buru-buru menarik tangannya.
Wajahnya memerah malu Alex menatap dengan geli, ia menunduk menyembunyikan tangannya dbawah selimut.
"Cepat bangun dari sana aku mau makan,"
Tidak pakai lama Leonor langsung bergegas menuruti perintah bos, ia membuka penutup makanan menghidangkan di atas meja lalu ia mundur.
"Kamu mau ngapain?”
"Silahkan dimakan! Saya akan menunggu disini," Ujar Leonor penuh hormat.
"Duduklah temani aku makan,"
Rasa takut, telah mengubahnya menjadi gadis yang penurut, ia tidak membantah, duduk didepan Alex, ia menyendok sedikit makanan kepiring nya menemani Alex makan, senyum bahagia dan kecerian yang biasa ia tunjukkan untuk orang sekitar nya sudah hilang, seiring penderitaan yang ia alami.
Ia sekarang menjadi gadis penurut yang selalu Melihat Alex dengan ketakutan, dulu waktu masih dirumah dihutan biar dimarahi atau disakiti ia masih ceria dan okey, kadang suka membuat lelaki dihadapan itu marah.
Tapi kali ini, ini yang dia mau, ia mau Leonor menuruti semua perintah nya, dan melakukan apapun yang ia inginkan, tapi entah mengapa ia tidak suka melihat itu.
'Ada apa dengan ku' Alex melihat dengan sinis.
Leonor hanya memakan sedikit makanan yang ada didepannya, ia terlihat tidak berselera, tatapan matanya kosong, pikiran nya seakan-akan pindah ke dunia lain.
"Hummm," Alex batuk kecil membangunkan Leonor yang termenung, dengan cepat Leonor menuangkan air kedalam gelas dan menyodorkan nya ke Alex, sedangkan ia menyudahi makannya.
Ia berfikir Alex memarahi karena lama makan.
"Apa kamu sudah selesai? Apakah makanan nya tidak enak?"
"Enak tuan"
"Stop...jangan jangan panggil aku tuan, kamu tidak diizinkan melakukan nya, kamu boleh panggil aku seperti nama panggilan yang sering kau ucapkan, lelaki sialan, lelaki kejam, lelaki iblis, atau lion, dulu bukankah kau memanggil ku dengan sebutan itu?"
"Tidak...saya tidak ingin melakukan nya lagi, maafkan saya selama ini...mulai sekarang saya akan patuh pada perintah anda,"
Alex tiba-tiba diam,
Mendengar penuturan Leonor, ia merasa ada bagian dalam hatinya yang ikut sakit.
"Bereskan ini, aku sudah tidak berselera lagi, cepat sembuhkan bibir mu, aku ingin menikmati tubuhmu lagi, aku tidak ingin melihat luka itu lagi,"
"Baik"
Dug....!
Jantung alex tiba-tiba Berdegup saat Leonor memilih mengiyakan semua perintah nya.
Rasanya ia ingin marah tapi untuk apa?
***Bersambung***
makasih thorr cerita mu sgt bagus