NovelToon NovelToon
Tentara Bayaran Dan Dokter Cantik

Tentara Bayaran Dan Dokter Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Tentara / Perperangan / Persahabatan / Romansa / Ahli Bela Diri Kuno / Dokter / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:27.5k
Nilai: 5
Nama Author: black urang

Dewa adalah seroang Tentara Bayaran yang sangat disegani oleh musuh-musuhnya didunia hitam, dia tergabung dalam pasukan ibils neraka bersama empat temannya.
setelah merasa pekerjaannya terlalu berbahaya dia kemudian memilih pensiun setelah terakhir kali mereka menyelamatkan seorang Dokter yang Cantik.
Setelah menajalani masa pensiunnya ternyata Dewa masih terlibat dengan berbagai masalah yang datang dari masa lalunya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon black urang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di rawat dokter tetangga

*****

Setelah memanaskan makanan Vanda kembali ke dalam Kamar Dewa, dia melihat Dewa yang kembali menutup matanya.

...."hey makanannya sudah siap...." Vanda membangunkan Dewa yang tidur lagi. "Hmmmm....ia makasih yah, emmm itu tangan saya masih kaku...." Dewa terbata-bata.

..."ia saya suapin kamu..."...eh bukan itu maksud saya," potong Dewa cepat. "Kamu sepertinya belum makan juga...temani saya makan, biar saya makan sendiri saja pake tangan kiri..." Sambung Dewa sambil melihat kemangkuk ditangan Vanda.

....."eh itu saya sebentar makan setelah kamu makan...."....tidak apa-apa berikan makanannya kamu ambil makananmu..." kata Dewa.

"Tidak apa-apa saya suapin saja, tanganmu tidak boleh banyak gerak dulu...nanti jahitannya terbuka lagi...." Jelas Vanda.

Vanda lalu mendekati Dewa mulai menyuapi Dewa yang duduk bersandar ditempat tidur.

Saat sedang menyuapi itu tidak sengaja mata mereka bertemu tatap....serentak keduanya langsung membuang muka kesamping. Muka vanda langsung merona, sementara Dewa yang takut moment itu jadi aneh...."itu airnya...."sambil menunjukan gelas air disamping Vanda. ..."eh ia ini..." Vanda memberikan gelas ditangan kiri Dewa.

Setelah momen makan itu selesai, Vanda membawa mangkuk dan gelas kedapur. Dia langsung mencuci semuanya, setelah itu dia mengambil roti yang dia beli sebelumnya lalu memakan satu roti tersebut.

Dua puluh menit kemudian Vanda kembali kekamar Dewa. Dia melihat Dewa sudah tidur lagi, dia sebenarnya mau pulang kerumahnya tapi setelah melihat kondisi Dewa dia tidak tega meninggalkan Dewa sendirian. Dia lalu kembali ke sofa sambil memainkan ponselnya. Tidak lama kemudian karena sudah tidak tahan kantuk Vandapun ikut tertidur disofa dalam kamar Dewa.

Setelah terbangun Dewa melihat disekitar kamarnya sudah kosong, sudah jam sembilan pagi. "Mungkin dia sudah pergi..." guman Dewa. Dewa terlihat tidak rela kalau Vanda tidak ada disana.

Sementara sebelum itu Vanda yang terbiasa bangun pagi sudah bangun duluan. Dia memeriksa keadaan Dewa yang sudah tidak demam lagi, dia memutuskan untuk pulang kerumahnya. Hari ini kebetulan Vanda mendapat jatah libur sampai besoknya. Di rumahnya Vanda membersihkan diri, kemudian dia membuat sarapan untuk dirinya lalu memasak bubur untuk Dewa.

Setelah semuanya selesai Vanda membawa bubur yang dia masak kerumah Dewa. Di dalam kamarnya Dewa yang merasa sudah agak baikkan dia mau bangun tepat ketika pintu kamarnya dibuka seseorang dari luar. Sontak Dewa langsung menoleh, matanya langsung terpana melihat penampilan Vanda yang rambutnya diikat kebelakang, baju kaos putih dan celana denim. Penampilan Vanda pagi ini sangat cantik apalagi sambil membuka pintu wajahnya yang dihiasai senyumnya yang manis membuat Dewa seakan tersihir.

"Eh....kamu mau kemana?, jangan gerak dulu..."seru Vanda. "Saya mau kekamar mandi Dokter..., sebentar yah..." sahut Dewa. "Oh kirain....ya sudah jangan sampai lukanya kena air"....muka Vanda merona setelah ngomongin itu.

Dewa masuk kekamar mandi untuk buang air kecil yang dia tahan dari tadi. Setelah itu dia keluar dari kamar mandi sambil mengangkat infus ditangan kirinya. "Apa infusnya sudah bisa dilepas sekarang Dok..." tanya Dewa.

"Nanti saja kalau sudah habis...kamu makan saja dulu habis itu kamu minum obatnya" sahut Vanda sambil menoleh membawa kota bubur yang dia bawa dari Rumahnya. "Saya makan sendiri saja yah...ini saya bisa makan pake tangan kiri kok..." Kata Dewa sambil mengambil kotak makanan dari tangan Vanda. "Ya boleh...." Vanda menyerahkan kotak itu lalu mundur, " saya ambilin air dulu...." Sambil menoleh kepintu lalu keluar menuju dapur. Vanda mengambil air hangat untuk Dewa minum.

Pagi itu setelah makan, Vanda membantu Dewa melepaskan infus dari tangannya. Vanda menyarankan Dewa untuk tetap dirumahnya dan jangan sampai lukanya terkena air. Setelah itu dia kembali kerumahnya, bukannya Vanda tidak mau lama-lama disana tapi karena Dia tidak tahu harus buat apa dirumah Dewa. Dia berjanji kepada Dewa dia akan kembali kesana siang nanti.

...saya pulang dulu...nanti siang saya kesini lagi kamu istirahat saja dulu...kata Vanda.

"Tidak apa-apa kalau kamu sibuk, nanti siang Toni kesini bawain makan untuk saya" kata Dewa karena merasa bersalah membiarkan Vanda tidak tidur semalaman pikirnya.

....Oh....hanya itu yang keluar dari mulut Vanda. Entah mengapa Vanda merasa perasaannya terhempas setelah Dewa mengatakan itu.

Saya pulang Dulu...."kata Vanda langsung berbalik lalu pulang kerumahnya. Dewa melihat punggung Vanda keluar dari kamarnya.

"Apa saya salah ngomong yah...?" guman Dewa. Dewa yang merasa bosan dikamarnya diapun keluar dari kamar. Dia mengambil ponselnya lalu menghubungi Toni.

*****

Dirumah Dude...disana sudah ada Zizau dan tiga rekannya sedang ngobrol ditaman belakang. "Apa dia masih dikabin?" tanya Zizau. "Dia sudah pulang kemarin, dia hari ini mau survey tempat untuk membuka cabang bengkel katanya"....jelas Dude.

"Apa dia tidak mengatakan hal lain Dud?" Cecar Martin. "Dia sepertinya makin aneh saja akhir-akhir ini?"....apa dia sudah menemukan perempuan sekarang? Hehehehe....sambung martin sambil tertawa.

"Itu malah bagus....daripada dia selalu habiskan waktunya dihutan..."balas Adam.

...Besok minta dia kemarkas Dam, kita sebaiknya lebih cepat bahas persoalan itu....kata Zizau sambil menyeruput kopinya.

Keempat rekan Dewa ini sangat perhatian kepadanya. Persoalan yang mereka sebutkan adalah permintaan klien baru mereka untuk melakukan pengawalan pada sebuah pertemuan antar investor besar yang melibatkan beberapa perusahan besar dari beberapa Negara.

*****

Dirumahnya Vanda yang sedang liburan hanya berada dirumahnya seharian, dia berbaring dikamarnya sambil membaca Novel online di ponselnya.

Ponselnya tiba-tiba berbunyi ada notifikasi, sebuah pesan masuk itu dari Ayahnya. Memberitahu Vanda kalau dia menyuruh anakbuahnya mengantar mobik milik Vanda ke Mandar.

Setelah membaca pesan itu Vanda segera menghubungi Ayahnya, sudah berapa hari dia tidak dengar suara ayahnya dia merasa kangen dengan ayahnya.

Setelah cukup lama ngobrol dengan ayahnya Vanda kemudian keluar dari kamarnya karena waktu sudah menjelang sore hari.

Dia keluar rumah untuk menyiram bunga yang ada didepan rumahnya, saat sedang siram bunga dia melihat seorang pria keluar dari rumah Dewa menggunakan motor.

"Apa dia sudah makan ya hari ini?" Guman Vanda dalam hatinya sambil menoleh kearah Rumah Dewa.

Bunga-bunga yang tumbuh dalam pot didepan rumahnya sudah disiram semua. Vanda kemudian masuk kedalam rumahnya. Dia masuk kedapur, rencananya dia masak untuk makan malam dan sebagiannya nanti untuk Dewa.

Vanda adalah seorang yang lebih suka masakan rumahan, saat ibunya masih ada Vanda sering membantu ibunya masak. Ibunya juga mengajarkan Vanda beberapa jenis masakan.

Mungkin karena itu Vanda lebih suka makan dirumah dari pada makan diluar, apalagi menurutnya kebanyakan makanan di luar kurang higenis.

Vanda masak makanan yang lembek dan sup untuk disiapkan untuk Dewa.

Setelah semua makanan semua telah selesai dimasak Vanda segera membersihkan dirinya.

*****

(BERSAMBUNG)

1
Boy Hendra
Luar biasa
Was pray
disamperin gak respon giliran ditinggal kebingungan, vanda....vanda....cinta itu butuh saling memahami bukan saling mencurigai, cinta itu memerlukan saling pengertian bukan kecurigaan yg tanpa alasan
Was pray
bingung wa? gak berangkat ke sudan dikira menjauhi vanda. krn dikira dijodohkan sama wanita lain, giliran berangkat duluan masih aja dicurigai ...emang repot ngadepin cewek....kayak megang bara api...😅😅😅
Was pray
orang bucin emang ada2 aja tingkah polahnya...dewa yg jagoan di medan perang tapi mati kutu di medan cinta...😆😆😆
Riky 20
mantap kak lanjut kan ceritanya
Black Urang: siap...makasih kak 🙏🙏
total 1 replies
Asmar Aco
mantap
Muji wiyono
👍👍👍
Black Urang: makasih kak
total 1 replies
wulansari
bagus certa nya banyk up dong thor
Black Urang: siap...makasih kak
total 1 replies
faridah
baik
Black Urang: makasih kak
total 1 replies
Black Urang
mantappp
Black Urang
ayo guys suport trus
Black Urang
🙏🙏🙏
Was pray
ditelepon sama pawangnya, dewa mati kutu......harima berubah jadi kucing penurut....😀😀😀😀
Andre QliQuers
lanjut thor
Black Urang: siap kak 🙏
ditunggu ya kak
total 1 replies
Was pray
wanita selalu menang dewa,kanu ngalah aja,protes percuma..
Juprianto
Luar biasa
Black Urang: makasih kak
total 1 replies
Rahim Muhammad
alur ceritanya mantaap, bagus di baca
Black Urang: makasih kak 😇
total 1 replies
Was pray
dewa sang mata elang jadi si mata burung pipit di depan vanda....😄😄😇
Black Urang: 😊🙏🙏🙏🥰🥰🙏🙏🙏
total 1 replies
Teddy Aktadi
Luar biasa
Black Urang: terbaik....makasih kak
total 1 replies
Was pray
vanda cepat tolong dewa dulu syok nanti aja ya ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!