Setelah Mende berhasil merebut Prasetya dari istri nya yang bernama Fiona, wanita itu mengira hidup nya akan indah seperti impian nya.
Hidup bahagia dengan Prasetya yang pegawai kantoran dan tinggal dirumah megah dengan segala kemewahan yang dimiliki pria itu.
Namun dia lupa jika hukum tabur tuai itu ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja ardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 16
Mende, perempuan yang pras anggap baik dan jauh lebih sempurna dari Fiona teryata tidak bisa berbuat apa apa.
Memasak aja tidak bisa, bahkan cucian sudah beberapa hari menumpuk. yang lebih parah lagi saat ini Mende tengah muntah muntah karena tidak tahan saat mengurus ibu mertua nya yang sedang buah air besar.
"Aku gak sanggup ngurusin ibu kamu mas" keluh Mende.
"Lebih baik aku kembali bekerja saja" ujar nya.
"Gak bisa begitu dong, kamu harus belajar mengurus rumah dan juga mengurus ibu." jawab Prasetya dengan wajah tampa expresi.
Mende tertawa mendengar nya, wanita itu berkacak pinggang lalu menatap suaminya.
"Mas aku ini menikah dengan mu karena ingin jadi istrimu. bukan sebagai babu apa lagi merawat ibu mu"
"Fiona aja sanggup, kenapa kamu tidak bisa"?
" Ya beda dong mas, aku sama mantan istri mu itu"
Pras benar benar pusing sekarang, sejak menikah Mende susah di atur dan banyak menuntut.
"Atau ibu kamu titipkan ke panti jompo aja mas, atau kita cari lagi perawat untuk merawat ibu" ucap Mende.
Pria itu menatap Mende, wanita yang paling sempurna menurut nya itu.
"Gak bisa begitu, kita sudah menikah sekarang pasti kebutuhan kita semakin banyak.
Kita harus mengirit, dan sebaiknya kamu yang rawat ibu" biar aku yang kerja.
"Tapi mas"?
" Gak usah banyak protes. sebaiknya sekarang buat kan aku kopi" titah pras.
Dengan terpaksa Mende membuatkan kopi untuk suaminya.
Tak berselang lama, Mende sudah keluar dari dapur membawa secantik kopi.
"Sruuupp"
Tubuh Pras sedikit melemas, entah kenapa beberapa kali mende membuatkan kopi rasanya sangat berbeda sekali.
Wajah nya seorang menunjukkan kekecewaan pada rasa yang tak sesuai dengan harapan nya.
"Kenapa mas"? tanya Mende.
" Kamu itu bisa bikin kopi gak sih"? Pras bertanya balik.
Belum sempat Mende menjawab, Pras sudah langsung pergi meninggalkan wanita itu, keluar dari rumah langsung berangkat ke kantor.
Mende hanya bisa mengeluarkan sumpah serapah nya.
Niat hati menikah dengan Pras ingin jadi ratu, justru ia menjadi babu dan harus mengurus ibu mertua nya.
Mau tidak mau Mende harus keluar untuk membeli sayur matang yang tak jauh dari tempat nya tinggal.
Sampai Di warung makan, banyak ibu ibu yang juga membeli makanan matang di tempat itu.
Mende merasa sedikit panas telinga nya, saat mendengar selentingan tentang dirinya yang di anggap sebagai pelakor alias perebut suami orang.
Mende pulang dengan perasaan kesal. Dengan sangat kasar, Mende memberikan makanan untuk bu Soraya.
"Ni di makan, suka gak suka bodo amat" ucap Mende sambil meletakkan makanan di samping tempat tidur bu Soraya.
Bu Soraya melihat lauk di piring, begitu tak berselera.
"Gak, aku gak mau makan sama ikan" tolak bi Soraya merajuk.
"Makanan gak enak kaya gitu kamu suruh aku makan, dulu saja Fiona selalu masak makanan yang enak enak. ini pasti kamu beli kan? " tebak bu Soraya.
"Kalau iya kenapa? terserah mau makan atau tidak"? ketus Mende, lalu keluar dari kamar bu Soraya.
Mende masuk ke dalam kamar nya tanpa melakukan pekerjaan rumah sekali pun.
Mendengarkan musik dengan menggunakan earphone agar tidak mendengar teriakan ibu mertua nya. tak berapa lama wanita itu tertidur pulas di tempat tidur nya.
Beda lagi dengan Fiona dan Aditya saat ini sedang sarapan, karena pagi pagi sekali Bi minah sudah datang ke rumah sakit membawakan sarapan untuk mereka.
Caraka yang berada di pangkuan bi Minah, sedang memperhatikan kedua orang dewasa yang tengah lahap menikmati makanan nya.
Wajah caraka tampak lesu, bahkan tak seceria biasa nya.
"Om,, Om Adit" panggil Caraka.
Aditya menoleh ke arah Caraka lalu bertanya.
"Iya sayang, ada apa"?
"Om Adit mau gak jadi Ayah Aka"? pinta bocah kecil itu membuat Fiona tersedak saat makan.
Sedangkan Aditya hanya melongo kebingungan.
Adit memberikan sebotol minuman untuk Fiona, karena wanita itu masih terbatuk batuk.
Fiona tidak mengerti, mengapa anak nya bisa meminta hal yang tidak di masuk akal seperti itu sama Aditya.
"Mas Adit, maaf kan anak saya. maklum itu hanya ocehan anak kecil" ucap Fiona dengan suara serak nya.
Aditya mengaruk kepala nya yang tidak gatal. Ia bingung harus menjawab apa sekarang.
Pria itu menoleh ke arah Caraka, kedipan mata bocah kecil itu menenangkan hati Aditya.
"Iya" jawab Aditya singkat.
"Saat Fiona hendak bersuara, Tiba tiba pintu ruangan di ketuk. tak lain adalah Yoga teman Aditya.
Yoga datang untuk menjenguk Caraka, karena tadi pagi Aditya memberi kabar pada Yoga.
Tidak lupa Aditya mengenalkan Fiona pada Yoga.
Tentu saja Yoga merasa senang saat melihat janda segar seperti Fiona.
"Aduh, jagoan Om kenapa sampai sakit. ini Om bawain mainan"! ucap Yoga berusaha menghibur Caraka.
" Makasih mas" ucap Fiona tersenyum manis, meski sebenarnya ia merasa tidak enak hati.
" Ya ampun, manis sekali senyum nya" goda Yoga tepat di samping Aditya.
Fiona hanya tersenyum tipis menahan malu.
Cukup lama Yoga berada disana, entah kenapa Aditya merasa tidak suka apa. lagi Yoga selalu mengoda Fiona.
Hingga pada akhirnya Aditya mengusir Yoga, menyuruh nya untuk pergi ke kantor.
"Lihat teman senak kok gak suka, Heran! kesal Yoga membuat Aditya cekikikan.
"Cari perempuan lain aja sana, gebetanmu kan banyak, jangan dia" sahut Aditya.
"Ciih, jangan bilang ada udang di atas rempeyek"
Aditya kembali tertawa, ada saja celetuk kan yang keluar dari mulut Yoga.
"Oh ya, aku minta daftar riwayat karyawan yang bernama Prasetya. dia di bagian keuangan"
"Tumben sekali, kamu minta daftar karyawan" tanya Yoga penasaran.
"Nanti aku cerita kan, sore kamu kembali kesini lagi" ujar Aditya.
"Asik,,,! seru Yoga.
Yoga pun beranjak pergi ke kantor dengan perasaan bahagia, karena Aditya meminta nya kembali ke rumah sakit sore nanti.
Aditya kemudian menghampiri Caraka yang tengah menangis, karena rasa pusing di kepala nya.
Selamat tahun baru!
m ibuy sdh ga punya apa²,,dan fitnah sukses sm kerjaany
.