NovelToon NovelToon
Between Guns & Roses

Between Guns & Roses

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Tamat
Popularitas:306.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Pengembara Elite

(Khusus Dewasa 21+)

Antonio seorang pria dingin dan kejam yang berprofesi sebagai seorang pembunuh bayaran yang akan selalu menghabisi lawannya dengan kejam.

Kecintaannya kepada senjata dan pekerjaannya membuat Antonio tidak pernah mengenal cinta.

Suatu hari dia bertemu dengan Wanita yang mampu menggetarkan hatinya, hati seorang pria tampan yang terkenal berdarah dingin.

Tapi dia tidak tahu harus memilih yang mana.
Apakah dia harus memilih wanita itu dan meninggalkan pekerjaan yang sangat dicintainya?
Atau dia akan melupakan wanita yang telah mencuri hatinya demi pekerjaannya?
Atau ada kemungkinan lain yang terjadi?

Kategori: Dewasa (21+)

Genre: Action, Romance, Petualangan, Fantasi

Setting: Indonesia

Alur: Maju-Mundur

Status: On-going

Ilustrasi Tokoh: Berdasarkan pendalaman karakter



Cover by Dva Official

copyright2020, Pengembara Elite

#mafia #action #romance

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pengembara Elite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hal Tak Terduga

Antonio dan Anna terlihat berdiri di depan lift, mereka tampak sedang berdiskusi.

"Haruskah kita bersihkan semua penjaga di gedung ini?" Tanya Antonio.

"Kau ingin menghancurkannya?" Selidik Anna.

"Tidak perlu! Misi kita hanya membunuh Nicholas, bukan menghancurkan sebuah gedung," tambahnya mengingatkan.

"Okay!" Jawab Antonio datar.

Ia lalu menekan tombol pintu lift agar terbuka, kemudian masuk berbarengan bersama Anna.

"Langsung ke lantai dasar?" Tanyanya sambil menatap Anna yang sedang mengecek isi tas kecil di pinggangnya.

"Iya, aku ingin cepat beristirahat," jawab Anna tanpa menoleh.

"Terlalu banyak melihat darah aku menjadi mual," ia menambahkan.

Antonio tak menjawab, ia lantas menekan tombol angka 1 di dinding lift.

Pintu pun menutup dan lift perlahan mulai bergerak turun, sementara Anna masih serius mengecek isi tasnya.

"Apa yang kau cari?" Tanya Antonio.

"Aku hanya memastikan semua peralatanku tidak tertinggal," jawab Anna singkat.

"Bisa tolong kencangkan ikat pinggangku?" ucapnya lagi.

"Baiklah," Antonio mengiyakan.

"Sebelah sini," ujar Anna sambil membelakangi Antonio, menyamping ke arah pintu.

Pria itu lantas menarik ikat pinggang Anna sambil membungkuk, juga menarik ikatan wadah pisau di paha Anna.

Tiba-tiba saat pintu lift terbuka terdengar sebuah tembakan.

Dor!

"Awas!" ucap Anna sambil berbalik dan memeluk punggung Antonio yang sedang membungkuk.

"Aaahk!" Pekiknya saat ia merasakan sebuah peluru dengan cepat bersarang di bahu kanannya.

Dor! Dor! Dor!

Kemudian terdengar lagi beberapa tembakan yang menghujani punggung Anna. Beruntung pedang di punggungnya sedikit bisa melindungi, sehingga hanya beberapa peluru saja yang berhasil bersarang di punggung Anna.

Antonio yang masih membungkuk merasa terkejut, kemudian secara refleks meraih pisau di paha Anna dan melemparkannya pada seorang penjaga yang sedang berdiri di dekat pintu lift seraya memegang senjata.

Pisau itu melesat cepat dan menancap tepat di leher sang penjaga hingga akhirnya ia tewas seketika.

"Bertahanlah!" ucap Antonio sambil memeluk Anna.

Ia tak menyangka jika akan diserang secara mendadak, karena menurutnya semua penjaga di lantai dasar sudah tewas saat pertama kali mereka masuk. Namun dugaannya ternyata salah, masih ada penjaga yang tersisa dan kini melukai Anna.

"Aahk!" Anna memekik kesakitan saat Antonio menyentuh punggungnya.

"Tenanglah! Jangan terlalu banyak bergerak!" Ucapnya pada Anna.

Terlihat darah mengalir dengan cepat membasahi punggung Anna. Efek dari formula Antonio membuat peredaran darah menjadi cepat, lebih cepat dari biasanya.

"Bertahanlah, aku akan membawamu ke tempat aman," ujar Antonio.

Anna tak menjawab, ia hanya memejamkan mata menahan sakit akibat luka di punggungnya. Perasaannya tak karuan, ia tak bisa memahami perasaannya sendiri.

Anna merasa tak mengerti mengapa malah melindungi Antonio dari pada membalas tembakan dari sang penjaga yang menembakinya. Namun perlahan-lahan kesadarannya hilang karena darah yang terus mengalir dari luka di punggungnya.

Sementara itu Antonio segera menggendong Anna dan berlari membawanya ke keluar gedung.

"Bertahanlah!" Ujar Antonio sambil terus berlari keluar.

Tidak terlihat satu pun penjaga disana, itu berarti pertanda bagus bagi Antonio agar segera menyelamatkan Anna.

Setelah sampai di tempat ia memarkirkan mobil, Antonio lantas membuka pintu dan menidurkan Anna di atas jok belakang. Ia mengambil pedangnya dan menyimpannya ke bagasi agar tak mengganggu posisi Anna yang sedang bertelungkup.

Dengan cepat Antonio mengambil peralatan untuk menutup luka di punggung Anna yang terlihat begitu parah. Dalam hatinya ia merasa bodoh bahwa tidak bisa melindungi seorang wanita, malah wanita itu yang menyelamatkannya.

"Bertahanlah Anna! Aku belum berterima kasih padamu," ucapnya seraya membalutkan kain yang telah diberi cairan untuk menghentikan pendarahan sementara.

Setelah dirasa cukup, ia lalu menyalakan mesin mobilnya dan membawa ke klinik milik asosiasi. Perasaannya menjadi tidak karuan melihat kondisi Anna yang sedang kritis. Seketika ia lalu menelepon seseorang untuk dimintai bantuan.

***

Antonio membawa Anna ke klinik milik asosiasi, ia tampak kebingungan saat mendatangi lokasi yang diberitahu oleh seseorang di panggilan teleponnya.

Tempat itu tidak seperti klinik pada umumnya, malah terkesan seperti bangunan pabrik. Namun saat Antonio memasukan mobilnya ke halaman parkir bangunan itu, tiba-tiba datang dua orang berpakaian medis mendorong ranjang Emergency Stretcher.

Antonio yang masih terkejut lantas menghentikan mobilnya, ia keluar dan membuka pintu mobil bagian tengah kemudian menunjuk Anna yang tengah terbaring di jok mobil kepada dua orang petugas medis itu. Dengan cepat dua petugas itu mengangkat Anna dan membaringkannya ke atas ranjang emergency stretcher.

"Serahkan pada kami Mr. Antonio, silahkan anda menunggu di ruang tunggu," ucap salah seorang petugas itu.

Lalu mereka membawa Anna ke dalam. sedangkan Antonio hanya mengangguk kemudian berjalan mengikuti mereka.

Beberapa saat kemudian...

Di dalam klinik Anna tengah terbaring di atas ranjang, lengkap dengan peralatan medis menempel pada tubuhnya. Sedangkan Antonio sedang terduduk di kursi yang berada tak jauh disitu, memperhatikan wanita yang telah menyelamatkannya terbaring tak berdaya.

Ia tampak mengkhawatirkan keadaan Anna, entah mengapa seperti ada sebuah gejolak dalam perasaannya. Sebuah perasaan yang ia sendiri tidak memahaminya.

Peristiwa itu seperti mengetuk perasaan hatinya, perasaan yang kejam dan sadis berganti menjadi perasaan resah dan gelisah.

"Hmm," Antonio menghela nafas sambil mengusap wajahnya.

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan tampaklah seorang lelaki paruh baya memasuki ruangan itu.

"Pedro!" Sapa Antonio saat mengetahui bahwa lelaki itu adalah Pedro.

Pedro hanya tersenyum dan berjalan mendekat ke arah Anna.

"Bagaimana keadaannya?" Tanya Pedro pada Antonio yang sedang gelisah.

"Dia belum sadar, sedari tadi aku menunggunya," jawab Antonio.

"Hmm," Pedro menghela nafas panjang.

"Aku mendapat telepon telepon dari klinik, mereka memberitahu bahwa kau dan Anna disini," ujarnya.

Antonio diam saja hanya menunduk seraya menutup wajahnya dengan kedua tangan, ia merasa menyesal saat semuanya telah terjadi.

"Sabarlah!" Ucap Pedro menenangkan.

"Tupai yang pandai melompat pun akan terjatuh jika sudah saatnya terjatuh. Misimu berbahaya, wajar jika resikonya sangat besar," tambahnya sambil melangkah ke arah Antonio.

"Hmm," Antonio menghela nafas panjang.

"Ini seperti mencoreng nama baikku. Walaupun misi berhasil, namun tak membuatku bahagia," ucapnya perlahan.

"Aku memahami apa yang kau rasakan saat ini, tenangkanlah dirimu," ucap Pedro sambil memegang bahu Antonio.

"Perlu kau ketahui, aku pernah mengalami hal yang lebih buruk dari pada ini," ujarnya lirih seraya duduk di sebelah Antonio.

Antonio langsung menatapnya tajam.

"Tidak! Aku tidak akan bercerita disaat seperti ini," ujar Pedro sambil tersenyum.

"Kau beristirahatlah dulu! Tidak perlu khawatir, asosiasi yang menangani hal ini," tambahnya.

"Aku tahu, walau baru pertama kali aku datang kesini," sahut Antonio.

"Hahaha, kau tak pernah mendapat luka parah selama dalam misi. Jadi sangat wajar jika kau tak pernah masuk ke tempat dimana para anggota mendapat perawatan serius," Pedro tertawa kecil sambil berkata.

"Entah mengapa aku panik saat melihat Anna tergeletak tak sadar di dalam mobilku. Lalu aku menelepon nomor darurat asosiasi, dan mereka menyuruhku untuk kesini," Antonio menjelaskan.

"Sudahlah! Semua sudah aman sekarang, kau beristirahatlah! Tenangkan dirimu! Percayakan semua pada asosiasi!" ucap Pedro mengingatkan.

***

Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan Komen ya!!!

Bantu Vote juga agar Author semakin bersemangat!

1
Zero😈
ku menahan rasa sakit.... rasa sakit 🤣🤣
💕febhy ajah💕
ngintipin ini dlu
semoga ceritanya bikin betah so
dari awal dah menarik.
⟁sahabi🌱🐛
like like like
wike maliya
cerita yang bagus.
🌺ziRa_hEnY💞🐊🐊
semangat Thor
Tiya
keeereeeeen banget ceritanya
Tiya
mampir Thor
🍒⃞⃟🦅 R⃟tunggadevi
semangat berkarya thor.
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
merinding aku 😬
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
hmm..
sepertinya novel ini menarik.. 😎
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
jadi ingat film WANTED
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
awas salah langkah lo..
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
sepertinya menarik..
lanjut aah..
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
desperado - Antonio Banderas - Aku film by Robert Rodrigues 1995
ya kaaan...? 😎
Chastalia Qisya 🐊⃝⃟ 🐊
halo author yg baik..
aku boleh mampir ya..
Dyah Kartika
wah,,kasihan Ana dong🥺🥺🥺
👑 N¡e©hα💣
trnyata q yg ktinggalan hihihi
Flora Diar
alur nya fokus tdk byk deviasi dan misi slsai, jelas ..kereen, mungkin next nya bisa ditambahkan penjelasan scr ilmiah utk racikan2 biar lbh mantabs
🏕👑ɱႦσƙʝαɠσ 💣<big><h1><i><u
𝕪𝕦𝕙𝕦
Bundha Rizky Dinik
knapa kejam bgt ngebunuhnya,ngeri da menggali kepala orang sampai terpisah kepalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!