NovelToon NovelToon
CINTA KEDUA

CINTA KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara / Romansa / Penyesalan Suami / Chicklit
Popularitas:72.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rindu Yuliana

Bukankah setiap pernikahan dilandasi sebuah cinta?

Tidak bagi Sabrina Ola Daneen dan Farid Gibran Haidar. Mereka menikah karena sebuah kesepakatan yang mereka buat saat terdesak. Karena profesi Farid sebagai seorang abdi negara, maka banyak hal yang harus Ola korbankan untuk bisa memenuhi kesepakatan itu.

"Jangan pernah berharap apapun dari pernikahan ini, Ola. Kita tidak pernah bisa saling mencintai. Karena cinta saya hanya untuk Anindita!"

Ola hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman tulus.

"Aku gak pernah mengharapkan apapun, Mas! Silahkan.. Hanya satu pintaku. Jaga kehormatanku yang berstatus sebagai istri yang sah dimata agama dan hukum!"

Bagaimakah kisah cinta Ola, Farid dan Anindita?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindu Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Bukan Pilihan

Setiap perempuan memiliki impian untuk membangun sebuah rumah tangga yang nyaman dan indah. Dilandasi oleh cinta dan kasih sayang, terutama kesetiaan. Ola tak mampu menahan rasa yang terpendam dalam dada. Ada rasa sesal menerima kesepakatan bersama Farid. Karena pada kenyataannya dialah yang terluka.

"Oldan!" panggil Virgo membuat Ola menoleh.

"Eh Vivooo!" ejek Ola. "Tau darimana kalo aku disini?"

"Dari Iwik, adiknya Farid!" jawab Virgo. "Ada apa antara kamu sama Farid? Apa kalian ribut? Tadi Iwik cerita, katanya Farid bawa mobil diatas kecepatan rata-rata.

"Biasalah! Mas Farid lagi ada keperluan mendesak, makanya dia ngebut. Tapi pas sama aku aman kok, dia gak ngebut lagi!"

"Anindita?"

Jantung Ola berdegup kencang, bagaimana Virgo bisa tau, itu yang ada dalam pikiran Ola. Dan dengan mendengar nama itu, Ola terdiam membisu.

"Jadi benar?" tanya Virgo lagi.

"Apaa sih, Vivoooo! Ah kamu nih, dari dulu rese nya kaga ilang!" jawab Ola terkekeh.

"Jangan selalu menutupi luka dengan senyuman itu, Oldan!" tegas Virgo.

Senyum diwajah Ola memudar, dia pun merasa bergitu mirisnya kehidupan yang ia jalani saat ini. Bahkan dihari ketiga menjadi sepasang suami istri, dia harus membiarkan sang suami bertemu dengan kekasihnya.

"Aku bukan setahun dua tahun bareng Farid, tapi lima tahun! Walaupun dia lebih tua dari aku, tapi tetep aja semua ini gak bener, Oldan! Aku tau.. Anindita itu perempuan malam, bahkan sejak lama mereka jalin hubungan. Aku kira setelah menikah sama kamu, dia akan lepas dari perempuan itu!" Virgo menghela nafasnya kesal.

"Kamu juga salah, Oldan! Kenapa kamu harus diam?" kesal Virgo. "Kenapa kamu mau menikah dengan dia yang jelas-jelas cintanya bukan untuk kamu?"

"Sebagai seorang teman, aku cukup kaget denger penikahan kalian yang serba mendadak! Ada apa sebenernya, Oldan? Aku masih gak nyangka, bahkan kita ketemu lagi di hari pernikahan kamu!"

Ola menghela nafasnya, "Vo, ini pilihan aku. Bagaimana pun sekarang, Mas Farid itu suami aku. Dan kamu gak berhak tau apa yang terjadi dalam rumah tangga kami."

"Sebelum Kak Abrisam nikahin kamu, dia kirim banyak pesan ke aku. Kamu tau? Walaupun aku gak pernah ngehubungin kamu, tapi Kak Abrisam yang selalu ngehubungin aku, Oldan!"

Deg!

Abrisam dan Virgo memanglah dekat sejak sekolah, karena Abrisam memang Kakak kelas mereka sejak SMA dulu. Ola menoleh pada Virgo dengan mata berkaca-kaca.

"Dia minta aku buat jagain kamu! Setelah hari pernikahan kalian, aku gak pernah denger kabar lagi dari dia. Sampe akhirnya aku pulang ke Bogor dan tau kalo Kak Abrisam pergi untuk selamanya. Sejak saat itu aku terus cari tau kabar kamu, tapi dari rumor yang aku dengar, kamu kabur dari rumah.."

Isak tangis Ola terasa pilu terdengar, dia harus benar-benar menghadapi dunia yang begitu kejam padanya. Ola hanya ingin satu hal, hidup dengan tenang. Walaupun pada akhirnya, jalan yang ia tempuh adalah jalan yang salah.

"Aku harus gimana, Vo? Mas Farid sudah menjadi pilihan aku. Untuk mundur, aku gak bisa! Aku gak mampu kalo harus hancurin hati kedua orang tua kami.." lirih Ola.

"Buat Farid jatuh cinta sama kamu, Oldan! Kamu harus buktikan pada siapapun, bahwa kamu lah yang berhak atas diri Farid. Karena kamu istri sah nya dimata hukum dan agama!" tegas Virgo.

"Kalo ada yang berani mengusik kamu, laporkan pada Komandan! Jangan pernah berdiam diri dengan dasar kasihan! Karena untuk hidup di lingkungan militer, kamu harus punya mental sekuat baja! Berusahalah untuk menulikan telinga dari hal-hal yang menyakiti kamu, butakan mata dari hal-hal yang akan buat kamu menangis! Dan satu lagi, bisukan mulut dari hal-hal yang tak patut kamu ucapkan! Paham?"

Ola menganggukkan kepalanya, "Makasih, Vo! Aku gak nyangka, Allah masih baik sama aku. Allah pertemukan kita lagi!"

"Tapi didalam Batalyon, kita gak bisa sedekat ini, Oldan! Ada batasan-batasan yang harus kita perhatikan, walaupun kita teman sejak dulu!"

"Iya aku paham! Terimakasih banyak, Vo.." lirih Ola.

Jika Ola sudah mulai memahami apa yang harus ia lakukan, berbeda dengan Farid. Dia masih dibuat pusing oleh amarah Anindita. Perempuan itu kembali berulah dengan menyakiti dirinya sendiri.

"Cukup, sayang! Cukup! Mas disini sekarang! Kurang apalagi!" bentak Farid sambil mengambil sebilah belati dilengan Anindita.

"Aku mau kamu nikahi, Mas! Aku gak peduli walaupun hanya nikah siri!" teriak Anindita membuat Farid semakin tak bisa berpikir.

"Saya gak bisa, Anin! Gak bisakah kamu ngerti posisi saya sekarang?" tanya Farid menatap Anindita yang menangis tersedu-sedu.

"Aku gak mau tau, Mas!!! Sekarang kamu pilih, nikahin aku atau aku pergi dari dunia ini!!" ancam Anindita.

"Itu bukan pilihan, Anindita!" bentak Farid. "Kalau begitu, lenyapkanlaahh saya! Supaya tidak ada yang bisa memiliki saya!!"

Farid menodongkan bel*ati itu ke perutnya sendiri, hingga Anindita pun berteriak histeris. Sedangkan Mirna yang panik, dia menarik Anindita untuk pergi.

"Mas Farid! Kamu gak boleh tinggalin aku, Mas!" teriak Anindita.

"Kita pergi, Nin! Gue takut Polisi kesini!" Mirna menarik lengan Anindita.

"Gak bisa, Mir! Gue gak mau Mas Farid kenapa-kenapa!" bentak Anindita.

"Biar nanti yang lain yang urus!!" Mirna terus menyeret Anindita.

Cairan berwarna merah itu terus mengucur dari perut Farid, laki-laki itu menahan rasa sakit. Dia tidak menyangka jika Anindita akan pergi begitu saja meninggalkannya sendiri. Pikirannya tiba-tiba saja melayang pada sosok Ola. Farid pun menghubungi Ola dan perempuan itu menerima teleponnya.

'Hallo, assalamualaikum, Mas!'

"O-la, ma-maafin sa-saya," lirih Farid.

'Mas! Kamu kenapa? Mas Farid!'

"Sa-saya mi-minta ma-maaf," ucap Farid terbata-bata.

Terdengar suara Ola sangat panik, bahkan suara perempuan itu bergetar. Tidak tunggu lama, Ola langsung melacak keberadaan suaminya itu dibantu oleh Virgo.

"Aku tau dia dimana!" ucap Virgo lalu pergi bersama Ola menuju kediaman Anindita yang tak jauh dari area club malam.

Begitu terkejutnya Ola, saat melihat Farid sudah hampir tidak sadarkan diri disana. Apalagi kondisi rumah yang sangat berantakan. Banyak barang terpecah belah disana.

"Astagfirullah! Mas Farid!" jerit Ola lalu menghampiri Farid yang terbaring menahan cairan berwarna merah yang keluar dari perutnya.

"Mas, bertahanlah Mas! Saya mohon.." lirih Ola sambil terisak.

Farid setengah sadar mengelus pipi Ola, hingga cairan berwarna merah itu pun menempel dipipi perempuan yang kini menjadi istrinya itu.

"Ma-maafkan sa-saya.. Jangan menangis.." lirih Farid.

"Kamu harus bertahan, Mas! Saya gak mau jadi janda untuk kedua kalinya! Kamu harus tanggung jawab atas hubungan kita, Mas!"

Virgo pun tak kuasa melihat hal itu, dia langsung mengangkut Farid menuju mobilnya. Kawasan itu memang tak ramai, mungkin para penghuni masih terlelap walaupun sudah cukup terik. Anindita pun menangis terisak menatap Farid dari jauh.

Sepanjang perjalanan menuju Rumah Sakit, Ola tidak pernah melepaskan genggaman lengan suaminya itu. Sesampainya disana, dokter segera melakukan tindakan terhadap Farid. Dia harus menjalani operasi saat itu juga.

Virgo mengabarkan hal itu pada Erik dan juga Komandannya, tak lupa dia juga mengabarkan pada Opi dan juga Ayu. Setengah jam kemudian, keluarga Farid pun tiba. Mereka hanya memeluk Ola yang terlihat masih sangat shock. Pakaiannya dipenuhi oleh cairan berwarna merah dari luka suaminya.

"Ndukk.. Yang kuat ya.. Insya Allah suami kamu baik-baik aja.." lirih Bu Mutia namun Ola tidak meresponnya.

Mereka hanya bisa berdo'a, semoga saja operasi yang sedang dilakukan berjalan dengan lancar. Satu jam kemudian, sang Komandan tiba bersama istrinya. Juga dengan Erik dan juga Ineke. Mereka memang sedang menghadiri salah satu acara bersama-sama.

"Ola.. Ini Kakak!" ucap Ineke sambil mengelus pipi Ola.

Perempuan itu menoleh, lalu memeluk Ineke dengan erat. "Suamiku, Kak.. Aku gak mau kehilangan suamiku.."

"Heiii! Semua akan baik-baik saja! Kau jangan pesimis macam begitu!"

"Dek Sabrina harus kuat, Insya Allah Om Farid pasti bertahan. Karena dia adalah salah satu prajurit terbaik kami!"

"Ijin Bu, terimakasih.." lirih Ola sambil terisak.

Sementara itu, Virgo pun menjelaskan semua yang terjadi. Termasuk kenapa dia sedang bersama Ola. Agar tidak terjadi kesalahpahaman nantinya. Namun Virgo tidak menyebutkan dimana Farid terluka, dia hanya mengatakan jika Farid ditemukan di persimpangana jalan dengan luka tusuk diperutnya. Dia pun sudah membicarakan semua itu pada Ola.

"Lakukan investigasi! Saya tidak mau ada korban berikutnya!" tegas sang Komandan.

"Siap laksanakan!"

Dua jam kemudian, operasi Farid berjalan lancar. Dia pun sudah bisa dipindahkan ke ruangan biasa. Ola dengan setia menunggu suaminya sadar dari bius. Sedangkan Komandan dan yang lainnya sudah berpamitan, begitupun juga Virgo yang ditugaskan untuk menyelidiki yang terjadi.

"Nak.. Makan dulu, udah hampir sore.." titah Bu Mutia.

"Nanti aja ya, Bu.. Ola belum lapar.." lirih Ola masih menatap sang suami.

"Baiklah.. Tapi minimal, ganti dulu baju kamu Nduk.. Baju kamu penuh sisa cairan berwarna merah itu.."

"Biar Iwik sama Mbak Ayu pulang dulu, Bu! Ambilkan baju ganti buat Mbak Ola!" ucap Opi dan disetujui kedua orang tuanya.

"Bapak dan Ibu ke mushala dulu, ya! Kami menunggu ashar disana, kamu istirahatlah. Insya Allah Farid baik-baik saja!" ucap Pak Haidar sambil mengelus kepala Ola.

"Iya Pak.." jawab Ola dengan lirih.

Ola hanya menyandarkan kepalanya di ranjang Farid, perlahan mata Farid pun terbuka. Dia merasakan sakit diperutnya, namun dia merasakan genggaman hangat ditangannya. Farid mencoba bangkit, Ola merasakan itu dan terhenyak.

"Kamu sudah sadar, Mas? Alhamdulillah.." ucapnya lirih dengan airmata yang menetes dipipinya.

Ola hendak keluar memanggil suster, namun tangan Farid menahannya.

"Kenapa Mas? Ada yang sakit? Saya panggil suster dulu ya!" Farid menggelengkan kepalanya.

"Disini saja.. Jangan menangis!"

Farid menghapus airmata di pipi Ola dengan lembut, "Terimakasih sudah menolong saya.. Jangan menangis lagi.. Saya minta maaf.."

"Udah cukup, Mas! Ini belum lebaran.. Nanti aja minta maafnya!" ucap Ola sambil terisak, hal itu membuat Farid terkekeh dan perutnya terasa sakit.

"Awww!" rintih Farid.

"Tuhkan! Udah dibilangin juga, jangan ngeyel! Saya panggil suster sebentar Mas!" lagi-lagi Farid menahan tangan istrinya itu.

"Untuk apa fungsi tombol itu, Neng?" tanya Farid sambil menahan tawa karena wajah Ola mulai memerah karena malu.

Dokter dan suster pun tiba untuk memeriksa kondisi Farid, luka tusuknya cukup dalam. Hingga Farid harus mendapatkan perawatan selama beberapa hari ke depan. Ola pun dengan sabar menemani Farid.

"Iwik sudah datang tuh, ganti bajunya dulu Nak!" titah Bu Mutia dan Ola pun menurut.

"Sudah Ibu bilang kan! Diam aja dirumah! Penganten baru bukannya bulan madu kemana gitu, malah di Rumah Sakit!" omel Bu Mutia.

"Bu.. Sudah.. Sudah.. Anaknya sakit kok di omeli!" tegur Pak Haidar. "Kita gak pernah tau bagaimana musibah datang. Lain kali berhati-hatilah, Rid. Kasihan istrimu.. Mumpung kalian bisa bersama-sama, jangan sering tinggalkan dia sendirian! Manfaatkan waktu kalian dengan baik!"

"Iya Pak.." jawab Farid dengan lirih.

Semua orang berpamitan, karena yang menjaga pasien hanya diperbolehkan satu orang saja. Dan Ola bersikukuh ingin menjaga Farid. Sepanjang malam, ia terus berdo'a agar suaminya diberikan kesehatan.

"Yaa Allah.. Aku ikhlas atas segala ketetapanmu.. Aku mohon, berikanlah kesehatan kembali pada suamiku.. Aku sudah memaafkan segalanya dan aku siap menjalani garis kehidupan yang telah Engkau tentukan.."

Farid pun menahan tangis mendengar do'a istrinya.

'Anindita.. Kamu bukan pilihan.. Sabrina Ola Daneen, dialah perempuan yang Allah pilihkan untukku..' batin Farid.

* * * * *

Semoga suka dengan ceritanya...

Jangan lupa loh buat Like, Komen, Vote dan Favorite 🥰🙏🥰

Dukung Author terus ya!

Salam Rindu, Author ❤

1
nurhasanah
aku baru ketemu yg ini semoga bikin jatuh cinta lagi bacanya🤗🤗
Rindu Yuliana 🌸: terimakasih ya 🥰🙌🏻
total 1 replies
Mika Saja
selalu suka👍
fhittriya nurunaja
alhamdulillah makasih thorr up nya. semoga sehat selalu 💪💪
Tha Ardiansyah
crazy up dong 🙏🙏
YuWie
percuma punya anak laki, klo begitu tabiatnya
YuWie
aki dibisikin ola kok malah tut..tutttt
YuWie
met berbahagia ola..jaga suamimu baik2 krn anin orgnya nekatt
Kas Gpl
mantap. ....emang enak tuh anindita dicuekin anak sendiri. ....
YuWie
sakarepmu..aku rak urus... savage ola
YuWie
kupikir farid hanya gertak anin...lha kok jebulo nujep beneran. bundir dong klo gitu si farid
YuWie
enak2 an men pak farid..situ bebas nyentuh anin tapi olla hy ramah sama temen saja gak boleh
YuWie
pret pret
YuWie
hedeww...masih ngaboti night buterfly wae rid rid
YuWie
kok bisa anin lebih cantik..hmmm
YuWie
mohon izin pak farid..bener kata temen2 nya pak farid..dari night butterfly ke bidadari surga..uluhh2..jelas pilih bidadari kan kan
YuWie
farid log in juga lahhh di hati olla
fhittriya nurunaja
puas banget ama anindita nyesek kan di benci sama anak aendiri
YuWie
baguss, tapi krn up yg lamaaaa sampai lupaa jalan ceritanya 🤔
NURHIDA MUJUR
thorrrrrr bagus banget critax....lanjut dong
Tha Ardiansyah
makan tuh ego, jadi ga bisa mendapatkan apa-apa kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!