NovelToon NovelToon
Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rizza Khan

Aisha Senjani mahasiswa matematika yang baru menyelesaikan pendidikannya di universitas luar negeri dan mendapatkan pekerjaan di sana. Setelah kurang lebih sebulan ia mengambil cuti untuk pulang ke tanah air, sejak menyelesaikan pendidikannya ia belum pernah sama sekali pulang kampung. Dihari kepulangannya ternyata di rumah sedang ada acara pernikahan sang kakak, ia tidak tahu sama sekali tentang hal itu.

Namun, sang kakak kabur disaat mempelai Pria dan rombongan sudah datang. Pihak pria tidak ingin membatalkan karena akan merusak nama baik keluarganya. Sehingga sang mempelai meminta Aisha jadi penggantinya.

Apakah Aisha akan menerima perkawinan tiba-tiba ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizza Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Malam mulai merayap turun menyelimuti lanskap bukit dan tebing Isle of Skye. Udara malam yang dingin menusuk tulang perlahan menggantikan kehangatan sore, saat mobil hitam yang dikendarai Anton menyusuri jalanan kecil beraspal mulus menuju kawasan lereng perbukitan yang tenang.

Tania yang duduk di kursi samping pengemudi meregangkan tangannya sebentar, lalu kembali mencerocos panjang lebar menceritakan rencana kerja esok hari tanpa menoleh sedikit pun ke belakang.

Ia menyangka Aisha masih setia mendengarkan ocehannya dari kursi penumpang.

"By the way, Aisha..." seru Tania santai, masih fokus memandangi jalanan gelap di depan.

"Kamu sendiri, nanti di villa lebih nyaman tidur sendirian satu kamar, atau mau tidur berdua sekamar sama aku biar bisa lanjut maraton ngobrol?"

Tidak ada sahutan. Keheningan kabin mobil hanya diisi oleh suara deru halus mesin dan desir angin malam di luar.

Tania mengerutkan keningnya. "Aisha?"

Tania dan Anton serentak menoleh ke arah kursi belakang. Di sana, Aisha sudah terkulai lelap.

Kepalanya miring bersandar nyaman pada bantal leher berwarna abu-abu, jilbab dusty pink-nya sedikit terdorong ke samping, dan bibirnya sedikit terbuka memancarkan raut wajah yang amat polos tanpa beban.

Anton terkesiap. Matanya terkunci pada wajah tertidur Aisha. Tatapannya sangat dalam, diiringi sudut bibirnya yang perlahan terangkat menyunggingkan senyum tipis yang hangat.

"Dia memang tipe orang yang langsung gampang mengantuk kalau lagi di perjalanan." bisik Anton.

Mendengar ucapan sang kakak, Tania yang tadinya mau mengusap bahu Aisha seketika membatalkan niatnya.

Ia memutar tubuhnya kembali ke depan, melipat kedua tangannya di dada, lalu menatap Anton dengan lirikan tajam yang menyudutkan.

"Ups! Pandangannya dijaga, ya, Bapak Anton yang terhormat!" tegur Tania setengah berbisik dengan nada menyindir.

"Jangan lama-lama melotot ke belakang! Kamu mau kita semua pindah alam gara-gara mobilnya masuk ke jurang?!"

Brak!

Anton kaget setengah mati sampai tangannya refleks mencengkeram kemudi lebih erat, membuat mobil itu sedikit bergoyang halus di jalanan sepi.

"Tania! Jangan teriak-teriak, nanti Aisha bangun!" bisik Anton tajam seraya melotot pada adiknya, wajahnya mendadak memerah canggung.

"Lagian kamu aneh-aneh aja!" ledek Tania tak mau kalah.

"Nyetir itu matanya fokus menatap jalanan di depan, bukan menatap jalan menuju hati bawahannya di belakang! Bahaya tahu nggak? Kalau kita nyemplung ke lembah Sligachan gimana?"

Anton berdehem keras. "Siapa... siapa juga yang melotot? Saya cuma memastikan dia tidur nyenyak dan nggak pegal lehernya. Itu namanya tanggung jawab atasan."

"Alasan! Tanggung jawab atasan itu memastikan staf dapat bonus akhir tahun, Pak! Bukan memandangi muka orang tidur sambil senyum-senyum sendiri kayak om-om kesepian!"

"Tania, mulut kamu bener-bener perlu disekolahin lagi ya," geram Anton dengan suara tertahan. "Saya ini kakak kamu, hargai sedikit wibawa saya."

"Wibawa?" Tania menaikkan sebelah alisnya, lalu mendengkus geli.

"Wibawa Pak Anton itu sudah menguap terbang ke langit Skye dari sejak dia kelabakan menyuruhku pesan villa dari pada kamar hotel demi kenyamanan Aisha! Jangan pura-pura nggak tahu deh, aku ini adik kamu dari lahir, bukan tiang listrik!"

Anton mendesis pasrah, menyandarkan punggungnya ke jok pengemudi seraya fokus memandangi jalanan berliku di hadapan mereka.

"Terserah kamu mau ngomong apa. Yang jelas jangan ngomong yang aneh-aneh pada Aisha," tegas Anton dengan suara rendah.

"Aneh-aneh apa, Kak? Soal Kakak yang sebenarnya punya perasaan pada Aisha?" goda Tania dengan kerlingan mata nakal, sengaja memancing emosi sang kakak.

"Hush... Tania!!" geram Anton setengah berbisik seraya melotot tajam, menyuruh adiknya itu diam sebelum suara bisingnya membangunkan gadis di kursi belakang.

Tania justru menutup mulutnya dengan kedua tangan seraya menahan tawa yang hampir meledak. Reaksi panik Anton selalu menjadi hiburan nomor satu baginya.

1
Rian Moontero
mampiir👍
Rizza: Makasih udh mampir Kak🙏 semoga suka ceritanya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!