NovelToon NovelToon
Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Romansa
Popularitas:75.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wanto Trisno 2

"Kau! Kau wanita licik! Penghianatan ini tidak bisa ku maafkan! Meski ke ujung neraka sekalipun, akan ku balas berkali lipat!"

Yan Sheng merupakan seorang pendekar pemilik Pedang Naga Giok. Ia dikhianati oleh temannya sendiri, An Jiang. Seorang wanita yang telah bersumpah akan menjadi teman bahkan menganggap saudara. An Jiang dan saudara laki-laki yang terlihat hubungan terlarang, merencanakan pembunuhan terhadap Yan Sheng.

Beruntung Yan Sheng diselamatkan oleh gadis Naga Timur, Yin Long. Yin Long membawa pemilik Pedang Naga Giok bersembunyi dan melakukan perjalanan bersama untuk mengembalikan kultivasi Yan Sheng yang menurun drastis.

Berbagai cara dilakukan Yan Sheng untuk meningkatkan kultivasinya. Demi membalaskan dendam atas penghianatan dua orang penghianat. Juga menghadapi marabahaya yang mengintai.

Ke manapun perginya, gadis Naga Timur itu selalu mengikuti dengan tingkahnya yang manja. Meski Yan Sheng bersikap dingin padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanto Trisno 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gangguan Makan

Setelah kepergian Xiao Yang, mereka melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Yan Sheng tidak tahu di mana letak istana tempat tinggal Qiaofeng. Maka ia membiarkan gadis itu untuk memimpin jalan. Sementara dia berada di belakang bersama Yin Long.

"Tuan, apakah kita akan mengantarkan sampai istana? Itu berarti dia seorang putri? Atau dia hanya pelayan saja?" Yin Long mengeluarkan kata-kata tanpa menyaring apa yang boleh diucapkan atau tidak.

Yan Sheng tidak mempermasalahkan itu karena dirinya tidak ada hubungannya sama sekali. Ia juga tidak ingin berurusan dengan mereka. Setelah mengantar Qiaofeng, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju ke Laut Timur.

Berbeda halnya dengan Qiaofeng yang merasa diremehkan oleh Yin Long. Namun ia tidak mungkin menunjukkan kekesalan padanya. Karena kekuatan Yin Long sangat menyeramkan baginya. Setelah mereka berjalan lama, rasa lelah sudah pasti. Membuat Qiaofeng merasa lapar.

"Apakah kita bisa mampir ke restoran terlebih dahulu? Aku yang akan mentraktir kalian berdua." Qiaofeng berhenti di depan restoran dan masuk ke dalam. Disambut baik oleh pelayan restoran dengan hormat.

"Aku juga sudah lapar, Tuan. Untuk makan di dalam, bukannya harus memakai uang. Eh, aku baru ingat, bagaimana kau membeli pakaian kita ini? Apa kau tidak membayarnya?" tanya Yin Long. Ia pernah melihat Yan Sheng yang membayar dengan uang untuk membeli apapun. Termasuk senjata dan benda berharga lainnya.

"Kau tenang saja, Yin Long. Bukankah dia yang mentraktir? Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu. Kau bisa makan sepuas yang kamu mau." Yan Sheng mengatakan itu karena ia merasa bertanggung jawab. Ia tidak tahu sampai kapan bisa bersama dengan Yin Long.

Melihat Yin Long yang dekat seperti itu, ia tidak berharap seperti An Jiang yang menghianatinya. Ia tidak ingin kedua kalinya mengalami hal yang sama. Pertemuan dengan An Jiang juga tidak disengaja. Mereka saling membantu mengalahkan binatang buas yang berada di hutan. Hingga mereka menjadi teman yang bekerja sama selama beberapa tahun.

Semuanya tiba-tiba dengan penghianatanya. Tujuan wanita itu menjadi temannya adalah merebut Pedang Naga Giok di tangannya. Kali ini ia percaya dengan Yin Long karena merasa gadis naga itu terlihat polos bahkan menolongnya dalam keadaan terluka dan sangat lemah. Jika mau, Yin Long saat itu sudah membunuh dan mengambil Pedang Naga Giok darinya.

"Ah, kau benar sekali, Tuan. Aku akan makan banyak kali ini. Meski aku sulit mengalami pertumbuhan. Dan hanya tumbuh di bagian ini saja, Tuan. Apakah benar, kamu tidak mau memegangnya?"

"Sudah cukup, Yin Long! Malu dilihat orang! Kamu cepat masuk dan makan apa saja yang kamu suka." Yan Sheng mendorong Yin Long dari belakang.

Setelah makan hingga kenyang, jadi Qiaofeng tidak memiliki alasan agar mereka tetap tinggal. Setelah itu mereka akan aman bisa melanjutkan perjalanan.

Di dalam terdapat berbagai makanan yang disiapkan dengan cukup baik. Restoran mewah di kota itu sangat menakjubkan. Mereka bertiga naik ke lantai atas. Tidak sembarang orang bisa naik ke lantai atas karena harus dari keluarga atas juga. Berkat Qiaofeng menunjukan plakatnya, mereka bisa langsung naik ke atas dengan bebas.

Tiba di suatu ruangan yang terlihat mewah dan luas. Hanya ada tiga pelanggan yang ada di ruangan setelah pelayan meninggalkan tempat. Qiaofeng duduk terlebih dahulu di kursi yang paling pojok. Lalu disusul dengan Yin Long dan Yan Sheng yang juga duduk di tempat yang disediakan.

"Silahkan tehnya, Tuan dan para Nona. Kami menyediakan teh khusus restoran ini. Dan untuk makannya, mau pesan apa?" tanya pelayan sambil menuang teh dari teko ke tiga gelas yang dibawa.

"Siapkan makanan terbaik dari restoran kalian. Apa saja yang enak dan terbaik, aku bisa membayarnya. Oh, kudengar di sini juga ada hiburannya. Aku ingin mendengarkan musik juga. Apakah bisa kita mendengarkannya?"

Qiaofeng mengatakan hal yang sulit untuk dilakukan. Namun pria itu tampak terdiam dan berdecak. Ia bermaksud untuk meminta tips terlebih dahulu tapi tidak langsung mengatakannya. Yan Sheng yang melihat itu sebenarnya paham dengan gerak-gerik pelayan itu. Lantas ia tidak akan membantu meski bisa.

"Lupakan soal musik. Kami mau makan sampai kenyang di sini. Kurasa musik hanya akan membuat nafsu makan berkurang. Yang ada malah tidak bisa menikmati makan. Justru menikmati musik," tandas Yan Sheng.

"Ooh, seperti yang dikatakan oleh tuan. Kami akan menyiapkan makanan yang paling enak di sini," balas pelayan dengan raut wajah kecewa. Sebenarnya jika diberi uang, ia akan lebih senang. Tapi ia merasa pria itu tidak bisa membayar makanan mewah itu.

"Kau tidak perlu khawatir, orang tua. Kami makan di sini berarti mampu membayar. Kau siapkan banyak daging untuk mereka. Dan jangan lupa sayuran agar seimbang."

"Baiklah kalau begitu, Tuan. Mohon tunggu sebentar lagi. Kami akan menyiapkan semuanya." Pelayan pun meninggalkan mereka setelah menuang teh.

Setelah kepergian pelayan, kedua gadis itu berebut minuman teh yang terasa segar. Sehingga membuat Yan Sheng menggeleng pelan. Menyaksikan dua gadis itu, membuatnya senang. Ia merasa sudah memiliki dua anak yang suka keributan dan menggemaskan. Tapi ia segera mengarahkan pandangan ke arah lain. Karena tidak mau kepergok oleh mereka.

Di luar ada keributan antara pelayan dan orang berbadan besar yang ingin masuk ke dalam ruangan Yan Sheng dan dua gadis itu berada. Tentu saja itu membuat suasana gaduh.

"Baik, Tuan. Aku akan menanyai mereka, apakah mereka mau berbagi meja. Karena mereka datang terlebih dahulu. Sedangkan itu adalah kamar terakhir."

"Tidak usah banyak bicara. Aku yang membayar semuanya! Usir mereka semua dari dalam." Pria besar itu langsung membuka pintu dan melihat seorang pria dan dua gadis cantik. Membuatnya berlagak keren di hadapan mereka. Namun ia tetap tegas dan pandangan teralihkan ke arah Yan Sheng.

'Sepertinya ada tamu tidak diundang datang sendiri ke tempat ini. Kuharap tidak mengacaukan makanku saja,' pikir Yan Sheng. Ia juga memasang kewaspadaan akan serangan langsung.

Benar saja, pria itu langsung berlari dan menggunakan golok besarnya untuk menyerang Yan Sheng. Seketika Yan Sheng mengeluarkan tongkatnya untuk menangkis serangan itu.

"Aku bertanya-tanya siapa yang berada di ruangan ini. Ternyata menemukan satu sampah yang mengganggu. Harus dibereskan secepatnya." Pria itu kembali menyerang dengan mengayunkan kembali goloknya yang berukuran besar.

"Jika kau mengganggu kami makan, kau sama halnya dengan seekor lalat. Jangan banyak berbicara dengan golok karatanmu. Hanya senjata biasa, mudah dipatahkan."

Meski senjata yang berukuran besar, itu bukan termasuk pusaka bumi apalagi langit. Itu senjata biasa yang memiliki tampilan seperti pusaka bumi. Senjata itu juga mudah dihancurkan dengan tongkat Bambu Selatan milik Yan Sheng.

"Ti-tidak ... ini adalah pusaka bumi bintang lima? Ah, maafkan kelancanganku, Tuan. Aku hanya lapar di sini, izinkan saya berada di sini untuk makan. Aku akan membayar semuanya."

"Sepakat!" tandas Yan Sheng. Karena Yan Sheng yakin, Qiaofeng bahkan tidak memiliki uang sama sekali. Maka ia membiarkan pengganggu itu mentraktir mereka.

***

1
Jumadi 0707
iya MC nya gblok
Roni Sakroni
lanjuu7uuuuttttt
Roni Sakroni
mantap
Roni Sakroni
tinggalkan saja tempat itu... ngapain dilayanin sih....biar siputri yg tanggung akibat omongannya.
Roni Sakroni
huhhh..... mulut siputri emang beracun ....
Roni Sakroni
episode yg membosankan...seorang putri yg minta minta cintanya dibalas....tp saya salut pada pendekar kita yg menolaknya.
Roni Sakroni
baca novel ini jadi geregetan...
Roni Sakroni
lanjutkan thor
jeck
semangat thor💪💪
jeck
mantuuuul👍👍
jeck
kurangi percakapan perbanyak aksi 😀🙏
jeck
lanjuut 👍👍
jeck
mantuuul👍👍
Sak. Lim
karna mc nya lebay impoten ga normal.
Sak. Lim
tidak manusia sama mc idioooooot
Sak. Lim
oho sifat mc kayak gini mndingan di ganti aja bukan pria sejati lebay naiiif
火凤凰: maka bikinlah karya yang sesuai dengan kemauanmu
total 1 replies
Sak. Lim
mc naiiiiif munafik pikiran ga sesuai klkuan.
Sak. Lim
sama gurunya juga idioooooot
Sak. Lim
idioooooot mulut sampah' byk bacot lemah
火凤凰: nggak suka jangan dibaca
total 1 replies
amore💞💞
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!