NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter
Popularitas:23.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16

Setelah lembar dokumen sidang dinas resmi ditandatangani, segalanya bergulir bak bola salju yang meluncur cepat. Atas kesepakatan kedua belah pihak keluarga, terutama mengingat kondisi kesehatan Pak Salim yang harus banyak beristirahat, acara akad pernikahan yang semula direncanakan bulan depan, akhirnya dipercepat menjadi Minggu depan.

Kabar ini tak pelak membuat Rahma didera rasa gugup yang berkali-kali lipat dari sebelumnya. Begitu pula dengan Sakti. Sang Kapten diam-diam menghembuskan napas panjang saat menatap kalender di ruang kerjanya. Pekan depan, ia akan resmi melepas status lajangnya. Di usianya sekarang, ia sering kali diledek sebagai bujangan lapuk yang terlambat melepas masa lajang, sementara teman-teman seangkatannya di akademi militer rata-rata sudah menimang anak yang lucu dan menggemaskan.

Sesuai dengan prosedur kedinasan, Sakti sudah mengajukan permohonan fasilitas tempat tinggal. Rencananya, begitu sah menjadi suami istri, Sakti akan langsung memboyong Rahma untuk tinggal di Asrama Militer Siliwangi. Jangan harap rumah dinas seorang perwira lapangan berpangkat Kapten itu berupa hunian yang mewah dan megah, melainkan sebuah rumah dinas tipe sederhana yang berderet rapi, yang nantinya akan menjadi saksi bisu perjalanan biduk rumah tangga mereka.

Bagi Rahma, hal itu sama sekali bukan masalah. Sedikit pun ia tidak keberatan, karena baginya sudah menjadi kewajiban mutlak seorang istri untuk patuh dan ikut ke mana pun suaminya bertugas. Terlebih, mengingat Rahma masih harus menyelesaikan kuliah kedokterannya yang baru menginjak semester 4, letak kompleks asrama militer tersebut terbilang strategis. Menurut perhitungan Sakti, akses dari asrama menuju kampus Universitas Padjadjaran tidak memakan waktu terlalu banyak dan bebas dari titik kemacetan parah.

Namun, kepindahan yang terkesan mendadak ini mendatangkan mendung kesedihan di kediaman Pak Salim. Sore itu, saat kedua keluarga berkumpul untuk mematangkan persiapan akhir, suasana berubah menjadi haru biru. Bu Rima tak mampu membendung air matanya, menyadari bahwa putri semata wayang yang selama ini selalu menghidupkan suasana rumah, sebentar lagi tidak akan tinggal bersama mereka lagi. Pak Salim pun hanya bisa terdiam dengan mata yang berkaca-kaca.

Melihat riak kesedihan di wajah kedua mertuanya, Sakti yang duduk tegap di samping Rahma langsung menggeser posisi duduknya. Ia menatap Pak Salim dan Bu Rima dengan sorot mata yang penuh rasa hormat dan ketulusan.

"Ayah, Ibu... mohon jangan bersedih," ucap Sakti dengan suaranya yang menenangkan, mencoba mencairkan suasana haru tersebut. "Setiap weekend atau hari libur dinas, Sakti janji akan selalu membawa Rahma pulang ke sini untuk menjenguk Ibu dan Ayah. Yang terpenting, kita semua masih tinggal dalam satu kota yang sama. Aksesnya dekat, jadi kapan pun Ayah dan Ibu rindu, Sakti bisa langsung mengantar Rahma ke sini."

Mendengar penjelasan menantunya yang begitu perhatian, Bu Rima mengangguk pelan sembari menyeka air matanya dengan ujung jilbab. "Iya, Nak Sakti... Ibu hanya tidak menyangka waktu berjalan secepat ini. Tolong jaga Rahma ya, dia masih sering manja."

Rahma yang duduk di sebelah ibunya hanya bisa menunduk dalam-dalam, meremas saputangannya sendiri. Di balik rasa harunya, ada gejolak besar yang berkecamuk di dalam dadanya. Mulai minggu depan, ia harus benar-benar mandiri. Sikap manjanya selama ini sebagai anak tunggal harus ia buang jauh-jauh. Di asrama nanti, perannya akan langsung berubah drastis, ia harus belajar mengurus keperluan rumah tangga, melayani seorang suami yang merupakan perwira sibuk, sekaligus tetap berjuang mempertahankan fokus kuliah kedokterannya yang terkenal berat hingga meraih gelar dokter yang selama ini ia cita-citakan.

Senja itu, di bawah temaram ruang tamu, Rahma menatap sisi wajah Sakti yang tampak tegas menerima tanggung jawab atas dirinya. Ia meyakinkan hatinya, apa pun yang terjadi di depan nanti, asrama sederhana itu akan ia sulap menjadi tempat paling nyaman untuk suaminya pulang.

*

*

Hari yang dinanti-nanti pun akhirnya tiba. Suasana megah dan sakral begitu terasa di salah satu gedung Aula Markas Kodam III/Siliwangi, tempat yang biasa digunakan untuk upacara pernikahan militer. Ruangan luas itu telah disulap menjadi begitu indah dengan dekorasi bertema white gold yang mewah, berpadu apik dengan untaian bunga mawar putih segar yang menyebarkan aroma harum ke setiap sudut aula.

Di dalam ruang rias, Rahma tampak begitu memukau. Ia mengenakan kebaya muslimah khas Jawa Barat berwarna putih bersih, penuh dengan detail brokat dan payet indah yang berkilauan. Di atas hijabnya, untaian ronce bunga melati segar menjuntai anggun, melambangkan kesucian. Riasan wajahnya hari ini benar-benar membuat siapa pun yang melihatnya akan pangling.

Bu Rima yang berdiri di sampingnya tak kuasa membendung air mata haru sembari berkali-kali memuji kecantikan putri tunggalnya. "Neng, meuni pangling... Cantik sekali anak Ibu," bisiknya emosional. Sementara itu, Pak Salim yang duduk di kursi sudut tampak berulang kali menarik napas dalam-dalam. Wajahnya tegang, menyadari sebentar lagi ia akan memegang tangan Sakti untuk menjadi wali nikah dalam akad yang paling sakral dalam hidup putrinya.

Di luar, para tamu undangan yang terdiri dari sanak saudara dan kerabat dekat sudah memenuhi kursi-kursi aula. Tak ketinggalan, teman-teman kuliah dan beberapa dosen Rahma dari Universitas Padjadjaran pun turut hadir. Pernikahan ini memang cukup menggegerkan satu kampus, mengingat Rahma yang baru semester 4 tiba-tiba dipersunting oleh seorang perwira tinggi militer.

Hal yang sama juga terjadi di pihak Sakti. Kabar pernikahannya yang mendadak dengan gadis yang terpaut usia cukup jauh sukses mengejutkan para sahabat dan rekan sejawatnya. Bahkan, Sersan Arsen dan Letnan Yudha bela-belaan datang jauh-jauh dari Surabaya dan Sulawesi demi menyaksikan momen bersejarah ini. Bersama Sakti, mereka bertiga adalah sahabat karib sejak menempuh pendidikan militer, dijuluki "Tiga Serangkai" yang sarat prestasi, dan baru saja menyelesaikan tugas bersama sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.

Saat bersiap di salah satu penginapan tak jauh dari markas, kedua sahabatnya itu tak henti-hentinya menggoda Sakti yang sedang mematut diri di depan cermin memakai seragam PDU lengkap.

"Beuhhh! Akhirnya kau nikah juga, Kapten. Akhirnya angkatan kita tidak ada lagi yang jomblo, kau yang terakhir!" ejek Sersan Arsen sambil tertawa terbahak-bahak.

"Betul, Kapten. Aku jadi penasaran setengah mati, wanita seperti apa yang mampu meluluhkan hati kapten kita yang super galak dan kaku ini," sambung Letnan Yudha ikut memanaskan suasana.

Sakti yang sedang merapikan kerah bajunya hanya mendengus pelan, meski sudut bibirnya berkedut menahan senyum. "Sudahlah kalian diam, tidak usah banyak bicara. Nanti juga kalian lihat sendiri calon istriku," balas Sakti ketus khas seorang komandan.

"Ok deh. Semoga lancar ya, Kapten. Aku yakin nanti pas ijab kabul, Kapten tidak akan sampai gugup atau salah sebut nama!" goda Sersan Arsen lagi, menyenggol bahu Sakti.

Melihat tingkah gesrek ketiga pria berbadan tegap itu, Salma yang kebetulan sedang membantu membawakan jas hanya bisa menepuk jidatnya sendiri.

Sekitar 30 menit kemudian, rombongan pengantin pria pun tiba di depan gedung aula. Sesuai perkataan Salma tempo hari, keluarga besar Pak Wirahadi benar-benar datang mendominasi hingga menyewa dua bus besar. Syila, adik perempuan pertama Sakti, datang bersama suaminya yang seorang pilot dengan raut wajah penuh antusias.

"Sal, Kakak masih tidak menyangka loh kalau Kak Sakti akhirnya nikah sama Rahma. Ya ampun... dasar memang jodoh, kita tidak pernah tahu ya," bisik Syila kepada Salma saat mereka berjalan beriringan menuju pintu masuk aula.

Salma mendengus pelan, lalu berbisik balik, "Betul sekali, Kak. Tapi aku senang sekali Kak Sakti nikahnya sama Rahma, bukan sama Kak Dinda!" ucap Salma dengan nada sedikit kesal mengingat masa lalu kakaknya. Syila hanya mengangguk setuju, memahami betul maksud adiknya.

Begitu pintu aula dibuka, keluarga Rahma berdiri rapi menyambut kedatangan rombongan mempelai pria. Rahma yang sudah didampingi kedua orang tuanya di barisan depan seketika membuat langkah Sakti melambat. Pria itu terpaku di tempatnya.

Jantung Sakti berdesir hebat. Untuk kesekian kalinya, ia dibuat takjub dan terpana melihat paras Rahma yang luar biasa cantik hari ini. Label bocah kecil ingusan yang dulu selalu melekat pada diri Rahma runtuh seketika, berganti dengan sosok wanita dewasa yang anggun mempesona.

Di belakang Sakti, Sersan Arsen dan Letnan Yudha saling sikut, tak mampu menyembunyikan rasa kagum mereka saat melihat calon ibu Persit sahabat mereka.

"Beh... selera Kapten kita tidak kaleng-kaleng ya. Speknya sudah seperti bidadari surga!" bisik Letnan Yudha menatap takjub ke arah Rahma.

"Betul sekali, Letnan. Mana masih sangat muda lagi, seumuran sama Salma, kan? Untung Kapten cepat bergerak, kalau tidak bisa ditikung orang," timpal Sersan Arsen dengan volume suara super pelan, membuat Sakti yang mendengarnya langsung memberikan lirikan tajam yang menyuruh mereka untuk segera diam.

Bersambung...

1
Teh Euis Tea
sakti bilang aj udah cinta, pake acara gengsi segala, benar kt Salma klu udah di ambil orang baru deh nyesel
Teh Euis Tea
yg sabar Sakti km mah ganas main sosor aj
duhhh malu bgt ketahuan sm Salma, mau ngilang aj kelobang semut saking malunya🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ketangkap basah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
kalau udah ada rsa suka pasti bntr lgi cinta datang nih
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali, tinggal menunggu waktu saja kak
total 1 replies
Nar Sih
cemburu mu lucuu sakti ,dan bikin rahma sedih karena sikap mu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bener kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
dewi rofiqoh
Benar tu sakti apa yang sama bilang, klo kamu gk segera ungkapkan rasamu pada rahma keburu diambil orang tu si rahma🤭🤭🤭
Ilfa Yarni
tau nih sakti klo suka bila g aja pake gengsian sgala liat Rahma akrab dgn laki2lain km cemburu hadeeh sakti
Uba Muhammad Al-varo
Sakti.......kena sama jebakan nya Salma,ayo jujur kamu sukakan, cintakan ke Rahma, jangan gengsi yang digedein /Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
hahahaha dasar sakti gengsi setinggi la git udah tau suka sama Rahma malah tidak mau mengakuinya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh Bun 🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
masih pagi wes delok sakti ambek rahma nag kasor🥱🥱🥱😁
Anonim
Aku suka
Anonim
🤭🤭🤭🤭
depoll_poll aje 😉😉😉
astagfirullah..
sakti u itu keterlaluan sekali SM s Rahma..
cemburu s cemburu tp sadar diri donk udh mantap blm hati u nya...
hahahaha kepergok s adik nya juga,,
gimna ya cerita selanjutnya...
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Anonim
❤️❤️❤️
depoll_poll aje 😉😉😉
cie cie yg sakit cemburu jugaa.. hahahaha
kepo ya kamu dengan keakraban Rahma dengan pria lain... hihihihihi
Anonim
😍😍😍
Patrick Khan
cemburu kan kau sakti🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betoolll🤣
total 1 replies
Patrick Khan
q aja pengen bisa pakai motor gede lo..tp punya siapa yoan 🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: apalagi aku kak, yg ada nyungsep 🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
aku lupa cara ciuman 🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weleh... masa iya lupa, kak 🤣🤣🤣
kocak nih 🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
gak usah cemburu sakti ,dr adnan cuma mau bicara sbntr dgn istri mu tentang wanita pujaan nya yg kebetulan profesor nya rahma di kmpus
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 😄
total 1 replies
Nar Sih
wah ..rahma hebat lho bisa bwa motor besar suami nya👍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!