Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27: Klise Afrodisiak yang Wajib
Hawa panas yang menyengat langsung merambat dari bibir kemerahan Shen Bingxue menembus pori-pori kulit leher Lin Tian. Sensasi itu terasa seperti besi pijar yang ditempelkan paksa ke atas pembuluh nadi utamanya.
Lin Tian menggertakkan deretan giginya hingga mengeluarkan suara gemeretak yang sangat keras menahan rasa sakit. Kedua pergelangan tangannya masih terkunci mati oleh cengkeraman jari-jari lentik wanita di depannya.
Tenaga fisik dari seorang kultivator ranah Transformasi Dewa benar-benar berada di luar batas akal sehat manusia fana. Pemuda itu bahkan tidak bisa menggeser lengannya satu sentimeter pun dari dinding es beku.
Shen Bingxue menghembuskan napas yang beraroma bunga persik bercampur feromon racun tepat ke area kerah Lin Tian. Dada wanita itu naik turun dengan sangat cepat bergesekan langsung dengan dada bidang pemuda tersebut.
Suhu ruangan batu itu terus meningkat drastis seiring dengan semakin memuncaknya insting liar racun Ular Naga Api. Bongkahan es di dinding belakang punggung Lin Tian perlahan mulai mencair menjadi tetesan air.
'Lepaskan segel qi di dantianmu dan biarkan tubuh fana itu menerima aliran energinya.' Suara tawa pelan Yue Chan kembali bergema memecah konsentrasi Lin Tian yang sedang berontak.
'Jika kamu terus menolak penyatuan ini maka energi Yang murni di tubuhnya akan meledak menghancurkan jurang ini.' Permaisuri iblis itu menjelaskan konsekuensi mematikan dari situasi klise yang sedang menjerat inangnya.
Lin Tian sama sekali tidak mempedulikan ocehan jiwa kuno yang sedang menikmati penderitaannya tersebut. Dia memutar paksa mutiara hitam di pusar perutnya untuk mengalirkan qi pelindung ke seluruh permukaan kulit.
WUSSS!
Sebuah lapisan energi tipis berwarna kehitaman muncul menutupi dada Lin Tian untuk menahan hawa panas Shen Bingxue. Namun perlawanan kecil ini justru memicu reaksi insting yang jauh lebih ganas dari wanita itu.
Shen Bingxue mengangkat kepalanya dari leher Lin Tian dan menatap tajam dengan sepasang mata merah mudanya. Kilatan kemarahan hewan buas terpancar jelas dari balik tatapan kosong yang kehilangan akal sehat itu.
Tangan kanan wanita itu melepaskan cengkeramannya dan langsung mencengkeram sisa jubah hitam yang menutupi perut Lin Tian. Kain sutra tebal itu ditarik ke bawah dengan satu sentakan tenaga yang sangat brutal.
CRAATT!
Jubah hitam yang baru saja dikenakan Lin Tian hancur berkeping-keping menjadi serpihan kain tidak berguna. Kini seluruh tubuh bagian atas pemuda itu terekspos sepenuhnya di bawah tatapan lapar sang dewi es.
Luka-luka cambukan lama yang menutupi punggung dan dada Lin Tian sama sekali tidak membuat wanita itu jijik. Shen Bingxue justru mengusap bekas luka panjang di dada kiri Lin Tian dengan ujung jari telunjuknya.
Sentuhan ujung jari yang sepanas lahar itu membuat otot-otot perut Lin Tian berkedut menegang seketika. Dia mencoba menendang lutut wanita itu menggunakan kaki kanannya yang masih memiliki sedikit ruang gerak.
BBUUGGHH!
Tendangan Lin Tian menghantam tepat di area paha Shen Bingxue yang tertutup gaun putih tipis. Namun tubuh wanita itu sama sekali tidak bergeser bagaikan sebuah gunung besi yang tertanam di bumi.
Shen Bingxue justru merespons serangan itu dengan menekan lutut kanannya semakin dalam ke area perut bawah Lin Tian. Posisi ini membuat jarak di antara organ vital mereka berdua menjadi sangat berbahaya.
“Energi Yang di dalam tubuhmu sangat murni dan menggoda selera.” Wanita suci itu meracau pelan dengan nada suara yang telah berubah menjadi erangan tertahan.
Dia kembali mendekatkan wajah cantiknya ke arah dada Lin Tian dan mulai menciumi permukaan kulit tersebut. Setiap ciuman yang diberikannya meninggalkan jejak kemerahan yang memancarkan hawa panas luar biasa.
Racun Ular Naga Api mulai bereaksi memindahkan sebagian feromonnya melalui kontak fisik langsung antar kulit. Lin Tian bisa merasakan aliran darahnya perlahan mendidih dari dalam organ jantungnya.
'Sangat jarang ada seorang wanita ranah Transformasi Dewa yang rela mengorbankan kesuciannya untuk anak Pengumpulan Qi.' Yue Chan kembali memberikan komentar pedasnya dari dalam pusat kesadaran jiwa pemuda tersebut.
'Racun afrodisiak kuno ini benar-benar tidak mengenal kasta kultivasi dan menghancurkan semua logika fana.' Penjelasan tambahan itu diucapkan dengan nada kekaguman yang tertuju pada kehebatan racun sang naga.
Lin Tian menarik napas panjang melalui hidungnya mencoba mempertahankan secercah kejernihan akal sehatnya yang tersisa. Matanya menatap lurus ke arah langit-langit gua es yang mulai meneteskan air pencairan.
Dia sangat memahami bahwa perbedaan kekuatan di antara mereka berdua laksana langit dan dasar jurang terdalam. Seluruh teknik bertarung dan kelicikannya tidak akan berguna melawan penindasan energi absolut ini.
Jika dia terus memaksakan diri melawan insting wanita ini maka tulang rusuknya akan diremukkan menjadi debu. Shen Bingxue saat ini hanyalah sebuah wadah kosong yang digerakkan oleh satu tujuan reproduksi alami.
“Apakah benar tidak ada cara medis lain untuk menetralisir racun laknat ini selain kultivasi ganda?” Lin Tian bertanya melalui transmisi suara batin kepada Yue Chan dengan nada yang sangat dingin.
Dia benci harus kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri apalagi dipaksa melakukan hal intim oleh orang asing. Ego pria pendendam itu merasa sangat terhina oleh situasi yang mengikatnya malam ini.
'Bahkan seorang kaisar alkemis dari alam dewa pun akan kesulitan membuat penawarnya dalam waktu singkat.' Yue Chan menjawab pertanyaan itu dengan kepastian mutlak yang menutup semua jalan keluar rasional.
'Tubuh wanita ini telah menyimpan racun itu selama puluhan hari dan kini telah mencapai batas kritis ledakannya.' Fakta medis ini menyadarkan Lin Tian bahwa batas waktu kematian mereka hanya tinggal menghitung menit.
Shen Bingxue menghentikan ciumannya di dada Lin Tian dan perlahan menatap lurus ke arah mata pemuda itu. Tangan kanannya merayap naik menyentuh pipi Lin Tian dengan belaian yang sangat posesif.
Uap putih terus mengepul dari sela bibir kemerahan wanita itu setiap kali dia mengambil napas panjang. Wajahnya yang biasanya sedingin es abadi kini terlihat seperti bunga persik yang mekar sempurna.
“Berikan padaku, berikan semua energi Yang murni milikmu itu untuk memadamkan api di tubuhku ini.” Suara permohonan yang bercampur dengan ancaman mutlak itu terdengar sangat memabukkan telinga.
Shen Bingxue tiba-tiba menarik kerah gaun sutra putihnya sendiri hingga memperlihatkan kedua pundak mulusnya. Tali pengikat gaun di bagian pinggangnya terlepas jatuh ke atas genangan air di lantai es.
Gaun yang menjadi simbol kesucian Sekte Istana Es Abadi itu perlahan meluncur turun melewati pinggulnya. Kulitnya yang seputih porselen kelas satu kini memancarkan cahaya merah muda akibat suhu darah yang mendidih.
Lin Tian memalingkan wajahnya ke samping mencoba menghindari pemandangan yang bisa meruntuhkan iman para dewa tersebut. Namun tangan kiri wanita itu dengan paksa memutar kembali dagu Lin Tian agar menatapnya lurus.
Sebuah tekanan spiritual yang sangat lembut namun tidak bisa ditolak memaksa kelopak mata Lin Tian tetap terbuka. Dia dipaksa melihat setiap lekuk kesempurnaan fisik dari tubuh kultivator wanita tingkat tinggi itu.
'Penyatuan Yin dan Yang adalah hukum alam yang paling mendasar dalam penciptaan alam semesta ini.' Suara Yue Chan berubah menjadi sangat serius dan berwibawa layaknya seorang guru pembimbing spiritual.
'Gunakan kesempatan emas ini untuk menyerap luapan energi Yin murninya dan perkuat fondasi dantianmu.' Instruksi ini menyentuh sisi paling pragmatis di dalam jalan pikiran Lin Tian yang selalu memperhitungkan keuntungan.
Mata hitam pekat Lin Tian perlahan kehilangan kilatan amarahnya dan digantikan oleh perhitungan matematis yang dingin. Dia mulai menimbang hasil akhir dari kepatuhannya menerima paksaan tidak masuk akal ini.
Jika dia mati malam ini maka dendamnya kepada Klan Zhao dan faksi kota tidak akan pernah terbayar lunas. Su-er juga pasti akan mati kelaparan atau dimangsa monster buas di sarang burung luar sana.
Sebaliknya jika dia bertahan hidup melalui metode gila ini maka kekuatannya akan melonjak secara drastis. Energi murni dari tubuh perawan ranah Transformasi Dewa adalah harta karun yang tidak ternilai harganya.
Lin Tian perlahan mengendurkan seluruh otot lengan dan kakinya yang sedari tadi menegang keras menahan serangan. Dia menarik kembali energi pelindung dari permukaan kulitnya membiarkan hawa panas itu masuk bebas.
“Jika kamu benar-benar menginginkannya maka kamu sendiri yang harus menanggung semua konsekuensinya besok pagi.” Lin Tian berbicara dengan nada suara yang sangat tenang tanpa ada keraguan sedikit pun.
Kata-kata itu diucapkan dengan volume yang sangat pelan namun mengandung sebuah perjanjian sepihak yang mengikat takdir. Dia tidak lagi memposisikan dirinya sebagai korban melainkan sebagai pihak yang mengambil alih kendali.
Shen Bingxue sama sekali tidak memahami makna tersembunyi dari ucapan pemuda fana di depannya tersebut. Insting hewannya hanya menangkap sinyal bahwa mangsa tangguh ini akhirnya menyerah pada keadaan.
Senyuman menggoda yang sangat mematikan perlahan terbentuk di kedua sudut bibir kemerahan wanita cantik itu. Dia segera melangkah maju menempelkan seluruh permukaan tubuh depannya ke tubuh Lin Tian tanpa celah.
Sensasi kelembutan yang sangat luar biasa langsung menghantam sistem saraf pusat Lin Tian laksana gelombang badai. Kulit mereka bergesekan langsung menghantarkan aliran listrik statis yang membakar kewarasan akal pikiran.
Tangan Shen Bingxue meraba bagian bawah celana Lin Tian dan menarik paksa sabuk kain pengikatnya. Celana panjang yang sudah basah dan kotor itu robek menjadi dua bagian akibat tarikan tenaga kasarnya.
CRAATT!
Kini tidak ada satu helai benang pun yang menghalangi pertemuan fisik dari kedua manusia berbeda kasta tersebut. Hawa dingin dari dinding es bertabrakan langsung dengan hawa panas dari penyatuan energi mereka berdua.
Lin Tian memejamkan kedua matanya dan mulai memutar metode pernapasan mutiara iblis di dalam dantiannya. Dia mempersiapkan seluruh jalur meridiannya untuk menerima hantaman energi Yin berskala raksasa sebentar lagi.
Shen Bingxue melingkarkan kedua lengannya ke leher Lin Tian dan merapatkan posisi tubuh bagian bawah mereka. Dia mendongakkan wajah cantiknya mencari posisi bibir pemuda yang sedang memusatkan pikiran itu.
Ciuman yang sangat dalam dan menuntut akhirnya menyatukan kedua bibir manusia yang sedang bertarung nasib tersebut. Lidah wanita itu memaksa masuk menyapu seluruh ruang rongga mulut Lin Tian dengan rakus.
Rasa manis dari liur perawan suci bercampur dengan rasa amis darah luka lama yang belum mengering sempurna. Feromon racun afrodisiak langsung berpindah secara masif melalui jalur pertukaran cairan tubuh pertama ini.
Otak rasional Lin Tian seketika meledak hancur digantikan oleh gelombang hawa nafsu murni yang sangat primitif. Pertahanan mentalnya yang sekeras baja tidak mampu menahan efek dari racun legendaris alam atas ini.
Pemuda itu secara refleks membalas ciuman panas tersebut dengan tingkat keagresifan yang sama buasnya. Tangan kanannya merangkul pinggang ramping Shen Bingxue sementara tangan kirinya meremas bagian belakang paha wanita itu.
BBUUGGHH!
Lin Tian memutar posisi tubuh mereka berdua dan membanting balik punggung Shen Bingxue ke arah dinding es. Kini giliran pemuda itu yang mengambil alih dominasi penindasan fisik di dalam ruangan sempit tersebut.
Wanita itu sama sekali tidak menolak perlakuan kasar tersebut melainkan justru mengerang penuh kenikmatan tertahan. Kaki kanannya perlahan melingkar erat ke pinggang Lin Tian untuk mengunci jarak mereka berdua secara mutlak.
'Pandu aliran energi Yin miliknya menuju ke pusat mutiara hitam agar tidak menghancurkan jantungmu.' Yue Chan memberikan peringatan terakhir sebelum kesadaran rasional Lin Tian benar-benar padam sepenuhnya.
Lin Tian mengangguk pelan di dalam lautan kesadarannya dan mulai menyelaraskan ritme napas mereka berdua. Dia memisahkan sejenak bibirnya dari bibir wanita itu untuk menghirup oksigen murni gua es.
Dada bidang Lin Tian naik turun bergesekan dengan sepasang puncak kembar wanita itu yang sangat kenyal membal. Pemandangan di depannya ini cukup untuk membuat semua pria di dunia fana rela menukar nyawa mereka.
Shen Bingxue menatap wajah Lin Tian dengan sepasang mata merah mudanya yang dipenuhi oleh kabut gairah. Tangannya membimbing perlahan pusat penyatuan mereka berdua agar menemukan jalur masuk yang tepat sasaran.
“Masuklah sekarang juga dan selamatkan jiwaku dari siksaan api neraka ini.” Wanita itu berbisik pelan dengan sisa air mata yang menggenang di sudut kelopak matanya yang indah.
Lin Tian menggertakkan giginya menahan gelombang tekanan energi dari sentuhan paling intim yang belum pernah dialaminya. Dia memajukan pinggulnya dengan satu dorongan mantap yang menembus batas kesucian terakhir wanita tersebut.
JLEBB!
Sebuah rasa sakit yang sangat asing langsung menyambar sistem saraf Shen Bingxue membuat tubuhnya menegang hebat. Kuku-kuku jarinya menancap dalam ke kulit punggung Lin Tian hingga meninggalkan bekas goresan berdarah.
Gelombang energi Yin yang sangat masif meledak dari pusat dantian wanita itu mengalir masuk ke tubuh Lin Tian. Energi ini berwarna biru keperakan dan membawa hawa dingin mutlak yang mampu membekukan sumsum tulang.
Lin Tian segera memutar kecepatan mutiara iblisnya hingga mencapai batas maksimal untuk menelan energi tersebut. Pusaran lubang hitam kecil terbentuk di dalam dantiannya menyerap setiap tetes cairan Qi Yin yang masuk.
Rasa sakit dari penyesuaian ukuran dan hawa energi perlahan memudar digantikan oleh sebuah kenikmatan surgawi. Tubuh kedua manusia itu mulai bergerak menyelaraskan ritme tarian primitif yang paling tua di alam semesta.
Suara benturan kulit yang saling menampar pelan mulai terdengar ritmis mengisi keheningan dasar Jurang Kematian. Setiap dorongan dari Lin Tian membawa perpaduan antara rasa kepemilikan mutlak dan penaklukan fisik seutuhnya.
Shen Bingxue melemparkan kepalanya ke belakang mendesahkan melodi kenikmatan yang meruntuhkan dinding es batu. Akal sehatnya telah benar-benar lebur ke dalam lautan gairah tanpa menyisakan sedikit pun penyesalan.
Pertukaran energi Yin dan Yang ini membentuk sebuah siklus pusaran Qi yang mengelilingi tubuh mereka berdua. Kabut berwarna biru dan merah muda berputar harmonis menciptakan kepompong pelindung alami di ruangan itu.
Racun Ular Naga Api perlahan mulai tertarik keluar dari sistem saraf wanita itu menuju ke aliran energi gabungan. Racun mematikan ini justru berfungsi sebagai katalis yang memperkuat proses pemurnian sumsum tulang Lin Tian.
Gua es yang sebelumnya sangat dingin dan mematikan kini berubah menjadi saksi bisu keajaiban takdir. Dua manusia yang terikat oleh benang kebetulan sedang melangkah menuju puncak perubahan nasib mereka masing-masing.
Waktu seolah kehilangan maknanya di dalam ruangan tertutup yang dipenuhi oleh aroma persik dan feromon gairah. Tarian Yin dan Yang ini akan terus berlanjut hingga fajar menyingsing membelah kegelapan Jurang Kematian.
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍