NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#27

Angin gunung berembus semakin kencang, membawa serta hawa es yang menyapu sela-sela pepohonan pinus.

Langit lembayung sore telah sepenuhnya tenggelam, digantikan oleh jubah hitam pekat yang perlahan bertabur bintang.

Di bawah bayang-bayang kegelapan yang kian menebal, keheningan di sekitar batang pohon tumbang itu mendadak dipecahkan oleh suara bariton yang berat dan sarat akan nada provokatif yang sangat familier.

"Kau sedang berselingkuh di belakangku, Baby?" tanya Millian tiba-tiba.

Pria itu melangkah maju dari balik kegelapan, memotong sisa jarak di antara mereka dengan gaya santai yang terkesan angkuh.

Kacamata hitamnya kini sudah berpindah, tersampir di kantung kaos taktis hitamnya, mengekspos sepasang manik mata heterochromia ganjil yang berkilat jenaka di bawah temaram cahaya lampu sorot kamp di kejauhan.

Kedua tangannya terbenam dalam saku celana taktis, sementara sudut bibirnya ditarik ke atas membentuk seringai tipis.

Scarlett yang baru saja memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku jaket hijau botolnya, tersentak kecil.

Namun, dengan kecepatan yang mengagumkan, taring ketenangannya kembali mencuat tegak. Ia mendongak, menatap lurus ke dalam manik mata safir dan zamrud milik Millian dengan pandangan yang sarat akan cemoohan yang tajam.

"Hah? Berselingkuh?" Scarlett mendengus pekat, memutar bola matanya dengan tingkat kejengkelan yang kentara.

"Aku bahkan tidak berpacaran denganmu di dunia nyata, Tuan Vale-Knight yang Terhormat. Aku rasa, sekarang justru dirimulah yang mulai kehilangan akal sehat dan menghayal tingkat tinggi menjadi kekasih asliku."

Mendengar jawaban ketus yang meluncur lancar dari bibir mungil Scarlett, Millian tidak marah.

Sebaliknya, ia justru meledak dalam kekehan rendah yang terdengar sangat renyah di tengah deru angin malam. Ritme verbal gadis ini benar-benar tidak pernah gagal untuk menghiburnya.

Pria itu memajukan tubuhnya, bersandar pada dahan pohon besar yang tegak di samping tempat duduk Scarlett, sengaja mengurung ruang gerak gadis itu dengan aura maskulinnya yang mengintimidasi.

"Menghayal?" Millian menaikkan sebelah alisnya, menatap Scarlett dari atas ke bawah dengan pandangan menilai yang menyebalkan.

"Bagian mana dari tindakanku yang terlihat seperti khayalan, hm? Seluruh penghuni perkemahan ini, termasuk tiga mentor senior dan gadis pirang dari Bel Air yang baru saja kau buat menangis itu, tahu dengan sangat pasti bahwa kau adalah milikku sekarang."

"Itu hanya sandiwara darurat untuk menyelamatkan reputasimu dari taruhan gila semalam, Kadal Gurun," desis Scarlett dengan suara yang direndahkan, memastikan tidak ada mahasiswa lain yang melintas di sekitar jalur logistik tersebut.

"Begitu kita menginjakkan kaki kembali di gerbang kampus Los angeles besok siang, kontrak palsu ini selesai. Kau kembali menjadi pangeran sombongmu, dan aku kembali menjadi mahasiswa beasiswa yang tenang."

Millian terdiam selama beberapa detik.

Tatapan matanya yang ganjil perlahan berubah intens, meneliti setiap lekuk wajah cantik Scarlett yang diterpa cahaya bulan samar.

Seringai jenakanya perlahan memudar, digantikan oleh sebuah ekspresi tenang yang sulit dibaca oleh sirkuit otak cerdas Scarlett.

Pria itu menegakkan kembali tubuh tegapnya, lalu mendongak menatap hamparan bintang di atas langit malam perkemahan.

"Nanti malam... adalah malam terakhir kita berada di tempat yang dingin ini," ucap Millian dengan nada suara yang mendadak melunak, kehilangan sebagian besar nada sarkastisnya.

Ia kembali menatap Scarlett, mengunci manik mata indah gadis itu dengan keseriusan yang jarang ia tunjukkan pada dunia luar.

"Tidak ada hal lain yang ingin kau katakan atau sampaikan padaku sebelum sandiwara ini berakhir, Scarlett?"

Scarlett mengerutkan keningnya, mendadak merasa waspada dengan perubahan atmosfer pembicaraan yang menjadi agak melankolis ini.

"Katakan apa maksudmu? Aku tidak punya waktu untuk drama malam hari."

"Apapun itu... aku akan menerimanya dengan lapang dada," lanjut Millian, mengabaikan protes Scarlett.

Sudut bibirnya kembali ditarik, membentuk senyuman tipis yang sarat akan arogansi khas klan Knight.

"Khususnya... sebuah ucapan terima kasih yang tulus dan mendalam dari lubuk hatimu yang paling dalam. Karena berkat diriku yang menjadikanmu sebagai kekasihku di depan semua orang siang tadi, kau tidak perlu repot-repot mencuci piring kotor atau menghadapi bentakan dari para senior gila itu sepanjang hari, Baby."

Deg.

Taring kejengkelan Scarlett kembali mencuat seketika mendengar klaim sepihak yang sangat percaya diri dari mulut Millian.

Rasa haru atau tenang yang sempat berputar di otaknya setelah menelepon sang ibu lenyap tanpa sisa, digantikan oleh gairah perang verbal yang membara.

"Ucapan terima kasih?" Scarlett bangkit berdiri dari batang pohon tumbang, melipat kedua tangannya di depan dada untuk menyamai level intimidasi visual Millian.

"Wah, tingkat kepercayaan dirimu benar-benar sudah melompat keluar dari atmosfer bumi, ya? Asal kau tahu saja, aku bisa mengatasi para senior manja dan gadis-gadis borjuis itu dengan otak dan lidahku sendiri tanpa perlu bantuan label 'kekasih palsu' dari seorang bad boy berandal arena balap sepertimu!"

"Tapi kenyataannya, label itu sangat membantu tugasmu di dapur tadi, bukan?" goda Millian, memajukan wajahnya hingga ujung hidung mereka nyaris bersentuhan, memotong pasokan udara di sekitar Scarlett secara instan.

"Itu karena kau yang tiba-tiba datang dan mengacaukan ritme memasakku dengan panggilan konyol itu, Bajingan!" balas Scarlett tak kalah sengit, menolak untuk memundurkan langkahnya meski jantungnya berdegup sedikit lebih cepat akibat kedekatan fisik mereka fisik mereka.

"Jadi, buang jauh-jauh pikiran bahwa aku akan bertekuk lutut dan memohon terima kasih padamu."

...oOo ...

Di tengah perdebatan sengit yang dipenuhi oleh percikan emosi dan ketegangan romantis buatan tersebut, suara peluit panjang dari arah lapangan utama mendadak menggema dengan nyaring, memutus konfrontasi intim di antara keduanya.

Prreeeeetttt!

"Seluruh peserta perkemahan dan mentor, segera berkumpul di area lapangan tengah! Sesi api unggun penutupan dan malam keakraban akan segera dimulai dalam waktu lima menit!" teriakan Clark menggunakan megaphone terdengar memecah kesunyian malam dari kejauhan.

Millian mengembuskan napas panjang, memundurkan tubuhnya satu langkah dengan gestur malas. Ia kembali memakai kacamata hitamnya ke atas kepala, lalu menatap Scarlett dengan binar mata yang sarat akan janji tersembunyi.

"Tugas memanggil kita, Malaikat Maut-ku," ucap Millian dengan nada baritonnya yang seksi, memberikan penekanan khusus pada nama julukan baru yang disematkan Scarlett siang tadi.

"Ayo pergi ke lapangan. Tapi ingat janjiku di meja makan siang tadi... utang jatah kiss kita akan tetap kulunasi malam ini di depan sisa bara api unggun, jadi persiapkan mentalmu dengan baik."

Scarlett membeku di tempatnya berdiri, wajah cantiknya mendadak terasa memanas sempurna di tengah dinginnya angin gunung saat menyaksikan punggung tegap Millian yang mulai melangkah lebar meninggalkan area pembatas hutan menuju lapangan utama.

"Sialan kau, Vale-Knight! Aku tidak pernah menyetujui jatah gila itu!" teriak Scarlett kesal dengan suara tertahan, sebelum akhirnya ia terpaksa melangkah cepat menyusul pria itu agar tidak tertinggal dari kelompoknya.

Malam terakhir di perkemahan ini tampaknya akan menjadi malam yang sangat panjang dan berbahaya bagi kelangsungan bertahan hidup Scarlett Langford.

1
Wanti Ajaa
Mantep bener dah autor kita ini
Loph loph
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
happy wedding dan happy wedding 😍🥳🥳🥳
Rosdianah 🌷: huhuhii🥳🥳
total 1 replies
Mia Camelia
serius ini udah tamat thor🥰
gak berasa udh ending aja. sedih juga ninggalin kisah milian n scarlet😂😂😂
semangat thor ,bikinin lgi kisah klan kninght yg tersisa rowan🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: heheh siap kak🤭
total 1 replies
Dewi Novita L.s
nungguin kelanjutannyaa huaaaa
Rosdianah 🌷: heheh siap kak🫶
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnyaaaaaaa😄😄😄 puasa selama 20th usiamu baru bisa merasakan sentuhan bibir selain bibir orrumi millian😄😄😄😄
acarliga sampai kehabisan kata2 kasar dan otaknya langsung konsletinh🤣🤣🤣
da lah first kiikalian ga mengecewakylah yaaa🤭🤭🤭
Rosdianah 🌷: wkwkw🤣
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
kaaannnnnn,,, dibalik kata kata sinis sarat akan penghinaan penasayjuga kan akan rasa yg belum pernah terjamah🤭🤭🤭
alias cipokan🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤣
total 1 replies
Mita Paramita
🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkkwwk🤣
total 1 replies
Mita Paramita
Butterfly era casander 😍😍😍
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhh ternyata kata2 asalan delaney beneran kenyataan ternyata Scarlett memang keturunan dr kluarga konglomerat. tapi sayang kluarga atau neneknya macam iblis saja. terlalu serakah kayak hidupnya ga akan mati saja karna ingin tetap menikmati kesombongan sebagai kaum orng konglomerat...
edaannnn sampe cucu sensiimau dijual, padahal dia ga ada kontribusi apa2 dalam kehidupan Scarlett. malah tega membuang ayahnya (anak kandungnya) demi ego
kedukim yookkk guna guna aja kirim setan valak buat neror si nenek dorot EQ
dome🌬️🌀🌀🌀
hayooooo, akankah hutang itu akan benar benar dibayar lunas DA kontan😄😄😄😄
gila sih si millian🤭🤭
gassss lah
dome🌬️🌀🌀🌀
iyaa,, si Briana kabarnya gimana yaa.. apa yg akan terjadi di masa mendatang tentang Briana. jangan sampai hidup Briana menjadi tidak baik
Rosdianah 🌷: tenang kak🤭
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwkwkkk... Scarlett dilawan??
hellloooooo.... seisi murid high school scarlet saja ga ada yg brani melawan ketajaman lidah scarlet 😄😄
apa lagi oleh cwe manjaa melenghoyyy macam kamu🤭🤭🤭
upssss i did it again i play with your heart
wkwkwkwkwkwkwk... macam lagi nyanyiii yaaa🤣
Rosdianah 🌷: huhu ma'aciww komentarnya kak 🫶🥰
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
gelud saja lah kalian berdua, ga sudah sudah. nanti malah main kokop kokopan🤣🤣🤣🤣. uuppsss🤭sory Thor terlalu jujur aku😁😁😁😁
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤣
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat kak thor💪💪💪
update bab bab baru dan karya karya baru yg kereen 😁😁
Rosdianah 🌷: hehe siap kak🫶
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
😄😄😄😄
jangan sampe konslet dong scarlet, dan mati lampu malah makin enak🤣🤣🤣🤣🤣
maksudnya enak bisa lihat bintang dan bulan disaat mati lampu😅😅😅
lanjut lah goda godaannya. ntar juga lama lama dioraktekinnya🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
awal mula ngedara lama lama menjadi nyata😄😄😄
awas ketelan ludahmu sendiri kalian berdua😁😁
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤣
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
gadis titisan setan tapi bisa buat jntungmu lompat lompat kan millian😁😁😁😁
beginilah kalau cwe berkelas berdebat, bukan pakai emosi bukan pakai fisik tapi pakai otak dan ketenangan
Rosdianah 🌷: hihi 🤣
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
awalnya provokasi bibir lama-lama uji praktek kompetensi siapa yg paling ahli 🤣🤣🤣 🤣🤣🤣🤣🤣
semangat provokasi scarlet millian 😄😄😄
sapa tau scarlet bisa mimpi erotis lag denganmu
i🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
yeay scarlet hamil lagi😍😍😍
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳l
total 1 replies
Mita Paramita
mom Suzy jadi Mak comblang dadakan 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!