Terperangkap pernikahan dadakan membuat Ustad Syamir harus menerima Syahira sebagai istrinya. Padahal dia hendak menikahi Zulaikha, wanita sholeha yang diidamkannya. Semua itu pupus karena kesalahan satu malam. Niat hati Ustad Syamir menolong Syakira justru berbuntut pengerebekan warga dan nikah paksa. Tak hanya batal nikah dengan Zulaikha, Ustad Syamir harus menikah dengan Syahira, wanita gaul dari Jakarta yang jelas-jelas tidak dikenalnya.
Ustad Syamir harus menelan pil pahit karena gunjingan orang ditambah lagi dia harus membatalkan pernikahannya. Selain itu dia harus mengantarkan Syakira ke Jakarta tanpa memiliki bekal yang cukup.
Apakah Syamir dan Syahira akan tetap bersama atau memilih bercerai mengejar mimpi mereka masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andropist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surat Dari Suami
“Sya, i’m so sorry and i feel so bad for you. Beberapa hari yang lalu gue liat Edward lagi pelukan sama wanita lain.”
“What? Kamu gak salah liat Al?”
“100 % gak! Waktu itu di parkiran rumah sakit gue liat Edward lagi meluk seorang cewek terus gak lama cewek itu ninggalin Edward gitu aja.”
Syahira tiba-tiba bangkit daan langsung berjalan dengan tergesa-gesa.
“Sya, lo mau kemana?” Alma mencoba menghentikan Syahira.
“Aku mau ke ruang praktek Edward. Aku mau labrak dia sekarang juga. Udah gak nyariin aku pas aku ilang, eh tau-taunya malah bermesraan sama cewek lain.” Dengan bersungut-sungut Syahira masih melanjutkan langkah yang penuh amarahnya itu.
"Tunggu Sya. Hari ini dia gak masuk. Dia lagi ke Singapore sama Dr. Braga. Dia lagi nanganin pasien Kanker rongga hidung Sya.”
Mendengar ucapan dari sahabatnya Syahira akhirnya mengurungkan niatnya. Ia lalu duduk di salah satu bangku di lorong rumah sakit dengan wajah kusut. Melihat sahabatnya yang tengah bersedih, Alma lalu mencoba menghibur Syahira.
“Gausah terlalu dipikirin ya Sya, rugi tahu kalo lo nagis cuma gara-gara cowok brengsek kaya dia. Sayang air mata lo Sya, sayang juga hati dan perasaan lo. Dari pada lo mikirin hal gituan mending abis kerja kita nge podcast lagi. Netijen udah pada nanyain lo tau. Abisnya lo ngilang berhari-hari entah kemana.”
Mendengar ucapan Sahabatnya barusan Syahira lalu kembali ceria. Ia menghapus air matanya dan kembali tersenyum.
“Sorry ya Al, gara-gara gue project kita jadi tertunda.”
“It’s okay, just relax. Lagian sekarang lo dah balik and welcome back Dj Sky.”
“Welcome back too mimin kesayanganku a.k.a Dj Moon.” Mereka berdua pun kembali berpelukan.
Sepulang kerja Syahira tak langsung pulang ke rumah. Sesuai dengan apa yang sudah ia janjikan dengan sahabatnya Alma, mereka kini ke rumah Insight untuk membuat podcast. Rumah insight adalah sebuah ruko yang mereka sewa untuk membuat konten. Mereka berdua memiliki channel yang sudah sangat populer di salah satu aplikasi berbagi video secara daring. Mereka juga memiliki akun media sosial yang sudah diikuti oleh jutaan pengikut. Mereka membuat konten musik, podcast, film pendek dan beberapa konten aktivisme. Awalnya mereka berdua membuat konten hanya untuk mengisi waktu luang tetapi tanpa diduga malah booming dan terkenal. Kini membuat konten juga sudah menjadi pekerjaan sampingan mereka.
Alma kini tengah mempersiapkan materi yang akan mereka angkat di podcast kali ini. Syahira kini bertindak sebagai bintang tamu. Topik yang mereka angkat kali ini adalah mengenai kembalinya Dj Sky dan penjelasan mengenai menghilangnya Dj Sky selama beberapa hari lamanya. Dj Sky adalah sosok Dj dengan penampilan menggunakan masker dan penutup kepala yang rapat serta hoodie putih yang menjadi ciri khasnya. Syahira sengaja menyembunyikan identitasnya. Setelah semuanya siap maka podcast itu pun dimulai. Beberapa pertanyaan dari netijen Syahira jawab satu persatu. Sampai di satu pertanyaan yang begitu menyentuh hantinya.
“Oke, next kita masuk ke qustion selanjutnya. Dari Flower_100 Hai Dj Sky welcome back! Gak sabar nungguin konten musik yang bakal Dj buat. Oh ya, btw, pertanyaanku gimana caranya agar kita gak terpuruk atas masalah yang sedang menimpa kita? Apalagi masalah itu datang bertubi-tubi? Please pick my qustion! Aku lagi di posisi itu soalnya. Oke, silahkan dijawab Dj Sky.” Ucap Alma.
“Thanks Dj Moon. Hallo Flower. Thanks ya udah berpartisipasi di QnA kita. Oke, aku bakal jawab. Ada seseorang yang pernah bilang gini ‘Seberapapun kesulitannya kita gak boleh nyerah. Asal kita mau yakin, berdoa dan berusaha Tuhan pasti bakal bantu kok. Dan kita harus yakin kalo pertolongan Tuhan itu dekat. Tuhan gak pernah membebankan hamba-Nya dengan beban yang diluar kemampuan hamba-Nya. Bersama masalah itu Tuhan juga kasih solusinya. Jadi gak usah cemas dan merasa terpuruk ya, just believe that God will always help us.” Syahira tersentak dengan apa yang baru saja ia ucapkan.
Ia kemudian termenung beberapa saat. Pikirannya kembali teringat pada Syamir. Pria itu yang telah mengajarkan Syahira hal itu. Bersamanya Syahira melalui hal sulit yang belum pernah ia alami semasa hidupnya. Ia bersama Syamir berhasil melalui masa-masa sulit itu. Kini hatinya kembali bertanya-tanya, kemana perginya suaminya itu. Akankah ia kembali pada Syahira? Bagaimana dengan nasib pernikahan mereka?
Setelah podcast itu selesai Syahira langsung kembali pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah ia langsung pergi ke kamarnya dan mengurung diri. Ia menangis seorang diri di kamar. Saat ini perasaanya tengah tersayat-sayat. Ingatannya tentang masa-masa yang pernah ia lalui bersama Syamir beberapa hari yang lalu kembali meyeruak. Kenapa ia begitu sakit saat mengingat kembali Syamir, padahal ia tak pernah merasakan rasa sakit sesakit ini bahkan saat ditinggal oleh pacarnya. Syahira lalu mecari baju yang kemarin ia kenakan. Ia kemudian memeluk baju itu dengan erat. Baju itu pemberian Syamir, jaket milik Syamir juga kini di genggam Syahira. Ia menangis saat memeluk dengan erat jaket dan baju itu.
Tak lama pintu diketuk, ternyata Oma. Syahira lalu bangkit dan menghapus air mata yag menggenang di pipinya. Pintu pun dibuka, Oma menghampiri Syahira sambil membawa amplop. Oma lalu menyodorkan amplop itu pada Syahira.
“Sya, Oma dapat kiriman dari seseorang yang tak dikenal. Ini, katanya ada paket untukmu.”
“Paket? Tapi Sya nggak pesan paket apapun Oma.”
“Tapi amplop ini alamatnya benar ditujukan padamu dan tertera nama jelasmu.”
Seakan mendapatkan aliran semangat hidup Syahira segera menerima amplop itu dari Omanya.
“Oh, iya. Sya lupa Sya pesan paket. Makasih ya Oma, Bye.” Syahira lalu menutup pintu kamarnya dengan segera.
Syahira lalu membuka amplop itu. Ternyata isi amplop itu adalah uang sejumlah seratus lima puluh ribu rupiah dan sepucuk surat. Dengan segera Syahira membuka dan mebaca isi surat itu.
Assalamualaikum Sya.
Sya, ini Syam. Sya apa kabar? Sya sudah sampai ke rumah dengan selamat kan? Semoga sekarang Sya tidak mengalami kesulitan dan tak kekurangan suatu apapun. Syam senang karena sekarang Sya sudah kembali ke pelukan keluarga Sya.
Sya, maafkan Syam ya. Selama Sya bersama Syam, Syam belum sempat membuat Sya bahagia. Maafkan Syam juga yang belum mampu melayangkan talak pada Sya. Soal Syam, Sya tak usah khawatir. Syam telah mendapatkan tempat untuk berteduh. Syam juga sudah mendapatkan pekerjaan, setidaknya cukup untuk makan Syam. Jadi ini Syam serahkan sisa uang penjualan jam tangan itu pada Sya, ini sebagai nafkah Syam pada Sya. Walau tak besar, tolong di terima ya Sya. Jika nanti Syam punya uang lagi Syam akan kirimkan lagi nafkah untuk Sya. Sya jaga kesehatan ya, makan dengan baik dan jagan tinggalkan shalat lima waktu. Jika ada waktu luang sempatkan untuk membaca Al-quran atau sekedar mendengarkan kajian ya. Semoga Sya selalu ada dalam lindungan Allah, AAMIIN.
Sekian dulu ya Sya. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Suamimu
Syamir Rafif Airlanga
Usai membaca surat itu Syahira bersimpuh sambil menangis sejadi-jadinya. Ternyata benar dugaannya kalau amplop itu dari Syamir. Dimana ia sekarang? Bahkan dalam masa sulitnya pun ia masih ingat dengan kewajibannya untuk menafkahi Syahira. Padahal apa yang sudah Syahira lakukan untuk Syamir? pernahkah Syahira mengabdikan dirinya sebagai seorang istri pada Syamir? belum pernah. Syahira teriris hatinya saat membayangkan kondisi Syamir saat ini. Di kota besar dan kejam ini dimana Syamir akan berteduh? Ia sekarang seorang diri di tempat asing dan tak berbekalkan apapun. Syahira lalu keluar dari kamarnya, ia membuka pagar rumah dan berlari mencari Syamir, harap-harap jika Syamir masih berada di sekitar sini. Syahira sudah tak menghiraukan para wartawan itu lagi, toh jumlahnya makin sedikit. Ia berlari mencari-cari Syamir tetapi tidak ada. Kemana perginya Syamir? dimana ia sekarang?