Latar Belakang : London
Genre: Comedy romance
Sansa Turner, gadis berusia 20 tahun itu cinta mati pada teman ayahnya yang bernama Alexander Ghan, seorang duda berusia 45 tahun.
Sejak kecil, ayah Sansa yang bernama Dorian Turner selalu menitipkan Sansa pada Alex saat ia memiliki pekerjaan di luar kota. Hal itu membuat Sansa dan Alex begitu dekat, keduanya jatuh cinta dan diam-diam menjalin hubungan di belakang Dorian.
Selama menjalin hubungan, Sansa selalu mendesak Alex agar memberi tahu ayahnya tentang hubungan mereka karena Sansa sudah tak sabar ingin menikah dengan sang kekasih hati. Namun Alex masih tidak punya cukup keberanian untuk memberi tahu Dorian, selain karena perbedaan usia, Sansa juga putri sahabatnya yang lebih pantas menjadi putri Alex dari pada kekasihnya.
Akankah hubungan Alex dan Sansa sampai ke jenjang pernikahan?
Akankah Dorian Turner mau menyerahkan Sansa Turner pada Alexander Ghan sebagai istri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MTDF #16 - Success
Dorian duduk lemas di sofa sembari memijit kepalanya, sementara Sansa kini mengobati luka-luka di wajahku dengan pelan-pelan. Saat aku meringis karena perih, Sansa akan meniup lukaku kemudian tersenyum menggoda padakua.
"Kau, gadis nakal," bisikku.
"Kata Emi, semua adil dalam cinta dan perang," jawab Sansa juga berbisik yang membuatku langsung mengalihkan tatapanku pada Emily, namun gadis nakal itu juga hanya cengengesan yang membuatku semakin kesal.
"Aku berharap ini semua hanya mimpi buruk," tukas Dorian kemudian.
"Ini nyata, Dad," jawab Sansa yang membuatku hanya bisa menghela napas berat.
"Aku benar-benar tidak menyangka, hubungan kalian sudah sejauh ini. Ya Tuhan! Apa kalian tidak memikirkan perasaanku saat kalian melakukan hal mengerikan itu?" Desis Dorian tajam, aku sungguh tidak tahu harus menjawab apa. Apalagi selama ini aku menahan diri mati-matian demi menghormati Dorian, tapi Sansa menghancurkan reputasiku di depan sahabatku setelah perjuangan yang panjang dan sulit. Huff....
"Aku rasa itu hal yang biasa, Dad. Setiap sepasang kekasih pasti akan bercinta," jawab Sansa dengan santainya yang membuatku melongo, ia seperti bensin yang menyiram api amarah Dorian. "Daddy sama Mommy pasti juga bercinta, 'kan?" Tanyanya kemudian yang membuat Dorian terperangah sementara kini aku hanya bisa menahan senyum geli, Dorian menatapku kemudian ia menatap Emily yang juga tampak menahan senyum geli.
"Sansa, bagaimana bisa kau berbicara seperti itu?" Dorian mendesis tajam.
"Ayolah, Dad. Restui saja kami, bukankah setelah ini semuanya akan sempurna? Kita bertiga akan hidup bersama," tukas Sansa yang membuatku hanya bisa geleng-geleng kepala.
Dorian menyugar rambutnya dengan kasar, ia tampak frustasi dengan keadaan ini namun kali ini aku mendukung Sansa-ku yang gila, sepertinya aku pun jadi gila karena memiliki kekasih gila.
"Ayolah, Dorian," ucapku sembari merangkul pundak Sansa, "Kami saling mencintai, ada buah cinta kami di sini," ucapku sembari mengelus perut Sansa dan aku mengecup bibirnya dengan berani.
Aku melihat Emily tampak terkejut dan menutup mata, kemudian aku melirik Dorian yang juga tampak terkejut.
Dan Sansa, dengan tidak tahu malunya, gadis ini justru menarik leher ku dan mellumat bibirku dengan sensual yang membuatku hanya bisa melotot.
"OKAY!" Teriak Dorian kemudian yang membuat Sansa langsung menghentikan ciuman kami, ku lihat mata bulatnya itu melotot sempurna.
"Sungguh, Dad?" Pekiknya girang, aku pun sangat terkejut dan tentu aku sangat bahagia mendengar Dorian bilang 'okay'.
"Yeah," jawab Dorian lemas, Sansa langsung berhambur ke pelukan Dorian dan ia mengecup pipi Dorian berkali-kali sambil terus mengucapkan terima kasih.
"Thank you, Dad."
"Than you...."
"Kau adalah ayah terbaik di dunia."
Aku terkekeh mendengar ucapan Sansa dan saat ku lihat kebahagiaan di matanya, hatiku tersentuh.
Ku lihat Dorian yang tampaknya juga tersentuh dengan kebahagiaan putri semata wayangnya itu. Dorian mengelus kepala Sansa kemudian bertanya, "Kau bahagia, Sayang?" Sansa langsung mengangguk dan ku lihat Dorian tersenyum. "Semoga kau selalu bahagia seperti ini, Sayang. Semua akan Daddy lakukan untuk kebahagiaanmu," ucapnya yang membuatku terenyuh.
Oh, Dorian. Kau memang ayah dan sahabat terbaik di dunia, juga suami terbaik, karena kau tetap setia pada mendiang Malvina.
Bahkan Emily pun tampak terharu dan ia langsung memberikan pelukan hangat untuk Sansa sembari mengucapkan selamat.
"Selamat, Honey. Akhirnya, kau akan segera menjadi Nyonya Alexander Ghan," tukasnya.
"Itu mimpiku," ucap Sansa kemudian ia mengedipkan sebelah matanya padaku yang membuatku tertawa, namun tawaku terhenti saat Dorian menatap ku dengan tajam, sangat tajam!
"Aku akan membunuhmu jika sampai kau membuatnya menangis," Gertak Dorian.
"Aku berjanji akan selalu menjaga kebahagiaannya, Dorian," jawabku dengan yakin, Dorian menatap ku dengan sinis.
"Aku tidak habis fikir, bagaimana bisa kau bercinta dengan putri sahabatmu, huh?" sinisnya yang ku balas dengan senyuman manis.
Oh, nama baik yang aku jaga selama ini hancur dalam setengah hari saja, tapi jika ini harga yang harus aku bayar untuk cintaku, aku tidak masalah.
...Tbc.... ...