Julie Ananta adalah seorang gadis yatim piatu, usia 20 tahun. Ia merantau ke Jakarta bekerja sebagai seorang DJ tamu di salah satu Club malam ternama di Ibukota.
Tidak hanya mahir memainkan piringan hitam, Julie juga piawai memainkan Piano.
Sudah Cantik berbakat pula.
Bisa di bilang Julie adalah selebritis nya dunia malam.
Ia menyukai pekerjaan Itu.
Namun hal yang tidak ia sangka-sangka adalah, pertemuan nya dengan seorang pria tampan berwajah sekaku Es, Rehan Wijaya. Seorang pengusaha sukses di Ibu Kota, anak dari keluarga terpandang.
Dan sialnya lagi Pria tersebut tampa rasa bersalah merebut ciuman pertama Julie.
Benar kata pepatah, Lelaki tampan adalah kutukan.
Dan itulah yang terjadi, Dimana Julie berada, maka disanalah Rehan berada.
Bagaimana kah takdir akan menggoreskan peña nya..?
Cinta dan Kasta, dua hal yang dapat membuat semuanya berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KOSONG
...🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹...
.......
.......
.......
.......
"Kau baik-baik saja Julie..? Di sana, tadi aku melihat Rehan. Apa dia menggangu mu lagi..?"
Aldi bertanya menyelidik. Kini Julie tengah bersama dengan Aldi. Hari ini ia terlalu lelah untuk pergi sendiri, oleh sebab itulah Julie meminta Aldi untuk menjemputnya.
"Aku baik-baik saja Al, kita bisa pergi sekarang". Pintanya seraya masuk ke dalam mobil. Kemudian disusul Aldi di sebelahnya.
Baru saja Aldi ingin melajukan mobilnya, Rehan sudah berdiri menghalangi mobil mereka yang hendak pergi. Terlihat wajah Rehan yang nampak kaku dengan tatapan nya yang tajam ke arah Julie.
"Aku akan mengurus ini Julie, kau duduk saja disini.." Pinta Aldi pada Julie, kemudian ia keluar dari mobil.
"Apa mau mu,huh.?" Aldi berdiri di hadapan Rehan menatap dengan mata berkilat marah.
"Aku tidak ada urusan dengan mu..!" Suara Rehan terdengar dingin dan tidak bersahabat.
"Kalau begitu, jangan menghalangi mobil kami, pergilah jangan mengganggu Julie lagi!! Aldi tak kalah dingin.
Tanpa memperdulikan keberadaan Aldi Rehan langsung melangkah ke arah pintu tempat Julie duduk dan menarik tangan wanita itu untuk keluar.
Melihat itu membuat emosi Aldi tersulut lalu menahan tangan Rehan tepat sebelum laki-laki itu menarik tangan Julie dengan kasar dari dalam mobil.
"Lapaskan tangan mu dari nya brengsek..!!"
Aldi benar-benar marah, bahkan kini tangan nya telah mengepal menahan emosi yang ingin meledak.
"Kau lepaskan tangan mu, sudah ku katakan Aku tidak punya urusan dengan mu..!!" Kini Rehan yang bicara sambil menggeram.
"Hah! sudahlah kalian berdua. Aku sangat lelah." Kini Julie yang bersuara.
"KAU, apa yang kau ingin kan?? Julie menunjuk pada Rehan. "Aku beri kau waktu 3 menit untuk mengatakan apa tujuan mu, dan itu di mulai dari sekarang".
Ucap Julie sambil melihat jam tangan nya dan kembali menatap ke arah Rehan. Terlihat wajah laki-laki itu sangat kaku.
"Kau, bukan kah ku katakan untuk tidak melakukan ini..? Bukan kah sudah ku peringatkan pada mu..? Kenapa..? Apa kau pikir aku hanya bercanda..?''
Julie menatap kedalam mata Rehan, wajah laki-laki itu kini sangat menakutkan. Suara nya terdengar sangat dingin, bahkan mengalahkan dinginnya bongkahan es dalam kulkas. Namun Julie berusaha tetap tenang di hadapan Rehan.
"Kurasa jawaban nya Jelas." Jawab gadis itu singkat.
Satu: Aku tidak melakukan hal yang salah. Dua: Aldi adalah kekasih ku.
Tiga: Urusi saja kekasih mu! Bukan kah Jelas TUAN REHAN...??" Ucap Julie lambat-lambat.
Kini gadis itu sudah nampak kesal. Ia lelah menghadapi Rehan dengan semua sifat diktator lai-laki itu padanya.
"Waktu tiga menit mu sudah berakhir, Lepaskan tangan mu sekarang juga!" Sedetik kemudian Julie menarik tangan nya lepas dari genggaman Rehan. "Al, ayo kita pergi.."!
ohh god.. save me... please..
Rehan masih berdiri kaku di tempatnya melihat kepergian Julie dan Aldi yang berlalu begitu saja.
Lagi dan Lagi ia hanya bisa marah pada dirinya sendiri. Marah karena tidak memiliki alasan yang kuat untuk menahan wanita itu tetap disisinya.
"Kau baik-baik saja Julie..?" Aldi mencoba memecah keheningan yang terjadi di antara mereka selama perjalanan.
"Tidak Al, aku baik-baik saja. Hanya saja, tadi aku sangat takut. Kau lihat tangan ku sampai bergetar??" Julie menunjukan kedua tangan nya sambil terus menghela nafas panjang. Aldi menggenggam tangan Julie yang terasa dingin.
"Maaf karna belum bisa melindungimu dengan baik Julie". Ucap Aldi bersungguh-sungguh sambil fokus pada kemudinya.
"Itu bukan salahmu Al, justru aku harus minta maaf karena telah melibatkan mu". Julie melepaskan tangan nya lalu keduanya kembali hening hingga mobil Aldi sampai di Apartemen Julie kemudian kedua nya berpisah disana.
Apa yang kau ingin jelaskan Rehan?
Apa yang ingin kau buktikan? Kau bilang kau jatuh cinta pada ku, kau bilang kau..
Tapi apa, kau bersama kekasih mu..? Dan sekarang kau,
"Hah,, sadarlah Julie itukah yang ingin kau percaya..??"
Wanita itu yang kini terlihat gontai memasuki apartemen nya. Ia membuang tas nya sembarangan, kemudian membuka pakaian nya.
"Tunggu, sebaiknya hidupkan dulu". Julie menghidupkan lampu apartemen nya, tak ingin kejadian sebelumnya terulang kembali. Ia memperhatikan seluruh ruangan, dan Kosong. Melegakan.
"Ahh. syukurlah Julie" Setelah mendapati Apartemen nya tidak ada tanda-tanda kehadiran Rehan disana, ia merasa lega, lalu melemparkan tubuh nya ke atas sofa sama seperti tas nya yang lebih dahulu mendarat dengan sempurna.
Ayolah Julie apa yang kau pikirkan..?
Kau sudah melakukannya, kau sudah mencelupkan kaki mu sendiri dalam kesalahan, kesalahan yang sengaja kau lakukan! Kenapa kau harus menyalahkan Rehan..? dirimu yang terlalu mudah jatuh pada pesona nya..!
Kini sadarlah gadis bodoh, Sadarlah! Kau seperti orang bodoh yang melakukan kesalahan dan melemparkan kesalahan mu pada orang lain. Cihh. poor Julie.
Kau harus hadapi sendiri. Bukan kah selama ini kau selalu menghadapi semuanya??
Tapi di sini terasa seperti lubang yang menganga, sangat kosong, dan hampa*.
Wanita itu kini tengah memerangi diri nya sendiri. Disaat seperti ia sangat ingin ada seseorang yang memeluknya.
Seseorang yang mau mendengarkan ceritanya, seseorang yang walaupun hanya duduk disamping nya, tapi memberikan kekuatan pada nya, sebagai sumber energi baginya. Dia sangat ingin orang yang seperti itu.
Jika saja Rehan ada disana. What? sadarlah Julie. Siapa dirimu bagi laki-laki yang playboy seperti dirinya.
Salah mu sendiri yang tidak bisa bertahan. Salah mu sendiri yang terlalu mudah terpesona. Salah mu sendiri yang terlalu mudah jatuh cinta. Jatuh cinta. Benarkah itu?
Julie memegangi dadanya yang terasa berdenyut memberikan sensasi ngilu di sana.
Benarkah apa yang ia lakukan saat ini? Benarkah ia harus mendorong Rehan pergi dan menjauhi Rehan. Bisakah ia melakukan semua itu?
"Julie..semangatlah! Ini baru permulaan, serahkan semuanya pada takdir. Pejamkan matamu, dan lihatlah lebih jauh..tunggulah keajaiban akan muncul setelahnya.. ".
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
...Don't forget for LIKE & COMENT ...
...♥♥...