(+18) BIJAKLAH DALAM MEMILIH TULISAN. SESUAIKAN DENGAN UMUR KALIAN.
"NOTE : JIKA INGIN BERGABUNG DALAM GRUP CHAT UNTUK LEBIH DEKAT DENGAN AUTHOR, TOLONG SERTAKAN ALASAN YANG JELAS!"
SYAFIRA seorang gadis yang menikahi pria paruh baya sakit-sakitan. Kondisi sang suami yang sangat menyedihkan membuat Syafira tidak tega untuk menolak. dan siapa sangka pria yang menjadi suaminya tersebut meminta sesuatu darinya, bukan untuk memuaskannya diatas ranjang seperti seorang istri pada umumnya. Akan tetapi ia menyuruh Syafira untuk berselingkuh dengan putranya sendiri.
***
Aku sudah mulai bosan, sudah sebulan aku berusaha, tetapi hasilnya nihil. Kelvin malah semakin membenciku, bahkan pria garang itu tidak segan untuk memakiku di hadapan para pelayan sekalipun, Memalukan.
Aku mengintip dari sudut ruangan, gayaku sudah seperti mata-mata kelas internasional, dan targetku adalah Kelvin. tidak pernah aku menyerah meskipun aku sering kali mengeluhkan hal ini, aku terus berusaha, dengan dukungan Tuan Syekar. aku sudah bertekad untuk membuat Kelvin bertekuk lutut.
Aksiku selalu aku mulai pada malam hari, untuk berjaga-jaga. karna terakhir aku melakukannya pada siang hari, Kelv
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16
LIKE DULUU..
Aku terus menenangkan Syafira, saat itu dia mengusirku, dan menolak tindakan yang aku lakukan padanya, karna tidak ingin membuatnya semakin sedih, aku mengalah setelah aku membersihkan diriku, aku memilih untuk keluar kamar membiarkan Syafira untuk sendirian, agar dia bisa sedikit lebih tenang jika aku tidak ada di dekatnya.
Aku bahkan menyuruh pelayan untuk datang menemui Syafira, menanyakan aap yang ia inginkan, untuk menu makan malam.
"Tuan, Nyonya Syafira menjawab tidak lapar." ucap pelayan tersebut.
Aku menghela nafasku, bahkan sikap dinginnya semakin membuatku merasa bersalah, aku menyesal karna ucapan tajam dan perlakuanku telah melukai perasaannya.
"Terima kasih." ucapku pada pelayan sambil berlalu.
Aku kembali menemui Syafira di kamar, aku bersalah, aku sadar sikapku memang sudah sangat keterlaluan, mungkin ini adalah balasan dari kebodohanku, meskipun hubunganku dengan Syafira hanya terikat perjodohan, mengingat raut wajahnya yang penuh kesedihan semakin mengiris batinku. rasa bersalah tersebut semakin kuat.
"Kau sudah tidur?" ucapku dengan suara terendah.
Aku duduk ditepi ranjang, tanganku menyentuh bahunya yang tertutup oleh selimut, matanya sudah terpejam saat itu, meskipun aku tahu, Syafira sedang berpura-pura.
Wajah polosnya sangat terlihat cantik, dengan melihat lipatan di dahinya aku semakin yakin, jika gadis itu sangat tertekan atas apa yang perah aku lakukan padanya.
"Tidak masalah jika kau masih marah, aku memang sudah sangat keterlaluan."
Tidak ada jawaban, entah dia mendengarkan aku atau tidak, gadis itu hanya terus terdiam dengan mata terpejam, posisi tidurnya miring membelakangiku, aku terbaring di sampingnya dan mendekatkan wajahku pada tengkuknya, ini sangat dekat. aku bahkan bisa mencium aroma tubuhnya yang sangat segar.
"Maaf, besok ulang tahunku, aku biaaa mengundang teman-teman kantor setiap tahunnya, dan mereka ingin menemuimu."
Syafira masih saja terdiam, tidak memberikan respon apapun.
"Maaf."
Aku berbisik dengan lembut di daun telinga Syafira, spontan gadis itu langsung menutup telinganya, dan menarik selimut tebal untuk menutupi seluruh tubuhnya.
Aku mengerti, sepertinya secara reflek tindakanku membuat Fira kegelian, saat hembusan nafasku menyentuk kulit sensitifnya. hal itu semakin membuatku terpacu, insting kelelakianku bekerja, aku akan mencoba memohon padanya hingga dia sendiri tidak tahan menerima tindakan-tindakan nakalku.
"Aku mohon maafkan aku, Ayo kita jalani pernikahan ini dengan normal, berikan aku kesempatan untuk menjadi suami yang kau inginkan." ucapku dengan penuh percaya diri.
Syafira menurunkan selimut yang menutup wajahnya, ia menatap wajahku tanpa ekspresi.
"Aku tidak menginginkan apapun darimu, kau puas?" ucapnya dingin
Aku semakin mendekatkan wajahku padanya, jarak antara wajah Syafira denganku hanya beberapa senti saja, jadi ini yang Syafira rasakan, saat ia menggodaku dulu, tetapi aku malah mengacuhkannya.
"Tapi aku menginginkamu."
Syafira mengerutkan dahinya, ia menggeser posisi kepalanya yang menempel di atas bantal, dan menciptakan jarak dengan wajahku.
"Dasar tidak tahu malu." ucap Syafira
Istri galakku langsung mencoba menutup kembali wajahnya dengan selimut, tapi kali ini aku menahannya.
"Apa yang kau lakukan?" tegas Syafira
Suaranya terdengar sangat garang, tapi hal itu membuatku semakin gemas dan ingin terus bermain-main dengannya.
Aku merubah posisiku tepat berada dinatas tubuh Syafira, menikam dan mengunci kedua tangannya di atas kepala Syafira. ekspresinya benar-benar sangat menggoda, mata membulat sempurna saat aku melakukan hal tersebut padanya.
"Apa yang kau lakukukan? lepaskan aku, apa kau bodoh."
Cupp...
Aku meraup bibirnya dengan lembut, dapat aku rasakan caranya menolak, dengan merapatkan bibirnya, namun gigitan kecilku berhasil membuka celah diantara bibir tipisnya, hingga aku bisa leluasa melumatt bibir lembut tersebut.
Tenaga Syafira cukup kuat, kakinya terus bergerak, matanya terpejam dengan kepala yang terus bergeser menghindari ciumanku.
"Mmmm, lepassskan aku."
Syafira menjerit dengan amat keras, aku bahkan langsung melepaskan cengkramanku darinya, dan dia langsung mendorong tubuhku, bahkan aku yakin jeritannya bisa membangunkan semua orang yang berada di rumahku sekarang.
"Dasar pria kurang ngajar." tegas Syafira
Aku terkekeh, terdengar sedikit menggelikan ucapan gadis itu, bagaimana mungkin seorang suami yang menggoda sang istri itu disebut dengan kurang ngajar.
"Kau jangan lupakan statusmu disini Nyonya Ardian." ucapku dengan santai
"Pergi." tegas Syafira
"Tidak, ini adalah kamarku."
"Oke, jika kau tidak keluar, aku yang akan pergi dari sini."
Gadis itu melangkah, sepertinya ucapannya tidak main-main, aku menarik tangannya dan mencoba mengalah.
"Oke. aku pergi, kau disini." ucapku
Syafira terdiam, ia melipat tangannya dan tidak menatap kearahku sama sekali, wajahny masih terlihat sangat jengkel, dan aku langsung keluar dari kamar tersebut meninggalkannya.
Sepertinya caraku terlalu buru-buru, hingga membuatnya ketakutan, aku di usir dari kamarku oleh istriku sendiri, cukup kejam, tapi hal ini tidak sebanding degan apa yang sudah pernah aku lakukan pada Syafira, untung saja gadis itu hanya mengusirku dari kamar, tidak menyuruhku tidur di kandang Pluto, seperti apa yang pernah aku lakukan padanya beberapa waktu lalu.
LIKE KOMEN YANG BANYAK YANG OANJANG, BIAR PERRFOMA AKU NAIK, PLISSS😭
tapi beda sekali dengan PEBINOR
PEBINOR diperlakukan sangat lembut, bahkan dipuja, bahkan saking spesialnya pebinor semua kesalahan dimaafkan begitu saja dan akan dihadirkan wanita yang tergila2 padanya
begitu banyak kesalahan fatal pebinor
*menghacurkan rumah tangga orang
*kebohongan
*fitnah
*licik
*memperkosa wanita
*melecehkan istri orang
*menculik dan menyuruhkan orang menggilir, membuat wanita trauma dan bunuh diri dengan tragis
tapi karena begitu spesialnya pebinor di novel wanita egois jadi semua kesalahan2 menjijikannya dimaafkan begitu saja bahkan dia diberi akhir bahagia
miris pila pikir kalian
laki tua itu
aku akan pergi tampa pamit
setelah lelah mengurus ayah nya, n skarang kau mengurus nya,apa jiwa perbudakan mu sedang meronta2?
s