Yuri, gadis polos yang menjadi korban kedengkian sepupunya, harus kehilangan kekasih bahkan pergi meninggalkan keluarga dalam keadaan hamil. Lima tahun kemudia, Yuri kembali bersama anak laki-lakinya yang cerdas. Yuri kini telah berubah, dia kembali untuk menemukan ayah dari anaknya serta mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Yuri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesepakatan Keluarga #part 2
Yuri menghentikan langkahnya saat sudah berada dekat dengan kelas Lucas. Wanita itu membungkam mulutnya sendiri agar tak ada yang bisa mendengar teriakannya.
Air mata Yuri berlindung tanpa bisa dibendung. Hatinya sungguh berkecamuk. Bingung dengan apa yang harus dia putuskan. Di satu sisi dia tidak rela putranya ditemui oleh Kei, sekalipun laki-laki itu adalah ayah kandung Lucas. Di sisi lain, Yuri teringat bahwa tujuannya kembali ke Jepang adalah untuk mencari tahu keberadaan ayah Lucas.
Yuri disergap kebingungan. Dia yakin Lucas akan bahagia jika bisa bertemu dengan ayah yang selama ini ditanyakan. Namun, Yuri ketakutan jika Kei akan mengambil Lucas darinya.
"Aku tidak akan sanggup jika harus terpisah dengan anakku," gumam Yuri tanpa sadar.
Wanita itu tampak linglung. Dia bahkan melamun hingga tidak menyadari jika Lucas telah berada di depannya. Lonceng pulang sekolah telah berdentang beberapa saat yang lalu.
"Mama, apa yang terjadi? Mengapa Mama menangis di sini?" tanya Lucas yang membuat Yuri tersadar dari lamunan.
Wanita itu pun buru-buru menghapus air matanya. "Sayang, kau sudah keluar? Ayo, kita segera pulang," ucap Yuri sembari meraih Lucas, memeluk dan menggendong anak laki-laki tersebut.
"Lucas bisa jalan sendiri, Ma. Mana kenapa?" tanya Lucas lagi.
Yuri hanya terdiam tanpa memberi jawaban. Kakinya mulai melangkah pergi, akan tetapi langkah ibu muda itu terhenti. Dia bergeming. Mematung, tak bergerak saat melihat Kei susah berdiri di depannya.
"Biar aku yang menggendong dia, kau pasti merasa berat, bukan?" tawar Kei.
"Jangan sentuh putraku!" elak Yuri.
Lucas menebak dalam hati atas apa yang sudah terjadi. Sepertinya anak itu paham akan situasinya. Dia pun mulai beraksi di hadapan orang tuannya.
"Paman Kei! Mengapa Paman ada di sini?" tanya Lucas dengan polos. Dia pura-pura tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
Kei memperlihatkan senyum tulus. Tangan Kei hendak menjangkau kepala Lucas untuk membelai. Namun, cepat-cepat Yuri menampik tangan kekar lelaki itu.
"Jangan sentuh anakku!" cegah Yuri. Dipandanginya Kei dengan tatapan tajam ketidaksukaan.
Kei tersenyum tipis. "Aku juga berhak atas anakku."
"Anak?" tanya Lucas dengan ekspresi terkejutnya. Dalam hati anak itu tertawa girang. Perkataan Kei menunjukkan bahwa dugaannya selama ini benar.
"Iya, Sayang ... jangan panggil aku 'paman' lagi!" pinta Kei.
"Dia bukan anakmu!" elak Yuri yang mulai berjalan pergi.
Kei mengikuti ibu dan anak itu dengan langkah santai. Bapak muda ini tidak khawatir, ke mana pun Yuri pergi, dia pasti bisa menemukan.
"Mama, apa bener kata Paman Kei? Dia ayahku?" Lucas bertanya dengan mata berbinar penuh harap.
Yuri menghentikan langkahnya saat melihat mata sang anak. Wanita yang telah banyak memakan kesedihan dan penderitaan itu tak sanggup membuat putranya kecewa. Dia kembali teringat, tujuan utamanya kembali ke Jepang memang untuk memenuhi permintaan Lucas yang ingin menemukan sang ayah.
"Apa kau sangat menginginkannya? Apa kau akan meninggalkan Mama setelah bertemu dengannya?" Yuri melontar tanya pada sang anak.
"Aku ingin bertemu ayah, tetapi aku tidak akak mau berpisah dengan Mama," jawab Lucas polos.
Mendengar jawaban Lucas, hati Yuri trenyuh. Dipeluknya erat-erat tubuh kecil putranya. Sejenak kemudian, Yuri menatap sosok Kei yang kini telah berada di dekatnya lagi.
"Mari bicara. Kita perlu tempat, tidak mungkin membicarakan hal seperti itu di sini!" kata Yuri.
"Tentu saja, ikut aku!" jawab Kei dengan mantap. Hati laki-laki itu merasa sangat senang.
Yuri mengikuti Kei menuju mobilnya. Hati wanita itu masih diselimuti rasa takut akan kehilangan Lucas. Namun, Yuri berusaha tetap tenang demi kebahagiaan sang anak.
Sementara itu, Lucas sendiri merasa gembira. Rencananya untuk menyatukan mama dan ayahnya mulai berjalan. Akan tetapi, anak itu juga menyadari kecemasan di mata mamanya. Dia pun berusaha menenangkan Yuri dengan tetap berada di pangkuan wanita itu selama di dalam mobil Kei.
Kei melirik wanita dan anak yang duduk di dekatnya. Dia sungguh tidak menyangka bahwa itu adalah anak dan wanita yang telah melahirkan keturunannya. Kei telah menjadi seorang bapak, memiliki anak laki-laki tampan berusia lima tahun.
"Jalan ke restoran biasanya!" perintah Kei pada sopir pribadinya.
"Baik, Tuan Muda."
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Asisten Kei yang duduk di sebelah sopir tampak sibuk mengetik sesuatu di layar ponselnya. Tentu saja dia sibuk, dia harus mengatur orang untuk menyiapkan tempat di restoran dan mengosongkan tempat tersebut dari pengunjung lain. Asisten pribadi itu tahu bagaimana sifat Tuan Mudanya. Dia harus bekerja dengan cepat dan cekatan. Membaca setiap situasi dan menyiapkan apa yang diinginkan bosnya tersebut.
ceritanya bagus, tidak bertele-tele...dan seru...👏👏👏
keren bet Thor 👏🙏👏🙏👏