Namanya CINTA. Gadis cantik dan mandiri yang bekerja sebagai staff di salah satu Bank Swasta
Tanpa sengaja saat berlibur bersama teman-teman kantornya di Bali, CINTA bertemu dengan JACKSON. Pria tampan yang sangat percaya diri dan mengklaim bahwa Cinta adalah miliknya sejak mereka pertama kali bertemu.
Bisakah Jackson meyakinkan Cinta, bahwa Cinta pandangan pertama itu benar adanya ?
Apakah Cinta akan percaya pada Jackson, pria egois yang terkenal playboy ?
Lalu bagaimana jika Cinta tiba-tiba menghilang dari pandangan Jackson ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 . Undangan makan malam
Sementara itu di tempat lain Cinta dan ketiga sahabatnya sedang makan siang bersama .
" Please... tolongin Gue dong Cin... ", kini Wulan melancarkan jurus memelas andalannya .
Ia sudah mengenal Cinta beberapa tahun yang lalu .
Walaupun mereka jarang bertemu karena tinggal di kota yang berbeda, tapi Wulwn tahu jika Cinta paling tidak bisa menolak jika ada orang memohon padanya .
" Lu tinggal terima teleponnya Jackson. Ngomong bentaran aja ama dia, setelah itu kelar deh ", Wulan memberitahu Cinta apa yang harus dilakukannya .
" Tapi Gue udah gak mau lagi ada urusan ama Dia ",
Ingin rasanya Cinta menceritakan kejadian malam itu pada sahabatnya, namun Cinta malu.
" Ya udah, Lu ngomong gitu aja sama dia.
Bilang kalau Lu dah gak mau ada urusan sama dia. Biar si Jackson juga berhenti neror Lu ", usul Rere .
" Iya Cin, bener kata Rere. Sekalian Lu bantu Gue. Demi terwujudnya pernikahan bahagia Gue secepatnya. Si Ray lagi butuh banget nih bantuan Jackson, syarat dari si Playboy itu cuma pingin ngobrol ama Lu bentar. Please ", Wulan memelas sekali lagi.
" Gak apa-apalah gue mohon-mohon gini. Toh cuma sama Cinta . Demi tas baru nih ", ucap Wulan dalam hati .
" Ya udah, Lu hubungin deh sih Jackson. Biar Gue ngobrol ama dia bentar. Dan semua selesai. Ini yang terakhir yah Lu minta yang seperti ini ", ancamnya pada Wulan.
Wulan tak ingin membuang waktu.
Sebelum Cinta berubah pikiran.
Padahal Wulan belum menyentuh makanannya sama sekali.
tuut.... tuut....
terdengar nada tunggu telepon
" Halo ", dari tempatnya Cinta bisa mendengar suara Jackson karena Wulan memang menggunakan mode loudspeaker.
" Nih Cinta mau ngomong ",
Wulan menyerahkan ponselnya pada Cinta.
Segera Cinta menonaktifkan mode loudspeaker itu dan mengambil jarak dari ketiga sahabatnya .
" Halo ", sapa Cinta.
" Halo Cinta, akhirnya Gue bisa dengar suara Lu lagi ", Jawab Jackson dengan bersemangat .
" Mau ngomong apaan ? " tanya Cinta ingin segera mengakhiri panggilan telepon itu .
" Gue mau minta maaf soal malam itu. Sumpah Gue gak ada niat macam-macam ",
" Gue udah bilang, kalau Gue tertarik ama Lu. Ditambah Gue kemarin senang banget seharian bisa sama Lu, jadinya Gue kebawa suasana sampai berani nyium Lu ", Jackson menjelaskan alasannya berharap Cinta dapat mengerti .
" Oke Gue maafin ", Jawab Cinta singkat .
" Serius ? "
" Makasih yah Cin... Gue janji gak akan ulangin lagi, Lu jangan hindarin Gue yah , please " , ucap Jackson.
" Jackson, Gue udah maafin Lu. Gue udah lupain kejadian malam itu. Jadi Gue mohon Lu jangan hubungin Gue lagi. Gue mohon Lu lupain aja kalau pernah kenal ama Gue ", Cinta tidak ingin basa-basi lagi. Lebih baik dia menjauh.
Walaupun tidak bisa dipungkiri pada awalnya Cinta sempat tertarik pada Jackson dengan sikap masa bodoh miliknya tapi bisa membuat Cinta gembira.
Jackson tidak tahu harus merespon apa.
Ia terdiam hingga akhirnya Cinta meminta untuk mengakhiri sambungan telepon mereka.
Cinta mengembalikan ponsel Wulan.
" Gimana Cin ? " tanya Wulan penasaran .
" Yah gak gimana- gimana ", jawab Cinta singkat .
" Lu ama Jackson udah baikan ", tanyanya lagi
" Udah. Gue udah maafin dia. Dan minta dia jangan hubungin Gue lagi ",
" Kejam amat Lu ", Rere yang kali ini berkomentar .
" Lu mematahkan hati Jackson ", kata Wulan .
" Mematahkan Gimana, Gue gak ada hubungan apa-apa dengan Jackson ", Cinta membela diri .
" Jackson beneran suka tau ama Lu .
Kata Ray , Jackson 2 hari ini uring-uringan mulu karena Lu ngehindarin Dia ", ucap Wulan.
" Kata Ray, si Jackson semalam bahkan nolak saat ada cewek seksi mau kenalan , itu bukan gaya Jackson banget yang terkenal playboy ", lanjutnya .
" Kaliankan tahu, saat ini fokus Gue tuh cuma mau berkarir dulu. Gue susah kalau mau buka hati buat seorang Pria ", Ucap Cinta .
" Gue punya pengalaman lihat orang jadi bego karena Cinta , makanya Gue akan selektif banget kalau soal memilih kekasih ", jelas Cinta berharap ketiga sahabatnya mengerti.
Cinta pusing belum selesai dengan Rere selalu berusaha mendekatkannya dengan Ricko, sekarang datang lagi Wulan yang ingin menjodohkannya dengan Jackson .
" Huhh ", kini terdengar Sofi sedang mendengus
" kenapa Lu Sof ? " tanya Rere
" Gue sedih aja si Cinta gak mau sama Jackson ", Sontak Cinta langsung menatap Sofi bingung. Apa sekarang Sofi juga jadi pendukung Jackson .
" Si Cinta batal dong jadi Sultan Bali. Padahalkan Gue pengen banget punya teman seorang sultan ", Sofi menjelaskan dengan nada sedih yang terdengar serius .
" Entar gue cariin Lu teman baru yang namanya Sultan . Puas Lu " ucap Wulan dengan kesal karena Ia mengira tadi Sofi ada dipihaknya .
Cinta dan Rere hanya bisa tertawa melihat Wulan dan Sofi yang kini sedang berdebat.
Saat ini Cinta sedang fokus pada data yang ada di layar komputernya.
Ia sedang diberikan data nasabah yang akan dia prospek.
Terdengar dering ponsel Cinta,
Dilihatnya nomor yang tidak Ia kenal muncul di layar ponselnya.
" Halo ", sapa Cinta saat menjawab panggilan
" Halo , ini dengan Nak Cinta ? ", tanya seorang wanita di sebrang telepon .
" Iya benar. Ini siapa yah ? mungkin ada yang bisa saya bantu ? " Cinta berpikir ini mungkin telepon dari salah satu nasabahnya .
" Ini Bu Lastri Cin, masih ingat ? Ibu ibu yang kamu tolongin di toilet resto ",
" Ohh iya Bu.. Cinta ingat. Gimana kabar Ibu? sudah sehat ? " tanya Cinta
" Alhamdulillah Ibu sudah keluar dari rumah sakit. Makanya Ibu telepon kamu, mau ajak makan malam dirumah Ibu. Kamu mau yah ? " ajak Ibu Lastri berharap Cinta mau .
" Kalau boleh tahu kapan yah Bu ? " tanya Cinta dengan sopan .
" Kalau malam ini kamu ada waktu Nak ? " tanya Ibu Lastri
" Ada Bu. Nanti malam Cinta kerumah Ibu yah ", Cinta memang tidak ada acara malam ini jadi Ia menyetujui saja ajakan Ibu Lastri.
" Ibu tunggu jam 8 Malam yah Nak. Ibu nanti kirimin alamat rumah , makasih yah Cinta udah mau datang ",
" Iya Bu, sama-sama " jawab Cinta mengakhiri panggilan telepon mereka.
Setelah mengakhiri panggilan telepon, Cinta kembali fokus pada pekerjaannya.
Cinta berniat pulang tepat waktu hari ini agar Ia masih bisa bersiap sebelum ke rumah Ibu Lastri .
.
.
.
.
. to be continue
please..tq.../Pray/
ikut bahagia thor..
lanjut...
cinta tulusmu akan menyembuhkan segala luka yg ada pada Cinta...
sampai harus ada yg berharap lbh padamu,baru kamu sadar...bahwa ada udang di balik mie...hehehe....
lanjuut...
kini ku berdoa,semoga beliau tenang dan bahagia disana bersama pencipta nya...
parah parah..../Facepalm/