Kaira Luna adalah seorang wanita yang hampir memasuki usia seperempat abad itu pun selalu disuruh menikah oleh ibu tirinya karena dia ingin memanfaatkan Kaira agar memiliki kehidupan yang mewah.
Tak disangka dia bertemu dengan seorang pria dengan cara yang tidak mengenakkan bahkan membuatnya kesal. Namun, siapa sangka dia akan terlibat dengan pria itu seumur hidupnya?
Dia adalah Eren William, Seorang tuan muda sekaligus CEO dari perusahaan William yang terkenal dingin dan kejam, serta memiliki kekuasaan tiada tara bahkan tak seorang pun bisa melawannya. Namun, siapa sangka dia adalah pria playboy kelas kakap?
Akankah pernikahan Kaira dan Eren bertahan hingga akhir hayat mereka? Atau pernikahan kontrak ini berakhir ditengah jalan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajeng Rizqita Bukowski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diculik
Hari ini, mereka memiliki rencana untuk pergi ke restoran mewah yang telah ditentukan. Eren akan menemui beberapa calon investor untuk proyek terbarunya. Tentu saja Kaira ikut dengannya.
"Ara, kamu sudah siap?"
"Ya tentu saja"
Mereka berdua berangkat sekarang juga, takutnya nanti akan terlambat. Lebih baik kita yang menunggu kan daripada mereka?
Sesampainya disana...
"Sayang, aku ingin ke toilet. Kamu tunggu sini ya"
"Baiklah." Eren menunggu Kaira dan calon investor disana. Eren memesan minuman untuk Kaira sebelum dia kembali.
Disisi lain
"Ahh akhirnya." Dia mencuci tangannya dan melihat kearah kaca.
Akankah tuan akan mencintai muka ini selamanya? Ahh apa yang aku pikirkan. Tuan akan marah jika aku tidak segera kembali. Batinnya
Saat akan kembali, dia dihadang oleh kedua pria bertubuh kekar.
"Siapa kalian?" Kaira berteriak ke mereka
"Ahh tidak usah banyak tanya" Kedua orang itu langsung membekap mulutnya dan membawanya pergi dengan mobil.
Saat sadar, kaira hanya melihat gudang yang telah lama kosong. Ia pun tengah duduk dengan keadaan tangan dan kaki terikat serta mulut yang terlakban.
"Mhh mhhh" Kaira berusaha teriak
"Hahahaha" Suara tawa seorang wanita terdengar dari kegelapan. Kaira hanya bisa membelalakkan matanya.
"Hai Kaira. Kamu tidak akan tahu siapa aku. Lepas lakbannya" Seseorang memerintah para preman tersebut untuk melepas lakbannya.
"Siapa kamu?" Kaira berteriak keras
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Salah kamu sendiri telah menyinggung orang besar dan menyuruhku untuk melukaimu. So, gua akan menyuruh anak buah gua untuk menyiksamu dan membuatmu kotor. Hahahaha" Kata seseorang misterius itu.
"Berapa dia membayarmu? Aku akan membayarmu lebih. Namun, lepaskan aku dan beritahu siapa orang yang menyuruhmu" Tawar Kaira
"Ohh tidak bisa. Kami para geng hitam memiliki aturan sendiri" Jawabnya melembut.
"Sudahlah aku capek. Kalian boleh menggunakannya. Saya tinggal dulu" Dia pun pergi
"Dia terlihat menarik dan cantik"
"Hehe beruntung kita."
Sebelum mereka melakukan, Eren pun datang
Brakk.
"Lepaskan tangan kalian" Eren menodongkan pistol kearah mereka. Eren membawa beberapa polisi dan pengawal yang telah dia sewa.
"Pak bawa mereka. Jangan lupa tangkap bosnya" Perintah Eren
"Siap pak"
Eren bergegas memotong tali yang mengikat Kaira dan Kaira memeluknya erat.
"Tuan, saya takut. Hiks hiks" Kaira menangis dipelukannya
"Tak apa. Aku sudah datang. Maaf Ara jika aku sedikit terlambat"
"Tidak. Anda datang tepat pada waktunya. Terimakasih" Kaira melepas pelukannya
"Tak perlu berterimakasih padaku. Siapa yang menculikmu? Apa kamu kenal mereka?" Tanya Eren
"Tadi ada seorang wanita dia mengatakan jika seseorang membayarnya untuk menculikku dan menodaiku." Jelasnya
"Hmm Baiklah aku tidak akan menanyaiku lagi. Nanti biar polisi yang mengurusnya. Sekarang kita pulang ya?" Eren menggendong Kaira. Dia yakin jika Ara-nya lemas dan tidak bisa berjalan sekarang
"Lalu, bagaimana dengan calon investor itu?" Kaira masih sempat-sempatnya memikirkan bisnis dan uang.
Mereka tiba di mobil. Eren mendudukkan kaira dimobilnya
"Aku telah meminta maaf ke mereka dan mereka memahaminya dan mengajak bertemu denganku lagi besok. Sepertinya, aku harus selalu menyuruh Anna ikut denganmu" Eren mengelus kepala Kaira lembut. Mereka pun memutuskan untuk kembali ke penginapan agar kaira bisa menenangkan dirinya.
Sesampainya di hotel
"Ara, kamu tunggu aku ya. Aku akan menemui Rangga. Ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengannya." Pamit Eren
"Apakah aku bisa bermain ke kamar Anna?" Tanya Kaira. Dia berharap Eren tidak mengurungnya setelah ini
"Tidak"
Benar kan. Persis seperti dugaanku. Hufft menyebalkan
Eren terkekeh melihat Kaira memanyunkan bibirnya. Dia mengecupnya.
"Aku akan menyuruhnya kesini. Kamu baik-baik didalam ya" Mengecup kening Kaira lagi.
Haih sungguh bosan berada di penginapan. Dan lagi, mengapa Anna lama sekali?
"Maaf nyonya. Saya habis dari toilet" Akhirnya yang ditunggu datang juga.
"Tak apa. Anna, apa kamu punya game yang menarik? Aku bosan"
"Sepertinya tidak. Namun, saya bisa menceritakan hal-hal menarik seputar kehidupan saya. Saya sering membaca novel juga. Mungkin nyonya muda ingin mendengarkannya?" Tawarnya
"Kedengarannya bagus"
Anna menceritakan hal-hal menarik baginya dan Kaira pun antusias mendengar ceritanya. Mereka sangat menyukai satu sama lain sangat cocok.
Di ruang makan VVIP hotel
"Rangga, kamu pasti telah mengetahui kan apa yang akan saya bicarakan?"
"Ya tuan."
"Lalu, sekarang kamu cari sampai dapat. Saya tidak peduli dengan alasan apapun saya ingin data itu besok kamu serahkan kepada saya di ruang pribadi saya."Eren memerintahnya
"Baik tuan"
"Menurut kamu, siapa yang telah melakukan ini?" Tanya Eren
" jika saya lihat, ini pasti ulah seseorang yang iri dengan nyonya muda. Dan kemungkinan dia adalah seseorang yang suka atau mungkin masa lalu tuan muda" Jawab Rangga atas pertanyaan Eren
"Amalia maksud kamu?" Selidik Eren
"Kemungkinan iya dan tidak. Namun, saya malah curiga pada nona Mona karena hanya dia yang akhir-akhir ini berseteru dan berusaha menjatuhkan nyonya muda." Jelas Rangga
"Kamu benar. Bagaimanapun Mona merupakan nona besar keluarga ternama. Itu mudah baginya untuk menyewa geng hitam. Namun, jika aku tidak salah ingat, Amalia juga pernah salah berbicara padaku dan membahas tentang jaringan geng hitam. Entah dia sedikit keceplosan jika dia ingin bergabung. Atau jangan-jangan, mereka bekerja sama? Kamu tahu sendiri kan jika tidak semua orang dapat memanggil geng hitam bahkan membayarnya? Apalagi hanya seorang Mona" Eren semakin penasaran.
"Benar tuan muda. Mungkin nona Mona dan nona Amalia tidak akan melukai anda, tapi tidak dengan nyonya muda. Dia akan sangat terancam." Rangga memperingatkan Eren bahwa dia harus ekstra melindungi istrinya itu.
"Jika mereka berani berbuat lebih, mereka akan mengetahui apa akibatnya. Tunggu saja." Ancam Eren.
Eren pun beranjak dan kembali ke kamarnya. Dari kejauhan, dia melihat Kaira tertawa lepas sedang bercerita dengan Anna tanpa ada rasa canggung begitupun Anna... walau dia terlihat tampak sangat akrab dengan majikannya itu, dia masih mengutamakan kesopanan.
"Udah udah. Aku sudah tidak sanggup tertawa lagi haha" Ucap Kaira
"Iya nyonya. Saya tidak menyangka anda orangnya seseru ini. Tidak salah jika tuan muda sangat mencintai anda." Dia memuji nyonya mudanya.
"Ahh kamu jangan buat saya malu." Kaira menyembunyikan wajahnya. Seseorang dibelakang sana juga malu mendengarnya. Dia pun tidak menyangka akan sebucin ini dengan seorang wanita.
Baru kali ini aku mendapatkan majikan setulus dan sebaik nyonya Kaira. Bahkan dia tidak membedakan ku yang merupakan pengawalnya. Dia tanpa ragu menceritakan segalanya kepadaku bahkan menyuruhku duduk sejajar dengannya. Berbeda dari majikan ku sebelumnya. Batin Anna sambil tersenyum
"An, Hey" Panggil Kaira membuyarkan lamunan Anna
"Ehh nyonya. Ada apa?" Tanyanya sigap
"Seharusnya saya yang tanya ke kamu. Kamu kenapa? Kenapa bengong mana senyum-senyum sendiri? Kamu ga kerasukan kan? Kamu ga salah minum obat kan tadi pagi? Atau jangan-jangan..." Ucapannya diputus langsung oleh Anna
"Tidak nyonya muda. Tidak. Saya tidak memikirkan Tuan Rangga. Saya..." Dia menutup mulutnya.
"Apa? Aku bahkan tidak membicarakan tentang Rangga lho" Kaira memang begitu,suka sekali menggoda seseorang.
"Nyonya ahh..."
Suruh siapa tadi kamu menggodaku xixixi... Tawa Kaira dalam hati
"Sudah sudah. Kasian Anna jika kamu terus menindasnya." Suara berat seorang pria yang terdengar seksi dibelakang sana. Ya siapa lagi kalau bukan Eren. Suara seksi dan merdu khas pria yang ia punya, siapa sih yang tidak terpikat. Bahkan authornya saja terpikat hehe. Canda.
"Ehh tuan muda. Jika begitu, saya pamit ya." Izin Anna
"Tunggu." Eren mencegahnya
"Ada apa tuan?" Tanya Anna
"Rangga sedang mengerjakan tugas dari saya. Kamu bantu dia sana agar tugasnya cepat selesai. Saya akan beri kalian bonus jika malam ini kalian bisa menyelesaikan tugas yang saya berikan"
"Siap tuan muda" Anna semangat sekali untuk menyelesaikan tugas kali ini. Selain dia dapat bersama dengan orang yang ia sayang, dia juga akan mendapatkan bonus tambahan
Kalian memang boss idaman Tuan dan nyonya muda. Aku sayang kalian muach. Hati Anna berbunga-bunga. Dia pun berloncatan. Hingga tanpa sadar, dia menubruk seseorang
Bruk
"Ehh maaf tuan"
"Kamu mengapa ada disini?" Tanya Rangga.
"Karena saya disuruh oleh Tuan muda untuk membantu anda." Jawabnya
"Tidak. Aku tidak ingin melibatkanmu. Ini akan menjadi sangat berbahaya. Apa kamu tidak tahu itu?" Jelas Rangga
"Tidak. Tuan muda tidak memberitahu saya. Memang apa tugasnya?" Tanya Anna.
Tumbenan sekali nih orang peduli ma aku? Biasanya boro-boro peduli, ngelirik aja kaga.
"Tuan muda menyuruhku untuk menyelidiki kasus nyonya muda. Penculikan nyonya muda. Pasti kamu mendengarnya kan? Dan ini berhubungan dengan Geng hitam"
"Lalu?"
"Saya hanya mempe...." Rangga tidak melanjutkan kata-katanya. Hampir saja dia keceplosan.
"Mempe apa tuan?" Tanya Anna ingin tahu.
"Tidak ada" Pipi Rangga memerah.
Duhh jangan sampai cewek ini tahu. Bisa-bisa kegeeran dia... Batin Rangga.
Anna menatap Rangga bingung dengan ekspresinya.
"Lantas, mengapa kamu masih ada disini? Cepat pergi sana" Suruh Rangga. Anna hanya menggelengkan kepalanya.
"Jika saya tidak mau?" Anna mulai memancing amarah Rangga.
"Kamu!!!" Rangga pun dibuat kesal olehnya
"Ahh sudahlah terserah padamu. Saya sudah memperingatkanmu" Akhirnya dia menyerah.
"Hehe baik tuan sudah mengizinkan saya. Tuan tahu sendiri kan pengalaman apa saja yang telah saya alami."
"Hmm benar juga. Kamu pernah menjadi asisten dari salah satu anggota geng hitam. Mungkin mereka mengenalmu dan tidak berani mengganggumu. Dan kemungkinan kamu mendapatkan bukti lebih besar dariku karena aku pasti akan dicurigai. Apalagi aku adalah pengawal pribadi tuan muda sekaligus sekretarisnya."
"Yap anda benar. Saya bisa meminta tolong kepada majikan lama saya dan berpura-pura mendekatinya lagi karena ada perlu. Mungkin saya juga bisa berpura-pura bekerja untuknya lagi. Selain untuk mendapatkan bukti nyonya muda, saya juga bisa mendapatkan bukti yang dibutuhkan tuan muda. Jika tidak salah, tuan muda pernah mencari bukti dan bermasalah dengan geng hitam dan ingin melaporkan kejahatan mereka kan?" Anna mengusulkan rencananya kepada Rangga dan Rangga pun menyetujuinya
"Ok deal. Sesuai rencana kamu. Ngomong-ngomong jangan panggil saya dengan sebutan tuan jika hanya kita berdua. Itu tidak nyaman. Bagaimanapun kamu adalah teman saya bukan bawahan saya" Mereka berjabat tangan dan Rangga meminta agar Anna memanggil namanya saja.
"Baik Rangga"
Ehh tapi anehnya mengapa aku lebih suka dia memanggilku tuan ya? Dia terlihat sangat lucu saat memanggilku tuan. Ahh apa sih yang aku pikirkan. Rangga fokus kerja. Fokus urusan tuan muda. Pastikan dia bahagia dulu baru jatuh cinta. Seperti biasa, dia selalu menghapus pikirannya tentang cinta saat mengingat jika tuan mudanya belum sepenuhnya bahagia.
"Hmm sepertinya aku lebih pantas dipanggil tuan olehmu. Jadi, panggil aku tuan saja"
Cihh Jika bukan temen dan aku tidak memiliki Budi padamu, aku tidak akan Sudi memanggilmu tuan. Geram Anna.
DONE YA