NovelToon NovelToon
AJIAN PEMIKAT NYAI RONGGENG

AJIAN PEMIKAT NYAI RONGGENG

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Roh Supernatural / Pelakor jahat / Saling selingkuh / Romansa pedesaan
Popularitas:34k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.

Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).

Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok Lain-3

Sementara itu, Rudy dan sosok wanita cantik itu sudah berpindah ke atas ranjang, dan ia sebenarnya sudah tak sanggup lagi, tetapi lawan mainnya tak ingin menyudahinya, membuat ia merasakan lututnya bergetar.

Ia ingin menyudahi, tetapi wanita yang menampakkan wujud seperti Kiara tak ingin berhenti, hingga membuat Rudy semakin tak berdaya, kehabisan energinya, dan akhirnya tak sadarkan diri.

Sedangkan Kiara, ia sudah menunggu cukup lama didepan pintu kamar, karena tak mendapatkan respon, ia memilih untuk pulang.

"Dasar, menyebalkan!" gumamnya dengan kesal. Namun, ia merasa tak peduli, sebab transferan sudah masuk saat ia masih berada ditoilet bawah.

Gadis itu berjalan pulang, menyusuri koridor hotel.

Saat ia melintasi ruang Lobi, kembali ia bertemu dengan pria tampan yang tadi ia temui dilantai dua.

Pria yang ia sendiri tidak tahu siapa namanya, meliriknya sejenak, dan ia sepertinya sedang mengadakan pertemuan dengan dua orang penting bermata sipit, tetapi Kiara tak begitu peduli, ia melangkah pergi, sebelumnya melemparkan senyum sinis pada pemuda tersebut.

Kiara tidak cantik. Ia hanya manis, dan tidak bosan dipandang, tetapi berbeda jika Nyai Punden Ronggeng menyatu dengan tubuhnya, maka ia terlihat sangat sangat cantik dan menggairahkan.

Saat ini, Kiara hanyalah seorang gadis manis biasa, tetapi ia memiliki lekuk tubuh yang cukup indah, dengan pinggangnya yang ramping, pinggul lebar dan ukuran melon yang sedang saja.

Kiara melangkah pergi meninggalkan ruang lobi, dan pria itu menatap punggungnya sejenak.

****

Kiara tiba dirumahnya dengan menaiki taksi online. Ia menghempaskan tubuhnya diatas ranjang. Ia seperti gelisah, matanya tak dapat terpejam, keski berulangkali untuk mencobanya.

Entah mengapa, bayangan wajah sang pria mengusiknya. Tatapannya yang begitu teduh, membuat ia tak tenang.

Ia mendekap guling dengan erat, mencoba meresapi aroma parfum milik pria itu yang melekat dipakaiannya.

Hidung bangir, rahang yang tegas, dengan tatapan yang membuat jantung Kiara berpacu lebih cepat, semakin membuatnya gelisah tak menentu.

Braaaak

Kiara tersentak kaget. Waktu memperlihatkan pukul dua belas malam, dan asal suara dari pintu kamar mandi yang terhempas.

Ia beranjak bangkit, dan mencoba melihat siapa yang membantingnya, sebab saat ini, hanya ia seorang diri.

Ia melangkah dengan sangat hati-hati, lalu menuju dapur, dan benar saja, pintu kamar mandi terbuka lebar, dan disana menguar aroma melati yang cukup kuat.

Ia tahu siapa yang datang, dan itu adalah sosok Nyai Punden Ronggeng yang berdiri dibelakangnya, dengan kain selendang merah yang masih menggantung dilehernya dengan posisi menatapnya dengan sangat dingin.

Belum sempat Kiara menyadarinya, sosok itu melesat masuk ke dalam tubuh sang gadis, lalu menyatu dalam hitungan detik.

"Aaaaarrggh," pekik Kiara dengan suara yang sangat tertahan, sebab membuatnya merasa mual ingin muntah.

Hingga saat proses selesai, Kiara menarik nafasnya dengan berat, lalu terlihat sekuntum bunga melati tergeletak dilantai kamar mandi.

Kiara menatapnya, dan melangkah perlahan, lalu memungutnya, dan memakannya dengan cepat.

Perlahan, wajahnya kembali berlipat kecantikannya, dan aura menggodanya begitu kuat.

****

Sebuah mobil bak terbuka dengan merk Triton menyusuri jalanan perkebunan.

Ia baru pertama kalinya ke desa ini, dan akan meninjau perkebunan kelapa sawit, sebab sedang menjalani hukum dari orangtuanya, sehingga harus menjadinya staf rendahan seorang manager diperkebunan.

Seharusnya, sebagai anak pemilik PT. Agra, ia berada digedung bertingkat, dan menjadi seorang presdir, bukan ditempatkan didesa yang terpencil seperti ini.

Hari masih cukup pagi dan remang-remang, ia masih mera-ba mencari rumah dinas khusus manager perkebunan, dan hal ini membuatnya mengikuti petunjuk dari applikasi maps yang membawanya pada sebuah rumah berukuran cukup besar dan dibangun pada masa lampau, dengan bangunan yang cukup kokoh.

Mengingat hiruk pikuknya kehidupan kota, ia sedikit merasa nyaman dengan desa ini.

Langkahnya kemari, karena ia menolak perjodohan dari orantuanya, yang mengharuskannya menikahi seorang gadis konglomerat, dan merupakan rekan bisnis papanya.

Hingga ia melihat titik berhenti dari applikasi yang mengarahkannya ke rumah tersebut, dan menyatakan telah sampai.

Anggara Wibisono, menghentikan mobilnya didepan halaman rumah yang berada dipinggiran jalan lintas. Seorang pria berusia lima puluh tahun menyambutnya. "Tuan Muda, selamat datang, kami sudah mempersiapkan segalanya, dan pagi ini, kita akan meninjau perkebunan,"

Anggara mengulas senyum ramah, dan menganggukkan kepalanya. Meskipun ia anak pemilik perkebunan, tetapi sikapnya sangat ramah, dan cukup baik.

"Terimaksih, Pak Santoso, saya akan beristirahat sejenak, dan siapkan data-data Manager lama yang dipindahkan ke Aceh, saya akan mempelajari cara pengelolaannya," ucapnya dengan suara yang terdengar sangat tenang.

"Baik Tuan Muda, saya akan segera mengurusnya," Santoso menyanggupinya, lalu mengantar Anggara Wibisono ke dalam rumah yang sudah disediakan.

Sementara itu, Kiara tersentak kaget, suara panggilan telepon berdering cukup kencang, dan ia melihat satu nama dilayar ponselnya. 'Ayah'.

Gadis itu mengangkatnya, dan dengan suara serak menyambut omelan dari sang ayah.

"Hallo, Yah,"

"Kiara, ini sudah pukul berapa? Kamu masih tidur, kamu gak sholat, ya?" suara Syamsuddin terdengar sangat kencang dari seberang telepon.

Kiara membeliakkan matanya. Bagaimana mungkin ia shalat, sedangkan iblis yang bersarang didalam tubuhnya selalu menghalanginya. "Aku sedang datang bulan, Yah," jawabnya berbohong.

"Ya, sudah. Kamu bangun, jangan lupa mandi! Antarkan berkas pembukuan yang didalam map berwarna merah dan ada resletingnya, berikan ke Mananger yang baru, jam sepuluh ini ia datang ke divisi satu, sekalian meninjau pekerja,"

"Masih ngantuk, Ya," jawab Kiara dengan suara malas.

"Kiara! Cepat! Kamu mau ayah dipecat?!" sentak Syamsuddin, dan ini membuat gadis itu terkejut, sebab selama ini pria itu selalu berkata lembut padanya.

"Iya, Yah!" sahutnya dengan nada malas dan terpaksa.

"Awas lalau sampai tidak kamu antar!" ancam Syamsuddin, sebelum akhirnya panggilan berakhir.

Dengan kantuk masih bergelayut dipelupuk matanya, ia turun dari ranjang, lalu menuju ke kamar mandi, dan membersihkan dirinya.

*****

Kiara melaju menggunakan motornya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Ia sudah ditelpon Pak Santoso berulangkali, hingga membuatnya harus terburu-buru.

Ia melihat para pekerja baru saja membubarkan diri, termasuk para pemanen dan pekerja lapangan lainnya.

Mereka mendapatkan sembako, sehingva wajah mereka tampak ceria.

Kiara bergegas menuju kantor divisi satu, dan disambut omelan oleh Pak Santoso didalam ruangan.

"Lama sekali kamu, Kiara?! Seorang Manager harus menunggu kamu cukup lama hanya karena berkas ini! Untung saja kamu cakep hari ini, kalau tidak sudah saya gamprat kamu!" ucap Pak Santoso, yang memindai penampilan Kiara, dan entah mengapa terlihat menggoda, meskipun gadis itu menggunakan pakaian longgar.

"Meskipun Manager jangan seenaknya juga, Pak? Ayah saya juga manager, tapi gak sok amat! Ini baru jadi manager seumur jagung saja sudah belagu! Omel Kiara dengan kesal.

Sedangkan pak Santoso yang mendengar ucapan Kiara tampak pucat, sebab sosok yang dighibahi gadis itu sedang berdiri tepat dibelakang, menatap sosok wanita dengan rupa mengerikan yang menyatu didalam tubuh sang gadis.

1
Nurr Tika
ki wage bukan lawanya
Arinda Fira
Dari selingkuh jadi pembunuh
Arinda Fira
astaga rama, dapat yang setia malah cari barang murah
🌹Widian,🧕🧕🌹
gimana buat menghindari dari peletnya Kiara, kan kasihan pak kades jadi begitu ?
FiaNasa
kau ini fitnah saja Lo tin,,kan jadi Ken tempeleng si Wegom alias Wewe gombel🤣🤣sabar ya wegom🤣
Titik wildan
belum ada yg bisa menghentikan nyi ronggeng,yg di kira akan bantuin kiara ternyata belum nongol lagi,malah jauh
Nurr Tika
lanjut thor
FiaNasa
pasti Reno nasibnya sama kek Rama,,itu dipanggil NYI ronggeng buat dibunuh lalu mayatnya ditaruh di bekas galian kubur itu
FiaNasa
itu rudalnya si Reno mau lepas landas beidah😄😄😄
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lhaha kadi kok g bisa lihat trus piye
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ahhh trus piye jal
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
hahh reno meningal lagi knp malh smkin bnyk korbanya ini mah lrbih dr gila
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
hahhhh pie sih mlh dadi kebalik
Tini Nurhenti
/Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm/
Desyi Alawiyah
Hadeehhh Jhon-Jhon... ☺☺
Desyi Alawiyah
Sawan Kiara... 😮
neni nuraeni
jgn smpai ya si Jhony jdi korbanya lagi,,, jgn smpai deh ada korban lagi
kinoy
aaahhh..payah ah .lemah si jhony mah..g kuat iman eunk
Nurr Tika
kiara ntar tabur tuai loh
Desyi Alawiyah
Owalah, kembali ke Kiara yah, kirain 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!