Angel mencintai Malvin dengan sepenuh hati. Sampai dia menghabiskan waktunya hanya untuk mendapatkan perhatian Malvin. Dia bahkan memaksa orang tuanya untuk menjodohkan mereka. Pernikahan yang dia impikan bisa berakhir bahagia nyatanya berakhir tragis.
Dia terbunuh di tangan Malvin dan sepupunya sendiri. Arwah nya keluar dari tubuh nya. Rahasia - rahasia yang tidak di ketahui perlahan terungkap. Bahkan dia melihat seseorang yang mencintainya dengan tulus padahal dulu dia menghina pria itu demi seorang Malvin.
---------
"Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu! Aku bersumpah jika aku akan membalas mereka semua. " --- Langit Al Ghassal.
"Jika aku di berikan kesempatan kedua, aku berjanji akan mencintaimu." --- Angelina Chloe Dominic.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anak Anjing
GUK GUK GUK GUK
Langkah kaki Angel terhenti di tengah tangga. Telinga nya menangkap suara yang tidak biasa. Bukan karena dia tidak mengenali suara itu hanya saja sejak kapan. Sejak kapan di rumah nya memelihara seekor anjing? Angel kembali melanjutkan langkah nya sampai di ruang makan, dimana semua orang sudah berkumpul untuk sarapan tapi pandangan Angel teralihkan oleh seekor anjing kecil yang duduk manis di samping Azam.
"Kok ada anak anjing?" Tanya Angel sembari menarik kursi dan duduk.
Azam berhenti menguyah dan menurunkan pandangan pada seekor anak anjing. "Nggak tau juga sih.. Kemaren Kakak nemuin nih anak Anjing lagi berjemur di depan rumah. Karena kasihan apa lagi pas itu turun hujan akhirnya Kakak bawa masuk. Lagian nih anak anjing lucu juga, pinter lagi. "
Aryani yang tadinya fokus pada makanan nya menatap sendu anak anjing yang di bawah oleh putranya. "Mama jadi ingat, dulu sebelum kalian lahir di rumah ini juga pernah ada Anak Anjing." Mata Aryani berkaca - kaca mengingat seorang anak yang selalu bermain di rumah mereka bersama anjing nya. Anak yang juga terlahir dari rahim nya, dan tidak di ketahui siapapun termasuk Angel dan Azam. Mereka tidak tau jika mereka memiliki seorang Kakak laki-laki karena Zayn dan Aryani tidak pernah mengungkitnya. Bukan untuk melupakan tetapi karena dia tidak ingin mengingat tragedi itu lagi.
Tangan Zayn menggantung di dekat bibirnya, makanan yang hampir masuk dia turunkan kembali. Tangan nya menggenggam tangan Aryani karena tau bagaimana perasaannya Istrinya. "Lanjutkan makanan kalian,"
Angel memperhatikan perubahan ekspresi di wajah Ibunya. Terkesan misterius dan menyimpan sesuatu yang besar. GUK GUK GUK.. Anak anjing yang di beri nama Jelly itu menduselkan kepalanya di kaki Angel seolah sedang ingin di manja. Angel menggendong anak anjing yang lucu itu dan mengelus kepalanya bahkan mencium nya.
Seolah mengerti anak anjing itu menjilati wajah cantik Angel dan bahkan berbisik padanya. " Hallo Princess.. " Mata Angel membelalak, yang lebih membuatnya terkejut saat bola mata anjing itu bersinar berwarna emas.
AAAAAAAAA
BRUK..
Angel melempar anak anjing itu membuat semua orang terperanjat bahkan ikut berteriak. Makanan yang tadinya tertata rapi di atas meja berhamburan dan ada beberapa yang jatuh ke lantai. Kopi yang baru saja akan di minum tumpah mengenai jas kerja Zayn.
"ANGEL.. APA - APAAN KAMU?!" Tanpa sadar Zayn meninggikan suaranya. Azam mengelus dadanya dan Aryani merapikan sisa makanan yang tertinggal di rok nya. Angel sendiri sedang mengatur nafas nya. Dia mendelik tajam melihat anak anjing yang duduk di atas meja makan seolah meledek nya.
"Sayang, kenapa kamu lempar anak anjing seperti itu? Jadi kotor kan semuanya?" Aryani berucap. "Bibi, tolong bersihkan kekacauan ini." Kata Aryani pada pelayan yang ada disana.
Angel meringis melihat tatapan mata Ayah dan Kakak nya seperti ingin mengulitinya hidup - hidup. " I'm Sorry.. Nggak sengaja. " Dalam hati Angel mengutuk anak anjing itu.
Angel berdiri dan mengambil Jelly. "Dad! Mom! Aku berangkat sekolah dulu, " Angel melarikan diri dari atmosfer yang mulai berubah mencengkam.
Azam langsung berteriak. "HEI! ANAK ANJING NYA MAU DI BAWA KEMANA?"
Angel mendengar tapi seolah tuli, dia berlari keluar Mansion mencari tempat yang aman dan sepi lalu di rasa cukup aman. Dia melempar anak anjing itu ke atas rumpu dengan kesal.
ADDDUUHHHH
Seketika anak anjing itu berubah menjadi sosok yang sangat di kenal nya. Angel melipat tangan di dada, matanya berubah menyala. "HARUTO!"
"Apa?" Ya, dia adalah Haruto. Haruto berdiri seolah tidak bersalah sama sekali. "Kenapa melihat seperti itu?"
"Ngapain kamu disini.. Dan.. Dan kenapa kamu menjadi seekor anjing?" Angel berkacak pinggang dengan mata yang lurus menatap Haruto.
"Aku peliharaan yang di adopsi Azam.. Jadi otomatis aku ada disini, kan."Jawaban biasa tapi mampu membuat Angel merasa kesal.
Angel semakin mendelik. "Jangan bercanda, kan aku sudah menyuruh kamu kembali ke Ruang Dimensi Kakek, kenapa malah ada disini dan.. Malah menjadi seekor anjing lagi?"
Haruto membalas tatapan mata Angel, tidak ada rasa takut sama sekali. "Aku nggak bilang bakal kembali kan, lagian dunia luar lebih cocok untuk ku, "
"Kalo begitu tinggal di tempat lain, "
"Aku disini juga atas perintah Tuan Ronald, jadi jangan mengatur ku. " Haruto kembali berubah menjadi seekor Anak Anjing yang sekarang menjadi sangat menyebalkan di mata Angel.
Dari belakang Azam berlari tergesa dan langsung membawa Haruto ke dalam pelukan nya. "Jelly! Kamu nggak papa, apa Mak Lampir itu menyakitimu?" Menunjuk ke arah Angel, mata Angel melebar merasa tidak Terima. Kalo di sebut tukang sihir masih mendekati dirinya, tapi masa di sebut Mak Lampir. Jelas dia tidak Terima.
Belum sempat Angel menjawab, Azam sudah lebih dulu melengos meninggalkan Angel. Kepala Haruto menyembul di balik ketiak, lidah nya menjulur seperti mengejek. Matanya berkedip tanpa dosa. Angel bengong melihat nya.
"Jangan - jangan aslinya emang seekor Anjing lagi?"
"ANGEL! PACAR LO JEMPUT TUH!" Teriak Azam dari depan pintu rumah. Disana Langit sudah berdiri dengan tas yang menggantung di bahu nya. Angel segera berlari dan langsung tersenyum meski sempat melirik sinis ke arah Haruto yang anteng di gendongan Azam.
"Bentar ya, aku ambil tas dulu.. Motor kamu mana?" Tanya Angel saat tidak melihat motor kekasih nya itu.
Langit mendesah. "Sekarang aku nggak punya motor, " Jawab Langit enteng. "Motor aku buat orang tuaku. Tadi aku kesini naik GO-JEK, "
"Jadi tambah gembel dong?" Celetuk Azam yang masih berdiri disana. Angel langsung melayangkan mata tajam nya yang membuat Azam meringis dan buru - buru pergi.
Angel tetap tersenyum meski dalam hati dia merasa dongkol pada kedua orang tua Langit yang tidak tau diri itu. "Nggak papa.. Pacar kamu kaya! Tinggal manfaatin, mau motor berapa.. Satu, dua atau Tiga. Sepuluh juga oke! Aku beliin semua buat kamu."
Langit tersenyum tipis kemudian menggeleng. "Aku bukan cowok mokondo, "
000000000000000
Istirahat Jam Pelajaran baru berbunyi satu menit yang lalu. Tapi Angel sudah sejak tadi pergi dari kelas lantaran ada hajat yang tidak bisa di tunda. Malvin yang berada di dalam kelas dan biasanya langsung pergi sekarang malah terdiam di mejanya. Teman - teman nya mengamati Malvin yang beberapa hari terakhir sangat sulit untuk di hubungi.
Kendra melirik bangku Angel. "Beberapa hari ini Gue jarang banget lihat Angel deketin Lo?" Suara Kendra memecah keheningan.
"Bener banget tuh, apa jangan - jangan dia emang udah nyerah lagi sama Lo?" Sambung Eza yang sudah memperhatikan Angel beberapa hari ini.
"Nggak mungkin, " Malvin bersuara dengan nada yakin. "Dia cuma pura - pura aja, dulu juga dia pernah kaya gini dan akhirnya kembali lagi."
"Tapi dulu cuma bertahan Tiga hari dan ini sudah lebih. Lo yakin Angel masih pura - pura?" Tanya Beno, dia sendiri juga sebenarnya mulai merasa bahwa Angel memang tidak bersandiwara. Karena dia pernah melihat Angel jalan bersama Langit.
"Gue pernah lihat Angel dan Langit lagi jalan bareng di bioskop. Gue pikir Gue salah lihat tapi ternyata itu memang mereka. Waktu itu Gue lagi jalan sama cewek Gue dan nggak sengaja lihat mereka.. " Kata Beno sekali lagi.
"Atau Angel udah pindah haluan ya jadi ke Langit.. Secara Langit kan rival nya Malvin, meskipun cuma dari kalangan bawah tapi kalo muka, " Kendra sedikit melirik Malvin. "Lebih gantengan Langit sih, "
BRAK...
Malvin menggebrak meja dengan marah. "Nggak mungkin! Gue bakal buktiin kalo Angel masih cinta mati sama Gue, " Dan Malvin berjalan ke arah meja Angel. Dia seperti mencari sesuatu dan seketika matanya berbinar melihat kotak bekal yang ada di bawah meja Angel. Dengan bangganya dia mengangkat dan menunjukkan nya pada teman - teman nya.
"Lihat kan, Gue bilang juga apa? Dia nggak akan mudah berpaling. " Malvin yang percaya bahwa bekal itu di siapkan untuk nya seperti sebelum - sebelum nya kembali duduk manis di meja. Dia membuka kotak bekal yang berisi Nasi Goreng Seafood. Dia mengambil sendok dan bersiap memasukkan nya ke dalam mulut nya.
Tapi..
PRANG..
Sendok itu terjatuh ke lantai memantulkan suara yang bising tapi juga halus. Seseorang baru saja menepis makanan yang akan masuk ke dalam mulut Malvin. Dengan marah Malvin menatap siapa orang yang berani melakukan nya. Tapi matanya terpaku saat bertabrakan dengan mata orang itu.
Angel...
"SIAPA YANG NYURUH LO BUAT MAKAN BEKAL YANG GUE BAWA?"
•
•
•
BERSAMBUNG