NovelToon NovelToon
Unreasonable Ceo

Unreasonable Ceo

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Vampire / Chicklit / Tamat
Popularitas:308.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Quinsha bocah kecil yang tak di inginkan kelahirannya oleh ayahnya, Salman Cakra Negara. Bangsawan tinggi yang demi mendapatkan hak waris, harus menikahi wanita yang telah di jodohkan oleh keluarga besarnya.

Sementara Salman Cakra Negara diam diam telah menikahi Lusiana wanita yang ia cintai dan Memiliki seorang putri bernama Quinsha.
Untuk merahasiakan pernikahannya dengan Lusiana. Quinsha di kucilkan di sebuah pulau terpencil hanya di temani seorang pengasuh setia yang di sebut Romo. Dalam asuhan Romo, Quinsha tidak hanya belajar menulis dan membaca, dia juga di ajari ilmu bela diri.

Dalam lima belas tahun, kemampuan Quinsha semakin berkembang dan mampu membangkitkan inti alam dalam memanfaatkan unsur angin, api tanah dan air. Romo meninggal di usia Quinsha 15 tahun.

Quinsha meninggalkan pulau tersebut pergi ke kota besar untuk menelusuri orang tua kandungnya. Namun Quinsha yang lugu dan tidak tahu bagaimana kehidupan di kota besar, takdir telah mempertemukannya dengan dua pria yang sama sama memiliki kekuatan supranatural. Arkana Devin, pemimpin perusahaan Moon Silver yang memiliki musuh bebuyutan bernama Bramantio Anderson, pemimpin perusahaan Blood Moon.

Kedua pria tersebut, tidak hanya melibatkan Quinsha dalam perseteruan, juga melibatkannya dalam cinta segitiga yang berujung pertemuan Quinsha dan keluarga besarnya.

Bramantio Anderson, "Kau milikku, darahku. dan dosaku"

Arkana Devin, "Aku menyukai tantangan. Dan tantangan itu adalah Kau!"

Hal yang tidak di sukai Quinsha. "Kalian berdua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Setelah seharian ia menyamar di rumah bangsawan itu. Quinsha tertidur pulas di kamarnya, sementara Bram memperhatikan dan menunggu gadis itu tertidur pulas, selain kecapean, tapi Bramantio memberikannya obat penenang.

Setelah memastikan Quinsha tertidur dengan tenang. Bramantio masuk ke dalam kamar gadis itu, lalu naik ke atas tempat tidur. Memeriksa tubuh Quinsha, apakah gadis itu memiliki tato naga putih sebagai tanda pewaris terakhir keluarga bangsawan itu.

"Di mana tatonya?" ucap Bram sambil membuka pakaian Quinsha dan memeriksanya.

"Ternyata benar dugaanku, gadis ini yang di cari mereka." Gumam Bramantio menatap tato naga di lengan Quinsha.

"Aku harus menyembunyikan tatonya sebelum mereka mengetahuinya lebih dulu."

Bramantio meletakkan telapak tangannya di lengan Quinsha, mengeluarkan kekuatan supranaturalnya untuk menutupi tato di lengan Quinsha. Setelah selesai, ia kembali memakaikan pakaian gadis itu lalu turub dari atas tempat tidur, menperhatikan wajah Quinsha.

"Untung saja Arkana belum mengetahuinya, jika dia tahu. Sudah pasti akan merebut Quinsha dari tanganku. Seingatku dulu, kakek Arkana sudah menjodohkan Arkana dengan putri pewaris terakhir Bangsawan tinggi itu. Andai Arkana tahu kalau lexi bukanlah putri yg di jodohkan kakeknya, dia pasti meninggalkan Lexi. Sebaiknya rahasia ini kusimpan sendiri." Pikir Bramantio.

Setelah puas memperhatikan wajah Quinsha. Pria itu bergegas keluar dari kamarnya dan mencari informasi tentang asal usul Quinsha. Bagaimana mungkin ada dua putri di istana itu. Bramantio berpikir kalau ia harus kembali ke istana itu untuk menggali informasi. Lalu Bramantio mengeluarkan portal pelindung untuk Quinsha supaya Arkana tidak bisa masuk ke dalam rumahnya dan mengambil gadis itu dari tangannya.

***

Tengah malam, Bramantio menyelinap keruang bawah tanah. Diam diam ia membebaskan dua tahanan yang hampir sekarat. Bramantio berpikir, kalau dua orang tersebut mengerahui rahasia yang selama ini di sembunyikan.

Setelah ia berhasil membawa kabur tahanan itu dari penjara bawah tanah. Bramantio menyalurkan energi murninya ke tubuh dua pria itu supaya dapat kembali sadar.

Setelah beberapa menit, kedua pria itu sadar dan memiliki tenaga lagi. Mereka berdua mengucapkan terima kasih kepada Bramantio, kemudian mereka berdua di persilahkan untuk makan makanan yang sudah di sediakan Bram.

"Siapa nama kalian?" tanya Bramantio.

"Aku amir, dan dia saudaraku amar." Jawab Amir, melirik sesaat ke arah Bramantio.

"Kenapa kalian di hukum? apa kesalahan kalian?" tanya Bram lagi.

"Kami tidak memiliki kesalahan, hanya karena kami saksi mata atas kekejian yang telah mereka buat." Sahut Amar sambil mengunyah makanan.

"Mereka? mereka siapa?" tanya Bramantio semakin penasaran.

"Tuan Cakra Negara dan putrany Salman Cakra Negara." Jawab mereka serempak, hingga makanan di mulutnya sebagian keluar karena penuh.

"Kekejian apa yang mereka lakukan? dan kepada siapa?" tanya Bram lagi sudah tidak sabar.

"Nyonya Luciana." Jawab Amar.

"Siapa Nyonya Luciana?" Bram semakin tidak mengerti.

"Tuan, berjanjilah untuk merahasiakannya. Jangan sampai orang lain tahu. Tuan bisa di bunuh mereka." Pesan Amar.

"Baiklah, aku berjanji." Kata Bram.

"Nyonya Lucian adalah perempuan miskin yang di nikahi Tuan Salman Cakra Negara dan memiliki seorang bayi perempuan. Tapi karena Ayah Tuan Salman sudah menjodohkan putranya denga Nyonya Azura. Terpaksa mereka berdua menyingkirkan Nyonya Luciana. Beruntung bayinya di selamatkan seseorang, entah masih hidup atau tidak." Ungkap Amir ragu ragu.

"Menyingkirkan, maksudmu di bunuh?" tanya Bram lagi.

"Lebih tepatnya di penggal." Sahut Amar.

"Ya Tuhan.." gumam Bramantio, menarik napas dalam dalam. "Lalu?

"Mereka menuduh Nyonya Luciana adalah penipu, hingga ia di jatuhi hukuman penggal. Tapi sayangnya, mereka tidak tahu. Jika stempel terakhir sebagai bukti pewaris tunggal, sudah di berikan kepada bayi Nyonya Luciana yang memang hak nya bayi itu." Jelas amir.

Bramantio menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti. Ternyata Quinsha bukanlah gadis biasa, tetapi pewaris tunggal bangsawan tinggi.

"Baiklah, ada lagi?" tanya Bramantio.

"Mereka memiliki barisan para tetua yang memiliki kemampuan supranatural yang hebat. Dengan cara apapun pasti mencari keberadaan putri nyonya Luciana." Timpal Amar.

"Aku tahu itu, sebaiknya kalian pergi sejauh mungkin dari kota ini." Bramantio mengeluarkan sejumlah uang dari saku celananya, lalu di berikan kepada dua pria itu.

"Terima kasih!"

Bramantio menganggukkan kepalanya, lalu ia berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Amar dan Amir. Ia melangkah pasti dan memiliki tujuan untuk melindungi dan memiliki Quinsha.

1
yusuf syaifullah
makan somay,burjo,sumsum trus minumnya luwak mantab 😀
murniati cls
udah seperti itu masih keras kepala
arry desember
etdah udah tamat aja thor
Margaretha Sukmawati
Queen kpn sie lo pintar msh aja lo nyebelin. seharusnya lo cari tau knp lo di kejar untuk di tangkap mereka. dan lo harusnya cari tau tentang asal usul lo. ceritanya terlalu di ribetkan
Margaretha Sukmawati
hhhhhjhjh Queen stok sabar aja ya
Margaretha Sukmawati
Queen punya kekuatan tapi ko ga di pergunakan untuk melawan. katanya bisa ilmu bela diri tapi kaya cwe lemah
minega
kayanya males ngasih nama🤣🤣
Unyu Unyu 😍
masih ada up ternyata
melani sujarmo
lanjut
Intan Nuraeni
Naomi bandel sih
Mela Wati
emang naomi blm paham juga ya klo dirinya bukan manusia...harusnya naomi bisa bertarung lebih hebat atuh thor....
Risfa
Auuuu makin seruuu maak 😍
Risfa
lahh Naomi ngilang lagii 😂
Mela Wati
ya tuhan kasihannya bram sm quen...ayo arkana kamu pasti bisa, naomi sptnya yg bisa selametin ortunya...
Neng ajja
lanjut
sofie
semoga arkana bisa selametin quin
Elisa sundari
😘😘 up yg banyak kak
Erli
lanjut.
Erli
lanjut
Mela Wati
wah jangan2 bram sm quinza dikeroyok....tp gk bakalan klah klo bram harusnya...ntu naomi bukannya jatuh cintanya sm arkana thor hehehe...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!